Hewan Kesayangan Obesitas? Apa yang Harus Dilakukan

Hewan Kesayangan Obesitas? Apa yang Harus Dilakukan

Hewan Obesitas

PecintaSatwa.com – Anjing dan kucing gemuk memang sangat lucu sekali. Badannya bulat seperti bantal berlapis bulu lembut, selalu membuat ibu-ibu melting, membelai dan mengecupnya, juga memberinya snack hewan yang lezat, kemudian semakin gemuk lah anjing kucing itu…

Lalu, badan gemuk pada hewan kesayangan berarti dia sehat?

Kasus obesitas (kegemukan) sangat sering terjadi pada accompanion animal. Di Amerika saja angkanya sudah mencapai 50%, kemungkinan di Indonesia juga tidak jauh dari perkiraan tersebut, jumlah itu akan terus meningkat dengan semakin tingginya tingkat ekonomi sosial penduduk serta banyaknya masyarakat yang mulai mengadopsi hewan sebagai anggota keluarga.

Baca: Keadaan Darurat pada Anjing

Penanganan Hewan Obesitas

Sama seperti manusia, kelebihan berat badan dan obesitas pada hewan beresiko tinggi memperbesar kemungkinan terjadinya penyakit, seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, masalah pernafasan juga gangguan pada sistem persendian. Sebagai anggota keluarga, anjing dan kucing obesitas perlu mendapatkan perhatian khusus dari owner nya agar tidak semakin menjadi, hingga mengarah ke masalah kesehatan. Apa yang bisa dilakukan pemilik hewan?

Perhatikan jumlah konsumsi pakannya setiap hari

kucing obesitas

Banyaknya pakan yang dikonsumsi oleh anjing atau kucing dirumah agaknya lebih sulit diperhitungankan, terlebih jika anda tinggal bersama keluarga. Selain pakan yang anda beri pada pagi, siang, dan malam hari, biasanya anggota keluarga lain juga ikut memberinya pakan di sela-sela jam pakannya sebagai camilan. Oleh karena itu, untuk dapat mengira-ngira jumlah konsumsi harian kucing/anjing, dapat dilakukan dengan hanya memberi pakan komersial saja, dapat bentuk basah maupun kering. Selanjutnya anda tinggal menghitung dalam 7 hari, berapa gram pakan yang telah dikonsumsi oleh peliharaan anda, kemudian dibagi 7. Perhitungan ini dapat akurat apabila semua anggota keluarga bekerja sama dengan baik, tidak memberi hewan kesayangan pakan selain yang anda sediakan.

Baca pula: Pakan Buatan Sendiri untuk Hewan Kesayangan

Konsultasikan dengan Dokter Hewan

Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan secara umum pada anjing/kucing anda, kemudian performa tubuhnya akan diukur berdasarkan skala body condition scoring, untuk mengkategorikan kondisi hewan anda, apakah berat badannya sedang, kelebihan, atau obesitas. Kemudian berdasarkan umur dan berat badan, dokter hewan akan menghitung kebutuhan nutrisi harian peliharaan anda, sehingga di rumah dapat anda konversikan sendiri berapa gram pakan per hari yang boleh dikonsumsi anjing/kucing. Selain itu, dapat pula dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui fungsi normal organ dalam dan resiko penyakit yang kemungkinan dapat timbul karena obesitas.

Program Diet

Mau tak mau, untuk menjaga kesehatan tubuh hewan peliharaan yang kegemukan, anda harus menerapkan program diet untuknya, akan tetapi program tersebut sebaiknya dibuat dengan memperhatikan prinsip animal welfare, rasional dan tidak menyengsarakan anjing/kucing anda, sebab program ini akan dilakukan dalam kurun waktu yang cukup panjang. Baik anda maupun hewan kesayangan anda harus sabar dan have fun.

Prinsip program diet sebenarnya cukup sederhana, jumlah kalori yang dimakan harus sama atau lebih sedikit dari yang dibakar. Jangan malas untuk exercise setiap hari, ajak peliharaan anda jalan-jalan ke taman lebih sering, jangan lupa selalu membawa air minum, karena hewan gemuk cenderung lebih cepat lelah dan kehausan saat jalan pagi.

Simak: Anjing Dobermann

Meskipun sedang dalam program pengurangan berat badan, jangan coba-coba menerapkan diet vegetarian untuk  anjing/kucing anda. Pada dasarnya jenis feline maupun canine membutuhkan protein hewani setiap hari, lebih-lebih pada bangsa kucing yang merupakan karnivora obligat. Apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, penurunan berat badan yang dihasilkan kemungkinan besar akan disertai dengan penurunan kondisi tubuh. Ingatlah kembali program diet yang anda buat untuk hewan kesayangan, anda lakukan karena rasa cinta pada mereka, jadi pastikan kebutuhan mereka terpenuhi tanpa berlebihan.

 

Indonesia Siaga 1 untuk Satwa-Satwa ini

Indonesia Siaga 1 untuk Satwa-Satwa ini

Hewan Paling Langka di Indonesia

PecintaSatwa.com – Sudah bukan rahasia lagi, bahwa Indonesia merupakan surga plasma nutfah dunia. Berbagai spesies hewan dan tumbuhan hidup dan berkembang dengan baik di negeri ini, dengan keanegaraman habitat yang tersedia, seperi hutan tropis, pegunungan, padang rumput, sungai, dan lautan luas. Namun sayangnya kekayaan variasi jenis flora dan fauna di Indonesia semakin hari semakin menipis, karena ledakan populasi penduduk yang mendesak habitat alaminya demi dibukanya lahan untuk pemukiman dan industri, selain itu perburuan liar oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab juga memperparah keadaan yang memprihatinkan ini.

Saat ini terdapat 73 spesies hewan di Indonesia yang dikategorikan dalam status critical endangered atau sangat terancam punah oleh lembaga konservasi dunia, International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Disamping itu, 170 spesies berstatus endangered (terancam) dan 523 spesies Vulnerable (Rentan).

Beberapa hewan asli Indonesia, yang hampir-hampir menjadi sejarah kekayaan nusantara:

Sumatran Ground Cuckoo

Di Indonesia disebut burung Tokhtor Sumatera (Carpococcyx viridis). Saat ini diperkirakan berjumlah sekitar 70-400 di habitatnya.

Rusa Bawean

rusa bawean

Axis kuhli. Berasal dari Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Jumlahnya di tahun 2004 terdata sekitar 250-300 ekor

Elang Flores

Elang endemic Flores, Nisaetus floris. Jenis burung yang merupakan subspecies dari elang Brontok ini diperkirakan tinggal 150-300 ekor di alam liar.

Kura-Kura Hutan Sulawesi

Bernama Latin Leucocephalon yuwonoi, populasinya saat ini kurang dari 250 ekor. Kura-kura langkah dengan tempurung pipih berwarna cokelat ini terancam punah tidak hanya karena rusaknya ekosistem habitatnya, akan tetapi juga karena diburu untuk dijadikan santapan manusia.

Badak Sumatera

Badak Bercula Dua (Dicerorhinus sumatrensis) asli pulau Sumatera yang hanya berjumlah dibawah 275 ekor. Badak Sumatera merupakan badak terkecil, salah satu dari lima badak yang masih ada di bumi.

Macan Kumbang

macan kumbang

Disebut juga macan Tutul Jawa atau Leopard Jawa (Panthera pardus melas). Berdasarkan data IUCN tahun 2008, jumlahnya saat ini kurang dari 250 ekor di alam. Macan kumbang dapat ditemui di hampir semua Taman Nasional di Pulau Jawa, mulai dari Ujung Kulon hingga Baluran, akan tetapi populasi terbesar macan kumbang terdapat di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. (baca: CITES – Standart Legalitas Perdagangan Satwa Internasional)

Pesut Mahakam

pesut mahakam

Bernama lain Irrawaddy Dolphin, habitatnya di sungai Mahakam. Lumba-luma air tawar ini diperkirakan tidak lebih dari 70 ekor yang masih hidup sekarang.

Dendrolagus mairy

Lebih umum dengan nama Kangguru Pohon Wondiwoi. Jenis kangguru endemik Papua ini populasinya diduga hanya berkisar 50 ekor saja saat ini.

Badak Jawa

badak jawa

Terkenal dengan sebutan badak bercula satu, saat ini hanya dapat ditemui di Taman Nasional Ujung kulon, Provinsi Banten. Berdasarkan sensus tahun 2011, jumlah badak bercula satu yang masih hidup saat ini tinggal 35-45 ekor saja. Jumlahnya terus merosot tajam di alam karena semakin sempit habitatnya, juga karena terdapat suatu kepercayaan bahwa cula badak jawa dapat menjadi obat tradisional, sehingga semakin marak perburuan liar terjadi.

Jika bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?

Jika bukan saat ini, kapan lagi?

Kalaupun dapat menyembuhkan, apakah harus ditukar dengan pembantaian?

Jangan tunggu kekayaan alam kita menjadi sejarah yang hanya dapat dikagumi di museum satwa berupa awetan dan diorama…

 

 

Beternak Kambing Impor dan Peranakannya

Beternak Kambing Impor dan Peranakannya

Kambing Impor dan Peranakannya

  1. Kambing Etawa
kambing etawa

Di Negri asalnya, India. Kambing ini juga dipanggil kambing Jamnapari. Kambing ettawa sudah popular diseluruh dunia sebagai kambing penghasil susu, disamping bentuk fisiknya yang besar dan kuat dibanding dengan kambing lokal Indonesia, sehingga juga pejantannya juga diperuntukkan sebagai kambing pedaging.

Harga susu kambing ettawa yang mahal, dan semakin boomingnya produk-produk kesehatan dan kecantikkan yang berbahan susu kambing ettawa, membuat budidaya kambing ini menjadi incaran para pebisnis dan peternak lokal. Setiap hari nya kambing ettawadapat memproduksi susu hingga 3 liter, paling banyak dibandingkan dengan jenis kambing lainnya, harga susu nya pun bisa mencapai 4-5 kali harga per liter susu sapi.

Bentuk telinga panjang menjuntai ke bawah menjadi ciri khas kambing ettawa, bahkan ketika ia disilangkan dengan jenis kambing lain, maka bentuk telinganya ini selalu menjadi sifat dominan yang diwariskan pada keturunannya. Kambing ettawa jantan dapat tumbuh hingga 90-127cm dengan berat 91kg, sedangkan betinanya dapat mencapai 92cm dengan berat 63kg. (Simak : Jenis-jenis Kambing Asli Indonesia)

  1. Kambing Boer
kambing boer

Kambing ini dijuluki sebagai kambing pedaging yang sebenarnya. Kambing asli benua hitam ini dapat tumbuh pesat hingga mencapai 120-150 kg untuk pejantan, dan betinanya 80-90 kg. di usia 5-6 bulan bobot badannya sudah setara bahkan lebih dari kambing kacang, sekitar 30-45kg, dan akan terus berkembang dengan pertambahan bobot harian 0.02-0.04kg/hari.

Kambing boer juga unggul dengan kemampuan adaptasinya yang begitu hebat. Ia dapat hidup di suhu ekstrim dibawah 0oC hingga suhu panas 40-43oC, baik di daerah pegunungan, semak belukar, padang rumput, dan lembah berbatu. Kekebalan tubuhnya yang baik, dan sifat-sifat unggulnya selalu menjadi minat utama para peternak untuk memilih kambing boer.

Warna putih di seluruh tubuh sangat khas pada kambing boer, kecuali bagian mukanya yang cenderung berwarna kecokelatan. Bentuk tubuh kambing boer tampak padat, panjang dan lebar, dengan kaki pendek, telinganya panjang menggantung.

  1. Kambing Saanen
kambing saanen

Kambing Saanen lebih diperuntukkan sebagai kambing penghasil susu. Kambing ini genotip asli Swiss barat, dari lembah Saanen. Di negeri asalnya ia merupakan jenis utama kambing penghasil susu, akan tetapi perkembangannya kurang baik di Indonesia karena kepekaannya pada suhu panas Negara tropis. Karena itu, kambing saanen yang dijumpai di Indonesia bukanlah kambing saanen murni, akan tetapi jenis yang telah disilangkan dengan kambing Etawa, namun tetap dinamai kambing saanen.

Ciri kambing Saanen yang paling khas adalah warna tubuhnya yang putih,atau krem muda, berbulu pendek disertai titik hitam di ambing, telinga dan hidung. Kambing saanen memliki ekor yang pendek dan tanduk baik pada jantan maupun betinya. Kambing jantan dewasa dapat mencapai berat 68-91kg, dan tinggi 81-94cm, sedangkan berat dewasa betinanya berkisar 36-63 kg. sekali masa laktasi, kambing ini dapat memproduksi susu hingga 740kg.

  1. Kambing Jawarandu
Kambing jawarandu

Dikalangan peternak kambing disebut juga sebagai kambing Bligon, Gumbolo, Kacukan dan Koplo. Kambing Jawarandu merupakan hasil persilangan kambing ettawa dan kambing kacang, akan tetapi lebih dominan sifat kambing kacang.

Secara fisik ia memiliki telinga besar terjuntai seperti kambing etawa, namun fisiknya tidak sebesar etawa, kambing dewasanya mencapai berat 40kg dengan tanduk kecil dan warna-warna yang lebih mirip jenis warna kambing jantan. Susu yang dapat diproduksinya lebih banyak dari kambing kacang, yakni 1,5L/hari, separuh dari yang dapat dihasilkan kambing ettawa.

  1. Kambing Peranakan Etawa (PE)
Kambing peranakan etawa

Namanya sudah menunjukkan asalnya, kambing PE merupakan peranakan antara kambing ettawa dan kambing kacang, namun secara fisik ia lebih menyerupai kambing etawa dengan tingkat adaptasi sebaik kambing kacang. Saat ini kambing PE sangat popular di kalangan peternak kambing, baik dimanfaatkan sebagai penghasil susu maupun penghasil daging, karena itu tidak heran jika anda mudah menjumpainya dimanapun, hampir seluruh Indonesia telah dijelajahi kambing PE.

Sebagaimana indukannya, kambing PE memiliki telinga panjang yang terkulai ke bawah selayaknya kambing Etawa, selain ia juga memiliki bulu panjang di bagian dagu, paha bagian belakang, dan kaki, disertai dengan tanduk kecilnya yang pendek.

Kambing PE dewasa jantan dapat mencapai berat 90an kg, sedangkan betina 60kg, dengan produksi susu 3L/hari, tak kalah dibanding dengan kambing ettawa asli.

  1. Kambing Gembrong
Kambing gembrong

Kambing gembrong, boleh dikata sebagai kambing gondrong. Karena ia tergolong jenis kambing longhair. Panjang rambutnya dapat mencapai 25-35cm, dapat menutupi wajahnya yang menyebabkan ia kesulitan makan, karena itu secara rutin peternak harus memotong bulunya minimal sekali setahun.

Kambing ini lebih banyak berada di pulau Bali bagian timur, terutama di Kabupaten Karangasem. Akan tetapi secara genetic, kambing gembrong bukanlah ras kambing asli Indonesia, ia berasal dari silangan kambing khasmir dan kambing turki. Tempat asalnya yang dingin mewariskan karakter longhair, meski telah dipelihara didaerah tropis, karakter ini tetap menjadi ciri khasnya meski tidak sepanjang induk asalnya.

Kambing gembrong memiliki keterikatan yang unik dengan masyrakat Bali bagian timur, khususnya daerah pesisir, dimana potongan rambutnya biasa digunakan nelayan untuk mengundang ikan datang, meski hingga sekarang belum dapat dijelaskan secara ilmiah keterkaitannya. Cara ini sudah umum digunakan masyarakat pasisir timur pulau Bali. Selain itu, juga dipercaya bahwa hanya pejantan yang tidak dikawinkan yang dapat menghasilkan rambut lebat dan baik untuk tradisi ini, karena itu lah peternak yang memiliki kambing gembrong jantan jarang mau mengawinkan kambingnya, akhirnya karena kepercayaan ini, laju pertumbuhan kambing gembrong sangat lambat, akibatnya jumlah kambing gembrong semakin menurun dari waktu ke waktu.

Kambing gembrong dewasa dapat mencapai berat 32-45 kg dengan tinggi 58-65 cm. warna rambut putih lebih dominan dijumpai, meski beberapa memiliki warna coklat atau coklat muda.

  1. Kambing Kosta
kambing kosta

Kambing Kosta tidak berasal dari costarica, meski namanya sangat barat, kambing ini ternyata berasal dari persilangan antara kambing kacang dan kambing khasmir. Saat ini kambing kosta banyak dibudidayakan di DKI Jakarta dan Provinsi Banten, meski jumlahnya terus menyusut setiap tahunnya.

Motif garis sejajar pada bagian kanan dan kiri kambing kosta merupakan ciri khasnya yang unik, disamping bentuk tubuhnya yang sedang, hidung rata dan adanya bulu rewos pada kaki belakangnya meski tak sepanjang yang dimiliki kambing Etawa. Postur tubuh kambing kosta lebih padat dan besar di bagian kaki belakang dan sekitarnya, karena itu sangat cocok dijadikan kambing pedaging. (Pelajari juga: Tips Menghindari Polio Kambing dengan Ransum yang Tepat)

  1. Kambing Boerawa
Kambing boerawa

Jenis Boerawa didapat dari mengawinkan pejantan kambing Boer dan Betianya kambing Etawa, dengan tujuan menghasilakan jenis kambing dwiguna yang memiliki perawakan besar seperti kedua indukannya, daging yang berkualiatas dan adaptasi yang baik seperti kambing boer dan produksi susu yang tinggi dan berkualitas seperi kambing ettawa. Para peternak kambing di Lampung sudah mulai banyak memilih kambing Boerawa sebagai komoditas usahanya.

 

8 Jenis Doping Kuda Pacu – Penambah Tenaga, Masalah atau Prestasi?

8 Jenis Doping Kuda Pacu – Penambah Tenaga, Masalah atau Prestasi?

Doping untuk Meningkatkan Performa Kuda Pacu dan Sang Atlet

PecintaSatwa.com – Dewasa ini sangat terkenal istilah yang sudah awam menyebar, yaitu Dopping. Dalam lingkungan manusia maupun hewan kegiatan melakukan penambahan zat dari luar tubuh yang berfungsi untuk melipatgandakan dan mempercepat metabolisme tubuh untuk menghasilkan ATP.

Nilai sportifitas dalam beberapa cabang olahraga termasuk equestrian dan pacu sering ternoda oleh pemakaian obat doping yang dikonsumsi atletnya. Persaingan prestasi olahraga yang semakin ketat membuat sebagian atlet sering menghalalkan berbagai cara. Apalagi ada sebagian pelatih yang bernafsu meningkatkan prestasi atlet dengan berbagai cara, misalnya latihan yang lebih keras, memanfaatkan kemajuan teknologi, atau bahkan lewat jalan pintas yaitu memberi obat doping demi prestasi dan meningkatkan performa atlitnya.( Baca: Thoroughbred Horse – Si Anggun Berdarah Panas)

Ke delapan golongan Doping tersebut adalah sebagai berikut :

1) Stimulants

Stimulan adalah obat yang digunakan untuk meningkatkan aktivitas fisik dan kewaspadaan dengan meningkatkan gerak jantung dan pernapasan serta meningkatkan fungsi otak. Dengan berkerja pada sistem saraf pusat, stimulan bisa merangsang tubuh baik secara mental dan fisik. Contohnya adalah adrafinil, kokain, modafinil, pemoline, selegiline Dilarang karena dapat merangsang pikiran atau tubuh, sehingga meningkatkan kinerja dan memberi atlet keuntungan yang tidak adil.

pemeriksaan doping pada kuda pacu

2) Narcotic Analgesics

analgesik narkotik biasanya mengambil bentuk obat penghilang rasa sakit yang bekerja pada otak dan sumsum tulang belakang untuk mengobati rasa sakit yang terkait dengan stimulus yang menyakitkan. Contohnya buprenorfin, dextromoramide, heroin, morfin, petidin Analgesik narkotik dilarang karena dapat digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri dirasakan dari cedera atau sakit sehingga untuk membantu atlet dalam latihan yang lebih keras dan untuk jangka waktu yang lama. Bahaya dalam hal ini adalah bahwa obat itu hanya menyembunyikan rasa sakit tidak mengobati sakitnya itu sendiri.

3) Cannabinoids

Cannabinoids adalah bahan kimia psikoaktif berasal dari tanaman ganja yang menyebabkan perasaan relaksasi. Contohnya adalah hashis, minyak hashis, marijuana. Marijuana umumnya tidak dianggap meningkatkan kinerja, tapi dilarang karena penggunaannya merusak citra olahraga. Ada juga faktor keamanan terlibat karena penggunaan ganja dapat melemahkan kemampuan atlet, sehingga mengorbankan keselamatan atlet dan pesaing lainnya.

4) Anabolic Agents

Anabolik steroid androgenik (AAS) adalah versi sintetis dari hormon testosteron. Testosteron adalah hormon kelamin laki-laki ditemukan dalam jumlah besar pada kebanyakan laki-laki dan di beberapa perempuan. Anabolik steroid androgenik masuk ke dalam salah satu dari dua kategori: 1) steroid eksogen adalah substansi yang tidak mampu diproduksi oleh tubuh secara alami, dan 2) steroidendogen adalah mereka zat yang mampu diproduksi oleh tubuh secara alami. Contoh steroid eksogen adalah drostanolone, metenolone dan oksandrolon, sedangkan contoh steroid endogen adalha androstenediol (andro), dehydroepiandrosterone (DHEA) dan testosterone. Agen anabolik hanya boleh diresepkan untuk penggunaan medis saja. Dilarang karena penggunaan agen anabolik dapat meningkatkan kinerja seorang atlet, memberikan mereka keuntungan yang tidak adil. Kemungkinan lain adalah efek samping yang serius medis bagi pengguna.

5) Peptides Hormones

Hormon peptida adalah zat yang diproduksi oleh kelenjar dalam tubuh ,dan setelah beredar melalui darah, dapat mempengaruhi organ-organ dan jaringan lain untuk mengubah fungsi tubuh. Contohnya adalah eritropoietin, hormon pertumbuhan manusia, insulin, corticotrophins Hormon Peptida yang merupakan pelayan pembawa pesan antara organ berbeda, dilarang karena merangsang berbagai fungsi tubuh seperti pertumbuhan, perilaku dan sensitifitas terhadap rasa sakit.

6) Beta-2 Agonists

Beta-2 agonis adalah obat yang biasa digunakan untuk mengobati asma dengan relaksasi otot-otot yang mengelilingi jalan napas dan membuka saluran udara.
Contohnya bambuterol hidroklorida, hidroklorida reproterol, hidroklorida tulobuterol. Dilarang karena mereka dapat memberikan keuntungan yang sama dengan Stimulan (no 1) atau, jika diberikan ke dalam aliran darah, memiliki efek anabolic (lihat no 4).

7) Masking Agents

Agen masking adalah produk yang berpotensi dapat menyembunyikan keberadaan zat terlarang dalam urin atau sampel lainnya.. Contohnya epitestosterone, dekstran, diuretik, probenesid Dilarang karena Masking Agen dapat menyembunyikan keberadaan zat terlarang dalam urin seorang atlet atau sampel lainnya, yang memungkinkan mereka untuk menutupi penggunaan dan memperoleh keunggulan kompetitif yang tidak adil.

8) Glucocorticosteroids

Dalam pengobatan konvensional, glukokortikosteroid digunakan terutama sebagai obat anti-inflamasi dan untuk meringankan rasa sakit. Mereka umumnya digunakan untuk mengobati asma, demam, peradangan jaringan dan rheumatoid arthritis. Contohnya deksametason, flutikason, prednison, triamsinolon asetonid dan rofleponide Dilarang karena ketika diberikan secara sistemik (ke dalam darah) glukokortikosteroid dapat menghasilkan perasaan euforia, berpotensi memberikan keuntungan yang tidak adil.

Semua kerja obat-obatan dopping hanya akan memberikan efek stimulus singkat yang merugikan dalam jangka waktu yang lama. Sediaan obat-obatan itu memang beredar terbatas sebagai bahan medis untuk membantu penyembuhan pasien yang terindikasi gangguan suatu organ atau sistem organnya, apabila obat-obatan tersebut digunakan tanpa indikasi apapun, maka zat kimia yang bernama obat tersebut dapat menjelma menjadi racun yang membunuh bagi penggunanya, dengan efek yang menyenangkan dan kekuatan ekstra dalam jangka waktu sesaat, pemakainya harus membayarnya dengan harga mahal dan waktu yang tak sebentar. Sama halnya dengan anda menipu tubuh dan otak Anda. ( Ayo tebak: Ini Zebra, Jerapah atau Kuda?)

Mari junjung sportifitas dan fair-play pada setiap pertandingan, karena sang juara bukan hanya pemegang medali di podium, tapi siapaun dapat menang jika selalu melakukan yang terbaik dan menakhlukkan keraguan pada dirinya sendiri. Fight!.

Kontributor: drh. Arya Pradana Wicaksono, M.Vet.

 

Cara Meningkatkan Produksi Telur Unggas

Cara Meningkatkan Produksi Telur Unggas

Tips Memaksimalkan Produksi Telur Unggas

PecintaSatwa.com – Telur sudah menjadi makanan sehari-hari kita, sebagai salah satu sumber protein utama selain daging dan susu, karena itu industry peternakan ayam petelur sedemikan getol mengembangan bisnis hingga dapat mencapai hasil maksimal untuk memenuhi permintaan pasar yang tiada habisnya, salah satu jalan ditempuh adalah dengan mengembangkan teknologi pemeliharaan untuk meningkatkan performa produksi ayam, salah satunya dengan pengaturan sistem pencahayaan dalam pemeliharaan ayam untuk meningkatkan jumlah telur yang dihasilkan setiap harinya. Bagaimana caranya? (Simak: Beberapa Penyebab Produksi Telor Ayam Menurun)

Peran Cahaya dalam Meningkatkan Produksi Telur

Bagi bangsa unggas seperti ayam, cahaya memiliki beberapa peran penting, yaitu untuk fungsi penglihatan, sintesis vitamin D dan pelepasan hormon. Peran penting dalam mekanisme pelepasan hormon sudah terjadi sejak awal kehidupan unggas. Sebagaimana yang telah dilakukan para peternak yang memberikan lampu pada anak-anak ayam yang baru menetas (fase starter), selain berfungsi sebagai penghangat, cahaya lampu tersebut dapat memicu keluarnya hormon pertumbuhan pada anak ayam sehingga ia dapat mengkonsumsi pakan lebih banyak dengan konversi maksimal sehingga tumbuh pesat. Di masa-masa pertumbuhan berikutnya (fase grower), peran cahaya lebih khusus lagi, selain memicu hormon-hormon pertumbuhan, cahaya juga merangsang keluarnya hormon-hormon reproduksi yang dapat mempercepat atau mencegah tertundanya dewasa kelamin, sehingga unggas dapat segera menghasilkan telur-telur yang berkualitas. Selanjutnya bagaimana bisa penambahan cahaya dapat meningkatkan produksi telur unggas dibandingkan dengan unggas yang hanya mendapatkan cahaya matahari?

Perpanjangan waktu pencahayaan bagi unggas terus berlanjut hingga fase produksinya (layer). Unggas-unggas yang diberi pencahayaan matahari dan lampu tambahan atau lampu saja lebih dari 12 jam terbukti dapat meningkatkan produksi telurnya hingga 20-35% . Hal ini terjadi karena cahaya yang diterima oleh retina mata mempengaruhi otak unggas, tepatnya pada kelenjar pineal. Hormon melantonin yang dihasilkan oleh kelenjar pineal akan tertahan, sehingga kadarnya dalam plasma darah tidak berlebihan. Rendahnya kadar hormon melantonin dalam tubuh unggas merangsang hipotalamus untuk memproduksi hormon GnRH (Gonadotropin releasing hormon), hormon ini akan menstimulasi hipofisa anterior untuk meningkatkan produksi FSH (Follicle stimulating hormon) dan LH (Leutening hormon).

FSH dan LH merupakan hormon-hormon yang berpengaruh vital pada produksi telur. FSH akan  merangsang pematangan sel telur dalam indung telur, peningkatan hormon FSH dapat membuat bakal telur yang terbentuk semakin banyak, di samping itu tingginya jumlah sel telur yang matang juga meningkatkan produksi hormon estrogen dan progesterone yang juga andil peran penting dalam kinerja reproduksi.

Setelah FSH bekerja, selanjutanya giliran hormon LH yang beraksi. LH akan merangsang terjadinya ovulasi atau terlontarnya sel telur matang (oosit) dari indung telur ke saluran reproduksi bagian oviduk, uterus, hingga kloaka. Dalam saluran-saluran tersebut, oosit akan menyempurnakan wujudnya menjadi telur seutuhnya, seperti pertambahan komponen putih telur dan pembentukan kerabang / kulit telur. Setelah telur sempurna terbentuk dengan cangkang yang kuat, maka akan segera dikeluarakan melalui kloaka oleh unggas tersebut, proses ini lah yang disebut dengan bertelur. (Baca: Tips Pembersihan Kandang Unggas)

Secara alami, jika diperlihara dengan ventilasi pencahayaan yang baik, unggas di daerah tropis seperti Indonesia telah mendapatkan sekitar 12 jam cahaya matahari. Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu yang dilakukan, untuk memaksimalkan produksi telur unggas, lamanya pencahayaan dapat ditingkatkan hingga 16-17 jam, dengan rincian 12 jam cahaya matahari ditambah 4-5 jam pencahayaan lampu, atau dapat juga 16-17 jam penuh dengan cahaya lampu berintensitas 5 lux dan pakan dengan kadar protein kasar lebih dari 22,5%. Literature lain menyebutkan lamanya pencahayaan dapat ditingkatkan hingga 20 jam. Akan tetapi, lamanya cahaya yang diterima oleh unggas tidak disarankan hingga 24 jam, karena unggas membutuhkan waktu untuk beristirahat, apabila hal ini diabaikan, akan terjadi stress fisik yang berpengaruh besar pada produksi telur dan kesehatan unggas secara umum.

yuk kita panen telur…

 

Bagaimana Membedakan Gajah Asia dan Gajah Afrika

Bagaimana Membedakan Gajah Asia dan Gajah Afrika

Ciri Khas Gajah Asia dan Gajah Afrika

Gajah, Binatang yang amat besar, hidungnya panjang, telinganya lebar…

PecintaSatwa.com – Jika anda pernah mengenyam pendidikan taman kanak-kanak atau sekolah dasar pasti tidak asing dengan syair diatas. Penggalan kalimat diatas acapkali diajarkan para ibu guru saat mengenalkan kita pada satwa terbesar di daratan planet yang masih hidup hingga saat ini. Gajah pun selalu menjadi favorit anak-anak apabila berkunjung ke kebun binatang, tingkahnya yang lucu, dan badannya yang besar menjadi ketertarikan tersendiri bagi para pengunjung, namun tau kah anda bahwa terdapat 2 jenis gajah di bumi ini, yakni Gajah Asia dan Gajah Afrika.(Simak: 7 Jenis Burung Kakatua Nusantara)

gajah Asia

Sebagaimana namanya, kedua jenis gajah tersebut hidup di belahan dunia berbeda, di benua Afrika dan di benua Asia dan sekitarnya, akan tetapi tidak hanya itu saja perbedaannya. Terdapat beberapa hal yang sangat khas di antara kedua gajah tersebut yang menjadikan satu sama lain sangat spesial dan berbeda. Berikut diantaranya:

Gajah Afrika Gajah Asia
Ukuran Tubuh 2,5 – 4 meter diukur dari pundak hingga kaki, dengan titik tertinggi di pundaknya. berat badannya berkisar 2.268 – 6.350 kg 2 – 3 meter diukur dari pundak hingga kaki, dengan titik tertinggi di punggungnya. berat badannya berkisar 2.041 – 4.990 kg
Habitat Daerah sub-sahara Afrika dan hutan hujan di daerah afrika barat dan tengah serta di sekitar Gurun Sahel di Mali Hutan hujan dan padang semak belukar di wilayah Nepal, India, dan Asia Tenggara seperti Thailand dan Indonesia
Spesies Loxodonta African (African savannah elephant) dan Loxodonta cyclotis (gajah hutan afrika) Elephas Maximus, dengan sub spesies: Elephas maximus indicus (india), Elephas maximus maximus (Sirlanka), Elephas maximus sumatranus (Indonesia), Elephas maximus borneensis (Indonesia)
Struktur kulit Terlihat lebih berkerut kerut Tampak lebih halus
Bentuk Telinga Lebih besar dan lebar hingga menutup leher seluruhnya Cenderung lebih kecil, tidak terlalu menutup lehernya.
Bentuk badan Mirip trapesium, dengan bagian sempit di daerah dada dan terus melebar hingga perut bagian belakang. Dengan punggung berbentuk cekung Lebih berbentuk bujur sangkar, panjang dan lebarnya hampir sama antar bagian depan dan belakang. Dengan punggung berbentuk cembung.
Bentuk kepala Dahi tidak terbelah membentuk benjolan Terdapat lekukan di dahi, terlihat seperti 2 bukit.
Gading Baik jantan maupun betina memiliki gading. Gading jantan biasanya lebih besar dari betina Umumnya hanya dimiliki gajah jantan, gajah betina kadang hanya memiliki gading yang rudimenter atau tanpa gading.
Belalai Tidak terlalu keras, memiliki banyak cincin-cincin, berujung menyerupai 2 jari Lebih keras, dengan cincin yang lebih sedikit, dan ujung menyerupai satu jari
Kuku kaki Kaki depan berkuku 4 kadang 5, kaki belakang berkuku 3 kadang 4 Kaki depan berkuku 5, kuku belakang berkuku 4 kadang 5
Status konservasi, versi IUCN Vulnerable, diperkirakan terdapat 470.000 ekor gajah afrika diseluruh dunia Endangered, belum diketahui tepatnya jumlah gajah asia yang masih bertahan hidup diseluruh dunia.

 

Gajah Afrika vs Gajah Asia

gajah afrika

Baik Gajah Afrika maupun Gajah Asia sehari-hari mengkonsumsi, dedaunan, rumput, buah-buahan dan akar, mereka menggunakan belalainya untuk memetik daun buah yang ada di pohon, mengambil rumput di tanah, dan menggunakan gadinngya untuk menggali tanah mencari akar-akaran yang segar. Jumlah makanan yang dapat ia konsumsi pun beragam tergantung pada usia dan berat badannya. Gajah dewasa biasanya dapat mengkonsumsi makanan hingga 136kg/hari. (Baca: Lumba-Lumba Humpback – Mamalia Putih dari Pasific)

Anak gajah dilahirkan seberat 91 kg dengan tinggi sekitar 1 meter setelah dikandung oleh induknya selama 22 bulan. Setelah dilahirkan ia akan diasuh oleh induknya dann terus tumbuh dengan pesat, bobotnya akan bertambah 1-1,5 kg setiap harinya. Pada umur 2-3 tahuan ia siap disapih oleh induknya. Anak gajah jantan akan berkelana sendiri sedangkan anak gajah betina akan mengikuti koloni ibunya. Pada umur 13-20 tahun, anak gajah ini telah mencapai usia dewasa untuk kawin. Gajah dapat hidup secara alami di alam liar hingga 10-50 tahun bahkan lebih.

Setidaknya punya tujuh puluh tahun..Tak bisa melompat kumahir berenang..Bahagia melihat kawanan betina..Berkumpul bersama sampai ajal..

Besar dan berani berperang sendiri.. Yang aku hindari hanya semut kecil.. Otak ini cerdas kurakit berangka.. Wajahmu tak akan pernah aku lupa.. (Gajah by Tulus)

 

Jenis – Jenis Kambing Asli Indonesia

Jenis – Jenis Kambing Asli Indonesia

Memilih Jenis Kambing Lokal untuk Budidaya

PecintaSatwa.com – Bertumbuhnya perekonomian Indonesia tak ayal meningkatkan level sosial masyarakat juga, hal ini pun diiringi dengan melejitnya kebutuhan daging masyarakat dari tahun ke tahun. Berbagai solusi alternatif diusulkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan daging nasional tanpa impor, salah satunya adalah dengan pengembangan peternakan kambing, untuk mengalihkan kebutuhan daging sapi. Lantas mengapa dipilih daging kambing sebagai subtitusinya?? Sebagaimana kita tau, kambing merupakan ternak penghasil daging yang dapat tumbuh lebih cepat dibanding sapi, disamping itu ia merupakan jenis hewan ruminansia multipara yang dapat menghasilkan lebih satu anak dalam satu kali kelahiran, berbeda dengan sapi yang hingga saat ini pengusahaan bunting kembar sangat beresiko karena memang sapi tergolong ruminansia unipara. (Baca: Kambing PE kambing blasteran Hindi lokal yang multifungsi)

Para investor dibidang peternakan saat ini pun mulai beramai-ramai menginvestasikan dananya untuk mengembangkan peternakan kambing, terlebih jika nasionalisme kita tinggi, lebih baik membudidayakan dan mengkonsumsi daging kambing disaat lumbung daging sapi kita sedang lesu daripada harus impor, membeli produk bangsa lain, yang hanya memperkaya mereka dan menurunkan kemandirian dan kreatifitas kita. Bagi anda yang mulai tertarik untuk membudidayakan kambing, beberapa jenis kambing dibawah ini dapat anda jadikan pilihan produk unggulan anda:

Kambing Lokal Asli Indonesia

  1. Kambing Marica
kambing marica

Kambing ini merupakan kambing asli Indonesia, tepatnya berasal dari provinsi Sulawesi Selatan. Banyak di jumpai disekitar Kabupaten Maros, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sopeng, Kota Makasar dan sekitarnya. Jumlah kambing marica saat ini tidak terlalu banyak, bahkan mulai menuju kelangkahan, karena itu sebelum hewan ini hanya berada dalam wilayah konservasi, sudah selayaknya kita serius membudidayakannya.

Fisik kambing Marica tidak terlalu besar, sebagaimana jenis kambing lokal Indonesia. Karakter kambing marica yang khas, adalah tanduk kecilnya diantara 2 telinga pendek tegak, kambing ini cenderung lincah dan agresif. Salah satu keunggulan kambing ini terletak pada kemampuan adaptasinya, ia dapat bertahan hidup dengan baik pada musim kemarau yang minim pakan, bahkan dilahan kering dengan curah hujan rendah.

  1. Kambing Muara
kambing muara

Nama kambing ini didasarkan pada tempat asalnya di Tapanuli Utara – Provinsi Sumatera Utara, tepatnya di kecamatan Muara. Tubuh kambing muara terlihat lebih kompak dan tegak, ia memiliki beberapa variasi warna seperi cokelat kemerahan, putih, hitam yang saling bercampur, bahkan satu ekor kambing dapat memiliki 3 hingga 4 warna.

  1. Kambing Samosir
kambing samosir

Disebut juga dengan kambing Batak atau Kambing Putih. Kambing ini telah turun temurun dipelihara oleh masyarakat pulau Samosir di tengah danau Toba, Provinsi Sumatera Utara. Awalnya kambing samosir digunakan sebagai kambing persembahan pada jaman agama animisme, dengan syarat harus kambing berwarna putih bersih, karena itu masyarakat setempat sangat selektif membudidayakan kambing samosir, dan hanya meneruskan keturunan kambing yang berwarna putih dominan saja, sehingga tak heran saat ini jenis kambing samosir paling umum dijumpai berwarna putih dominan.

Secara fisik, sebenarnya kambing samosir sangat mirip dengan kambing kacang yang dibudidayakan di sumatera utara, tapi karena sudah menjadi legenda turun temurun sebagai hewan ternak masyarakat samosir, nama kambing samosir selalu lekat di hati masyarakat Toba.

  1. Kambing Kacang
kambing kacang

Kambing kacang merupakan jenis kambing lokal yang bersebarannya paling luas di Indonesia, kambing ini pun banyak dijadikan indukan untuk disilangkan dengan jenis kambing unggul lainnya baik sesama kambing lokal maupun jenis kambing yang berasal dari belahan dunia lainnya.

Kambing kacang memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa baik di lingkungan tropis, suhu yang panas disertai dengan terbatasnya makanan pada musim kemarau tidak menghalangi kambing kacang terus tumbuh. Oleh karena itu lah, kambing kacang umumnya dijadikan salah satu indukan kambing unggul persilangan, diharapkan jenis kambing baru yang didapat akan mewarisi kemampuan adaptasi kambing kacang, sehingga dapat berproduksi dengan baik di Negara tropis seperti Indonesia.

Ukuran tubuh kambing kacang tidak terlalu besar, berkisar 60-65cm dengan berat 30kg untuk pejantan dan 56cm dengan berat 25 kg untuk betina. Baik jantan maupun betina memili tanduk dan bulu pendek, variasi warnanya beragam seperti hitam, putih, coklat, dan kombinasinya. Kambing kacang tergolong kambing pedaging. (Simak: Tips Menghindari Polio Kambing dengan Ransum yang Tepat)

  1. Kambing Lakor
kambing lakor

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2912/Kpts/OT.140/6/2011 tanggal 17 Juni 2011, kambing lakor di sah kan sebagai sumber daya genetik asli Indonesia yang berasal dari Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku

Untuk jenis kambing lokal Indonesia, kambing lakor tergolong cukup besar, pejantan kambing lakor dapat mencapai bobot 70 kg dengan tinggi 76cm, sedangkan betinanya sekitar 40kg dengan tinggi sekitar 68cm.

Tubuh kambing lakor berwarna dominan warna polos dengan kombinasi belang putih atau kehitaman, dengan warna kepala lebih gelap dari badannya.

 

Beberapa Hal agar Produksi Susu Sapi Maksimal

Beberapa Hal agar Produksi Susu Sapi Maksimal

Cara agar Produksi Susu Sapi Maksimal

PecintaSatwa.com – Bagi perusahaan yang bergerak di bidang persusuan atau dairy industry, optimalisasi produksi susu selalu menjadi perhatian utama. Berbagai macam cara telah dilakukan, meliputi penerapan manajamen pemeliharan, manajemen kesehatan, dan manajemen pakan yang terbaik, disertai dengan monitoring dan evaluasi berkala untuk menjaga stabilitas hasil produksi. Tidak cukup berhenti sampai disini saja, penelitian-penelitian terkait dengan peningkatan kualitas dan kuantitas susu juga terus dilakukan, baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan pihak universitas, disamping itu up date teknologi terkini pun selalu diikuti demi kemajuan progress bisnis dairy industry. (baca juga: Sapi kembung bagaimana mengatasinya?)

Begitu hal nya dengan peternak rakyat, dimana saat ini hampir semua peternak sapi perah telah menjalin kerja sama mutualistik dengan dairy industry, sehingga para peternak pun dituntut untuk dapat menghasilkan susu yang berkualitas unggul. Mau tak mau peternak pun harus bekerjaran dengan aplikasi metode-metode sederhana terbaru, dengan tujuan memaksimalkan produksi ternaknya, terkait dengan pendapatan yang dapat ia usahakan, karena harga susu yang dihasilkan peternak rakyat selalu berpatokan pada berat jenis, dan total solid (TS) sebagai indikasi kualitas susu.

Tips Memaksimalkan Produksi Susu Sapi

Beberapa yang dapat anda terapkan untuk memaksimalkan produksi susu sapi yang anda pelihara baik dalam skala industri maupun peternakan rakyat:

  1. Perbaikan manajemen masa kering

Masa kering juga memegang kunci keberhasilan masa produksi sapi perah, sayangnya hal ini sering kali diabaikan oleh peternak. Manajemen masa kering meliputi perbaikan nutrisi masa kering, dan penanganan masa kelahiran yang terbaik. Manajemen nutrisi yang baik pada masa kering meliputi: dry matter intake (DMI) berkisar antara 14-16kg, hindari penggunaan bahan pakan tinggi energy yang berlebihan, menstabilkan, terapi antibiotic mastitis subklinis pada masa kering, dan pemantauan kesehatan kuku.

  1. Minimalkan kejadian hipocalcemia subklinis

Hipokalsemia atau milk fever di awal masa laktasi merupakan kondisi dimana kadar kalsim dalam darah sapi dibawah ambang normal (<8.0 mg/dL), hal ini mengindikasikan terjadinya beberapa penyakit sepeti ketosis, involusi uteri yang tertunda, penurunan asupan nutrisi. Keadaan ini akan menurunkan produksi susu secara drastis, selain itu juga sangat berbahaya bagi kesehatan ternak, jika terjadi diluar batas toleransi tubuh ternak, sapi dapat ambruk, kejang dan lumpuh.

Untuk menanggulanginya, sejak masa kebuntingan, terlebih pada sapi dengan produksi susu yang tinggi, anda harus memberi pakan dengan asupan nutrisi yang seimbang, terutama kandungan kalsium dan phospornya. Karena kalsim dalam tubuh sapi bunting yang terus diperah, digunakan untuk pertumbuhan janin, produksi susu, dan untuk metabolisme tubuh sapi itu sendiri.

Selain itu, pelaksanaan manajemen masa kering jangan diabaikan, sebagai langkah awal perbaikan kondisi sapi sebelum melahirkan dan kembali memproduksi susu kembali dengan kualitas dan kuantitas sama baiknya dengan periode sebelumnya.

  1. Optimalisasi asupan pakan setelah kelahiran

Segera setelah melahirkan, sapi harus distimulasi untuk makan sabanyak banyaknya, ini bertujuan untuk menjaga kestabilan tubuh sapi pasca kelahiran juga untuk mendorong kinerja organ tubuh untuk memproduksi susu sapi yang berkualitas dan maksimal.

Segera setelah kelahiran, disarankan untuk mengisi palungan minum dengan air hangat siap minum untuk sapi, anda dapat menambahkan gula dan vitamin anti stress dalam minum tersebut. Rasa manis akan meningkatkan keinginan sapi untuk minum, sedangkan vitamin anti stress dapat membantu pengembalian kondisi fisik sapi pasca kelahiran.

Sediakan rumput yang telah dilayukan, yang merupakan kegemaran sapi seperti rumput gajah, atau tebon jagung, juga dapat pula ditambahkan konsentrat yang harum untuk meningkatkan nafsu makan sapi. Letakkan pakan dan minum tersebut dalam palungan yang terlebih dahulu telah dibersihkan, juga selalu jagalah kebersihan sekitar kandang untuk membuat sapi lebih nyaman.

  1. Memaksimalkan tingkat kenyamanan sapi

Kenyamanan, berhubungan dengan tingkat stress, dan stress selalu mempengaruhi kondisi fisik ternak yang berpengaruh langsung pada produksi ternak. Karena itu sebagai peternak, sudah sewajarnya kita memberikan kenyamanan yang sebaik-baiknya bagi sapi peliharaan kita. (Simak: Merawat Pedet Sapi Pedaging)

Hal pertama yang dapat dilakukan adalah dengan menempatkan sapi sesuai dengan tingkatan fase reproduksinya, seperti sapi bunting tua dikelompokkan dengan sapi bunting tua, dengan tingkat kepadatan yang seimbang, jika kandang terlalu padat sesak maka stress sangat mudah terjadi. Sediakan kandang kelahiran juga untuk sapi mendekati masa-masa melahirkan, agar kelahiran dapat terjadi dengan lebih nyaman, cepat, dan mudah. Pakan dan minum yang cukup harus selalu menyertai tindakan ini.

  1. Pencegahan Asidosis Rumen

Selalu sediakan alfafa atau rumput adlibitum selama 5 hari setelah melahirkan. Makanan yang baik dibutuhkan untuk menjaga kualitas laktasi awal. Makanan dan minuman harus selalu tersedia di palungan, hindari palungan kosong terlalu lama, karena sapi dengan perut kosong sangat berpotensi untuk terjadinya asidosis rumen. Konsentrat dengan kadar serat seimbang juga dibutuhkan, hindari penggunaan hijauan terfermantasi berlebihan, karena ph makanan yang terlalu asam dapat memicu terjadinya asidosis rumen. Pastikan pakan yang diberikan pada sapi telah melalui kontrol kualitas untuk memastikan kadar nutrisi, dan keseimbangan pH sebelum diberikan pada sapi.

  1. Evaluasi BCS (Body Condition Scoring)

BCS yang disarankan untuk sapi melahirkan hingga laktasi awal adalah 3-3.5 dengan skala BCS 4. BCS mengindikasikan kesehatan sapi, berdasarkan ukuran tubuhnya. Sapi yang terlalu kurus sangat beresiko untuk mengalami permasalahan saat dan pasca kelahiran berhubungan dengan kecukupan nutrisi pada dirinya, pedet, dan berlanjut pada banyak susu yang diproduksi selanjutnya.

  1. Hindari penggunaan zat antinutrisi

Bagi industri peternakan atau kelompok ternak yang memproduksi pakan secara mandiri tentu lebih banyak menggunakan bahan-bahan limbah pertanian, dengan tujuan menekan biaya produksi semaksimal mungkin, namun perlu anda ketahui beberapa bahan yang mengandung zat anti nutrisi sepert sianida pada singkong, gaplek dan olahan singkong lainnya, zat anti nutrisi pada klentheng, dan pada alfafa layu. Adanya zat anti nutrisi pada bahan-bahan tersebut bukan berarti anda tidak boleh memanfaatkannya, namun lebih baik anda memastikan kandungan zat anti nutrisinya terlebih dahulu melalui uji laboratorium, dan tidak menggunakan sebagai bahan tunggal atau bahan dominan pada formula pakan anda. Buatlah semurah mungkin, tetapi harus sehat dan aman untuk sapi.

  1. Tambahkan anti oksidan dalam pakan

Anti oksidan berguna untuk mencegah stress oksidatif dalam tubuh hewan yang merupakan penyebab terjadinya segala macam penyakit secara molekuler. Zat-zat antioksidan biasanya sudah terkandung dalam mineral mix atau premix, sebagai salah satu bahan pakan untuk sapi anda, zat-zat tersebut meliputi vitamin E, vitamin C, dan selenium. (Pelajari: Pentingnya Susu Pengganti bagi Pedet yang baru lahir)

Kecukupan anti oksidan dalam pakan dapat meningkatkan kinerja sistem imun tubuh ternak, dan mencegah terjadinya penurunan kondisi kesehatan sapi akibat kualitas udara yang buruk.

 

Burung Puyuh Si “Manuk Londo”

Burung Puyuh Si “Manuk Londo”

Mengenal Burung Puyuh

PecintaSatwa.com – Namanya keren bukan?!, Manuk Londo. Tapi jangan salah, ini bukan bangsa burung dari negeri kincir angin. Manuk londo yang kita bahas disini merupakan penghasil telur kecil bertato yang rasanya gurih sekali, siapa lagi kalau bukan si kecil burung puyuh. (Baca: Jenis-jenis Burung Madu di Indonesia)

Di Jawa Timur, banyak dijumpai sentra peternakan burung puyuh seperti di kabupaten Trenggalek, Blitar, Tulungagung dan sekitarnya. Bersama dengan telur ayam dan telur bebek, telur puyuh selalu menjadi favorit masyarakat Indonesia, baik diolah sebagai camilan karena memang kecil-kecil- maupun sebagai menu makanan utama dalam keluarga. Sebagai sumber protein pun gizi telur puyuh bisa bersaing dengan telur ayam dan bebek.

Jenis-jenis Burung Puyuh di Dunia

Banyak jenis burung puyuh diseluruh penjuru dunia seperti Bob white quail, Colinus virgianus, blue breasted quail,turnix suciator, arborophila japonica, Rollus roul roul dan cortunix chinensis,akan tetapi yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia adalah burung puyuh Cortunix cortunix japonica, atau puyuh jepang. Burung kecil berkaki pendek ini mulai dikembang biakkan di Indonesia pada tahun 1979. Burung puyuh termasuk jenis burung produksi yang bisa terbang meski tidak terlalu tinggi dan lama. Sering kali burung puyuh dijadikan hewan coba penelitian untuk mempelajari suatu metode atau teknologi peningkatan produksi dan reproduksi bangsa unggas produksi. (Mengenal: Ayam Kate – Si Cebol nan Lucu)

Burung yang juga disebut gemak ini berwarna coklat bercak bercak, berbadan kecil bulat, dengan ekor pendek. Perkembangan tubuh burung puyuh relatif cepat, telur nya menetas setelah dierami selama 16-17 hari, 40-45 hari kemudian ia akan mulai menghasilkan telur. Tingkat produktivitasnya pun cukup tinggi. Apabila dipelihara dilingkungan yang ideal, dengan keadaan cuaca yang stabil, tidak pada masa pancarobah atau stress karena panas ekstrem atau hujan deras, populasi burung puyuh dapat berproduksi hingga 90%. Namun, apabila kondisi fisiknya tertekan keadaan lingkungan yang tidak stabil, produksi telurnya dapat menurun hingga 50-70%.

Setiap harinya per ekor burung puyuh dapat mengkonsumsi pakan sekitar 14-25g/hari. Setiap tahunnya ia dapat bertelur hingga 300 butir. Keberhasilan peternakan puyuh dapat dipengaruhi oleh faktor berikut: pembibitan (breeding), pakan (feeding) termasuk kadar nutrisi pakan, palatabilitas, kecernaan dan konversi pakan terhadap produksinya, dan terakhir adalah manajemen pemeliharaan.

Cara Budidaya Burung Puyuh

Seperti hal nya unggas produksi lainnya, budidaya burung puyuh biasanya dimulai dengan pemeliharaan DOQ (day old quail) / puyuh tetas sehari, atau dapat juga langsung memelihara burung puyuh siap bertelur dengan umur diatas 40 hari. Bibit puyuh / DOQ biasanya diperoleh dari peternak yang memang fokus menyediakan bibit puyuh. Dalam usaha tersebut, telur-telur fertil tidak dieramkan langsung pada induknya, namun digunakan sistem penetasan dengan mesin inkubator, mesin ini lebih menguntungkan karena dapat menghasilkan puyuh tetas yang lebih banyak sekali siklusnya. Proses penetasan dilakukan dengan suhu 37o– 40oC, dan ┬ákelembapan 55% selama 16-17 hari. Setelah sebelumnya telur difumigasi terlebih dahulu, dan di grading kualitasnya. Begitu menetas akan dilakukan sexing, seleksi jenis kelamin DOQ. Burung puyuh jantan akan dijual pada peternak dengan peruntukan daging konsumsi, sedangkan burung puyuh betina akan dijual sebagai bibit penghasil telur puyuh komersial. (Simak: Tips Pembersihan Kandang Unggas)

Pada masa awal pertumbuhannya (periode strater) burung puyuh membutuhkan pakan dengan kadar protein kasar minimal 24% dan energi 2900 kkal/kg, berlanjut ke periode grower dengan kandungan protein kasar sekitar 20% dan energi 2700 kkal/kg, dan pada fase layer burung puyuh membutuhkan pakan dengan protein kasar 22% dan energi 2900kkal/kg  untuk dapat berproduksi optimal di linkungan yang baik.

Lingkungan pemeliharaan yang ideal bagi burung puyuh sebaiknaya memiliki temperatur 20o-25oC dengan kelembapan 30-80%. Suhu kandang yang terlalu tinggi dapat membuat burung puyuh stress yang berimbas pada penurunan produksi telur, kerabang telur menjadi tipis serta mudah retak dan gangguan kesehatan, sedangkan kelembapan yang berlebihan merupakan kondisi ideal tumbuhnya bakteri yang dapat memperburuk keadaan hewan.

Sebagai hewan coba penelitian, burung puyuh tergolong hewan coba yang tidak mudah terpengaruh dengan berbagai perlakuan. Banyak penelitian yang dilakukan sebelumnya dengan menggunakan suplementasi bahan-bahan tertentu, tidak menghasilkan perbedaan yang nyata, akan tetapi beberapa hal yang berpengaruh pada peningkatan produksi burung puyuh adalah dengan melakukan suplementasi minyak jagung dalam pakannya, selain itu juga dapat dilakukan metode perpanjangan masa pencahayaan.

Jika anda telaten, si kecil “Manuk Londo” ini dapat dijadikan patner yang menguntungkan untuk menggemukkan pundi-pundi rekening pribadi anda, selamat berternak!!!

 

Zebra, Jerapah atau Kuda? Coba Tebak !!

Zebra, Jerapah atau Kuda? Coba Tebak !!

Mengenal Okapi

PecintaSatwa.com – Hewan ini sangatlah unik, bentuk wajah dan kepalanya sekalem Jerapah, si leher panjang, namun dia “bercelana” zebra, porstur tubuhnya mirip kuda, banyak juga yang mengatakan bahwa hewan langkah ini juga memiliki kedekatan rupa dengan rusa. Sayangnya si hewan unik yang kita bahas disini sangatlah langkah, tidak semua kebun binatang di dunia memilikinya, bahkan di Indonesia, maka tak heran jika sangat sedikit orang yang mengenalnya. Dialah OKAPI. (Ketahui: CITES – Standart Legalitas Perdagangan Satwa Internasional)

okapi muda

Okapi (Okapia johnstoni) merupakan hewan asli benua Hitam, Afrika Tengah tepatnya di Republic Kongo. Meski secara penampilan, khusunya bagian kaki belakangnya sangat mirip dengan motif zebra, ternyata secaga garis kekeluargaan (taksonomi) Okapi lebih dekat kekerabatannya dengan Jerapah, dalam satu family Giraffidae, dengan klasifikasi sebagai berikut:

Kingdom : Animalia

Phylum : Chordata

Class : Mamalia

Order : Artiodactyla

Family : Giraffidae

Genus : Okapia

Species : Okapia johnstoni

Morfologi Okapi

okapi dewasa

Secara morfologi, okapi memiliki tinggi 1,5 meter diukur dari pundaknya, dengan rata-rata panjang tubuh sekitar 2,5 meter, dan berat berkisar 200-350kg. Meski tidak semirip sepupunya, jerapah, okapi tergolong memiliki leher yang panjang, dengan telinga lebar yang fleksibel . wajah, tenggorokan dan dada okapi berwarna putih keabu-abuan, sedangkan tubuh okapi berwanra coklat kemerahan, dengan garis-garis putih disekitar kaki depan, panggul, dan kaki belakang, juga warna putih di bagian bawah keempat kakinya, nampak seperti pemain sepak bola dengan kaus kaki putih panjangnya. Okapi jantan memiliki tanduk kecil yang disebut ossicones sedangkan okapi betina tidak memilikinya.

Habitat Okapi

Okapi termasuk hewan herbivora, pemakan tumbuh-tumbuhan seperti rumput, dedaunan, tunas, buah dan jamur. Hewan ini lebih aktif pada siang hari, saat matahari bersinar. Tidak seperti kebanyakan hewan herbivora lainnya yang lebih sering hidup berkoloni, okapi lebih menyukai hidup sendiri, sangat melindungi tertorinya, dan hanya bergabung dengan jenisnya saat musim kawin tiba.

Okapi betina akan bunting selama 440-450 hari, dengan proses kelahiran berlangsung selama 3-4 jam, kemudian ia akan merawat anaknya secara sembunyi sembunyi. Okapi kecil terlahir dengan berat 14-30 kg, ia mulai belajar berdiri sejak beberapa menit setelah dilahirkan sebagaimana bangsa ruminansia lainnya, biasanya dapat tegak berdiri dan melangkah mencari puting susu induknya skitar 30-60 menit setelah kelahiran. Susu induk merupakan makanan utama bayi okapi, hingga 3 bulan ia dapat mulai mengkonsumsi dedaunan sebagai tambahan, dan disapih induknya pada umur 6 bulan. Secara alami di habitatnya, okapi dapat hidup hingga 20-30 tahun.

Hewan endemic Republik Kongo ini, biasa hidup di hutan hutan tropis dengan ketinggian 500-1500 diatas permukaan laut. Saat ini statusnya Endagered dalam IUCN (The Internationan Union for The Conservation of Nature of Natural Resourses), dibawah perlindungangan Pemerintah Republic Kongo. Dari tahun ketahun jumlah okapi di habitatnya semakin menurun akibat penjarahan hutan dan perburuan liar, diperkirakan saat ini di alam liar jumlahnya hanya tinggal 25.000 ekor. Karena itu di tempat asalnya, konservasi okapi telah dijalankan sejak 1987.

Yuk kita lindungi satwa dunia demi keseimbangan ekosistem bumi kita tercinta…

 

Junior Milan dan Talkshow PET TALK untuk Petlovers

Junior Milan dan Talkshow PET TALK untuk Petlovers

Talkshow PET TALK

PecintaSatwa.com – Nama Caesar Milan bagi para Doglovers dan pecinta satwa umumnya pasti sudah sangat familiar. Kemampuannya untuk memahami karakter anjing, dengan memanfaatkan psikologi dan behaviournya menjadikan ia bergelar Dog Whisperer. Namanya yang mendunia, sudah tidak diragukan lagi sepak terjangnya di bidang pelatihan anjing dan dog behaviorist expert. Namun kali ini yang juga mulai ramai dikalangan media internasional bukan lagi Caesar Milan, akan tetapi sang putra kesayangannya Andre Milan. (Ketahui juga: Daftar Merah Satwa dalam Standart Tingkat Keterancaman Satwa Liar di Dunia)

Andre milan dan ayahnya Caesar Milan

Sebagaimana dilansir dalam nationalgeographic.com, putra the dog whisperer ini sedang menapaki karirnya di dunia jurnalistik dengan program terbarunya PET TALK, sebuah program talk show yang ditayangakan pada Nat Geo Wild’s Weekly Series. Program ini fokus membahas serba serbi hewan, seperti kesadaran masyarakat terhadap animal welfare, permasalahan dan solusi untuk satwa, dan penghobi hewan. Pembicara yang dihadirkan pun beragam, mulai dari dokter hewan, polisi, pelatih anjing, hingga para owners. Pria 21 tahun ini juga langsung turun ke jalan, untuk berbincang dengan anak-anak muda yang ia temui membahas isu-isu terbaru tentang satwa. (Baca: Tips Perlunya Vaksinasi pada Anjing dan Kucing)

Si Junior Milan memang sangat terinspirasi oleh ayahnya, sejak kecil ia kerap mengikuti ayahnya saat sedang menangani anjing sebagai spesialisasinya. Ia juga mencintai anjing bagaimana adanya, meski berisik, kotor, atau menjengkelkan. Ia dan ayahnya memiliki passion yang besar dengan dunia anjing.

Pada beberapa episode PET TALK yang telah ditayangkan telah menyajikan topik-topik menarik, contohnya kunjungan Andre Milan ke Mini Farm di Atlanta yang khusus memelihara hewan-hewan mini yang unik, juga episode tentang anjing bertalenta khusus yang dilatih untuk mendeteksi bom, narkotika bahkan penyakit, menakjubkan bukan?!. Disetiap episodenya selalu tersirat pesan-pesan untuk para petlovers, seperti sterilkan peliharaanmu, luangkan waktumu untuk bercanda dengan hewan kesayanganmu, dan pesan-pesan moral bagi generasi muda agar peduli dan mencintai hewan peliharaan sebagai bagian dari kehidupannya.

 

Ini Dia Anjing-Anjing yang Mendadak Jadi Konglomerat

Ini Dia Anjing-Anjing yang Mendadak Jadi Konglomerat

Daftar Anjing Terkaya dan Jumlah Kekayaannya

  1. Gunther IV (>372 juta USD)
Gunther IV

Gunther III, seekor anjing gembala Jerman, induk jantan Gunther IV, mendapat warisan dana sebesar 106 juta USD dari owner nya, seorang bangsawan berkebangsaan Jerman, Countess Karlotta Libenstein of Germany, pada tahun 1992. Kemudian, oleh bendahara sang bangsawan, uang tersebut diinvestasikan, dan hasilnya saat ini harta Gunther III telah berlipat ganda hingga 3 kali lipat. Tak ayal jika anaknya, Gunther IV terlahir sebagai anjing terkaya didunia karena ratusan juta dolar warisan induknya.

  1. Toby Rimes (80 juta USD)
Toby rimes

Anjing poodle ini jadi anjing terkaya di New York setelah mendapat warisan dari pemiliknya. Ella Wendel yang sangat mencitai anjingnya. Wendel tidak pernah menikah seumur hidupnya. Ia tinggal bersama saudara-saudaranya dengan limpahan kekayaan dari ayah mereka. Setelah semua saudara Wendel meninggal ditahun 1930, jadilah Ella Wendel hidup berdua dengan Tobby. Sepeninggal Ella Wendel, Toby resmi menjadi pewaris tunggal kekayaan keluarga Wendel, hingga saat ini kekayaan itu terus diturunkan pada keturunan Toby. (Simak: Mengenal Lebih Dekat dengan Anjing Chihuahua)

  1. Trouble (12 juta USD)
Trouble

Trouble mendapatkan kekayaan dari Leona Helmsey, master nya yang merupakan milyader pengusaha hotel di New York. Maltese Terrier ini juga memiliki seorang wali untuk mengelola kekayaannya, Alvin Rosenthal (saudara laki-laki Helmsey). Dalam kesehariannya, trouble menghabiskan dana yang fantastis, 1,3 milyar per tahun untuk perawatan, termasuk didalamnya 105 juta rupiah untuk grooming dan 15 juta rupiah untuk pakannya.

  1. Flossie (3 juta USD)
Flossie

Kecerdasan dan kesetiaan labrador kuning ini agaknya dihargai mahal oleh pemiliknya. Drew Barrymore, sangat bersyukur dan berterima kasih pada Flossie atas keberanian dan kegigihannya memperingatnya Drew saat terjadi kebakaran dirumahnya di tahun 2002. Karena itu, ia sengaja mendedikasikan rumahnya di Baverly Hills senilai 3 juta Dolar untuk Flosie. (Baca juga: Mengenal Gagahnya Anjing Rotweiller)

  1. Tina and Kate
tina dan kate

Anjing Collie satu ini beruntung diadopsi oleh Nora Hardwell yang meninggalkan rumahnya dan 5 hektar tanah di daerah Peasedown St John, dekat Bath. Hardwell meninggal sehari sebelum ulang tahunnya yang ke 90. (Baca pula: Anjing Rough Collie – Ras Anjing Gembala yang Setia)

  1. Jasper and Jason

Jasper, seekor Labrador-Doberman mix dan Jason, anjing jenis Whippet mendapat warisan dari pemiliknya, seorang pengusaha Bir, Diana Myburgh, masing-masing sebesar 50.000 USD, dana ini diinvestasikan dalam usahanya, dan sekarang telah berlipat ganda besarnya.

Nah.. bagaimana dengan anjing kesayangan anda dirumah? Sudah termasuk dalam daftar penerima warisan???.. hmm.. Anda juga dapat mencurigai anjing kesayangan milik kakek-nenek Anda telah tertulis sebagai ahli warisnya, jangan sampai anda bersaing dan melakukan tidakkan menggelikan karena harta yang tidak diminta oleh hewan-hewan menyenangkan itu. So keep calm, stay cool, and love them as a part of family.

 

 

Sapi Kembung, Bagaimana Mengatasinya?

Sapi Kembung, Bagaimana Mengatasinya?

Cara Mengatasi Sapi Kembung

PecintaSatwa.com – Kejadian kembung / tymphani pada sapi bisa menjadi fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Banyak kasus dilapangan berakhir dengan potong paksa sebagai solusi akhir untuk mengurangi kerugian, meski demikian tentu saja peternak masih sangat merugi, karena biasanya hasil penjualan sapi potong paksa berharga tidak lebih dari 10-30% dari harga normal. Apabila peternak jeli dalam pemeliharaan ternak, hal demikian dapat dihindari dan dikenali gejala awalnya, sehingga peternak tak perlu merugi karena kasus sepele berakibat fatal ini. (Simak: Merawat Pedet Sapi Pedaging)

Sapi kembung akan terlihat kurang bersemangat, gelisah, tidak nyaman, lebih banyak duduk, nafasnya cepat, jika diraba perut kirinya akan teraba seperti balon, berisi udara, berbunyi nyaring jika di ketuk ketuk, seperti pung-pung-pung atau ping, lebih jelas dengan menggunakan stetoskop. Semakin parah, akan terlihat pengembungan di perut bagian kiri lebih jelas, tepat di bagian rumennya karena adanya akumulasi gas yang membuat perut bagian kirinya melembung keatas dan samping, sapi terlihat lemah, kesulitan berdiri, tekanan pada diafragmanya akan menyebabkan sapi kesulitan bernafas dan kesakitan, akibatnya akan terjadi shock karena oksigen yang disirkulasikan berkurang, tak lama kemudian, apabila tidak diberi penanganan kemungkinan besar akan tutup usia.

Penyebab Sapi Kembung

sapi sehat tampak belakang

Kejadian kembung pada sapi, dapat terjadi karena sapi mengkonsumsi hijauan dengan kadar air tinggi, pakan yang memicu timbulnya gas dalam rumen seperti gaplek dan golongan singkong, serta keadaan sapi yang sedang menurun karena perubahan cuaca atau sebab lain sehingga sapi stress, kemudian menurun nafsu makannya, rumen dan reticulum yang kosong akan berisi gas akibat aktifitas fermentasi flora normal dalam rumen.

Apabila peternak dapat mendeteksi gejala klinis timphani sejak dini, penanganan tradisional secara mandiri terbukti ampuh untuk mengatasinya. Perternak harus mulai curiga ketika sapi sudah malas makan, dengan perut bagian kiri cenderung besar dan apabila ditekan, akan terasa seperti menekan balon atau bola berisi udara, cepat kembali ke bentuk semula / mental. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah, mengajak sapi berjalan-jalan atau lari-lari kecil selama 30-90 menit, gerakan sapi saat berjalan-jalan akan memicu pergerakandi daerah sekitar perutnya, berlanjut sapi sendawa, pengeluaran gas dari rumennya. Setelah sapi terlihat sendawa beberapa kali, beri sapi jerami kering. Pakan ini berfungsi untuk membuat sapi terus mengunyah, gerakan mengunyah juga akan merangsang sapi untuk mengeluarkan gas dari rumen.

Penanganan Sapi Kembung

Untuk kasus yang parah, dimana sapi hanya rebah dan perutnya sudah melembung besar, pertolongan medis darurat harus segera dilakukan. Dokter hewan atau paramedic setempat biasanya akan mengeluarkan kotoran dan rectum sapi, kemudian mengeluarkan gas dari rumen dengan menggunakan trocar, untuk mengurangi tekanan rumen ke diafragma yang menyebabkan sapi kolaps. Setelah itu, akan diusahakan recovery kondisi sapi, dengan menggunakan terapi cairan jika diperlukan, terapi anti kembung per-oral untuk mengembalikan keadaan lambung sapi dan terapi vitamin dan obat-obatan pendukung untuk memulihkan kondisi sapi.

Terapi diatas efektif untuk mengatasi kembung pada sapi, dengan catatan dilakukan secepat mungkin dan tidak ada komplikasi abnormalitas letak organ lainnya. Terlambatnya pertolongan diberikan akan berakibat fatal, sapi akan shock dan kolaps akibat tekanan di diafragma yang menyulitkan sapi bernafas.

Pencegahan Sapi Kembung

sapi kembung tampak belakang

Tympani dapat dicegah dengan menerapkan manajemen pakan yang baik. Hindari pemberian pakan dengan hijauan segar, baru dipotong yang masih mengandung banyak air. Usahakan memberikan pakan hijauan pada sapi lebih dari 12 jam setelah dipotong. Lebih baik hijauan diangin-anginkan terlebih dahulu di tempat yang teduh, hijauan yang dipotong pada pagi hari dapat diberikan pada sapi pada sore harinya atau esoknya, ketika kadar airnya sudah menurun dari sebelumnya. Lakukan panen/pemotongan hijauan diatas jam 10 pagi, untuk mengurangi kadar air dari embun dan kelembapan lingkungan, juga meminimalisir adanya parasit cacing dalam stadium aktif.

Selain itu, disarankan untuk berhati-hati jika ingin memberi pakan gaplek pada sapi, pastikan gaplek/atau tepung gaplek dalam keadaan kering, tidak lembab atau basah. Pakan lengkap / konsentrat yang mengandung gaplek juga diusahakan tidak lembab, karena itu lebih baik anda tidak menimbun pakan konsentrat dengan kandungan gaplek tinggi terlalu lama, lebih baik terus memproduksinya dalam jumlah sedikit namun sering. (baca: Pentingnya Susu Pengganti bagi Pedet Pedaging Baru Lahir)

Waspadai juga kondisi-kondisi lingkungan yang berpotensi menyebabkan sapi stress, seperti panas terik yang menyengat, perubahan cuaca / masa pancaroba, dan hujan lebat. sebelum terjadinya kondisi tersebut, peternak dapat memberikan vitamin anti stress pada air minum sapi, sehingga ketika cuaca ekstrim tersebut terjadi, tubuh sapi telah siap, dan resiko stress dapat ditekan, karena stress merupakan salah satu pemicu utama terjadinya berbagai macam penyakit.

Tetap jaga sapi anda dengan perhatian dan kasih sayang, agar ia terhindar dari penyakir dan anda pun sebagai peternak tidak akan stress jika harus potong paksa.

 

Penyakit Tumor Ternyata Ada di Jaman Dinosaurus

Penyakit Tumor Ternyata Ada di Jaman Dinosaurus

PecintaSatwa.com – Jika banyak orang menganggap bahwa penyakit tumor atau kanker merupakan penyakit modern akibat banyaknya bahan-bahan konsumsi tercemar ternyata tidak seluruhnya benar. Penyakit ini juga diderita oleh hewan-hewan purba yang berukuran super besar, sang legenda Dinosaurus.

Penemuan dinosaurus dengan bekas luka, patah tulang, dan bekas perkelahian lainnya sudah sangat biasa bagi arkeolog. Fenomena yang menggemparkan akhir-akhir ini adalah ditemukannya 2 tipe kanker tulang yang berbeda pada individu yang sama, yakni osteoma dan polkadot-like hemangioma pada tulang vertebrae bagian ekor. ( Baca: 8 Fakta Unik tentang Burung Merak)

Tumor tulang ini ditemukan pada Titanosaurus, keluarga dinosaurus raksasa dengan leher panjang, dan ekor panjang paleo beast. Penemuan ini termasuk penemuan yang sangat langkah dan saat ini terus dipelajari oleh para peneliti di Federal University of Rio de Jenairo Brazilia, sebagaimana yang diberitakan oleh www.livescience.com.

Selain perkembangan zoology dijaman purba, adanya 2 tipe tumor tulang yang ditemui pada Titanosaurus akan menjadi suatu informasi yang sangat penting bagi berbagai bidang keilmuan, seperti paleontologist, dan bahkan kedokteran modern.

 

Cara Tahu Umur Sapi dari Giginya

Cara Tahu Umur Sapi dari Giginya

Metode Formasi Gigi pada Sapi

PecintaSatwa.com – Sudah dikenal luas dikalangan peternak sapi dan pebisnis daging tentang metode perkiraan umur sapi melalui pemeriksaan gigi. Tanggalnya gigi susu dan tumbuhnya gigi seri permanent dapat digunakan untuk mengetahui kisaran umur sapi dengan melihat jumlah dan tingkat ke-aus-an gigi, namun apakah metode ini tepat??.

Penentuan usia sapi secara akurat dan pasti hanya dapat dilakukan melalui recording, yakni pencatatan data diri ternak mulai tanggal ia lahir dan informasi kesehatan lainnya. Hal ini tentulah sangat sulit dilakukan jika ternak yang dibeli sudah dewasa, berasal dari supplier, bukan dari peternak yang mengetahui betul kapan sapinya lahir. Karena itu perkiraan umur sapi dengan mengamati formasi gigi dapat di jadikan solusi praktis untuk mengetahui umur sapi. (

Formasi gigi Sapi

Baca: Pentingnya Susu Pengganti bagi Pedet Pedaging yang Baru Lahir)

Keakuratan metode formasi gigi memang tidak dapat dikatakan akurat dan pasti, akan tetapi metode ini cukup tepat untuk mengetahui kisaran umur sapi tersebut, bukan umur pasti sapi. Penentuan kisaran umur sapi penting untuk dilakukan dalam pemeliharaan sapi terlebih dalam skala industry, baik feedlot, breeding, maupun dairy.

Pada industri penggemukan sapi, umur sapi digunakan sebagai salah satu patokan untuk menentukan kualitas pertumbuhan dan dagingnya, sapi yang masih muda, sehat, dan tidak terlalu kurus adalah pilihan yang tepat sebagai sapi bakalan, karena tingkat pertumbuhannya sangat cepat, di masa keemasan pertumbuhan. Kecuali, untuk stock jual sapi kurban, sapi bakalan yang akan dipelihara harus sudah poel (tanggal gigi), sebagai salah satu persyaratan kurban dalam kepercayaan agama Islam.

Untuk peternakan pembibitan, biasanya sapi dara yang belum pernah beranak yang menjadi pilihan utama, dengan umur di bawah 2 tahun, untuk mempermudah penatalaksanaan program reproduksi dan rekam medisnya. sedangkan sapi-sapi tua diatas 6-7 tahun lebih sering dihindari karena diperkirakan sudah pernah beranak 3 hingga 5 kali, hal ini tentunya kurang menguntungkan bagi industry pembibitan sapi.

Beda Gigi Susu dan Gigi Permanen pada Sapi

Sebagian besar pedet (anak sapi) telah bergigi saat dilahirkan, giginya akan terus tumbuh sempurna menjadi gigi susu, gigi pertama hewan sebelum dewasa. Gigi susu berbentuk menyerupai segi lima, dengan permukan runcing di atas, dan bagian meramping kearah gusi. Gigi susu ini akan bertahan hingga umur 2 tahun, kemudian tanggal digantikan oleh gigi seri permanen. Gigi seri permanen berbentuk lebih besar hampir persegi, kokoh, kuat dan lebih halus permukaanntya dari pada gigi susu. Biasanya gigi seri permanent akan tumbuh sepasang-sepasang menggantikan gigi susu mulai dari gigi seri 1 yang terletak di bagian tengah formasi gigi, atau yang terdepan dari mulut. (Ketahui: Cara Merawat Pedet Sapi Pedaging)

Cara Mengetahui Umur Melalui Gigi Sapi

Untuk mengetahui umur sapi melalui gigi, anda perlu membuka mulut sapi, mengamati gigi nya dan membandingkan dengan gigi yang lainnya. Anda tidak dapat langsung membuka mulut sapi ketika menjumpainya, tentu saja ia akan berontak, dan satu kibasan kepalanya saja cukup membuat tangan anda keseleo, berhati hati lah.

Pertama-tama, hadling/pegang sapi dengan baik. Jika ia berkeluh hidung, pegang tali keluh hidungnya, agak ditarik sedikit hingga ia tidak berontak, cukup sedikit saja menariknya, jangan terlalu menyakitinya jika si sapi sudah menuruti kehendak Anda. Lakukan handling dengan tangan kanan, dengan kuat dan hati-hati. Kemudian dengan tangan kiri anda yang bebas, buka mulut sapi, bagian bibir sebelah bawah dan amati giginya, apakah sudah tumbuh gigi seri permanent, ataukan masih gigi kecil meruncing?? Catat pengamantan anda dan bandingkan dengan tabel indikator usia berdasarkan gigi seri permanen, jika anda tidak hafal.

Jika terlalu sulit bagi anda untuk melakukannya sendiri, karena kemampuan handling membutuhkan jam terbang yang tinggi, anda dapat menggunakan tali untuk mengikat tali keluh hidung dan menaikkan posisi kepala sapi, sehingga kedua tangan Anda bebas untuk mengamati gigi sapi. Namun ingat, ikatkan tali tersebut pada pagar atau tiang yang benar-benar kuat, hindari mengikatkannya pada ranting pohon atau kayu rapuh.

Jika cara kedua masih sulit, Anda bisa minta tolong kepada petugas kandang untuk handling sapi, dan anda bebas mengkesplorasi gigi sapi. Jangan terlalu lama mengamatinya, karena dalam keadaan di handling , sebenarnya sapi merasa sedikit sakit karena hidungnya ditarik, dia bisa saja berontak. Itu berbahaya bagi anda dan petugas kandang yang menemani anda, jadi lakukan pengamatn gigi dengan cepat dan tepat.

Kategori Indikasi Umur Sapi Berdasarkan Gigi

Setelah anda mendapatkan data jumlah gigi seri permanent yang telah tumbuh dan tingkat keausannya, Anda dapat menentukan umurnya berdasarkan kategori berikut:

  1. Gigi susu penuh, belum ditemukan gigi seri permanen = dibawah 2 tahun
  2. 2 gigi seri permanen = 2 tahun 3 bulan
  3. 4 gigi seri permanen = 3 tahun
  4. 6 gigi seri permanen = 3 tahun 6 bulan
  5. 8 gigi seri permanen = 4 tahun
  6. Gigi seri permanen tampak aus = sapi tua, lebih dari 4 tahun

Cukup sederhana bukan, silahkan anda terapkan pada ternak peliharaan anda dirumah, dan selalu berhati hati saat handling, demi keselamatan Anda dan petugas kandang Anda. Selamat Mencoba…