Jauhkan Burung Anda dari Benda-Benda Ini

Jauhkan Burung Anda dari Benda-Benda Ini

Benda Yang Menyebabkan Keracunan pada Burung

PecintaSatwa.com – Seperti halnya anak-anak balita yang memasuki fase oral, mengeksplorasi sekitarnya dengan memasukkan benda-benda ke dalam rongga mulutnya, burung pun memiliki behavior serupa. Rasa ingin tahunya yang tinggi, membuat burung selalu ingin mencoba-coba alias ‘icip-icip’ benda-benda disekitarnya yang menarik baik berupa makanan, maupun kandang dan peralatannya, namun tahu kah anda bahwa perilaku demikian bisa berbahaya bagi burung peliharaan anda?

Baca: Cara Menikmati Burung Kicauan Tanpa Harus Mengurung

Sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Laurie Hess DVM, DABVP, seorang dokter hewan dengan spesialisasi unggas dan burung, beberapa benda disekitar kita dapat meracuni burung. Kadang kala kasus keracunan pada burung sangat spesifik tergantung pada spesies burung tersebut, akan tetapi lebih baik tetap dihindari sebagai langkah pencegahan terjadinya keracunan pada burung kesayangan anda.

Beberapa benda berikut ini patut anda waspadai, agar tidak di makan Burung:

perkutut

Cokelat. Tidak hanya anjing dan kucing saja yang peka dengan cokelat. Kudapan manis ini mengandung caffeine dan theobromine yang menyebabkan muntah dan diarea pada burung, selain itu juga dapat meningkatkan detak jantung, mengakibatkan hiperaktif, tremor, kejang dan kematian mendadak. Semakin tinggi kadar cocoa dalam cokelat tersebut seperti pada dark chocolate semakin mematikan bagi burung. Lebih aman anda memberi buah pisang dan anggur sebagai makanan tambahan si burung.

Buah Apokat. Didalamnya terdapat persin┬╕ derivat asam lemak yang dapat menyebabkan gagal jantung, tekanan respirasi dan kematian tiba-tiba pada banyak jenis burung. Kandungan persin paling banyak ada pada bagian daunnya. Beberapa jenis apokat memang diketahui aman untuk jenis burung tertentu seperti Lories, akan tetapi hingga saat ini belum dapat dipastikan dengan akurat jenis apokat apa saja yang aman bagi jenis burung mana saja. Oleh karena itu, ada baikknya hindari memberi apokat sebagai camilan burung.

Bawang Merah dan Bawang Putih. Bawang merah mengandung senyawa sulfur yang menginisiasi kerusakan sel darah merah sehingga terjadi anemia, selain itu bawang merah juga dapat mengiritasi mulut dan saluran pencernaan burung. Sedangkan bawang putih, mengandung allicin yang juga menyebabkan terjadinya anemia.

Logam berat khususnya timah, Zinc dan Copper. Bahan logam banyak terdapat disekitar kita, seperti peralatan rumah tangga dan perkakas pertukangan. Selain itu kandungan logam juga dapat ditemukan dalam cat, minyak, solder, paku, kawat, aksesoris dan mainan yang sering dipatuk dan dikunyah oleh burung peliharaan dalam kandang. Logam berat, khususnya timah, zinc dan copper dapat menyebabkan intoksikasi berat pada golongan burung.

Sejumlah kandungan logam berat pada burung dapat mengakibatkan kelainan syaraf dan menyebabkan muntah, gangguan pencernaan, gejala neurologis, inkordinasi hingga kejang. Sebenarnya kasus keracunan logam berat dapat diatasi apabila segera ditangani saat gejala awal muncul.

Ikuti: Serak Jawa – Si Hantu Sahabat Petani

Garam dan Lemak. Garam yang berlebihan akan mengganggu keseimbang elektrolit cairan tubuh yang dapat berlanjut pada terjadinya kehausan abnormal, dehidrasi, dan gangguan ginjal hingga kematian. Sedangkan lemak yang berlebihan dalam pakan, seperti halnya pada manusia dapat memicu peningkatan kadar kolesterol dalam darah, sebagai awal terjadinya penyakit jantung dan strok.

Biji buah. Bagian daging buah memang aman dan menyehatkan bagi burung seperti apel, anggur, jeruk, labu, tomat, melon, mangga, delima dan berry, akan tetapi bijinya merupakan racun yang mematikan. Didalam biji buah-buahan tersebut terkandung cardio-toxic cyanide yang dapat meracuni dalam sirkulasi darah.

Caffein. Jangan coba-coba berbaik hati pada burung kesayangan anda dengan berbagi kopi atau teh pagi hari. dua minuman paling diminati di dunia tersebut mengandung caffein yang berakibat sangat buruk bagi bangsa burung. Caffein dapat menyebabkan peningkatan detak jantung, aritmia, hiperaktif, bahkan henti jantung. Lebih baik beri campuran sari buah-buahan yang aman seperti apel bagi si kecil berbulu yang anda pelihara demi kesehatan jantungnya.

Simak: Beda Merak Hijau vs Merak Biru

Kasus keracunan merupakan kasus darurat, kecepatan anda membawa si burung ke dokter hewan berbanding lurus dengan persentase kesembuhannya, karena itu jangan ragu untuk segera mengkonsultasikannya pada dokter hewan terdekat apabila anda melihat gejala keracunan yang paling awal seperti lesu, muntah, dan diare.

Keep your birdie healthy and happy.. kwik kwik..!

 

Body Condition Scoring Sapi Pedaging

Body Condition Scoring Sapi Pedaging

Metode Menentukan Kondisi Nutrisi Sapi Betina

PecintaSatwa.com – Body Condition Scoring (BCS) merupakan suatu metode praktis yang digunakan oleh peternak untuk menentukan kondisi nutrisi sapi betina dalam peternakan pembibitan sapi potong dan peternakan sapi perah. Tinggi

Body Condition Scoring 5-6

rendahnnya BCS sapi, sangat berpengaruh pada kesehatan fisik sapi, termasuk diantaranya adalah performa reproduksinya, seperti keberhasilan Program Inseminasi Buatan (IB) yang ditunjukkan dengan angka konsepsi, calving interval (jarak kelahiran pedet dengan kelahiran sebelumnya), dan open cows (masa kosong setelah melahirkan hingga dapat bunting kembali). Oleh karena itu, BCS selalu diperhitungkan pada musim kawin sebelum melakukan perkawinan, terlebih jika suatu peternakan menerapkan perkawinan dengan metode sikronisasi birahi.

Baca: Apa saja penyebab Keracunan pada Ternak

Body Condition Scoring (BCS) yang digunakan untuk sapi pedaging menggunakan penilaian dengan skala 1-9, hal ini didasarkan pada pengamatan pada kondisi morfologis sapi, diantaranta: tulang belakang, pangkal ekor, tulang pinggul depan dan belakang (pins and hooks), tulang rusuk dan gelambir bagian dada. Observasi dan penentuan BCS dilapangan dapat dilakukan dengan menggunakan tabel berikut:

Titik Pengamatan Body Condition Scores
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Kondisi umum yang buruk/lemah ya tidak tidak tidak tidak tidak tidak tidak tidak
Atropi otot ya ya sedikit tidak tidak tidak Tidak tidak tidak
Benjolan tulang punggung terlihat jelas ya ya ya sedikit tidak tidak Tidak tidak tidak
Garis rusuk terlihat jelas semua semua semua 3-5 1-2 tidak Tidak tidak tidak
Bejolan tulang pinggul tampak ya ya ya ya Ya ya Sedikit tidak tidak
Lemak pada gelambir dada dan legok lapar tidak tidak tidak tidak tidak sedikit Penuh penuh Sangat penuh
Perlemakan pada pangkal ekor tidak tidak tidak tidak tidak tidak Sedikit penuh Sangat penuh

Dimodifikasi dari Pruitt, 1994

Body Scoring Sapi yang Ideal

Idealnya, sapi sehat dengan performa reproduksi yang baik memiliki BCS 5-7, semakin rendah BCS nya, sapi akan terlihat kurus dan perlu diberi perlakuan khusus demi mengotimalkan kondisi tubuhnya, begitu pula dengan BCS yang semakin tinggi mengindikasikan sapi obesitas, sehingga harus dipantau selama pelaksanaan perkawinan, kebuntingan, hingga kelahiran, karena sapi gemuk rawan mengalami kesulitan waktu melahirkan (distokia).

Simak: Segera Tangani Sebelum Bobot Sapi Merosot

Body Condition Scoring 7-8

Body Condition Scoring (BCS) sebaiknya dimonitor minimal 3 kali dalam satu kali siklus pemeliharaan, yakni waktu sapih, 2-3 bulan sebelum melahirkan, dan saat melahirkan. Pemantauan BCS pedet waktu disapih berguna untuk melakukan pengelompokkan. Kelompok-kelompok ternak didasarkan pada BCS nya guna dilakukannya program nutrisi yang berbeda pada setiap kelompok, sehingga ketika masuk masa kawin dapat dicapai BCS yang seragam pada semua kelompok.

Penilaian BCS pada saat 2-3 bulan sebelum kelahiran digunakan sebagai evaluasi pemeliharaan selama kebuntingan, setelah itu pada masa kering tersebut dibuat suatu program nutrisi yang terbaik guna mempersiapkan kelahiran, dengan tujuan mengusahakan kelahiran normal tanpa kesulitan yang berarti, bobot pedet yang dilahirkan optimal dan tidak disertai adanya gangguan reproduksi pasca kelahiran.

Baca: Beberapa Jenis Hijauan untuk Makanan Ternak Anda

Monitoring BCS waktu kelahiran juga penting dilakukan, karena beberapa hari pasca kelahiran sapi biasanya akan mengalami penurunan BCS, hal ini sebaiknya tidak diabaikan, oleh karena itu BCS harus segera kembali ditingkatkan dengan memberi pakan khusus post partum untuk menstabilkan kondisi sapi pada masa laktasi. Disamping itu juga untuk mengoptimalkan kesehatan sapi selama terjadinya involusi uteri, dengan demikian sapi akan segera birahi kembali dan dapat segera dikawinkan lagi setelah 45-65 hari pasca kelahiran.

 

Anjing Chow Chow – Tukang Cemberut yang Lucu

Anjing Chow Chow – Tukang Cemberut yang Lucu

Tentang Anjing Chow Chow

PecintaSatwa.com – Sepintas, wajah anjing chow chow memang menyerupai beruang, akan tetapi apabila diamati lebih seksama wajah perkasa beruang pun tidak dapat menandingi raut muka chow chow yang unik dan begitu khas. Secara alami, bentuk wajah chow-chow menyerupai orang cemberut / scowling expression, dengan mata sipitnya yang datar dan bentuk mulut melengkung ke bawah. Tidak ada jenis anjing manapun memiliki kemiripan bentuk wajah dengan chow chow yang unik.

Masyarakat China sangat familiar dengan ras anjing chow chow, mereka telah hidup berdampingan sejak 2000 tahun yang lalu. Berdasarkan analisa DNA, breed chow-chow dikonfirmasi sebagai salah satu ras anjing primitif benua Asia yang masih eksis hingga saat ini, diduga ia berasal dari dataran tinggi Siberia, China Utara dan Mongolia, selanjutnya diperkirakan ras chow chow merupakan salah satu nenek moyang breed Samoyed, Pomerian, Keeshond dan Norwegian Elkhound.

Baca: Pakan Buatan Sendiri untuk Anjing Kesayangan

Ciri Khas Anjing Chow Chow

chow chow bercorak panda yang dimiliki Meng Jiang

Anjing berbadan kekar ini banyak dijadikan anjing pemburu dan anjing penjaga, namun sayangnya kebudayaan masyarakat China mengkonsumsi daging anjing menjadikan chow-chow sebagai salah satu sumber daging konsumsi bagi mereka dan penghasil bulu (rambut.red) untuk pakaian hangat di musim dingin. Dilema memang..

Anjing chow chow baru dikenal di dunia barat setelah abad ke-19, anjing jenis ini sangat loyal pada masternya, akan tetapi galak atau tidak ramah pada orang asing. Jangan tertipu dengan ekspresinya yang menggemaskan, jika anda baru pertama kali bertemu chow chow, bisa jadi dia bersikap garang pada anda, hingga terus menggonggong saat melihat anda sebagai orang asing.

Baca: Anjing Samoyed – Si Bola Bulu Putih

Selain ekspresi cemberut yang khas pada chow chow, ia juga bertubuh gempal dan memiliki lidah berwarna biru kehitaman. Telinga anjing asli negeri tirai bambu ini berbentuk melingkar, tebal dan kecil, bentuk telapak kakinya juga kecil melingkar. Hampir seluruh tubuh chow chow jenis rough coated diselimuti rambut tebal, berwarna lebih terang di kaki bagian dalam dan ekstra tebal pada bagian leher, seakan menggunakan mantel musim dingin. Ekor chow chow melengkung ke atas mengarah ke tulang belakang. Disamping coklat keemasan, anjing cemberut ini juga terdapat yang berwarna krem, cokelat kemerahan, dan hitam kebiruan.

Anjing yang juga terkenal dengan sebutan Chowdren ini sangat mandiri dan cukup keras kepala, karena itu dibutuhkan pelatihan sejak dini untuk membentuk karakter dan tempramen sosialisinya. Anjing ini juga membutuhkan exercise cukup sering, kira-kira dua kali perminggu agar dapat mengimbangi sifatnya yang energik. Dalam hal grooming, ia membutuhkan perawatan setiap hari karena tebalnya rambut yang dimilikinya.

Simak: Anjing yang mendadak jadi Konglomerat

Jika dipelihara dengan baik dengan asupan nutrisi seimbang dan cukup exercise, chow chow dapat hidup sehat hingga 8-15 tahun, dengan performa tubuh 46-56 cm dan berat 21-32 kg.

 

9 Fakta yang Harus Diketahui Tentang Gajah

9 Fakta yang Harus Diketahui Tentang Gajah

  1. Semakin panas habitatnya semakin besar telinga gajah. Gajah afrika memiliki lebar daun telingan yang paling besar dibandingkan dengan jenis gajah lainya, sesuai dengan habitatnya yang memiliki iklim terpanas. Pada daun telinga gajah, terdapat banyak pembuluh darah, salah satu fungsinya adalah untuk mengeluarkan panas tubuhnya, dengan cara mengepakkannya dalam posisi diam. (Baca: Cara Membedakan Gajah Asia vs Gajah Afrika)
  2. Gading atau taring gajah merupakan modifikasi gigi seri rahang atas, mulai tumbuh pada usia 6-12 bulan menggantikan gigi susu, bertumbuh 17 cm setiap tahunnya. Gading digunakan menggali untuk menemukan akar, air, dan garam; menguliti dan menandai pohon; menyingkirkan batang pohon yang menghalangi jalan; sekaligus sebagai senjata saat berkelahi. Gajah afrika memiliki gading baik pada pejantan maupun betinanya. sedangkan gajah asia, hanya terdapat gading pada gajah jantan, dan jarang ditemukan pada betinanya. Taring gajah asia terbesar yang pernah ditemukan sepanjang 3,02 m dengan berat 39 kg.
  3. Gajah tidak dapat melompat dan berderap, namun dapat berjalan cepat dan merupakan perenang handal. Dengan berjalan cepat, gajah dapat melaju 18 km/jam. Selain itu gajah dapat berenang sejauh 48 km dengan kecepatan 2,1 km/jam, juga dapat berenang tanpa menyentuh dasar hingga 6 jam lamanya.
  4. Dalam sehari gajah dapat memakan tumbuhan sebanyak 150 kg, dan minum 40 L air, karena itu biasanya gajah hidup disekitar sumber air. Gajah hanya memerlukan waktu 3-4 jam / hari untuk tidur.
  5. Gajah dianggap sebagai spesies kunci. Ia dapat menggali sumber air tanah dengan gadingnya, kemudian terus memperbesarnya saat ia mandi, sumber air ini juga digunakan banyak hewan lainnya untuk bertahan hidup. Kekuatan gajah menumbangkan pohon dapat menjadikan sabana menjadi padang rumput. Gajah juga dapat menggali gua, yang dapat ditempati oleh hewan lainnya seperti serangga, kalelawar, dan hyrax. Gajah berperan menyebarkan benih tanaman. Biji buah-buahan yang dimakannya tidak mengalami perubahan apapun, hingga saat dikeluarkan lagi bersama kotoran, biji tesebut segera dapat bertunas dan tumbuh menjadi tanaman baru. ( Perlu diketahui: Satwa Liar BUKAN Hewan Peliharaan)
  6. Hanya gajah betina yang hidup berkoloni. Dipimpin oleh gajah betina tertua yang disebut Matriark, dapat beranggotakan lebih dari 10 ekor yang terdiri dari beberapa pasang induk dan anak. Matriark akan memimpin hingga akhir hayatnya, kemudian ketika ia mati akan digantikan oleh saudaranya atau anak perempuan tertuanya. Koloni-koloni gajah betina juga saling berinteraksi, hingga membentuk klan yang terdiri dari beberapa kelompok gajah. Klan tersebut biasanya bekerja sama untuk mempertahankan wilayah atau sumber air saat musim kemarau dari klan lain. Gajah jantan jarang dijumpai membentuk koloni, terkadang ada meski hanya berupa kelompok kecil yang terdiri dari 2 ekor gajah jantan.
  7. Gajah bersedih jika gajah lain dalam kawanannya mati. Sebagaimana dilaporkan oleh peneliti, hormone stress (kortikostreon) gajah-gajah dalam satu koloni akan meningkat drastis ketika anggota kawanannya mati. Gajah dapat bertahan hidup rata-rata selama 60-70 tahun, gajah asia bernama Lin Wang dilaporkan tutup usia saat berumur 86 tahun.
  8. Gajah jantan lebih agresif saat musth (birahi). Musth mulai dialami oleh gajah jantan pada usia 15 tahun dan stabil pada usia 35 tahun. Pada gajah muda biasanya musth terjadi pada bulan Januari-Mei, sedangkan pada gajah yang lebih tua pada bulan Juni-Desember. Gajah musth dapat dilihat dari keluarnya cairan dari daerah pelipisnya (kelenjar temporal), berjalan dengan kepala terangkat dan berayun, melambaikan satu telinga, bersuara gaduh dan mengorek tanah dengan taring. Apabila terjadi perkelahian, gajah yang sedang musth biasanya akan menang. ( Ketahui: Daftar Hewan yang Hampir Musnah di Bumi)
  9. Gajah baru lahir disambut dengan bahagia dalam kawanan dengan berkumpul mengelilingnya dan menyentuh serta membelainya dengan belalai. Gajah terlahir dengan berat sekitar 120 kg dan tinggi 85 cm. Dalam hal pengasuhan, antar induk saling menjaga anak satu sama lain. Jika terdapat bahaya maka anak-anak gajah akan ditempatkan di tengah-tengah koloni sebagai perlindungan.

 

Beberapa Jenis Hijauan untuk Makanan Ternak Anda

Beberapa Jenis Hijauan untuk Makanan Ternak Anda

Jenis Tumbuhan untuk Makanan Ternak

PecintaSatwa.com – Secara alami, hewan ternak seperti sapi merupakan golongan herbivora, yakni hewan yang mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan untuk bertahan hidup. Saat ini setelah sapi terdomestikasi menjadi hewan ternak produksi, berbagai tekhnologi pakan berkembang pesat, termasuk diantaranya pembuatan konsentrat sebagai makanan penguat. Konsetrat biasaya dibuat kaya akan protein dan energi, karena itu tak jarang digunakan jenis protein hewani sebagai campuran, contohnya tepung ikan dan tepung darah. Meski konsentrat memegang peranan penting dalam pemeliharaan sapi, rerumputan tetap digunakan sebagai makanan penyeimbang kinerja pencernaannya, apabila sapi hanya diberikan konsentrat tanpa hijauan, kemungkinan besar akan terjadi penyakit metabolisme yang berbahaya bagi sapi, dan merugikan bagi peternak.

Sebagai peternak sekaligus pebisnis di dunia peternakan, Anda harus jeli memilih jenis hijauan makanan ternak untuk sapi-sapi anda. Karena hijauan memegang peranan yang penting bagi pemeliharaan ternak, juga dibutuhkan dalam jumlah yang cukup besar, peternak harus dapat memilih jenis hijauan yang tepat sebagai langkah strategis mengusahakan pemeliharaan yang lebih ekonomis, dan membuahkan hasil yang manis. (Simak: Penyebab Bobot Sapi Merosot)

Varietas hijauan makanan ternak biasanya dipilih berdasarkan kandungan nutrisinya seperti kadar bahan kerin (BK), protein kasar (PK), lemak kasar (LK), serat kasar (SK), dan energi yang biasanya dinyatakan dalam TDN, ME, atau BETN, serta abu dan mineral lainnya.

Beberapa Jenis Hijauan Makanan Ternak

Berikut adalah beberapa jenis hijauan makanan ternak yang dapat anda pilih:

Rumput Gajah.

Mengandung BK 19,9%, PK 10,2%, LK 1,6%, SK 34,2%, Abu 11,7% dan BETN 42,3%. Rumput gajah sangat mudah ditanam dengan metode stek batang, rumput ini pun tumbuh dengan baik meski ditanam tumpang sari dengan tanaman lain seperti jagung dan ubi. Bahkan dapat berfungsi untuk mengurangi kuatnya terpaan angin yang dapat merobohkan tanaman lain. Pada penanaman pertama, rumput gajah baru bisa dipanen setelah berumur 90 hari, selanjutnya dapat dipanen kembali setiap 60 hari sekali pada musim kemarau dan 50 hari sekali pada musim penghujan.

Rumput Odot.

Bentuknya seperti rumput gajah, namun lebih pendek-pendek daunnya. Jenis rumput ini banyak dibudidayakan oleh para peternak sapi perah. Odot digunakan sebagai salah satu pakan utama sapi perah guna meningkatkan kadar Total solid (TS) susu yang dihasilnya, sehingga harga susu peternak juga meningkat. Odot memiliki PK 14%, dan LK 2,72%. Penanaman rumput odot sama mudahnya dengan rumput gajah, akan tetapi odot dapat dipanen lebih cepat sekita 10-15 hari dari rumput gajah.

Tebon Jagung.

Jenis pakan ini banyak menjadi favorit peternak sapi pedaging maupun sapi perah, karena selain nilai gizinya yang tinggi, tanaman ini sangat disukai oleh ternak. Tebon jagung merupakan tanaman jagung yang sengaja ditanam sebagai pakan ternak, bukan untuk menghasilkan jagung komersial, karena itu jarak tanamnya pun rapat, dan dipanen di masa keemasannya dimana nutrisi keseluruhan tanaman sedang dipuncaknya, pada waktu tanaman berbunga hingga berbuah muda. Tebon jagung mengandung BK 10,19%, SK 10,19-22,9%, PK 8,8-15,31%, BETN 50,89-70,36% dan TDN 58%. (Baca: Jenis-jenis Domba Budidaya di Indonesia)

Alfafa.

Tanaman yang dapat hidup hingga 30 tahun ini memiliki kandungan PK 15-30%, SK 21.4%, LK 2,7%, dan Abu 13,1%. Alfafa termasuk jenis tumbuhan leguminosa yang sudah umum digunakan untuk pakan sapi, kerbau, kuda, kambing, domba, dan ayam, bahkan di benua amerika dikenal dengan sebutan Ratu Hijuan karena kandungan proteinnya yang tinggi dan sangat disukai ternak. Sebaiknya alfafa dikonsumsi ternak dalam bentuk hijauan kering, karena dalam keadaan segar alfafa memiki zat anti nutrisi yang berpengaruh buruk bagi ternak. (Baca juga: Apa penyebab Keracunan pada Ternak)

Masih banyak jenis hijuan makanan ternak yang dapat dijadikan pilihan oleh peternak selain yang diuraikan di atas, seperti kinggrass, stargrass, setaria dan golongan leguminosa lainnya. Faktor terpenting yang menjadi pertimbangan memilih jenis hijauan makanan ternak adalah ketersediaannya di lapangan, harga, nilai gizi, dan kecernaan pakan tersebut.

 

Inilah Daftar Hewan yang Hampir Musnah di Bumi

Inilah Daftar Hewan yang Hampir Musnah di Bumi

Hewan Paling Langka di Dunia

“Siapa yang kuat, Dia yang bertahan!”

PecintaSatwa.com – Seleksi alam terus berjalan di planet ini, setiap harinya semua spesies di Bumi berlomba lomba untuk bertahan hidup, bekerjaran dengan perubahan-perubahan yang terjadi dan meningkatkan kemampuan adaptasinya. Hewan, dan tumbuhan bahkan manusia harus mau berjuang jika ingin populasinya terus lestari, meski saat ini manusia sudah overpopulated sehingga mendesak mundur populasi hewan dan tumbuhan demi peningkatan kawasan pemukiman dan industri untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Lantas, salahkah manusia jika melakukan hal tersebut demi kelangsungan hidup? (Baca pula: Indonesia Siaga 1 untuk Hewan-hewan ini)

Adanya hewan dan tumbuhan merupakan bagian ekosistem planet Bumi, keberdaannya dibutuhkan sebagai penyeimbang lingkungan, dimana setiap komponen makhluk memiliki perannya masing-masing yang saling berhubungan, sebagai sebuah simbiosis. Karena itu kelestariannya harus diusahakan semaksimal mungkin untuk menjaga keberlanjutan kehidupan di Bumi yang seimbang.

Ulasan berikut ini akan membahas beberapa spesies yang hampir punah di dunia, sekaligus menjadi PR besar bagi negara habitatnya untuk melakukan konservasi demi peningkatan populasi dan pencegahan kepunahan, mari kita simak

Beberapa jenis hewan yang paling terancam punah di dunia:

Kura-Kura Hutan Arakan

Sebagaimana namanya. kura-kura hutan arakan dijumpai di bukit arakan, daerah Myanmar barat. Sebelumnya dipercaya bahwa jenis kura-kura ini telah punah, hingga ditemukannya kembali pada tahun 1994. Saat ini kemungkinan tidak lebih dari 100 ekor kura-kura hutan arakan yang hidup di alam. (Perlu diketahui: Satwa Liar BUKAN Peliharaan)

Iberian Lynx

iberian lynx

Kerabat kucing ini berasal dari Spanyol dan Portugal, bernama lain Pardel Linx dan Spanish Linx, di alam hanya tersisa sekitar 84-143 ekor iberin linx dewasa.

Oxolotl

oxolotl

Termasuk jenis salamander yang sangat unik, terkadang disebut juga sebagai ikan monster karena bentuknya yang khas, seakan akan memiliki banyak lengan.

Macaw Biru

macaw biru

Burung Macaw Biru merupakan burung asli Brazilia, dinamai juga Spix’s Macaw, diperkirakan jumlahnya saat ini tidak lebih dari 93 ekor. (Simak juga: 5 Prinsip Kesejahteraan Hewan)

Badak Jawa

badak jawa criticaly edangered

Disebut juga sebagai badak bercula satu, saat ini diduga populasinya hanya 72 ekor di dunia. Perburuan liar demi mengambil tanduknya telah menurunkan jumlah hewan ini begitu cepat. Cula nya dihargai 30.000 USD perkilogram di pasar gelap, disinyalir digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional.

Buaya Siam

Kurang dari 70 ekor buaya siam yang tersisa saat ini, habitatnya di wilayah Asia Tenggara. Langkahnya buaya siam terjadi karena perluasan lahan pertanian yang dilakukan penduduk mendesak habitat alaminya, selain itu penggunaan pestisidan dan pupuk kimia juga menurunkan kualitas air tempat hidupnya.

Brown Spider Monkey

Habitat Brown Spider Monkey berada di Kolombia utara, dan bagian barat laut Venezuela. Dinamai laba-lab cokelat kerena ia memiliki lengan panjang guna mengayun dan memanjat di kanopi hutan, dari dahan ke dahan pohon lain. Saat ini, populasinya diperkirakan tinggal 60 ekor, merosotnya jumlah Brown Spider Monkey diduga kerna perburuan liar dan perdagangan satwa langkah.

Serigala Mexico

Saat ini hanya terdapat sekitar 340 ekor kawasan US dan Mexico. Penyebab kepunahannya diperkirakan karena menurunnya hewan buruan sebagai sumber makanan di habitatnya seperti bangsa rusa. Serigala mexico termasuk keluarga gray wolfi secara genetic yang paling sedikit jumlahnya di dunia. (Simak juga: Daftar Merah Satwa dalam Standart Tingkat Keterancaman Satwa Liar di Dunia)

Lumba-Lumba Baiji

lumba-lumba baiji

Jumlah lumba-lumba Baiji diperkirakan tinggal tidak lebih dari 20 ekor di alam.

Northern White Rhinoceros

Northern White Rhinoceros

Badak jenis ini tersisa kurang dari 10 ekor saat ini, berada di pusat konservasi California dan Czech Republic. Karena jumlahnya yang benar-benar sedikit, sepanjang waktu badak-badak putih ini dikawal oleh petugas khusus untuk melindunginya dari para pemburu.

 

Pembibitan Babi, Banyak Anak Banyak Rezeki

Pembibitan Babi, Banyak Anak Banyak Rezeki

Pembibitan Babi

PecintaSatwa.com – Usaha breeding farm agaknya sudah harus dikembangkan maksimal. Tingginya kebutuhan daging konsumsi nasional menjadi tantangan tersendiri untuk dipenuhi, belum lagi kenaikannya setiap tahun. Bakalan dan ternak pasca sapih akan terus menipis apabila usaha pembibitan tidak digalakkan karena dari usaha tersebutlah dihasilkan calon-calon ternak sebagai bahan baku industri feedlot. Tak terkecuali untuk peternakan babi.

Babi tergolong hewan ternak yang berprospek tinggi. Kemampuan beradaptasi yang tinggi didukung dengan jumlah anakan sekali lahir dapat lebih dari 10 menjadikannya sebagai hewan ternak primadona di dunia. Oleh karena itu, dalam artikel sederhana ini akan dibahas seluk-beluk pembibitan babi dan tips untuk para peternak.

Target ideal pembibitan Babi

  • Tingkat reproduksi: 10-11 piglet/kelahiran, sehingga 2 gilt/sow (induk babi) minimal menghasilkan 20-22 piglet yang sehat setiap tahun
  • Survival rate 85% hingga sapih. Kadang kala banyaknya anakan yang dilahirkan induk babi, terdapat beberapa ekor yang tidak bertahan, bisa kerena lahir lemah, kalah bersaing saat menyusu, jumlah ambing induk kurang dari jumlah anak yang dilahirkan, atau karena induk tidak memiliki sifat keibuan (maternity) yang baik.
  • Laju pertumbuhan: dari anak babi (piglet) baru lahir dengan berat 1-1,5 kg dapat mencapai 90 kg setelah 170 hari dan karkas 77%,
  • Feed Confertion Rate / FCR 3,5 kg, maksudnya untuk menghasilkan pertambahan berat hidup 1 kg, dibutuhkan pakan tidak lebih dari 3,5 kg bahan kering.
  • Untuk penggemukan dapat dipanen pada umur 4-6 bulan dengan berat 45-65 kg, dengan catatan tumbuh sehat dengan average daily gain minimal 0,2 kg / hari
  • Induk betina dapat berproduksi bagus hingga berumur 5 thn, atau 4-6 kali beranak. Apabila lebih dari umur tersebut produktivitas indukan masih bagus, dapat dibibitkan kembali hingga performa reproduksi turun atau kondisi tubuh tidak optimal

Baca : Tahukah Anda Tanda Babi Betina Birahi dan Perkawinannya?

superior gilt
superior gilt

Indukan babi betina yang baik:

  • Induk (gilts) superior, dapat beranak 9-10 anakan (piglet)/kebuntingan
  • Meternity bagus
  • Memiliki 12-14 ambing
  • Sehat, berkaki kuat, otot tebal dan performa tubuh proporsional

Reproduksi Babi

  • Pejantan minimal berumur 7,5 bulan, paling optimal setelah 15 bulan-4 tahun, rasio: 1 pejantan untuk 10-12 betina
  • Betina minimal 7 bulan
  • Siklus birahi / estrus betina 18-24 hari, normalnya 21 hari sekali, panjang birahi 12-60 jam
  • Lama kebuntingan 114 hari (3 bulan, 3 minggu, 3 hari)

Merawat induk babi dan piglet

  • Sejak 1 minggu sebelum melahirkan tempatkan di kandang yang bersih, kering dan hangat, dilapisi bedding berupa pasir, jerami atau serbuk gergaji
  • 35% piglet yang lahirkan tidak bertahan hingga sapih, kerena diserang induk, lahir lemah, diare, persaingan menyusu, tidak mampu bertahan dengan lingkungan
  • Apabila jumlah piglet yang dilahirkan lebih dari jumlah ambing, kelebihan jumlah piglet tersebut disusukan ke induk lain atau diberi susu sapi
  • Piglet yang baru lahir dipotong gigi runcing nya, dan tali pusarnya hingga tersisa 2,5-3,5cm, beri iodin
  • Piglet umur 3-5 hari dan umur 2 minggu diberi multivitamin yang mengandung zat besi (Fe) untuk mencegah anemia
  • Piglet mulai diajari makan setelah berumur 1 minggu
  • Deworming / pemberian obat cacing piglet dilakukan umur 3-5 minggu
  • Penyapihan umur 8 minggu
  • Terapi anti kutu mulai umur 7-8 minggu
  • Indukan dapat dikawinkan hingga 6 kali beranak atau hingga umur 4-5 tahun, apabila produksi masih baik, dapat trus menjadi bibit.

Simak: Ini Lho Ragam Babi Asli Indonesia

Recording yang perlu dilakukan

  • Performa Pejantan
  • Produktifitas indukan betina
  • Pertumbuhan piglet pasca sapih
  • Pertumbuhan grower dan finisher

Selamat beternak…!

 

Apakah Hewan Kesayangan harus Caesar ?

Apakah Hewan Kesayangan harus Caesar ?

Operasi Caesar pada Hewan Kesayangan

PecintaSatwa.com – Halo sahabat pesat, pasti sudah sering dengar yang namanya operasi Caesar di manusia atau hewan kesayangan kita sendiri. Namun taukah sobat kalau Caesar atau biasa disebut C-section sebenarnya pilihan terakhir dalam pertolongan kelahiran?, terutama jika hewan mengalami distokia atau hambatan dalam proses kelahiran. Nah, bagaimana bisa terjadi distokia dan kapan harus Caesar? Mari kita bahas lebih lanjut lagi.

Banyak orang berfikir bahwa secara alami hewan bisa melahirkan sendiri tanpa bantuan apapun melalui naluri dan insting yang diturunkan secara turun temurun dari sang induk hingga anaknya. Tetapi anggapan tersebut tidak 100% benar adanya, terdapat beberapa permasalahan yang menyebabkan terjadinya distokia. Secara maternal distokia bisa terjadi akibat dari obstruksi (sumbatan) pada pelvis (tulang panggul), Torsio uteri dan hypokalemia. Sedangkan kondisi oversize fetus (Ukuran fetus yang lebih besar), bentuk anatomi kepala, malposisi fetus (sungsang), hydrocephalus pada fetal dan kematian fetus bisa juga menyebabkan terjadinya distokia. Perkawinan silang dan beda ukuran pejantan yang lebih besar dibandingkan betina pun sering menimbulkan gangguan tersebut terutama oversize fetus dan obstruksi pelvis.

Kesulitan Melahirkan pada Hewan

Tindakan Caesar pada Hewan

Berdasarkan penilitian yang dilakukan oleh Gunn-Moore & Thrusfield pada tahun 1995, bentuk anatomi kepala kucing dolicocephalic (moncong panjang seperti pada kucing spinx) dan brachycephalic (moncong pesek dan bulat seperti pada kucing Persian) memiliki resiko distokia lebih tinggi dibandingkan dengan mesochepalic (bentuk sedang antara panjang lebar dan tinggi seperti pada kucing domestic). Umumnya hewan brachicephalic memiliki anatomi kepala yang membulat dan besar sehingga menyebabkan kepala fetus tidak bisa melewati rongga pelvis sama halnya dengan hewan dolicocephalic moncong yang cukup panjang membuat fetus susah berotasi di dalam uterus. Sedangkan pada anjing lebih sering terjadi pada breed kecil seperti chihuahua, pom terutama bila pejantan lebih besar dibandingkan dengan betinanya.

Penyerapan kalsium dan protein pada saat kebuntingan akan terjadi lebih banyak untuk pembentukan tulang fetus. Asupan nutrisi yang rendah mengakibatkan tubuh akan memetabolisme kalsium yang ada pada tulang induk dan lemak tubuh jika hal ini terus terjadi induk akan kekurangan energi yang digunakan untuk merejan pada saat kelahiran. Oleh karena itu selama masa kebuntingan asupan nutrisi perlu dijaga terutama protein dan kalsium yang bisa didapat dari pakan maupun vitamin tambahan.

Pemeriksaan kebuntingan menggunakan X-ray maupun Ultrasonography (USG) untuk melihat posisi fetus bisa mengantisipasi terjadinya distokia sejak dini. Posisi yang baik adalah kepala mengarah ke bagian belakang hewan, apabila terjadi kondisi sungsang olah raga seperti jalan-jalan selama 30 menit setiap harinya atau permainan kecil menggunakan bola baik pada anjing maupun kucing bisa membantu fetus untuk berotasi. (baca: Kesulitan Melahirkan pada Anjing)

Tindakan Caesar pada Binatang

Tindakan Caesar tidak serta merta dilakukan pada saat pasien datang, terutama pada pasien yang tidak memiliki record medis saat kebuntingan di rumah sakit hewan atau praktek dokter yang dituju. Dokter akan mengusahakan persalinan normal dengan melakukan prosedur induksi sebanyak dua kali dengan interval satu jam, apabila fetus tidak keluar maka tindakan Caesar akan dilakukan. Tidak hanya itu pecah ketuban yang lebih dari 6 jam menjadi salah satu pertimbangan bagi dokter hewan untuk melakukan tindakan Caesar. Jadi jangan khawatir apabila dokter hewan anda menyarankan Caesar karena tindakan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan akan keselamatan induk maupun fetus yang ada didalamnya. Semoga artikel ringan ini bisa menambah wawasan sobat pecinta satwa terhadap penanganan kelahiran hewan peliharaan masing-masing (Simak: Kebuntingan dan Kelahiran pada Anjing)

Perhatikan dengan seksama proses kelahiran hewan kesayangan anda, apabila tidak berjalan dengan normal atau terlihat adanya kesulitan segera bawa ke dokter hewan terdekat, jangan lewatkan golden time kelahiran, karena akan berdampak pada kesehatan induk dan anak yang dilahirkan.

Keep calm and love your pet..

 

Segala Hal Tentang Kucing – Mitos atau Fakta?

Segala Hal Tentang Kucing – Mitos atau Fakta?

Mitos – Mitos tentang Kucing

PecintaSatwa.com – Kucing telah menjadi hewan kesayangan manusia dan berkembang seiring dengan kebudayaan manusia sejak dahulu kala, bahkan dalam kepercayaan mesir kuno mereka mensucikan Dewi Kucing bernama Bastet, yang berwujud wanita cantik berkepala kucing. Awal mulanya kucing didomestikasikasi untuk dijadikan penjaga lumbung padi dari serangan tikus, akan tetapi sifatnya yang lucu dan menggemaskan telah meluluhkan banyak orang untuk menjadikannya hewan kesayangan, bagian dari keluarga tercinta. (Baca: Memahami Kucing dan Karakternya sebagai Peliharaan)

Peradaban terus berkembang sebagaimana kebudayaan terbangun hingga menjadi masyarakat modern saat ini, namun di dalamnya masih terdapat mitos-mitos yang masih dipercaya dan diwariskan turun temurun oleh sebagian orang, termasuk mitos-mitos tentang kucing, yang kebenarannya masih dipertanyakan.

Beberapa mitos dan fakta tentang kucing

Kucing Memiliki 9 Nyawa

Ini benar-benar mitos yang terkenal diseluruh dunia. Kenyataannya, sebagaimana makhluk pada umumnya, kucing tidak memilikinya, hanya saja kucing adalah hewan yang sangat cerdas, lincah dan gesit, jadi kadang kala ia terlihat sebagai hewan yang “lebih beruntung” daripada anjing.

Kucing Sangat Membenci Air

Ternyata tidak semua kucing takut air. Pada dasarnya kucing memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Banyak kucing, baik domestik maupun ras sangat menyukai benda-benda basah dan air mengalir seperti kran air, wastafel, bak mandi, bahkan kloset. Terlebih jika musim panas datang, tak jarang Anda menjumpai kucing tidur di dalam kamar mandi.(Simak juga: Saat Hujan Melanda – Waspadai Feline Distemper)

Kucing Dapat Menjadi Vegetarian

Hal ini tidak benar. Kucing merupakan hewan karnivora obligat, ia membutuhkan protein hewani untuk bertahan hidup, bahkan jumlah protein yang diperlukan lebih tinggi dari anjing. Beberapa kucing memang menyukai sayur dan buah-buahan, namun hal ini tidak dapat dijadikan patokan untuk menjadikan kucing sebagai vegetarian. Apabila kucing dipaksakan menjadi vegan, maka lambat laun akan terjadi gangguan metabolisme yang sangat berbahaya bagi kehidupannya.

Susu Sapi Baik Untuk Kucing

Paradigma ini semakin meyakinkan, saat Anda melihat kucing Thomas minum susu sapi setiap hari dalam serial Tom and Jerry fakta nya, kucing sangat lactose intolerant terhadap susu spesies lain, termasuk susu sapi, akibatnya akan terjadi gangguan pencernaan seperti diare atau muntah jika kucing diberi susu sapi.

Kucing Selalu Ingin Dimanja

Memang benar bahwa kucing hewan yang sangat manja, tapi jangan salah, kucing juga hewan yang penyayang, dia tau siapa majikannya dan sangat mencintainya. Bahasa cinta yang sering diungkapkan kucing adalah dengan memberi hadiah pada tuan yang dicintainya, hadiah itu biasanya berupa benda-benda atau makanan yang ia sangat sukai. Jangan kaget jika pagi-pagi Anda bangun menemukan mainan kucing, pakan kucing kering, serangga, bahkan tikus hasil buruannya disebelah bantal Anda. Itu lah bahasa kucing untuk menyatakan I love you so much master.

Kucing yang Dipelihara di Dalam Rumah Akan Sakit-Sakitan

Pernyataan ini bisa salah juga bisa benar. Salah, karena kucing yang hidup didalam rumah akan lebih aman dari bahaya jalanan, pertengkaran dengan kucing liar, dan penularan penyakit. Selain itu kucing rumahan cenderung lebih sejahtera, ia tidak perlu berburu untuk mendapatkan makanan karena telah dijamin oleh ownernya. Benar. Apabila Anda memelihara kucing namun dibiarkan sering sendiri di rumah. Kesibukan Anda dapat menjadikan si kucing stress karena ia merasa kesepian, stress ini biasanya terlihat dari caranya buang air tidak di litterbox nya, terlihat lesu dan kusut. Stress yang terjadi pada kucing biasanya akan berdampak pada terjadinya FLUTD (Feline Low Urinary Tract Disease) atau infeksi saluran kencing bagian bawah, akibatnya ia akan kesulitan kencing dan harus di kateter unuk mengeluarkan urinnya.(Baca: Inilah Tanda Cinta Si Kucing untuk Anda)

Memelihara hewan kesayangan membutuhkan komitmen dan tanggung jawab, karena kebutuhan hidupnya telah bergantung pada kita. Sejahterakan hewan kesayangan Anda sebagaimana Anda membahagiakan bagian keluarga tercinta..

 

Segera Tangani – Sebelum Bobot Sapi Merosot (Part 2)

Segera Tangani – Sebelum Bobot Sapi Merosot (Part 2)

Beberapa Penyebab Bobot Sapi Menurun

PecintaSatwa.com – Pada tulisan sebelumnya telah diulas penyebab Bobot Sapi merosot, masih ada beberapa hal lagi yang perlu ditangani agar berat sapi tidak terus menurun. Hal itu antara lain:

Terpeleset dan Keplengkang

Lantai kandang yang licin sering kali berakibat fatal bagi sapi. Kabanyakan peternak sapi potong tidak menggunakan matras karet sebagai alas kandang. Lantai ubin atau lantai cor banyak menjadi pilihan utama, karena mudah dibersihkan dan tidak membutuhkan biaya tambahan. Akan tetapi, lantai tipe tersebut jika dibersihkan dengan air setiap harinya, tanpa disikat dengan baik rawan ditumbuhi lumut yang membuat lantai kandang licin, dan tak jarang membuat sapi terpeleset. Banyak pula kasus terpeleset yang diikuti dengan posisi jatuh sapi yang tidak tepat, dengan kaki belakang menekuk ke sisi berlawanan atau bisa dikatakan posisi “katak” atau keplengkang.

Apabila peternak atau anak kandang menjumpai keadaan diatas, pertama kali yang dilakukan adalah melihat keadaan umum sapi, pastikan kondisi sapi stabil, tidak lemah, atau tidak kolaps dan tidak ada tulang yang patah. Kemungkinan besar sapi akan terlihat lebih galak, karena kaget atau panik. Selanjutnya dengan bantuan satu atau dua orang, usahakan untuk memposisikan sapi ke posisi duduk normal, dengan menarik salah satu kaki kearah dalam, upaya ini dapat dilakukan dengan menggunakan pengungkit dari bambu, kayu, atau pipa besi.

Setelah sapi dalam keadaan duduk normal, segera beri pakan yang cukup, suapkan hijauan yang disukai sapi dan konsentrat yang masih beraroma harum, jika sapi menolak dapat dicontang air gula dan telur. Hal ini penting karena selama sapi keplengkang biasanya tenaganya telah habis untuk mencoba berdiri, sehingga tenaga sapi dalam keadaan lemah.

Setelah sapi makan cukup banyak, dan keadaannya membaik, oleskan balsam ke bagian dalam paha sapi dan pangkal ekor, kedua lokasi tersebut memiliki syaraf-syaraf yang berfungsi pada anggota gerak belakang. Gunakan balsam dengan tingkat panas sedang, jangan terlalu panas. Pemberian balsam dibutuhkan untuk merangsang syaraf dan otot-otot kaki belakang untuk dapat berdiri.

Selang beberapa menit setelah diolesi balsam, coba berdirikan sapi, yang dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan berikut: kagetkan dan tepuk keras bagian pantat sapi, sapi yang masih kuat biasanya akan otomatis langsung berdiri. Jika cara tersebut tidak ber-efek, coba gigit ujung ekor sapi, pada beberapa kasus cara ini cukup berhasil. Apabila sapi masih belum dapat berdiri, berdirikan sapi dengan kayu pengungkit, cara ini membutuhkan bantuan beberapa orang. Setelah sapi berdiri, biarkan beberapa saat agar dapat menyeimbangkan tubuhnya, pantau terus dan pastikan sapi tetap berdiri, jika dirasa cukup kuat segera pindahkan sapi ke kandang karantina yang beralas pasir atau tanah liat selama 1-2 minggu, hal ini berfungsi untuk exercise kaki belakang, dan mencegah kepincangan pasca tepeleset.

Hardware Disease

sisa mata gerinda dalam pakan

Bukan seperti komputer yang memiliki hardware dan software. Hardware disease dalam pemeliharaan sapi, merupakan istilah apabila di dalam lambung sapi terdapat benda non pakan yang tajam, seperti paku, besi, kawat, dan pecahan seng. Benda asing biasanya berasal dari bahan pakan, dapat pula dari sampah-sampah pasca perbaikan kandang yang tidak dibersihkan dengan baik.

Normalnya, sapi memiliki behavior memilih pakan yang terbaik dan menghindari benda-benda non-pakan, akan tetapi pengecualian terjadi pada sapi-sapi yang kelaparan, pakan akan dimakan seluruhnya dengan lahap tanpa memilah-milah lagi. Benda tajam pada lambung sapi dapat menusuk lambung hingga tembus melukai organ lain disekitarnya seperi hati, pangkreas, usus, dan diafraghma. Apabila diafraghma berlubang, makan rongga dada yang semula bertekanan negative akan bocor, akibatnya paru-paru dan jantung akan kolaps, keadaan ini sangat berbahaya.(Baca: Penyebab Keracunan pada Ternak)

Quality control peternakan harus memastikan pakan yang diproses aman dari benda asing. Mixer pencampur pakan dapat dipasang magnet untuk menarik besi-besi tajam seperti paku dan kawat yang bercampur pada bahan pakan. Selain itu petugas kandang harus melakukan pemeriksaan rutin pada palungan pakan dan minum sapi minimal 2 kali sehari, sebagai langkan prefentif adanya benda tajam dalam tempat pakan sapi.

Kembung

sapi kembung

Penyakit kembung atau tymphani jika ditanggulangi sejak dini memiliki prognosa yang baik. Apabila petugas kandang melihat sapi tidak makan, dan terlihat gelisah di jam makan saat sapi-sapi lain aktif makan dengan lahap, harus diwaspadai dan dipantau dengan cermat. Periksa suhu sapi dengan memegang daun telinganya, dan lihat apakah ada lendir pada hidungnya, apabila tampak normal segera beralih perut bagian kiri, dorong dengan tangan mengepal, apabila teraba berisi udara, kemungkinan besar sapi mengalami kembung, segera contang dengan obat anti kembung saat itu juga. Satu jam kemudian contang dengan air gula dan telur. Apabila setelah diberi obat anti kembung sapi sudah makan sendiri, petugas kandang cukup memantaunya saja, pastikan sapi makan dengan cukup dan tidak terlihat kesakitan.(Simak juga: Sapi Kembung – Bagaimana Mengatasinya?)

Terjerat Tali Keluh

kaki sapi terjerat tali keluh

Tali keluh yang telalu pendek dapat menyusahkan sapi mengambil pakan di palungan, sehingga sapi tidak dapat makan dengan bebas. Di lain sisi, tali keluh yang terlalu panjang sering menjerat kaki atau kuku sapi, menyebabkan perlukaan hingga sapi terpeleset. Oleh karena itu periksa keadaan kandang sesering mungkin, pastikan tali keluh sapi tidak terlalu pendek atau terlalu panjang, segera betulkan saat itu juga jika menemui sapi dengan panjang tali keluh yang tidak tepat.

Hal kecil dapat berakibat fatal jika diabaikan. Tidak ada salahnya sebagai peternak kita lebih berhati-hati dan sesering mungkin memantau kondisi dilapangan. Semakin dini permasalahan diatasi, makan semakin kecil pula kerugian yang ditimbulkan.

 

Penyebab Bobot Sapi Merosot

Penyebab Bobot Sapi Merosot

Penanganan Bobot Sapi yang Merosot

PecintaSatwa.com – Bisnis feedlot atau penggemukkan sapi terus menggeliat dengan aktif di Indonesia. Setiap tahun permintaan pasar selalu meningkat, sehingga tiada habisnya Pemerintah mencanangkan Program-Program Strategis demi meningkatkan produksi daging dalam negeri, akan tetapi upaya tersebut agaknya masih terkalahkan dengan besarnya kebutuhan masyarakat, dan Importasi pun tak dapat dihindari. Oleh karena itu, para peternak rakyat dan industri feedlot terus berpacu meningkatkan kualitas produksi mereka dengan mengotimalkan performa sapi-sapi yang dipelihara. (baca juga: Sapi Kembung, bagaimana mengatasinya)

Pemeliharaan sapi pedaging, baik dalam skala kecil maupun besar kerap mengalami berbagai masalah yang menjadi kendala meningkatnya kualitas kesehatan sapi yang berimbas pada Peningkatan Bobot Harian (PBH) / Average Daily Gain (ADG). Hal tersebut sebenarnya hanyalah persoalan sederhana, namun kecepatan dan ketepatan penanganan menjadikan hal-hal kecil berdampak signifikan, seperti bobot sapi menurun drastis, dan harga jual dipasaran menukik tajam karena dianggap sapi sakit atau sapi potong paksa. Peternak dan petugas kandang dalam industri feedlot, harus cepat tanggap dan terampil mengatasi permasalahan-permasalahan kesehatan, terlebih pada pertolongan pertama dan darurat sebelum penanganan medis lanjut oleh dokter hewan, karena penanganan pertama tersebut mengambil peran utama pada besar tidaknya kerugian yang ditimbulkan selanjutnya.

Beberapa hal dibawah ini adalah kasus-kasus kesehatan yang kerap terjadi di peternakan sapi pedaging, dan penanganan pertama yang harus segera dilakukan:

Stress Transportasi

Sapi stress transportasi

Kasus ini hampir selalu terjadi pada sapi-sapi bakalan yang baru datang. Di minggu pertama bobot hidupnya dapat turun 10-20% dari bobot awal pembelian. Stress transportasi disebabkan karena sapi kelelahan saat didistribusikan dari pasar atau antar peternakan yang kebanyakan berbeda kabupaten, provinsi, bahkan pulau. Saat diangkut menggunakan truk, sapi berdiri berjam jam dengan kondisi truk yang padat, apabila sapi tersebut duduk, akan segera diberdirikan karena khawatir terinjak sapi lainnya. Kadang kala sapi-sapi tersebut diistirahatkan sebentar untuk makan dan minum, namun tak jarang sapi langsung didistribusikan tanpa jeda istirahat.(Simak juga: Merawat Pedet Sapi Pedaging)

Setibanya di peternakan tujuan, sapi-sapi akan tiba dalam kondisi kelelahan, hal inilah yang memicu stress fisik, diperparah lagi dengan kondisi yang berbeda di peternakan baru, sapi harus beradaptasi dengan pakan dan lingkungan dalam keadaan yang kurang fit, akibatnya sapi-sapi bakalan ini menurun nafsu makannya, dan bahkan hingga sakit, sehingga bobotnya pun merosot drastis di bulan pertama, selanjutnya baru recovery di bulan selanjutnya.

Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya sapi yang menempuh perjalanan lebih dari 3 jam, diberi kesempatan istirahat makan dan minum di wilayah pertengahan antara tempat asal dan tempat tujuan. Sebelum diberangkatkan sapi sebaiknya diberi obat anti stress yang dilarutkan dalam minumnya. Obat ini banyak terdapat dipasaran, biasa digunakan juga pada unggas, di dalamnya mengandung kombinasi vitamin A, D, E dan suplemen lainnya. Selain itu, truk pengangkut sapi diusahakan merupakan truk yang memang benar-benar mumpuni untuk transportasi ternak, tidak terlalu padat dan tidak dikendarai dengan kecepatan terlalu tinggi. selanjutnya, handling sapi di dalam truk dilakukan dengan baik khususnya cara penalian sapi, pastikan tali tidak terlalu pendek, karena dapat menyakiti atau melukai sapi, dan juga tidak terlalu panjang, karena berpotensi memperlebar ruang gerak sapi di dalam truk sehingga sapi sulit dikendalikan.

Musim Pancaroba

Keadaan cuaca yang berubah-ubah, seperti panas menyengat dan hujan deras biasa terjadi saat pergantian musim, dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Keadaan yang tidak nyaman ini membuat tubuh sapi down karena harus beradaptasi dari satu keadaan dengan keadaan lain yang sangat berberda, sapi pun akan mengalami stress fisik yang berdampak pada menurunnya nafsu makan, jika berlanjut sapi dapat menjadi demam atau terjangkit penyakit BEF / demam 3 hari, sehingga berat badannya menurun.

Solusi permasalahan ini hampir sama dengan penanganan stress transportasi, prinsipnya jika peternak melihat adanya potensi stress fisik pada sapi, segera campurkan anti stress dalam minum selama 2-5 hari tergantung keadaan. Perlakuan ini dapat didukung dengan pemberian pakan konsentrat yang harum dan pakan hijauan yang disukai oleh sapi, sehingga sapi tetap lahap makan setiap harinya, kekebalan tubuhnya kuat dan terhindar dari penyakit.

Lanjut ke Segera Tangani – Sebelum Bobot Sapi Merosot (Part 2)

 

Jenis-Jenis Domba Budidaya di Indonesia

Jenis-Jenis Domba Budidaya di Indonesia

Budidaya Domba di Indonesia

PecintaSatwa.com – Bisnis peternakan di Indonesia terus menggeliat tak henti, berkejaran dengan kebutuhan penduduk akan bahan pangan penghasil protein hewani. Disamping daging ayam dan sapi, daging kambing dan domba juga menjadi sasaran utama komditas peternakan yang terus meningkat permintaannya di pasaran, terutama di masa-masa hari Raya Idul Adha, atau hari Raya Kurban, kebutuhan kambing dan domba menanjak drastis, sebagai bagian dari ceremony keagamaan yang telah membudaya dalam masyrakat. (Baca: Beternak Kambing Import dan Peranakannya)

Oleh karena itu berbagai cara dilakukan oleh para peternak untuk meningkatkan produksi ternaknya, termasuk diantaranya adalah memilih jenis / breed domba berkualitas untuk dibudidayakan, sehingga menghasilkan panenan maksimal.

Beberapa jenis domba unggul yang banyak dipilih oleh para peternak karena kelebihannya:

Domba Gembel

domba ekor tipis

Disebut juga sebagai domba ekor tipis. Domba gembel, termasuk golongan domba kecil untuk peruntukan daging, domba ini biasa dipotong setelah bobotnya mencapai 20-30kg. meski domba gembel jantan dapat mencapai bobot 30-35 dan domba betina 15-20kg. Pejantan domba gembel memiliki tanduk melingkar, sedangkan betinanya tidak bertanduk. Domba ekor tipis memiliki warna rambut dominan putih dengan sedikit warna hitam disekitar mata.

Domba gembel merupakan jenis domba asli Indonesia yang bersifat multipara atau dapat melahirkan lebih dari 1 anak dalam sekali kebuntingan, biasanya dapat menghasilkan 2-5 anakan kembar sekali lahir. Domba gembel banyak terdapat di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur.

Domba Ekor Gemuk

domba ekor gemuk

Seperti halnya domba ekor tipis, domba ekor gemuk dibudidayakan sebagai domba pedaging. Karakter yang khas dari domba ini adalah bagian ekornya yang menggemuk, memiliki deposit lemak yang tebal. Pejantan domba ekor gemuk dapat tumbuh hingga 40-60kg dengan tinggi badan 40-65cm, sedangkan betinanya hingga 25-35kg dengan tinggi badan 52-60cm. domba yang disebut kibas di Jawa ini memiliki warna rambut dominan putih, tanpa tanduk dan karakter wol kasar. (Simak pula: Jenis-jenis Kambing Asli Indonesia)

Domba ekor gemuk banyak dijumpai di Jawa Timur (termasuk Madura), pulau-pulau di Nusa Tenggara dan di Sulawesi Selatan dengan sebutan Domba Donggala.

Domba Garut

domba garut

Domba garut terkenal sebagai domba aduan, dengan tanduk besarnya yang kuat dan melengkung ke bawah dan lehernya yang kuat. Diduga domba garut berasal dari persilangan 3 jenis domba, yakni Domba Ekor Tebal, Domba Merino dan Domba Parahyangan, kemudian secara turun menurun dikembang biakkan di Priangan dan sekitarnya, karena itu domba garut juga disebut domba Priangan

Domba garut memiliki variasi warna yang beragam, yakni putih, coklat, hitam atau kombinasi ketiganya. Pejantan dewasa domba garut dapat mencapai bobot lebih dari 60kg dengan tanduk besar yang khas, sedangkan betina dewasa lebih dari 30kg, tanpa tanduk.

Domba Batur

domba batur

Sebagaimana namanya, domba ini banyak dibudidayakan di daerah Batur, Banjarnegara Jawa Tengah. Domba batur dihasilkan dari persilangan domba ekor tipis, domba Suffolk dan domba texel. Domba ini tergolong domba besar dengan bobot pejantan dewasanya lebih dari 90kg, dan betinanya lebih dari 80kg. domba batur berwarna putih diseluruh tubuhnya dan muka, tanpa memiliki tanduk, baik jantan maupun betinanya.

Dombos

dombos

Dombos atau Domba Texel Wonosobo berasal dari Belanda, sengaja didatangkan oleh Pemerintah pada tahun 1954-1955 untuk dikembangkan di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, namun sayangnya domba Texel dari negeri Kincir Angin ini tidak dapat berkembang dengan baik, sehingga domba Texel yang masih tersisa dipindahkan ke Wonosobo oleh Pemerintah, dan di daerah tersebutlah Domos dapat berkembang dengan baik.

Domba Texel merupakan jenis domba pedaging dengan bobot pejantan dewasa dapat mencapai 100kg. setiap harinya pertambahan bobot badan yang dapat dicapai domos berkisar 265-285 gram/ekor/hari apabila dipelihara secara intensif. Di samping itu, Domos juga penghasil wol yang baik, dengan karakter wol keriting spiral halus berwarna putih yang terdapat hampir di seluruh tubuhnya kecuali kepala, perut bagian dalam dan perut bagian dalam. (Baca: Kambing PE – Kambing Blasteran Hindi Lokal Multifungsi)

Domba Merino

domba merino

Domba Merino termasuk domba berukuran sedang, pejantan dewasanya dapat mencapai bobot 70-80 kg, sedangkan betinanya 50-60 kg. domba yang terkenal dengan kualitas wolnya ini berasal dari kawasan Asia Kecil, namun saat ini telah menyebar ke berbagai penjuru dunia, khususnya negara-negara subtropis, karena memang domba merino lebih cocok dipelihara di daerah 4 musim.

 

 

Beda Harimau Sumatera VS Harimau Bengal

Beda Harimau Sumatera VS Harimau Bengal

Perbedaan Harimau Bengal dan Harimau Sumatra

PecintaSatwa.com – Siapa yang tak kenal dengan Harimau, si kucing besar dari hutan belantara, meski kebanyakan orang hanya mengenalnya di kebun binatang dan acara-acara alam liar d televisi. Ada beberapa jenis harimau di muka bumi ini, namun bagi orang-orang asia khususnya Indonesia, yang paling sering dipertunjukkan di kebun binatang adalah Harimau Sumatera dan Harimau Bengal, karena memang kedua jenis hariamu ini sudah menjadi ikon hewan khas asia disamping panda cina, gajah asia, dan orang utan, bahkan harimau Bengal dijadikan sebagai lambing Negara Bangladesh, sebagaimana Burung Rajawali menjadi lambang Negara kita.

Beda: Orangutan Sumatra VS Orangutan Kalimantan

harimau bengal

Tahukah anda bahwa kedua jenis harimau diatas sebenarnya memiliki kekerabatan yang sangat dekat, yakni satu spesies panthera tigris, akan tetapi keduanya masih memiliki ke khas-an tersendiri sehingga dibedakan dalam subspesies.

Berikut beberapa hal yang dapat anda amati untuk membedakan kedua subspecies harimau Bengal dan Sumatera ini:

Harimau Bengal Harimau Sumatera
Sub species Panthera tigris tigris Panthera tigris sumatrae
Habitat Wilayah India, Bangladesh, Nepal, Bhutan, Cina dan Myanmar, dengan tingkat adaptasi yang tinggi sehingga dapat hidup di dataran tinggi hutan Himalaya yang sangat dingin hingga hutan mangrove yang hangat di Sunderban India. Sumatera, Indonesia. Di hutan dataran rendah, lereng gunung dan hutan-hutan gunung
Ukuran Tubuh Pejantannya dapat mencapai berat 235 kg, dengan panjang hampir 3 m, dan tinggi 90-120 cm diukur dari pundah hingga kaki Pejantannya dapat mencapai berat 120 kg, dengan panjang sekitar 2,5 m, betinanya dapat mencapai berat 75-110 kg dengan panjang 2,15 – 2,3 m. Tubuh rampingnya sangat mempermudahnya untuk berlari cepat mengejar mangsa
Corak Tubuh Warna tubuh dasarnya kuning hingga orange terang dengan garis-garis coklat gelap atau hitam, perut bagian dalamnya berwana putih dengan garis hitam, dan ekornya berwarna putih dengan cincin-cincin hitam. Beberapa harimau Bengal dapat mengalami mutasi warna menjadi warna dasar putih atau hitam, dengan garis-garis hitam Warna dasar tubuhnya kuning keemasan dengan garis-garis hitam yang lebih rapat dibanding Harimau Bengal. Perut bagian dalamnya berwarna putih dengan garis hitam, sedangkan ekornya kuning cerah dengan cincin cincin hitam. Struktur kulit di antara jari-jarinya membuatnya menjadi perenang handal.
Status konservasi versi IUCN Endangered, saat ini kemungkinan masih terdapat sekitar 2000 ekor di seluruh dunia Critical endangered. Hanya sekitar 300 ekor harimau yang hidup di seluruh dunia

 

Harimau mulai dewasa secara seksual pada umur 4-5 tahun untuk pejantan dan 3-4 tahun untuk betina. Pada saat musim kawin mereka akan mencari pasangan masing-masing, dan bersama-sama selama beberapa hari. Setelah lewat masa kawin, kedua harimau ini akan berpisah kembali. Sang betina kemudian akan bunting selama 16 minggu, mendekati masa kelahiran ia akan mencari sarang yang nyaman. Harimau dapat melahirkan 3 hingga lebih anak harimau dalam satu kali kelahiran, dengan berat sekitar 1 kg. anak harimau ini akan tetap di dalam sarangnya, disusui oleh induknya, karena apabila harimau jantan menemui anak harimau, secara alami ia akan berusaha membunuhnya. Saat umur 1,5 – 2 tahun, anak-anak harimau ini siap untuk tumbuh dewasa tanpa asuhan induknya, anak harimau jantan akan pergi lebih jauh dari sarang induk, sedangkan anak harimau betina cenderung membuat teritori dekat-dekat dengan induknya.

Beda: Merak Hijau vs Merak Biru

Penurunan populasi harimau secara drastis setiap tahunnya sebagian besar disebabkan perburuan liar. Para pemburu mengincar kulit dan kepala harimau untuk diolah sebagai barang antik seperti karpet atau pakaian, juga daging dan taringnya yang hingga saat ini masih dipercaya sebagai bahan obat-obatan tradisional.

Simak: Macan Tutul – Predator Tersukses di Dunia

Jika masih ada bahan lain untuk mengobati penyakit, kenapa kita harus membunuh harimau yang hampir punah, biarkan mereka hidup lestari di alam liar..

 

Beda Merak Hijau dan Merak Biru

Beda Merak Hijau dan Merak Biru

Perbedaan Merak Hijau vs Merak Biru

PecintaSatwa.com – Siapa yang tak kenal dengan Merak, si-burung cantik berekor kipas. Hampir di semua kebun binatang di Indonesia ia selalu menjadi primadona, dengan atraksi indahnya saat memamerkan ekor kipasnya yang begitu besar. Taukah anda, bahwa si cantik dengan ekor menawan itu sebenarnya adalah merak jantan?. Merak jantan mengembangkan bulu-bulu penutup ekornya yang sangat indah untuk menarik perhatian betinanya, sebagaimana jenis bangsa burung-burung lainnya yang memiliki ritual khusus berupa tarian atau keelokan bulu pejantan guna mempersunting pujaan hatinya di musim kawin. (Baca: 8 Fakta Unik tentang Burung Merak)

Kingdom : Animalia

Phymlum : Cordata

Class : Aves

Order : Galliformes

Famili : Phasianidae

Subfamili : Phasianinae

Genus : Pavo

Spesies : Pavo municus, Pavo cristatus

Burung merak termasuk dalam keluarga Phasianidae, yang terdiri dari tiga jenis di dunia, yakni Merak Hijau, Merak Biru, dan Merak Kongo, setiap spesies burung merak tersebut berasal dari belahan dunia yang berbeda, dan memiliki karakteristik yang unik. Merak hijau dan merak biru, lebih familiar di Indonesia karena dipelihara secara eksitu oleh kebun binatang dan taman satwa di nusantara. Kedua jenis merak tersebut sepintas terlihat mirip, namun  jika diamati lebih detail, terdapat beberapa perbedaan yang khas:

merak biru

Beda Burung Merak Hijau dan Merak Biru

Perbedaan Merak Hijau Merak Biru
Spesies Pavo muticus, dikenal juga sebagai Merak Jawa dan Dragonbird Pavo cristatus, dikenal juga sebagai Merak India
Warna Bulu Hijau keemasan Biru gelap mengkilap
Ukuran Tubuh  Merak Jantan Jantan dewasa dapat mencapai panjang 300 cm, dengan berat sekitar 5 kg, berjambul tegak dengan penutup ekor yang panjang Jantan dewasa dapat mencapai panjang 230cm, memiliki jambul berbentuk kipas tegak berwana biru, dan memiliki penutup ekor berwana hijau yang panjang
Ukuran Tubuh Merak Betina Lebih kecil dari merak jantan, sekitar 110 cm dengan berat 1,1 kg, bulu berwarna hijau keabuan, kurang mengkilap, tidak memiliki jambul dan bulu panjang penutup ekor Lebih kecil dari pejantannya , bulunya berwarna cokelat kehijauan tidak mengkilap dengan garis-garis hitam dan tidak memiliki bulu penutup ekor
Habitat Padang rumput dalam hutan terbuka di pulau Jawa-Indonesia tepatnya di Taman Nasional Alas Purwo, dan kemungkinan juga terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon dan Taman Nasional Meru Betiri, selain ini juga ditemukan di Indocina, dan China. Sebelumnya pernah dilaporkan terdapat juga di Bangladesh, India dan Malaysia, namun kini telah punah Padang rumput dalam hutan terbuka di India, Srilanka, Bhutan, Nepal dan Pakistan. Pernah dilaporkan juga terdapat di Bangladesh, akan tetapi kemungkinan besar telah punah saat ini
Status Konservasi Endangered (IUCN), Apendix II (CITES), di alam diperkirakan terdapat kurang dari 800 ekor Least Concern (IUCN)
Pengaruh budaya Burung nasional India, bagian dari mitologi agama Hindu, dan Buddha serta kebudayaan lainnya.

 

Baik merak hijau maupun merak biru memakan aneka serangga, dedaunan, biji-bijian, buah-buahan, pucuk daun dan hewan-hewan kecil seperti cacing, dan laba-laba. (Tips: Cara Menikmati Kicauan Burung tanpa Mengurungnya)

Pada musim kawin, sang pejantan akan beratraksi di depan betinanya, dengan memamerkan bulu penutup ekornya yang berbentuk kipas dengan indahnya, ketika melebar, bulu ekor tersebut akan menyerupai kipas besar dengan dengan bulatan-bulatan menyerupai mata berwana biru. Burung merak jantan, termasuk golongan burung poligami, memiliki lebih dari satu pasangan. Setelah terjadi perkawinan, merak betina akan bertelur dan menetaskan 3-6 telurnya tiap kali musim kawin. (Simak: Indonesia Siaga 1 untuk Satwa ini)

 

Tips merawat Kuda Agar Tetap Kinclong

Tips merawat Kuda Agar Tetap Kinclong

Cara Merawat Kuda

PecintaSatwa.com – Pagi para penghobi kuda, kebersihan dan kesehatan kuda adalah hal yang paling utama, kuda yang bersih akan berdampak langsung dengan terjaganya kesehatannya, sehingga ia dapat fit saat berlari, berpacu dan berprestasi. Makanan sehat dan rutinitas mandi (grooming) selalu menjadi perhatian utama untuk menjaga kesehatan kuda kesayangannya, karena itu bagi anda para pecinta kuda. perawat kuda, pelatih kuda dan owner, sudah selayaknya anda memberikan yang terbaik bagi kuda kesangan anda, berikut adalah tips-tips yang dapat anda lakukan saat memandikan kuda-kuda favorit anda. (Simak juga: Thoroughbred Horse – Si Anggun Berdarah Panas)

grooming kit untuk kuda

Tips Memandikan Kuda

1 Amankan kuda Anda.

Meski beberapa kuda sudah cukup terlatih untuk tetap berdiri ketika Anda melakukan grooming, tetapi masih terdapat beberapa kuda yang secara alami berpaling dari Anda ketika Anda melakukannya. Ikatlah kuda Anda dengan ikatan yang mudah dilepas di tiang, atau minta teman atau kolega (jika Anda bekerja dengan kuda) Anda untuk memegang kuda Anda. Jika Anda mengikat kuda Anda di tiang, selalu gunakan ikatan yang mudah dilepas. Jika terdapat sesuatu yang menakuti kuda Anda dan ia mencoba lari atau jatuh dan Anda menggunakan ikatan biasa, leher dari kuda Anda akan dapat patah dan itu merupakan hal yang sangat berbahaya bagi kuda Anda. Tetapi, pastikan juga ikatan Anda tidak terlalu longgar agar kuda Anda tidak kabur dari Anda.

2.Lepas tapak kuda dari kuda Anda.

Untuk mengangkat kakinya, letakkan tangan Anda di telapak kaki kuda Anda dan remas uratnya secara halus. Jika ia tidak mengangkat kakinya, bersandarlah di bahunya dan angkat kakinya. Gunakan hoof pick, mulai dari tumit dan korek ke arah ujung kaki, dengan berhati-hati membersihkan semua batu, tanah, dan kotoran lainnya. Pastikan Anda membersihkan lekukan di dua sisi dari frogFrog (Bagian licin berbentuk V dari tapak kuda) bagian yang lebih sensitif, jadi jangan gunakan hoof pick di bagian ini. Menggunakan hoof pick pada frog dapat menyebabkan frog menjadi timpang karena benda ini sangat sensitif.

Dengan mengorek kaki terlebih dahulu, Anda akan menyadari jika terdapat ketimpangan sebelum Anda selesai melakukan grooming pada kuda. Mengorek kaki terlebih dahulu sangat disarankan karena Anda tidak hanya melihat ketimpangan, tetapi Anda juga dapat menghindarinya dengan menyingkirkan batu dan tanah yang dapat merusak frog atau melecetkannya. Mengorek tapak kuda sebelum Anda mengendarai kuda Anda merupakan hal yang sangat penting, terutama jika kuda Anda akan memakai tapak tersebut, karena ini akan membuat kuda merasa lebih nyaman. Mengorek kaki kuda Anda dapat juga berguna untuk menyingkirkan dan menghindari jamur hitam lengket yang berkembang di sekitarfrog.

Tidak ada waktu khusus untuk melakukan grooming karena Anda dapat kapan saja mengangkat kaki kuda Anda. Yang paling penting adalah Anda melakukannya sebelum dan sesudah Anda mengendarai kuda.

3 Gunakan curry comb untuk menyingkirkan bulu yang longgar dari kuda Anda.

Curry comb karet dirancang untuk melonggarkan tanah, lumpur, dan kotoran yang terdapat di bulu kuda Anda dan umumnya Anda menggunakannya searah dengan arah dari bulu kuda Anda. Untuk hasil yang terbaik dan agar kuda Anda tetap terawat, gunakan curry comb sebelum Anda menyikat kuda Anda. Gunakan curry comb dalam gerakan melingkar kecil yang kuat di atas otot kuda. Hindari area yang bertulang seperti muka, tulang belakang, dan kaki.

Di satu sisi, gunakan curry comb secara berurut dari leher, tubuh, dan bokong. Lalu, ulang kembali pada sisi lain dari kuda. Curry comb harus digunakan dengan gerakan melingkar pada arah yang berlawanan dari pertumbuhan bulu kuda. Hal ini akan menarik rambut dankotoran yang longgar yang akan disikat.

  1. Gunakandandy brush(disebut juga dengan sikat keras).

Dandy brush adalah sikat dengan bulu yang keras untuk menyingkirkan tanah dan rambut yang dilonggarkan dengan curry comb. Gunakan sikat ini dalam gerakan pendek yag lurus agar bulu sikat masuk ke seluruh bulu kuda dan dapat membersihkan kotoran. Mulai dari leher dan berakhir di ekor. Anda tidak disarankan untuk menggunakan dandy brush pada kaki kuda karena kaki dari kuda lebih sensitif dibanding tubuhnya. Kaki kuda merupakan bagian yang bertulang dan kecil sehingga tidak nyaman bagi kuda jika bagian kakunya disikat terlalu keras dengan dandy brush

Jangan gunakan dandy brush pada muka, telinga, rambut kuda, ekor, kaki, atau area yang bertulang, karena alat ini dapat menyebabkan kuda langsung merasa gelisah. Hal ini dapat membuat kuda merasa stres, takut, atau terkejut. Jika perlu, gunakan kain halus pada bagian yang dibenci oleh kuda jika Anda menggunakan dandy brush.

5 Bersihkan dengan menggunakan sikat halus (disebut juga dengan sikat tubuh).

Sikat halus, seperti namanya, dapat digunakan di seluruh area kuda sebagai hasil dari teksturnya (berhati-hati ketika menggunakannya di sekitar muka). Sikat halus membersihkan sisa-sisa debu dan bulu. Selesaikan grooming tubuh pada kuda dengan menyikat seluruh tubuhnya, termasuk area yang sensitive seperti muka dan kaki.

Jika Anda ingin menggunakan sikat yang berbeda untuk muka, gunakan sikat muka. Sikat muka ini dirancang untuk menyikat muka kuda. Sikat ini terlihat seperti miniatur dari sikat halus dan lebih mudah untuk cocok di muka kuda.

6.Bersihkan muka kuda.

Ambil spons basah atau lap basah, lalu usapkan pada mata dan hidung kuda Anda. Gunakan spons/lap yang berbeda untuk area bokongya (di bawah ekor), karena area ini biasanya lembab, kotor, dan berjamur dan perlu dibersihkan. Ingatlah untuk melakukan ini dengan halus; area-area ini sensitif.

Gunakan spons/lap yang berbeda untuk tiap kuda (jika Anda melakukan grooming pada banyak kuda) untuk menghindari penyebaran infeksi.

7 Bersihkan rambut kuda dan ekor.

Gunakan sisir atau sikat rambut kuda dengan bulu lebar untuk menghilangkan kekusutan pada rambut dan ekor kuda. Sebelum Anda memulai, gunakan jari Anda untuk memisahkan rambut yang kusut. Pegang seluruh bagian yang besar dari rambut kuda dengan satu tangan (untuk menghindari tarikan) dan sikat dengan tangan Anda yang satu lagi. Ketika menyikat ekor, berdirilah di samping kuda untuk menghindari membuat ia terkejut atau membuat ia menendang. Dengan ini, jika kuda menendang, Anda berada di posisi yang aman dan kemungkinan kecil untuk Anda disakiti. Lanjutkan menyikat dari sisi kuda hingga Anda sudah menyikat seluruh ekornya.

Pastikan Anda berbicara dengan kuda Anda dan terus meletakkan tangan Anda pada kuda agar ia tidak menjadi ketakutan. (Pelajari: 8 Jenis Doping Kuda Pacu – Penambah Prestasi atau Penambah Masalah?)

Jika Anda ingin menggunakan produk rambut, gunakan semprotan alami rambut/ekor kuda yang sepenuhnya alami, bukan terbuat dari silikon. Semprot dan sikat. Selain untuk membuat rambut/ekor kuda Anda tidak kusut, semprotan ini akan membuat rambut dan ekor kuda Anda menjadi berkilap.

8 Ketika musim panas atau saat suhu sedang panas, Anda perlu menyemprot kuda Anda dengan menggunakan semprot lalat karena lalat dapat menjadi sangat mengganggu.

Lalat ini dapat berkembang di sekitar muka dan menyebarkan infeksi. Lalat besar yang disebut dengan lalat kuda dapat menggigit dan membuat kuda Anda kesakitan. Lalat ini juga dapat menganggu Anda. Semprot kuda Anda namun hindari mukanya.

Keep clean and health then run fast…

Kontributor: drh. Arya Pradana Wicaksono, M.Vet.