Mainan untuk Anjing Kesayangan

Mainan untuk Anjing Kesayangan

Apa Saja Mainan untuk Anjing Kesayangan

Bagi para pecinta satwa yang memiliki anjing kesayangan dirumah, bermain bersama hewan peliharaan merupakan aktivitas rutin yang menyenangkan. Si anjing akan menagih jika kita lupa meluangkan waktu dengannya, ekspresi antusias sambil menggigit mainan sering ia tunjukkan jika mengajak kita bermain, jika di verbalkan, mungkin ia sedang girang berteriak.. main yuuuk!!

Fungsi mainan Anjing

Mainan anjing dapat menstimulasi mental dan intelegensi seekor anjing, selain sebagai media kunyah mengunyah yang menyenangkan untuknya. Mainan hampir selalu digunakan dalam proses training, sebagai media pemicu Anjing untuk berani berekpresi dan berinteraksi dengan pemiliknya. Proses pelatihan seperti ini lah yang paling ideal untuk anjing, yakni dengan memberinya stimulasi permainan dan keceriaan untuk membuatnya memahami komunikasi, dan meningkatkan kepekaan sosialnya, sesuai dengan prinsip animal welfare. (Yuk simak: Anjing Samoyed – Si Bola Bulu Putih)

Cara memilih mainan untuk anjing

Mainan untuk anjing berbeda dengan mainan untuk anak-anak. Beberapa jenis mainan anak-anak terdiri potongan-potongan kecil yang masih dapat tertelan oleh anjing jika ia memainkannya dengan dikunyah-kunyah. Potongan mainan, seperti plastik atau kayu yang bersisi tajam dapat merobek saluran pencernaan Anjing, bahkan hingga dapat menembus dan menusuk organ dalam lainya disekitar saluran pencernaan, akibatnya dapat terjadi internal bleeding yang memicu shock pada Anjing.

Mainan bersisi tumpul pun juga masih berbahaya jika tertelan, karena dapat menyumbat saluran pencernaan anjing Anda, jika hal ini terjadi makanan yang dikonsumsi si Anjing akan tertahan dibagian tertentu, dan otomatis tidak dapat tercerna dengan baik. Oleh karena itu, selalu damping anjing anda saat sedang memainkan sesuatu, dan hidarkan dari benda-benda yang berbahaya baginya.

Anjing yang tidak sengaja menelan mainan, atau benda asing lainnya yang menganggu saluran pencernaannya, biasanya akan menunjukkan gejala muntah-muntah (berusaha mengeluarkan sumbatan), terlihat lesu dan malas makan. Waspadai hal ini dan cepat tanggap terapi jika terjadi hal tersebut.

Macam-macam mainan Anjing

Mainan untuk anjing dikategorikan berdasarkan umum dan besar tubuh anjing, sebagaimana klasifikasi berikut:

  • Untuk Anak Anjing Muda – Jenis mainan yang lembut cocok bagi tingkatan umur ini, dimana gigi nya belum tumbuh permanen. Anak anjing yang masih belia cenderung suka membuang atau menyembunyikan mainannya, jadi lebih baik anda tidak membelikannya mainan yang terlalu mahal. (Simak: Ramahnya Si Bulu Emas – Golden Retriever)
  • Untuk Anak Anjing yang Lebih Besar – Anak anjing pada umur-umur ini sangat suka menggigit gigit mainannya dan benda apapun yang ia temukan untuk bermain. jenis mainan yang awet dan kuat sangat disarankan, seperti tali temali, dan boneka karet untuk gigit-gigit. Selalu perhatikan jenis dan besar anjing anda sebelum membeli mainan, dan sesuaikan dengan besar mainan yang tidak bisa ditelan olehnya.
  • Untuk Anjing Dewasa – Meski sudah dewasa, hampir semua anjing pasti menyukai permainan. Pilih lah jenis mainan yang lebih bertekstur, berbentuk menarik, dan kuat dengan gigitan anjing dewasa yang memiliki gigi permanen utuh, seperti boneka-boneka berbahan karet atau kain yang cukup kuat

Beberapa mainan memiliki rasa tertentu, membuat anjing kesayangan kita semakin semangat untuk memainkannya. Setelah ia memiliki beberapa mainan dan sering bermain, ia akan memiliki mainan kesayangan yang selalu ia jaga atau simpan, lucu bukan!

Jika anda sudah mengetahui jenis mainan atau permainan favoritnya, coba gunakan mainan atau permainan tersebut sebagai reward special untuknya ketika anda sedang melatihnya melakukan sesuatu atau berkomunikasi dengannya.

 

Ramahnya Si Bulu Emas – Golden Retriever

Ramahnya Si Bulu Emas – Golden Retriever

Anjing Golden Retriever

PecintaSatwa.com – Masih inget serial film “Air Bud” ??, kisah seorang anak yang bersahabat dengan anjing, dan bersamanya menjadi bintang olah raga yang hebat. Anjing dalam cerita tersebut, yang biasa dipanggil Buddy selalu tampil dengan karakter baik hati dan periang. Apakah Anda tau jenis ras anjing apa itu? Dan apakah benar dia sebaik itu?? Ataukah hanya rekayasa per-film-an??, simak ulasan berikut.

Long hair dog yang fenomenal dalam film Air Bud termasuk dalam golongan anjing Gun Dog, jenis anjing ini banyak digunakan para pemburu untuk menetukan lokasi perburuan dan mengejar hewan buruan. Sifatnya yang dinamis dan suka bermain membuatnya selalu antusias untuk terlibat dalam permainan perburuan.

Sifat Anjing Golden Retriever

Golden Retriever, itulah nama Ras anjing dalam film tersebut. Secara natural, Golden memang baik hati, periang dan mudah berteman, dia sangat ceria dan suka bermain, sehingga tidak berlebihan jika banyak pengamat dog breed mengatakan bahwa tujuan utama kehidupan Golden Retriever adalah untuk bersenang senang.

Keramahan golden membuat ia mudah dekat disukai oleh orang lain, hampir selalu ia menjadi primadona di dalam rumah, siapa yang tak gemas melihat kelucuan tingkah polosnya karena itu lah golden banyak digunakan sebagai anjing penuntun, tapi sangat tidak direkomendasikan untuk menugaskan Golden sebagai anjing penjaga. Karena saking ramahnya, ia selalu positif thingking dan baik hati pada semua orang, termasuk yang harusnya dicurigai bermaksud jahat, Nah.. Anda bisa membayangkan, ketika ada orang yang ingin menyusup rumah Anda, bukannya di kejar di-gonggong-i, orang tersebut malah disambut dengan ramah dan diajak bermain oleh Golden kesayangan Anda, salah sasaran bukan???! (Simak: Kebuntingan dan Kelahiran pada Anjing)

Ciri Anjing Golden Retriever

Secara fisik, anjing Golden Retriever dapat dikenali dengan ciri-ciri berikut ini: bulu berwarna coklat keemasan, ekor panjang dan lurus, bulu halus dan tebal, telinga bertipe drop ears / menekuk ke bawah, telapak kaki bulat mirip kaki kucing, bermata coklat gelap, cermin hidung hitam dan area sekitar bibir terlihat gelap atau hitam.

Anjing Golden Retriever, digolongkan dalam kelas anjing medium secara ukuran, dengan berat badan berkisar antara 25-34 kg, dan tinggi sekitar 51-61 kg. kebanyakan berwarna coklat keemasan, akan tetapi ada satu varian warna lagi yang khas dari golden, yaitu krem cerah. Selain itu, anjing ramah asli dari Negeri Ratu Elizabeth ini dapat hidup hingga 12-13 tahun, bahkan bisa lebih apabila dirawat dengan baik dan hati-hati.

Jika Anda tertarik atau sedang memelihara Golden Retriever, Anda harus rajin-rajin membawanya jalan-jalan. Sifat dinamis energik yang dimilikinya membuat golden ingin selalu beraktivitas, Anda harus mengajaknya exercise minimal 2 jam sehari untuk membakar energy golden, jika ia jarang beraktivitas, golden akan stress dan cenderung hiperaktif di rumah.

Memilih Mainan untuk Golden Retriever

Dalam hal kepatuhan, Golder Retriever juaranya. Anda tidak perlu bersusah payah melatihnya untuk dapat komunikatif dengan Anda, karena memang anjing ini ramah, ceria, dan memiliki kemampuan bersosialisasi antar spesies yang luar biasa. Tidak masalah, Anda mau memeliharanya sejak puppy atau setelah dewasa, ia akan selalu nampak sweet, bahagia bermain bersama Anda.

Satu hal yang harus Anda perhatikan jika baru atau akan menjadikan Golden sebagai sahabat di rumah, yaitu kebiasaannya menggigit gigit barang-barang ketika bermain sendiri. Di pet shop banyak disediakan mainan-mainan untuk anjing, biasanya terbuat plastic atau karet yang aman untuk digigiti hewan peliharaan, namun Anda harus jeli dalam memilih mainan-mainan tersebut. Sesuaikan besar mainan golden dengan besar mulutnya, karena jika mainan tersebut jauh lebih kecil dari mulutnya, bisa jadi akan tertelan, hal ini lah yang sangat berbahaya untuk anjing. (Baca: Waspadai GDV pada Anjing)

Mainan atau benda asing non makanan yang tertelan akan masuk ke rongga pencernaan dan menyumbat saluran pencernaan, bisa di lambung atau di bagian usus, disebut juga sebagai corpora aliena. Akibatnya, saluran pencernaan akan terganggu, makanan tidak dapat mengalir dengan baik, metabolisme terhambat, dan Golden kesayangan Anda akan semakin lemas, kelaparan.

Anjing yang memiliki corpora aliena dalam saluran pencernaan, biasanya secara otomatis akan menunjukkan gejala muntah, atau ingin muntah sebagai respon biologis alami tubuhnya untuk menolak benda asing tersebut. Jika letak sumbatan belum terlalu dalam, masih disekitar tenggorokan, pengambilan secara manual masih berpotensi besar untuk dilakukan, namun jika sudah mencapai lambung atau usus, tidakan bedah adalah solusi yang paling efektif.

Benda asing yang tertelan akan menjadi lebih berbahaya jika memiliki sisi atau bagian yang tajam, karena sisi tersebut dapat menyobek saluran pencernaan anjing, jika hal demikian terjadi, tingkat kesembuhannya akan semakin menurun, karena terjadi pendarahan di dalam tubuh.

Oleh karena itu, sebagai owner kita harus bijak dalam memilih mainan untuk anjing-anjing peliharaan kita, khususnya untuk si Goldy. Lepas dari kehebohan dia saat bermain, Golden akan selalu dapat menyentuh hati Anda dengan keistimewaan pribadinya. Salam manis untuk semua Anjing di dunia, dan salam hangat untuk semua Owner yang diberkahi cinta kasih terhadap hewan-hewan ciptaan-Nya.

 

 

Canine Distemper pada Anjing

Canine Distemper pada Anjing

Penyebab Canine Distemper Anjing

PecintaSatwa.comCanine Distemper merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus, hingga saat ini belum ada pengobatan yang efektif untuk mengatasinya, hanya terapi supportif yang dapat dilakukan, dengan harapan stamina dan kondisi tubuh anjing dapat optimal sehingga antibody tubuhnya mampu melawan virus yang menyebar di dalam tubuh.

Canine Distemper biasanya menyerang anjing, namun beberapa spesies hewan liar ternyata juga peka terhadap penyakit ini, seperri rakun, serigala, dan golongan anjing liar lainnya. Selain itu, hewan peliharaan dirumah dan ferret dapat juga menjadi pembawa agen penyakit tanpa menyebabkan sakit pada dirinya sendiri (carriers). ( Simak: Beberapa keadaan Darurat pada Anjing)

Virus penyebab Canine Distemper termasuk kelas Morbilivirus family Paramyxoviridae, bersama dengan measles virus yang menyerang manusia, dan Rinderpest virus pada bangsa sapi. Anak anjing yang belum tervaksinasi, dan anjing dewasa yang rendah kekebalan tubuhnya lebih rentan terhadapa Canine Distemper.

Penyebaran Virus Distemper

Virus distemper menyebar melalui udara, dan menginfeksi anjing baik secara langsung maupun tidak langsung (dapat menempel, pada bedding, karpet dan lingkungan lainnya). Virus ini akan menyerang kelenjar tonsil dan kelenjar limpa, di dalamnya ia akan memperbanyak diri selama kurang lebih satu minggu, kemudian secara progresif virus-virus tersebut akan menyerang organ pernafasan, perkemihan, pencernaan dan system syaraf.

Pada kejadian penyakit yang mulai parah, akan menunjukkan gejala demam tinggi (39,7oC atau lebih), mata kemerahan, dan leleran encer dari mata dan hidung. Anjing penderita biasanya akan terlihat lemah, lethargic dan kehilangan nafsu makan. Terus menerus batuk, muntah dan diare dapat pula terjadi pada kasus ini. Pada level penyakit yang sudah menyerang system syaraf, anjing dapat menunjukkan gejala, kejang, gemetar, inkordinasi, kelumpuhan dan histeris. (Perlu juga: Waspadai Demodekosis – Parasit pada Anjing)

Telapak Kaki Menebal

Canine Distemper juga dapat menyebabkan telapak kaki anjing membesar, menebal, dan mengeras secara abnormal, sehingga penyakit ini juga disebut sebagai hard pad disease. Pada anjing atau hewan lainnya yang memiliki imunitas rendah, kematian mungkin akan terjadi setelah 2-5 minggu setelah infeksi virus.

Diagnosa dan Pengobatan Canine Distemper

Diagnosa Canine Distemper dapat dilakukan dengan pemeriksaan biokima dan analisa urin, dimana akan menunjukkan penurunan jumlah limfosit (lymphopenia). Tes serologis dapat mendeteksi adanya antibody, namun tes ini tidak dapat membedakan antibody yang timbul karena vaksinasi atau antibody yang dipicu dari paparan virus yang menginfeksi. Antigen virus kemungkinan dapat dideteksi pada sedimen urin dan vaginal imprints. Gambaran radiografi melalui X-Ray dapat digunakan untuk melihat progress virus pada paru-paru yang biasanya menyebabkan pneumonia. CT Scan dan MRI akan menggambarkan keadaan otak, dan lesi-lesi yang kemungkinan sudah terbentuk di otak dan sel syaraf penderita distemper.

Hingga saat ini belum diketahui obat penawar dari penyakit Canine Distemper. Pengobatan yang dilakukan pada penderita lebih difokuskan pada pengobatan gejala klinis yang tampak dan terapi supportif. Pada anjing yang mengalami diare atau anorexia (kehilangan nafsu makan), terapi cairan akan dilakukan untuk mestabilkan kondisi tubuhnya, begitu pula dengan terapi antibiotic juga akan diberikan untuk mencegah adanya infieksi sekunder yang dapat memperburuk keadaan penderita. Juga akan ditambahkan jenis obat-obatan yang berpengaruh untuk mencegah terjadinya konvulsi dan kejang. (baca juga: Perlunya Vaksinasi pada Anjing dan Kucing)

Pencegahan Canine Distemper

Langkah terbaik untuk menangkal penyakit Canine Distemper adalah dengan melakukan pencegahan sedini mungkin. Tindakan preventif dilakukan dengan vaksinasi rutin, dan segera melakukan isolasi pada anjing terinfeksi. Karena itu, jangan tunggu anjing anda menderita penyakit ini baru anda melakukan vaksinasi, sedini mungkin berikan pengebalan tubuh pada hewan kesayangan anda, dan terus terapkan programnya secara rutin. Semoga Anda dan anjing kesayangan Anda selalu sehat dan bahagia.

 

Anjing Samoyed – Si Bola Bulu Putih

Anjing Samoyed – Si Bola Bulu Putih

Anjing Samoyed

PecintaSatwa.com – Sahabat pecinta satwa, kali ini kita akan mengulas breed anjing jenis Samoyed. Anjing berbulu tebal, hangat sekali tampaknya jika di peluk-peluk. Terlebih dengan tempramennya yang selalu ramah seperti Golden Retriever, selalu gemas jadinya para owner mengajak bola bulu putih ini bermain main, dan mengacak ngacak bulu nya dengan sayang.

Samoyed ternyata satu kampung halaman dengan Siberian Husky, Ya!! Dia berasal dari Siberia-Rusia, kawasan dingin bersalju, tentu saja cocok dengan bulu putih Samoyed yang tebal dan hangat. Ras Samoyed mulai berkembang beberapa abad yang lalu, sebagai sahabat setia suku Samoyed yang hidup secara nomaden, anjing ini bertugas untuk menjaga rusa kutub sekaligus sebagai anjing penarik kereta luncur.

Ciri Khas Anjing Samoyed

Tipe wajah senyum dan keramahannya menjadikan Samoyed anjing favorit keluarga, hingga tak hanya warga Siberia saja yang mencintainya, namun juga semua pecinta anjing di berbagai penjuru dunia, lebih lebih saat kepopulerannya melejit saat mulai sering dilakukannya explorasi kutub oleh para penjelajah dan peneliti. Pada tahun 1800an, Samoyed mulai banyak dibawa ke Inggris, satu dekade setelah itu Samoyed pertama kali terlihat di United States. (Baca: Ras Anjing ini Titisan Leluhur atau Lambat Berevolusi?)

Secara fisik, Samoyed dapat tumbuh hingga sekitar 46-56 cm, dengan berat normal 16 – 30 kg, dan dapat hidup hingga 12 tahun bahkan lebih jika diperlihara dengan baik dan hati-hati. Samoyed membutuhkan exercise dalam jumlah besar, lebih dari 2 jam sehari, ia termasuk jenis anjing yang energik. Di sisi lain, Samoyed juga merupakan ras anjing berbulu cantik, berwarna putih bersih keperakan, ia membutuhkan grooming dengan intensitas tinggi, 1 – 2 hari sekali. Secara psikis, sifat baik hati Samoyed membuat ia menjadi anjing yang cukup mudah dilatih, sedikit kesabaran yang diberikan seoraang pelatih atau owner berpengalaman akan membentuk karakter anjing ini semakin kuat, baik hati dan senang membantu pekerjaan manusia.

Anjing Samoyed Suka Berteman

Siapa yang tidak tersentuh melihat senyum Samoyed, sifatnya baik hati dan pemaaf, benar saja jika ia selalu diinginkan. Hal penting yang harus diperhatikan saat Anda memelihara Samoyed adalah jangan biarkan ia kesepian, Samoyed merupakan anjing dengan tingkat sosialisasi yang tinggi, ia suka berteman dengan manusia, dan anjing lain, jadi usahakan anda telah memelihara anjing-anjing baik hati sebelum memelihara Samoyed, atau pelihara sepasang atau satu koloni Samoyed, pasti rumah anda akan ramai dan ceria. Jika tidak demikian, Samoyed yang kesepian, bosam dan murung, akan cenderung bertingkah nakal, ia akan selalu mencoba kabur dari rumah, menggali nggali berlebihan dan berusaha melewati pagar, ia pun rindu pertemanan. (Cerita: Rough Collie – Anjing Gembala yang Setia)

Secara normal, Samoyed akan mengalami rontok bulu setahun sekali, kadang-kadang terlihat parah. Sebagai master, anda harus memberi perhatian lebih saat ia mengalami hal ini, selalu perhatikan tingkat stress yang terjadi padanya, jika stress terjadi berlebihan hingga menurunkan nafsu makan dan memperburuk kondisi kesehatannya, segera konsultasikan hal ini pada dokter hewan pribadi anda. Lebih disarankan, anda memelihara anjing ras Samoyed di kawasan pegungungan yang sejuk hingga dingin, dia pasti menyukainya. Jika anda sudah memilikinya di daerah kota dengan suhu cukup panas, dianjurkan anda menempatkannya di dalam ruangan berpendingin udara, dan lakukan exercise pagi hari saat suhu masih sejuk, matahari belum terlalu terik.

 

Beberapa Keadaan Darurat pada Anjing

Beberapa Keadaan Darurat pada Anjing

Apa Saja Keadaan yang Berbahaya untuk Anjing Anda

PecintaSatwa.com – Banyak kejadian yang takterduga dapat terjadi kapanpun pada anjing kesayangan anda. Usahakan untuk selalu bersikap tenang dan berkepala dingin dalam mengambil keputusan. Pastikan Anda memiliki nomor telepon dokter hewan pribadi Anda, dan jika terjadi kasus darurat hubungi dokter hewan tersebut sebelum anda berangkat menemuinya bersama anjing Anda, karena biasanya dokter hewan akan memberikan arahan pertolongan pertama sebelum dibawa ke rumah sakit hewan atau klinik, atau bisa jadi anda direkomendasikan ke rekan dokter hewan tersebut karena beliau sedang berada diluar kota.

Beberapa hal berikut ini adalah keadaan darurat yang paling sering terjadi pada anjing:

  1. Luka terbuka, bisa terjadi karena ia terjatuh atau berkelahi dengan anjing lainnya. Jika luka tersebut terlihat menganga dan kotor segera cuci dengan air bersih dan desinfektan, jika memungkinkan lakukan pembalutan luta, namun hati-hati karena rasa sakitnya, anjing Anda mungkin akan menggigit. Setelah itu segera konsultasikan ke dokter hewan untuk mendapatkan jahitan jika diperlukan atau pembalutan luka yang lebih efektif.
  1. Kecelakaan lalu lintas. Jika anjing anda tertabrak kendaraan bermotor segera angkat dari jalan raya dan berilah pertolongan. Perdarahan di organ dalam mungkin dapat terjadi tanpa terlihat adanya darah ditubuhnya. Selain itu, tekanan, pergeseran, retak dan patah tulang harus diperhatikan, apabila hal ini terjadi, angkat hati-hati anjing anda di letakkan diatas handuk atau tumpukan kain yang empuk, gendong ia dengan tetap bersama handuk tersebut hingga ke rumah sakit hewan untuk menjalani perawatan serius seperti pembedahan darurat.
  1. Kolaps, banyak hal yang menyebabkan terjadinya kolaps dan shock, bisa karena keadaan neurologis, pernafasan, tulang, maupun kardiovaskular. Segera hubungi dokter hewan terdekat. (Baca pula: Waspadai GDV pada Anjing)
  1. Kejang. Biasanya kejang pada anjing terjadi mendadak, ketika anjing anda yang semula terlihat fit tiba-tiba ambruk di satu sisi tubuhnya, bergetar kakinya dengan gerakan yang tak beraturan, hingga kehilangan kesadaran. Apabila hal ini terjadi, usahakan hal-hal berikut ini:
  • Pindahkan benda-benda tajam atau keras disekitarnya
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Jangan sentuh atau jangan berikan apapun ke mulutnya, bisa jadi ia akan menggigit anda
  • Letakkan anjing anda ditempat yang teduh, tidak terpapar sinar matahari langsung
  • Hubungi dokter hewan terdekat, atau jika memungkinkan segera larikan anjing anda ke rumah sakit hewan secepatnya.
  1. Keracunan. Obat-obatan manusia yang diberikan tanpa resep dokter hewan dapat berbahaya bagi anjing anda. Tumbuhan dan beberapa makanan manusia juga bisa peka dengan anjing seperti cokelat, bawang putih, tomat hijau, jika anda melihat anjing anda memakannya segera bawa dia ke dokter hewan, atau jika terlihat gejala keracunan seperti muntah, lemas, atau kejang, jangan menunggu terlalu lama untuk menghubungi dokter hewan pribadi anda.
  1. Muntah atau diare Anjing dewasa yang biasa makan dalam porsi banyak, mungkin sekali-sekali akan terlihat muntah karena kekenyangan, juga saat musim pancaroba biasa terjadi diare ringan yang bisa normal dengan sendirinya dalam sehari. Namun, apabila muntah terjadi berkali kali, atau terlihat respon muntah pada anjing namun tidak mengeluarkan apapun, anda patut untuk mencurigainya. Begitu juga dengan diare yang terjadi terus-menerus dengan konsistensi feses cair, hal ini sangat berbahaya bagi anjing anda. Diare dan muntah berlebihan akan berlanjut pada kondisi dehidrasi, semakin parah akan berlanjut pada shock karena cairan tubuh berkurang, sirkulasi terhambat dan pasokan oksigen diseluruh tubuh berkurang. (Simak juga: Alergi makanan pada Anjing dan Kucing )
  1. Kesulitan buang air kecil. Kasus ini lebih banyak terjadi pada anjing jantan, terlebih yang biasa mengkonsumsi dog food kering tanpa imbangan air yang cukup. Biasanya anjing akan terlihat kesakitan  dan merejan saat pee, atau pada air seni nya terlihat kecokelatan dan bercampur dengan darah. Keadaan ini bisa jadi merupakan gejala cystititis, radang pada saluran perkemihan dan terjadi penyempitan. (Perlu Anda tau: 5 Tanda Cacinganpada Hewan)
  1. Gangguan pernafasan. Waspadai jika nafas anjing terdengar begitu kasar, berat, tidak beraturaran, batuk berlebihan, dan sesak nafas. Gangguang pernafasan dapat terjadi akibat adanya benda asing dalam saluran pernafasan, reaksi alergi, atau penyakit pada jantung dan paru-paru. Kasus ini sangat berbahaya dan mengancam keselamatan anjing anda.
  1. Cedera mata, memang tidak mengancam jiwa secara langsung, namun gangguan pada mata sangatlah progressif jika tidak ditangani secepatnya, akan mengakibatkan kebutaan dan rusaknya organ mata. Gejala klinis yang dapat anda lihat sebagai berikut: memerah, air mata yang mengalir terus menerus, adanya sekret, pembengkakan, bola mata terlihat menonjol atau mundur cekung tidak normal, kelopak mata terbuka atau tertutup terus. Meski hanya karena benda asing pada mata,perlukaan dan kerusakan kornea dapat terjadi.
  2. Gigitan hewan berbisa / allergic, berhati hatilah jika anjing anda suka bermain disemak-semak, dimana banyak hewan berbisa seperti ular atau lebah berkeliaran. Tanda gigitan berbisa biasanya tampat adanya kebengkakan dibagian tertentu atau seluruh tubuh anjing, jika racun ini berkerja mengikuti sirkulasi darah, reaksi alergi dan shock mungkin akan terjadi dengan cepat, tiba-tiba dan progressif. Selalu waspadalah dan pastikan anda memiliki kontak dokter hewan terdekat yang sewaktu-waktu dapat anda hubungi untuk memberi pertolongan pada anjing kesayangan anda.

 

Waspadai GDV pada Anjing

Waspadai GDV pada Anjing

Apa itu GDV?

PecintaSatwa.comGastric Dilatation and Volvulus (GDV), umumnya disebut sebagai kembung atau torsio lambung, dimana lambung anjing memutar dan terbalik sehingga menyebabkan pembesaran lambung yang berisi udara. Terkadang memang terdapat kasus pembesaran lambung berisi gas pada anjing tanpa disertai torsio, atau kembung (saja).

Apakah GDV berbahaya?

Tentu saja, GDV merupakan penyakit darurat non traumatic yang paling serius pada anjing, dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu cepat. Hampir dapat dipastikan 100% kasus ini menyebabkan kematian pada anjing jika tidak ditangani dokter hewan. Apabila masih sempat ditangani tenaga medis professional, kemungkinan sembuhnya pun hanya berkisar 10-18%

Apa sih penyebab GDV?

Berputarnya lambung anjing

Hingga saat ini belum dapat diketahui penyebab GDV secara akurat. Dari kasus-kasus di lapangan, Gejala GDV terlihat setelah 2-3 jam setelah makan atau minum dalam jumlah besar diikuti dengan exercise/latihan berlebihan atau tingkah laku anjing yang over excited sehingga cenderung selalu hiperaktif. Jumlah makanan yang berlebihan akan membawa beban berat pada lambung, didukung dengan gravitasi bumi, sehingga otot lambung secara otomatis akan meregang (melar) mengimbangi beban dibawahnya. Aktivitas berlebihan dengan kondisi lambung berat dan melar akan menyebabkan gerakan lambung seperti ayunan, gerakan yang terlalu keras berakibat pada berputarnya lambung hingga 360o, melintir. Hal ini lah yang menyebabkan GDV, lambung akan tersumbat, membesar dan berisi udara, kemudian menekan diafraghma, mempersulit pernafasan anjing, menekan kerja jantung dan menghambat sirkulasi, akibatnya akan terjadi shock karena kurangnya pasokan oksigen diseluruh tubuh. (Baca: Kesulitan Melahirkan pada Anjing)

Adakah breed-breed tertentu yang peka GDV?

Sebenarnya GDV dapat terjadi pada semua anjing, namun pada anjing ras besar GDV lebih sering terjadi, seperti Anjing Gembala Jerman / German Sherped Dog, Doberman, Great Danes, dan Setter. Resiko terjadinya GDV akan meningkat seiring dengan bertambah umur anjing dan cenderung pada anjing ras murni.

Gejala apa sajakah yang dapat terlihat pada GDV?

Beberapa gejala awal GDV dapat anda amati secara langsung, seperti adanya perubahan tingkah laku, anjing cenderung diam, terengah engah, nafas berat, air liur mengalir terus (ngiler), dan adanya reaksi muntah baik disertai keluarnya cairan atau tidak. Jika anda melihat tanda-tanda seperti ini, coba raba perut anjing anda, biasanya akan terabamembesar dan menegang, gusi nya memucat, detak jantungnya cepat. Anjing anda sedang koma!, segera hubungi tenaga medis terdekat.

Terapi apa yang dapat dilakukan untuk GDV?

Karena GDV adalah kasus darurat, tidak banyak hal yang dapat anda lakukan dirumah, oleh sebab itu segera larikan anjing anda ke rumah sakit hewan atau klinik hewan terdekat. Terapi cairan akan segera dilakukan untuk menstabilkan kondisi shock anjing, juga akan dilakukan gastric decompression untuk mengurangi tekanan gas dalam lambung. Jika kondisi anjing anda terus membaik, tidakan bedah akan segera dilakukan untuk mengembalikan posisi lambung ke posisi normalnya didukung dengan gastropexy. Selain itu kondisi organ dalam lain juga akan diperiksa oleh dokter bedah, biasanya organ limpa ikut terpelintir dan rusak, sehingga harus diangkat. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan darah, penderita GDV umumnya mengalami permasalahan pembekuan darah dan ketidak teraturan detak jantung. (Perlu Anda Tau: Mengapa Pyometra terjadi pada Hewan Kesayangan Anda)

Bagaimana mencegah GDV?

Pastikan anjing anda tidak mengkonsumsi makanan secara berlebihan, lebih baik anda mengatur jam makannya dengan metode makan sedikit-sedikit tapi sering, jangan sekaligus makan dengan porsi banyak dalam satu waktu. Dan juga hindari melakukan exercise setelah makan, tunggu sekitar 1-2 jam sebelum mengajaknya jalan-jalan. Apabila anjing anda cenderung hiperaktif, kandangkanlah sebentar setelah ia makan.

Selalu jaga kesehatan anjing anda dan jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter hewan perihal kondisi anjing kesangan anda.

 

Kesulitan Melahirkan pada Anjing

Kesulitan Melahirkan pada Anjing

Penyebab Kesulitan Melahirkan pada Anjing

PecintaSatwa.com – Kasus distokia atau kesulitan melahirkan pada anjing, berpotensi besar terjadi pada anjing kesayangan anda, terlebih jika perkawinan anjing tidak dipantau oleh pemilik, bisa saja anjing Anda kawin dengan anjing ras yang lebih besar darinya. Besarnya janin / fetus karena ras campuran antara induk betina yang kecil dan induk jantan yang besar sering menjadi penyebab distokia. Distokia banyak disebabkan oleh beberapa berikut ini: ukuran fetus yang lebih besar dari rongga panggul induk, ukuran panggul induk yang lebih kecil dari seharusnya, tidak terjadinya peragangan serviks / leher rahim induk saat proses kelahiran, mal-posisi fetus, inersia uteri dan kepekaan ras tertentu. (simak: Tips perlunya Vaksinasi pada Anjing dan Kucing)

Golongan brachycephalic breed seperti Bulldog, Pug, dan Boston Terrier beresiko tinggi terjadi distokia karena bentuk kepalanya yang besar dan ukuran bahu anak anjing yang lebar. Karena itu kebanyakan pemilik anjing ras-ras tersebut biasanya menjadwalkan operasi Caesar untuk anjingnya. Gejala klinis distokia dapat diketahui berdasarkan pengamatan para owners ketika anjingnya melahirkan, meliputi beberapa hal berikut ini:

  • Terjadi 30-60 menit kontraksi kuat, namun tidak tampak keluarnya anak anjing
  • Masih terdapat anak anjing didalam kandungan, namun lebih dari 4-6 jam setelah kelahiran anak sebelumnya, belum terjadi kelahiran kembali.
  • Terdapat tanda-tanda akan melahirkan, akan tetapi hingga 24 jam belum terjadi kelahiran, hingga suhu badan anjing turun dibawah kisaran normal.
  • Kebuntingan lebih dari 70 hari dari perkawinan, tanpa diikuti dengan tanda-tanda akan melahirkan.

Apabila hal tersebut diatas terjadi, segeralah berkonsultasi pada dokter hewan pribadi anda, dan secepatnya melarikan anjing anda ke rumah sakit hewan atau klinik hewan terdekat. Dalam penanganan medis veteriner, akan dilakukan pemeriksaan fisik termasuk perabaan dan pengamatan vaginal. X-ray dapat dilakukan untuk mengetahui jumlah fetus yang masih terdapat di kandungan induk, posisi fetus, dan ukuran fetus dibandingkan dengan rongga panggul induknya. (Baca: 7 Tanda Hewan Sehat – Owner Wajib Tau)

Operasi cesar anjing

Pada kasus anjing distokia, yang tidak disertai dengan abnormalitas pada ukuran fetus, posisi dan luas rongga panggul induk, sehingga kemungkinan masih dapat melalui saluran kelahiran normal, terlebih dahulu akan dicoba insiasi kelahiran normal dengan melakukan induksi. Dalam keadaan ini, dokter hewan juga akan memberikan terapi cairan infuse untuk mendukung kondisi induk. Jika dua kali induksi telah dilakukan dengan jarak tertentu masih belum dapat memicu kelahiran, maka akan dilakukan section caesaria atau operasi sesar. Begitu pula dengan induk anjing yang dari pemeriksaan awal sudah terdiagnosa adanya abnormalitas atau induk sudah terlalu lemah, maka akan langsung dilakukan operasi Caesar. Operasi cesar anjing dapat berlangsung 1-3 jam, tergantung tingkat kesulitannya, yang dipengaruhi oleh keadaan fisik anjing, umur, breed, dan besarnya anjing. (Baca: Masa Kebuntingan dan Kelahiran Anjing)

Kemampuan hidup anak anjing yang dilahirkan dengan metode Caesar pun tidak dapat diprediksi dengan akurat, tergantung dari seberapa cepat owner membawa anjingnya ke klinik setelah tanda distokia muncul, seberapa kuat kondisi induk untuk bertahan, dan lemah tidaknya keadaan fetus didalam kandungan. Karena selama proses perejanan terjadi, setiap kontraksi akan mengakibatkan tekanan pada pernafasan fetus. Sebenarnya hal tersebut normal, akan tetapi, jika terjadi terus menerus dalam waktu lama selama terjadinya distokia, dapat mengakibatkan respiratoric stress yang dapat berakibat fatal bagi fetus didalam kandungan. (Perlu tau: Hewan kesayangan tidak mau makan, normal atau sakit?)

Kelahiran anak anjing merupakan peristiwa yang membahagiakan, sekaligus menegangkan. Bagi para owner yang baru pertama kali memelihara anjing, hendaknya melakukan pemeriksaan kebuntingan secara berkala ke rumah sakit hewan / klinik hewan terdekat dan jangan ragu untuk terus berkonsultasi dengan dokter hewan perihal persiapan kelahiran dan pelajari langkah darurat apa saja yang harus dilakukan jika muncul tanda-tanda distokia. Jangan tunda membawa anjing anda ke klinik jika dirasa ada hal yang tak wajar selama proses kelahirannya, demi keselamatan anjing kesayangan anda dan anak-anaknya. Karena mereka adalah  kehidupan ciptaan Tuhan, yang bersamanya ditumbuhkan kasih sayang dalam hati kita.

 

Kebuntingan dan Kelahiran pada Anjing

Kebuntingan dan Kelahiran pada Anjing

Masa Kebuntingan Anjing

PecintaSatwa.com – Setelah perkawinan dan terjadinya fertilisasi, anjing betina akan mengalami kebuntingan selama rata-rata 63,2 hari. Hari perkiraan lahir sulit ditentukan dengan akurat karena periode birahi / lups anjing yang cukup lama, kecuali jika dilakukan perkawinan terprogram disertai dengan catatan lengkap. Perbedaan jenis ras anjing juga mempengaruhi lamanya masa kebuntingan, paling cepat 57 hari dan paling lama 72 hari tergantung breednya.

Breed Durasi Kebuntingan (Hari)
Rata-Rata Kisaran
Boxer 63,5 56-71
Doberman 62,8 58-71
Great Dane 62,6 59-69
Fox terrier, wire-haired 62,6 55-72
Dachshund, smooth haired 62,5 55-71
Scottish Collie 62,4 56-72
Cocker spaniel 62,4 56-69
German short-haired pointer 62,3 57-71
German weird-haird pointer 62,2 56-71
Jack russel (ratter) 62,1 55-70
Alsatian 62,1 54-72
Poodle, medium size 61,8 54-68
Poodle, miniature 61,6 57-69
Poodle, large 61,5 54-70
Pekinese 61,4 54-72

By: Smiith FO, 1984

Selama kebuntingan, tubuh induk akan mengalami beberapa perubahan signifikan yang dapat diamati oleh owner, yaitu: bertambahan berat badan sekitar 22-55% karena perkembangan kandungan dan janin didalamnya, ambing induk akan membesar pada paruh kedua masa kebuntingan, dan pembesaran bagian perut induk hingga akhir kebuntingan, juga akan teraba adanya janin dan gerakan didalamnya. (Simak pula: Mengapa Pyometra terjadi pada Hewan Kesayangan Anda)

Pemeriksaan Kebuntingan Anjing

gambaran x-ray radiologi anjing bunting

Pemeriksaan kebunting pada anjing dapat dilakukan 25-30 hari setelah perkawinan dengan menggunakan ultrasonography (USG) yang sudah umum dimiliki rumah sakit hewan dan klinik hewan disekitar Anda. USG akan mendeteksi adanya fetus dalam kandungan termasuk dengan keadaan organnya secara umum, seperti detak jantung dan gerakan fetus, jumlah fetus yang dikandung sulit diitentukan dengan menggunakan USG, akan tetapi umur kebuntingan dapat diprediksi cukup akurat, mengacu pada diameter kepala fetus, sehingga dapat ditentukan tanggal kisaran lahirnya. Sedangkan untuk menentukan jumlah fetus yang dikandung dapat dilakukan pemeriksaan menggunakan x-ray di sepertigaterakhir masa kebuntingan. Sebelum melakukan pemeriksaan tersebut sebaiknya anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter hewan untuk menentukan status kesehatan anjing kesayangan anda.

Tanda-Tanda Kelahiran

Menjelang kelahiran, anjing betina akan menunjukkan perubahan tingkah laku yang dapat anda amati sebagai indikator untuk melakukan persiapan kelahiran, perubahan tingkah laku tersebut meliputi:

  • Anjing terlihat mulai membuat sarang dengan mengumpukan kertas-kertas, kain, dan barang-barang lain disekitarnya
  • Aktifitasnya tidak terlalu lincah, lebih banyak istirahat
  • Beberapa anjing tampak memutari kaki meja atau atau kursi hingga kelelahan dan mengubah posisi
  • Cenderung mencari tempat yang sepi, gelap dan tenang
  • Bagian alat kelaminnya terlihat bengkak dan keluar lendir lengket.

Apabila anda melihat gejala-gejala tersebut segera tempatkan anjing anda dalam box melahirkan atau pada tempat yang telah anda persiapkan, sebaiknya berupa handuk atau tumpukkan kain yang empuk dan hangat, sehingga ia merasa nyaman, jauhkan dari keramaian, dan hindarkan ia dari orang-orang yang tidak dikenalnya. Terus temani anjing anda saat melahirkan dan waspadalah jika terjadi gangguan. Apabila anda tidak berpengalaman melihat anjing melahirkan, atau khawatir dengan keadaannya, Anda lebih baik mengantarkan anjing Anda ke klinik hewan terdekat. (Baca juga: Terapi Anti Kutu, Pentingkah??)

Secara normal, anjing akan menjilati anak-anaknya setelah dilahirkan, kemudian ia akan menjilati dirinya sendiri dan kembali merawat anaknya, hubungan tali pusar dan plasenta akan diputus dengan gigitan induknya.

 

Terapi Anti Kutu, Pentingkah???

Terapi Anti Kutu, Pentingkah???

Masalah Kutu pada Anjing dan Kucing

PecintaSatwa.com – Masalah kesehatan pada hewan kesayangan dirumah seperti anjing dan kucing, yang seringkali dijumpai adalah penyakit Kutuan, infestasi ektoparasit seperti pinjal, tungau dan caplak, hal ini tentu saja sangat menjengkelkan bagi owner dan tentu saja bagi hewan yang kita pelihara. Adanya ektoparasit di kulit hewan dapat menyebabkan rasa gatal yang sangat, ruam-ruam, perlukaan karena gigitian parasite dan garukan, kerontokan bulu, anemia akibat sel-sel darah banyak dihisap parasite, hingga timbulnya gejala penyakit parasite darah, karena beberapa spesies ektoparsit membawa jenis parasite darah dalam yang ditularkan ke tubuh anjing/ kucing melalui gigitan. (Pelajari: Alergi Makanan pada Anjing dan Kucing)

Anjing atau kucing yang terinfestasi ektoparasit biasanya terlihat tidak tenang, cenderung gelisah, tidak nyaman, terus menerus menggaruk bagian yang gatal, dapat pula menggigiti tubuhnya sendiri yang terkadang malah melukai kulitnya hingga berdarah darah. Rasa tidak nyaman ini secara otomatis akan mengurangi nafsu makan hewan karena ia lebih fokus dengan rasa gatalnya. Apabila jumlah kutu pada bulu hewan sangat banyak dan telah menyerangnya dalam kurun waktu cukup lama, anjing atau kucing tersebut akan terlihat lemas, tidak bersemangat, kadang hingga demam, sebagai gejala anemia / kekurangan sel darah merah, akibat konsumsi ektoparasit.

Ketika anda menemukan hewan kesayangan anda mulai berkutu, tampak terus-menerus menggaruk tidak nyaman, segera lakukan tidakan terapi, diantaranya adalah dengan memandikannya, terapi injeksi anti kutu oleh dokter hewan, dan kontrol kebersihan rumah dan lingkungan.

Terapi Kutu pada Anjing dan Kucing

Memandikan dengan shampoo antikutu, dapat anda lakukan sendiri di rumah, juga dapat anda lakukan di klinik hewan atau pet shop yang melayani grooming. Jika anda ingin memandikannya sendiri dirumah, pastikan anda membeli shampoo di klinik hewan atau petshop yang terpercaya untuk menghindari produk palsu, karena saat ini telah banyak beredar ragam shampoo antikutu dengan kemasan yang sekilas mirip produk premium, namun ternyata produk palsu, dengan efek terapi minimal. Anda pun harus jeli, karena tidak semua produk palsu berharga murah dengan kemasan tidak meyakinkan. Gunakan sampo tersebut sesuai indikasi pemakaian, jangan terlalu berlebihan dan hindari terkena mata, hidung, mulut, dan bagian dalam telinga hewan kesayangan anda. (Simak: 7 Tanda Hewan Sehat)

Terapi anti kutu dapat anda minta di rumah sakit hewan atau klinik hewan terdekat dengan pengawasan tenaga medis professional berpengalaman. Dokter hewan biasanya akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan secara general, dan memastikan hewan tersebut cukup sehat untuk diinjeksi obat anti kutu. Jika hewan kesayangan anda adalah seekor anjing, pastikan ia bukan anjing ras Collie atau mixbreed keturunan Collie, karena jenis anjing ini sangat sensitif dengan obat anti kutu yang biasa digunakan di klinik hewan. Apabila diketahui bahwa penderita adalah anjing collie atau keturunannya, maka dokter hewan akan melakukan terapi khusus yang berbeda dengan terapi pada jenis breed anjing lainnya.

Obat Anti Kutu

Obat anti kutu akan langsung bekerja dengan menyebar keseluruh tubuh melalui aliran darah dan membunuh ektoparasit pada kulit dan rambut hewan, tanpa menyebabkan efek yang berarti bagi hewan itu sendiri. Kutu-kutu akan mati kaku karena menghisap darah hewan mengandung obat anti kutu yang khusus meracuni kutu tersebut. Esoknya anda dapat melihat kutu-kutu mati yang masih berada di rambut anjing atau kucing tersebut. Untuk mendapatkan hasil maksimal, pengobatan ini perlu diulang sekitar 10 hari setelah injeksi pertama, karena pada terapi yang pertama, ektoparasit yang terbunuh adalah kutu-kutu dalam stadium dewasa dan nimfa. Kutu pada stadium telur baru akan teratasi pada penyuntikan kedua, 10 hari kemudian, saat mereka telah menetas menjadi nimfa, sebelum sempat bereproduki atau bertelur. Saat ini juga sdh terdapat jenis obat kutu tetes kulit, hak anda sebagai owner untuk memilih mana terapi terbaik untuk hewan kesayangan anda berdasarkan pengalaman dan rekomendasi rekan, kerabat atau dokter hewan pribadi.

Setelah terapi mandi dan injeksi antikutu anda lakukan, nampaknya anda belum dapat bersantai. Masih ada satu hal lagi yang harus anda kerjakan, kerena merupakan salah satu kunci keberhasilan terapi sebelumnya, yaitu bersih-bersih. Meskipun tubuh anjing/kucing telah bebas kutu, penyakit ini sewaktu waktu dapat timbul kembali jika rumah dan sekitar tempat tinggal tidak dihapus hamakan. (Baca: Hewan Kesayangan Tidak Mau Makan – Normal atau Sakit??)

Pencegahan dan Pembersihan Kutu

Ektoparasit seperti pinjal, tungau atau caplak, hidup dan berkembang biak pada tubuh hewan sebagai hostnya dengan mengkonsumsi darah, akan tetapi sewaktu-waktu koloni parasite ini dapat keluar dari host, menempel pada alas tidur hewan, karpet, sofa, rumput dan benda lainnya untuk melakukan migrasi ke hewan lainnya, inilah salah satu metode penularannya disamping kontak langsung dengan tubuh penderita. Karena itu wajib dilakukan pembersihan secara menyeluruh pada rumah dan sekitarnya untuk mencegah kasus serupa. Cuci kandang, alas tidur dan karpet yang biasa ditiduri anjing/kucing dengan detergen, pel/semprot lantai, benda dan daerah sekitar kandang dengan desinfektan, lakukan hal ini dengan rutin, karena meski hewan kesayangan anda telah bersih dari ektoparasit, parasite-parasit masih dapat hidup dan menyebar dimana-mana terutama pada lingkungan yang kurang bersih.

 

Alergi Makanan pada Anjing dan Kucing

Alergi Makanan pada Anjing dan Kucing

Penyebab Alergi pada Anjing dan Kucing

PecintaSatwa.com – Anjing Anda terlihat gatal-gatal? Tidak tenang? Ruam-ruam merah pada kulitnya? Rontok bulu? Akan tetapi Anda tidak melihat adanya kutu atau lesi jamur?, bisa jadi hewan kesayangan Anda sedang mengalami alergi makanan. Tidak hanya manusia, anjing dan kucing pun dapat mengalami gejala alergi pada kulitnya akibat mengonsumsi makanan alergenik.

Kejadian alergi makanan pada hewan kesayangan sebenarnya tidak begitu banyak terjadi, hanya sekitar 10% dari kasus alergi lainnya, tapi termasuk penyebab alergi terbesar pada anjing setelah gigitan kutu, dan kasus alergi dari udara. Kejadian alergi makanan dapat terjadi karena sistem imun tubuh sensitif terhadap partikel-partikel kimia yang dikandung makanan tersebut, sel imun akan menganggapnya sebagai benda asing yang berbahaya bagi tubuh, sehingga muncul reaksi imunologi berbentuk gejala-gejala alergi. Partikel kimia dalam tubuh yang memicu alergi (alergen) tersebut dapat berupa jenis protein spesifik dalam makanan atau dapat pula berupa residu zat-zat kimia yang diberikan saat produksi bahan makanan, seperti residu pestisida dalam sayur dan buah, atau residu obat dan hormon dalam daging. ( Simak: Siberian Husky – Sang Pengembara Salju )

Alergi dapat terjadi baik pada anjing maupun kucing, jantan maupun betina. Belum ada laporan mengenai keterkaitan kasus alergi dengan breed tertentu. Reaksi alergi terjadi paling muda pada hewan berumud 5 bulan dan paling tua pada hewan berumur 12 tahun.

Gejala Alergi pada Anjing dan Kucing

Ruam merah pada kulit

Alergi makanan berbeda dengan food intolerance, meski gejala klinis kedua kasus tersebut terjadi tidak berselang lama setelah mengkonsumsi jenis makanan tertentu. Pada kejadian alergi, hewan akan menunjukkan gejala seperti gatal-gatal, rontok dan masalah kulit lainnya, setiap hewan dapat memiliki gejala awal yang berbeda, pada beberapa kasus dapat juga terjadi reaksi muntah hingga sesak nafas dan anaphilatic shock, gejala demikan merupakan keadaan darurat dan berbahaya. Pada kasus food intolerance gejala yang terjadi lebih menuju organ pencernaan hewan, seperti muntah dan diare tanpa disertai gejala klinis pada kulit, seperti halnya pada manuasia yang mengalami food intolerance dengan susu atau makanan pedas akan mengalami diare. (Cerita: Anjing Basenji – Anjing yang tidak dapat Menggonggong)

Dari beberapa penelitian, terdapat beberapa jenis makanan yang paling sering menyebabkan alergi makanan pada anjing, seperti daging babi, daging sapi, susu dan olahannya, ayam, telur ayam, daging domba/kambing, ikan, jagung, gandum dan kedelai. Bahan-bahan makanan tersebut merupakan bahan dasar pembuatan commercial dog food, Anda tidak perlu terlalu khawatir, karena tidak semua jenis bahan tersebut peka terhadap hewan kesayangan Anda. Terjadinya alergi tergantung pada kepekaan hewan terhadap bahan makan tersebut yang berhubungan dengan sistem imunnya, juga dari banyaknya bahan yang digunakan. Alergi makanan memang bersifat sangat individual.

Reaksi Alergi Makanan pada Anjing dan Kucing

Alergi makanan dapat dikenali dengan melihat makanan apa yang dimakan oleh anjing atau kucing Anda sebelum terjadinya reaksi alergi, biasanya berupa jenis makanan baru yang jarang atau baru pertama kali diberikan pada hewan tersebut, dan apabila pemberian makanan tersebut dihentikan, maka berangsur-angsur gejala alergi akan berkurang. Prinsipnya, gangguan kesahatan karena alergi akan membaik ketika paparan zat alergi (alergen) dihindarkan.

Pada beberapa kasus alergi makanan dapat tiba-tiba muncul, contohnya beberapa bulan yang lalu seekor anjing tidak mengalami alergi saat mengkonsumsi daging ayam, tapi saat ini dia menjadi sensitif dengan daging ayam. Hal tersebut dapat terjadi tergantung dengan kondisi imunitas tubuh dan adanya bahan campuran atau residual yang terkandung pada daging ayam saat ini, sedangkan sebelumnya tidak ada atau dalam jumlah sangat kecil.

Pencegahan Alergi pada Anjing dan Kucing

Untuk memperkecil kemungkinan terjadinya alergi, para peneliti dan praktisi dokter hewan juga menyarankan untuk menghidari konsumsi beberapa hal berikut: makanan mentah, kulit mentah, telinga babi, kaki sapi bagian bawah, pasta gigi ber-rasa, mainan plastik ber-rasa, dan makanan-makanan yang dicampuri obat-obatan. (Baca: Waspadai Demodekosis – Parasit pada Anjing)

Ketika hewan kesayangan Anda mengalami alergi makanan yang cukup parah, hingga ia terus menerus menggaruk menyebabkan luka-luka tubuhnya, rontok yang berlebihan hingga ia terlihat gelisah dan tidak tenang, segera periksakan ke klinik hewan terdekat. Dokter hewan akan memberikan obat-obatan pereda rasa gatal, dan menurun reaksi alregi, selanjutnya tugas Anda untuk menjauhkan bahan makanan allergen dari hewan Anda. Apabila kondisi alergi makanan dibiarkan begitu saja, anjing/kucing Anda akan menjadi stress, nafsu makannya berkurang, ini lah kondisi strategis masuknya bakteri, menyebabkan infeksi dan penyakit baru akibat stress dan penurunan imunitas tubuh.

Tetaplah sehat dan bahagia bersama hewan kesayangan Anda…

 

Siberian Husky – Sang Pengembara Salju

Siberian Husky – Sang Pengembara Salju

Anjing Siberian Husky

PecintaSatwa.com – Di artikel sebelumnya, telah kita bahas mengenai ras-ras anjing primitive, dengan bentuk tubuh yang masih menyerupai serigala sebagai kerabat jauhnya. Hampir mirip dengan ras anjing primitive, Siberian husky juga memiliki bentuk kepala serigala yang khas, namun husky lebih dikategorikan sebagai anjing penarik kereta luncur di atas es (Spitz Type Dogs).

Asal usul Siberian Husky

Dari nama nya, sudah bisa diperkirakan dari mana husky berasal, ya! tentu saja dari Siberia, Rusia. Sejak jaman dahulu, husky memang telah dimanfaatkan penduduk asli Siberia Timur untuk menarik kereta luncur di atas permukaan bersalju dan Es, karena itu jenis ras husky hingga saat ini selalu popular di kawasan-kawasan bersalju, terutama daerah kutub utara. (Baca juga:Tips Menyikat Gigi pada Anjing)

Husky sangatlah energik dan tahan dengan suhu dingin yang ekstrim, sifatnya yang baik hati dan pemberani sangat disukai para pengembara dan penduduk sebagai teman dalam, petualangan dan penjelajahan di cuaca bersalju. Karena itulah, dengan berkat kekuatan dan kepekaan instingnya, hingga saat ini Siberian husky memiliki tradisi sebagai bagian utama dari olahraga dan perlombaan kereta luncur.

Ciri Khas Siberian Husky

Husky khas dengan corak warna abu-abu serigala dengan kombinasi warna putih dibagian kaki, muka dan tubuh bagian dalam (dada dan perut), tapi jangan salah, siberian husky juga memiliki varian warna lainnya yang cantik, berdasarkan Siberian Husky Club America terdapat beberapa warna yang tak kalah cantiknya sperti red and white, sable and white, dan solid white. Ekor husky yang indah berbulu tebal, telinganya tegak berbentuk segitiga, dengan moncong panjang dan cermin hidung berwarna hitam, menjadikannya semakin mirip saja dengan karakter serigala.

Anjing kuat dan pemberani ini termasuk jenis anjing medium dengan tinggi berkisar 51-60 cm, dan berat badar sekitar 16-27 kg. rataan masa hidup Siberian husky hingga belasan tahun, yang harus anda perhatikan, semakin tua usia anjing, anda harus semakin perhatian pada kondisi fisik dan kesehatannya, disarankan anda melakukan general check up untuknya setiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali, meski tidak terlihat sakit atau kelainan apapun padanya, hal ini bertujuan untuk mendeteksi dini segala kemungkinan terjadinya penyakit pada hewan kesayangan anda sejak dini, sehingga dapat ditangani secepatnya jika terjadi kelainan, dan kemungkinan recoverynya akan semakin tinggi.

Memelihara Siberian Husky

Meski Siberian husky berasal dari negara beriklim dingin dan identik dengan salju atau es, ia dapat pula hidup di daerah tropis seperti Indonesia, jadi Anda pun dapat memeliharanya dan menjadikannya sebagai sahabat yang menyenangkan. Jika anda berencana atau ingin memelihara Siberian husky, perlu Anda perhatikan beberapa hal berikut:

  1. Husky merupakan anjing yang dinamis dan energik, ia menyukai kegiatan diluar rumah, dan membutuhkan latihan dengan intensitas tinggi untuk membakar energinya, jadi Anda harus menyediakan waktu untuk dia berlatih lebih dari 2 jam sehari. Jika anda tidak memberinya kesempatan untuk banyak berlatih dan lebih sering mengurungnya dirumah, biasanya ia akan cenderung ribut dan hiperaktif di rumah. Jangan lupa untuk memberi minum yang cukup setelah cuaca di Indonesia yang panas menyebabkan husky lebih cepat kehilangan cairan.
  2. Grooming dibutuhkan anjing ini lebih sering, meski tidak setiap hari setidaknya anda harus memandikan husky yang Anda miliki lebih dari sekali dalam satu minggu.
  3. Untuk latihan-latihan khusus, husky cukup cerdas dan dapat memahami perintah atau arahan, namun untuk mendapatkan hasil sempurna, anda membutuhkan sedikit kesabaran untuk melatihnya.
  4. Husky cukup mudah bersosialisasi dengan manusia maupun hewan lain, anda dapat memeliharanya diumur berapa pun, akan tetapi lebih disarankan sejak ia masih puppy, karena ikatan batin yang terjalin antara Anda dan Siberian Husky yang anda miliki akan sangat kuat.
  5. Karena husky berasal dari daerah dingin Siberia, maka dalam memelihara hendaknya memiliki ruangan dengan pendingin udara (Air Conditioner) terutama pada kota dataran rendah seperti Surabaya, Jakarta, Makasar dll. Sangat dianjurkan anjing husky dipelihara di kota dengan hawa yang lebih sejuk karena merupakan tempat yang lebih cocok untuk memelihara husky agar keindahan bulunya tetap terjaga juga kesehatannya. (Anda perlu tau:Waspadai Canine Influenza – Flu pada Anjing)

Bagaimana? Siap memeliharanya? Pilihlah anjing yang tepat untuk anda dan keluarga. Perlakuan yang baik (animal welfare), cinta dan kasih sayang kita adalah hal utama dan terpenting dalam memelihara anjing, karena dia dapat memahami bahasa kasih kita meski tanpa kata-kata. so choose the right Dogs for you…

 

Problem Kulit Pada Anjing

Problem Kulit Pada Anjing

Demodekosis pada Anjing

Demodekosis merupakan problem kulit yang lebih sering terjadi pada anjing dan jarang pada kucing. Penyakit ini dicirikan dengan meningkatnya jumlah tungau demodek di dalam folikel rambut yang memicu teradinya furunkulosis dan infeksi sekunder bakteri. Infeksi dapat terjadi secara lokal ataupun secara general.

Problem Kulit Pada Anjing

Demodekosis yang terjadi pada anjing disebabkan oleh tungau Demodex canis, pada kondisi normal tungau hidup dan berkembang didalam folikel rambut dengan jumlah yang terkendali dan tidak menimbulkan gejala klinis yang merugikan pada anjing, tetapi ketika pertahanan tubuh menurun, tungau akan mengalami pertumbuhan yang berlebih (over growth), hal ini tentu akan menimbulkan masalah karena pertahanan tubuh normal tidak dapat melawan tungau dalam jumlah yang berlebih.

Penyebab menurunnya kekebalan tubuh dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah gangguan penyakit yang bersifat imunosupresif seperti distemper atau pun parvo virus, stress (estrus, kebuntingn, setelah melahirkan, setelah operasi, adaptasi tempat yang baru), dan penggunaan obat yang bersifat imunosupresif berlebihan seperti corticosteroid. Tingkat kejadian demodekosis sangat tinggi pada anak anjing yang berusia 3-6 bulan.

Gejala Klinis pada Anjing Penderita Demodekosis

  • Frekuensi menggaruk yang sering pada daerah badan. frekuensi menggaruk yang berlebihan pada anjing akan menimbulkan kelukaan sekunder berupa peningkatan bakteri yang terjadi pada kulit (pyoderma),
  • Tampak lesi pada kulit berupa timbulnya alopesia (kebotakan) yang bersifat lokal ataupun general,
  • Kemerahan pada kulit, folikulitis, kadang sampai adanya kelukaan dan kulit mengalami crustae (keropeng),
  • Terkadang tampak kulit bewarna kehitaman,
  • Pada anjing yang berambut pendek lesi biasanya terjadi pada daerah mulut, hidung, ataupun kaki. Sedangkan pada anjing yang berambut panjang seperti Shih-Tzu atau Yorksire lesi biasanya terdapat diseluruh badan.

Pengobatan Masalah Kulit pada Anjing

Diagnosa penyakit demodekosis dilakukan dengan cara isolasi sampel kerokan kulit secara dalam (deep screen scraping), dilanjutkan dengan pemeriksaan ektoparasit dibawah mikroskop, apabila hewan mengalami demodekosis akan terlihat jumlah parasit pada sampel kerokan kulit.

Demodekosis merupakan penyakit yang mudah didiagnosa tetapi sangat sulit untuk diterapi, karena pengobatan memerlukan waktu yang lama. Dokter hewan akan memberikan terapi dengan pemberian obat antiparasit minum selama 6-8 minggu ataupun dengan pemberian injeksi secara subkutan. Terapi mandi rutin selama 3 kali dalam satu minggu dengan menggunakan sampo khusus yang memiliki kandungan chlorhexidine disarankan dokter hewan untuk mengurangi pertumbuhan bakteri ataupun yeast berlebih di kulit yang dapat menyebabkan infeksi sekunder.

 

Ras-Ras Anjing ini Titisan Leluhurnya, atau Memang Lambat Berevolusi?

Ras-Ras Anjing ini Titisan Leluhurnya, atau Memang Lambat Berevolusi?

Proses Evolusi Ras Anjing

PecintaSatwa.com – Serigala dan Anjing, banyak sekali kemiripan bentuk tubuh dan tingkah laku kedua jenis hewan ini, maka tak mengherankan jika anggapan umum menduga bahwa anjing dan serigala merupakan kerabat dekat secara genetic, layaknya hubungan kucing dengan harimau.

Memang benar adanya, ras-ras anjing modern yang berkembang saat ini berasal dari evolusi bangsa serigala ribuan tahun lalu, dengan urutan kekerabatan sebagai berikut:

Foxed – Ethiopian Wolf – Golden Jackel – Coyote – Grey Wolf – bangsa anjing masa kini

Selama ribuan tahun ras-ras anjing terus berevolusi, berubah secara perlahan baik mulai dari bentuk tubuh hingga ke perilaku, didukung dengan faktor lingkungan, sosialisasi dengan manusia, pakan, iklim dan persilangan antar ras. Hasilnya, saat ini terdapat ratusan ras anjing kesayangan tersebar diseluruh dunia, menjadi teman baik manusia dan bagian dari keluarga dalam kehangatan kasih sayang, seperti anjing Siberian Husky, Golden Retriver, Pug, Buldog, Saluki, Akita, dan Chow-Chow.

Baca: Anjing Rough Collie – Ras Anjing Gembala yang setia

Satu hal yang unik dari proses evolusi Ras Anjing dari nenek moyang serigala nya hingga menjadi anjing rumahan, yaitu terdapat beberapa ras anjing modern yang masih bisa dikatakan belum berevolusi terlalu jauh, secara ilmiah pun dapat dibuktikan kedekatan genetiknya yang begitu besar dengan nenek moyangnya di daerah setempat dan sekitarnya, golongan ini disebuk kelompok anjing primitive atau kuno.

Sebagaimana para pendahulunya, ras anjing primitive memiliki beberapa ciri fisik dan behavior yang mirip dengan serigala, contohnya bentuk telinga yang lancip meruncing tegak, bentuk badan langsing gesit dan tingkah laku nya yang lebih senang hidup mandiri dari pada bersama manusia.

Ke-primitive-an tersebut juga didukung dengan adanya data-data arkeologi berupa artefak, dan lukisan dinding atau gua yang dibuat oleh manusia ribuan tahun lalu, seperti pada beradaban babilonia, mesir kuno, dan Aztec. Bentuk tubuh anjing yang digambar pada zaman itu tampak sama persis dengan jenis anjing tertentu yang dapat dijumpai saat ini. setelah dilakukan observasi lebih lanjut, ras-ras anjing yang termasuk dalam golongan anjing kuno kebanyakan merupakan jenis anjing yang jarang sekali bersosialisasi dengan manusia dan belum pernah dibudidayakan secara khusus. Dengan minimnya campur tangan manusia, anjing-anjing tersebut tetap terjaga kemurnian genetiknya meski tidak 100%, meski ribuan tahun telah terlampaui.

Simak: 10 Jenis Anjing Termahal

Berikut adalah beberapa jenis golongan ras anjing primitive:

  1. New Guinea Singing Dog

Anjing ini memiliki kemiripan genetic dengan Dingo, dapat dibilang masih bersifat liar atau semi terdomestikasi. Bagi para pecinta anjing yang suka tantangan, memelihara anjing asli Papua New Guinea ini memiliki daya tarik tersendiri

  1. Basenji

Anjing pemburu dari Afrika satu ini sangat unik, karena ia tidak bisa menggonggong. Di jaman mesir kuno, basenji kerap menjadi hewan kesayangan manusia, yang setia dan loyal sebagai sahabat dalam perburuan.

  1. Canaan Dog

Canaan Dog berasal dari Israel, mereka terkenal sebagai anjing pengawas dan penjaga karena kecerdasannya yang tinggi dan insting protektif kuat yang ia miliki.

  1. Pharouh Hound

Saat ini bangsa anjing pharouh hound modern telah dikembangkan di Malta, tapi disisi lain keberadaannya tak dapat dipungkiri dari ilustrasi anjing yang digambarkan bangsa mesir kuno bersama basenji. Karakter Pharouh Hound lembut, senang berburu, dan membutuhkan banyak exercise

  1. Canarian Warren Hound

Juga dikenal dengan sebutan Podenco Canario. Masih berkisar dengan peradaban mesir kuno, anjing pemburu kelinci ini diduga berasal dari kawasan mesir ribuan tahun lalu. Canarian Warren Hound diberkati dengan kecepatan lari yang luar biasa, penglihatan tajam, dan indera penciuman yang sensitive.

  1. Cirneco Delletna

Jenis anjing Cinerco sepertinya kurang cocok menjadi hewan rumahan, karena insting kuatnya untuk berburu dan menjelajah. Diduga kuat ia berasal dari sekitar gunung Etna, biasa disebut juga sebagai ras silician

  1. Ibizan Hound

Keunikan yang dimilikinya adalah kemampuan untuk berlari cepat dan melompat jauh. Berasal dari Spayol, dan merupakan tim pemburu kelinci yang hebat.

  1. Portuguese Podengo

Dari namanya saja, sudah dapat ditebak jika anjing ini berasal dari Portugal. Ras modernnya lebih bervariasi dari segi ukuran, mulai mini, medium, hingga maxi / besar. Ketelitiannya sebagai anjing pengawas mebuatnya menjadi anjing kesayangan yang ideal bagi keluarga.

  1. Carolina Dog

Masih digolongkan anjing semi-liar, sehingga perlu dilatih sejak dini jika Anda ingin menjadikannya sebagai hewan kesayangan dirumah. Carolina yang juga popular dengan nama American Dingo karena kemiripannya dengan sang moyang.

  1. Peruvian Inca Orchid

Suku Inca pada jaman dahulu telah menempatkan anjing ini sebagai bagian dari masryarakat. Sebagaimana golongan kucing yang memiliki ras sphinx, Peruvian Inca Orchid termasuk kelompok anjing tak berambut, meski terdapat jenis berambut juga pada breed unik ini.

  1. Peruvian Hairless

Lebih kuno dari Peruvian Inca Orchid, Peruvian Hairless telah ada sebelum masa Inca. Disinyalir bahwa sebenarnya ras ini berasal dari China atau Afrika sebelum dibawa ke Peru dan kawasan Amerika Selatan. Anjing cerdas ini sangat responsive dengan master nya, namun sering kali bersikap malu-malu dengan orang asing.

  1. Mexican Hairless

Di jaman Aztec anjing yang bernama lain Xoloitzcuintli sering dijadikan sebagai persembahan dalam upacara religious, karena dipercaya bahwa anjing tak berambut ini dikirim oleh Dewa dan memiliki kekuatan magic tersendiri.

 

Waspada Canine Influenza – Flu Anjing

Waspada Canine Influenza – Flu Anjing

Apa itu Canine Influenza

anjing sakit

Selama ini kita sering mendengar kasus Avian Influenza terutama karena penyakit yang mewabah sejak tahun 2003 tersebut menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar dan juga dapat menular ke manusia, terbukti dari banyaknya jumlah korban jiwa yang meninggal akibat tertular. Ternyata, penyakit influenza tidak hanya terdapat pada manusia dan unggas, pada Anjing pun juga dijumpai penyakit ini, biasa dikenal dengan sebutan Canine Influenza. Pernahkah Anda mendengar soal Canine Influenza? Meskipun belum pernah dilaporkan kejadian wabah Canine Flu di Indonesia, tidak ada salahnya kita mengenal penyakit tersebut sehingga kita akan lebih waspada dan mampu melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin.

Perlu disimak: Sterilisasi pada Hewan Kesayangan

Etiologi (Asal Muasal) Canine Influenza

Canine Influenza (Canine Flu) atau Flu Anjing, disebabkan oleh golongan virus influenza yang sama dengan penyebab Avian Flu, yaitu virus RNA tipe A, famili Orthomyxoviridae hanya saja subtipe virusnya berbeda. Canine Flu disebabkan oleh virus influenza (Canine Influenza Virus-CIV) subtipe H3N8 dan H3N2. Walaupun tidak bersifat zoonosis, namun virus ini memiliki kemampuan untuk menular antar sesama anjing yang sangat tinggi (highly contagious). Dan lagi, dengan karakteristik virus influenza yang mudah bermutasi maka yang perlu diwaspadai adalah adanya reassortment virus tersebut dengan virus Influenza lainnya yang sudah beredar. Seperti yang sudah kita ketahui bahawa virus influenza memiliki kemampuan untuk membentuk subtipe/clade baru dengan cara mengubah sususan asam amino pada saat proses replikasi (antigenic drift) ataupun melakukan pertukaran material genetik antar virus influenza (antigenic shift). Bukan tidak mungkin kelak virus Canine Flu ini akan dapat menular pada manusia juga, bukan?

virus canine influenza

Sebenarnya, virus H3N8 sudah dikenal sejak lebih dari 40 tahun yang lalu sebagai virus penyebab influenza pada kuda (Equine Influenza Virus), namun kemudian virus tersebut bermutasi hingga saat ini dikenal sebagai virus penyebab influenza pada anjing.

Pada tahun 2002, virus H3N8 menimbulkan wabah pada anjing ras foxhound di Inggris. Pada tahun 2004, virus H3N8 juga dilaporkan menimbulkan wabah pertamakali pada anjing greyhound di beberapa negara bagian di Amerika. Pada tahun 2007, ditemukan wabah yang serupa di Korea Selatan. Namun menurut penelitian, penyebab wabah tersebut adalah virus influenza subtipe H3N2 yang ditularkan dari unggas dengan kesamaan genetik sebanyak 97% (Song et al., 2009). Selain di Korea Selatan, virus subtipe H3N2 juga ditemukan di China (Li et al., 2010) dan Thailand. Kemudian pada tahun 2009, Korea Selatan berhasil mengisolasi virus influenza H3N1 dari anjing yang menunjukkan gejala gangguan saluran pernapasan. Dari hasil penelitian Song et al (2012), virus tersebut merupakan hasil reassortment dari virus H3N2 dan H1N1 dengan kemiripan genetik sebesar 99,1-99,6% terhadap H1N1 dan 99,6% terhadap H3N2.

Baca : Waspadai Demodekosis – Parasit pada Anjing

Beberapa bulan terakhir, Canine Flu kembali mewabah di Amerika, tepatnya di Chicago. Tetapi yang mengejutkan, Canine Influenza Virus (CIV) yang menyebabkan wabah kali ini bukanlah strain H3N8 yang selama ini diketahui sebagai satu-satunya CIV yang ada di Amerika, melainkan strain H3N2 yang justru diketahui sebagai CIV asal Asia.

Penularan Canine Influenza

Penularan Canine Flu terjadi melalui kontak dengan peralatan (termasuk dengan manusia) yang sudah terkontaminasi virus. Selain itu Canine Flu juga menyebar saat kontak langsung maupun via udara, dari satu anjing ke anjing lainnya. Virus Canine Flu mampu bertahan pada permukaan air hingga 48 jam, pada kain/baju hingga 24 jam, dan pada permukaan tangan selama 12 jam. Masa inkubasi virus Canine Flu adalah selama 2-4 hari hingga menunjukkan gejala klinis dan akan menyebarkan virus (shedding) melalui sekretnya selama 7-10 hari. Menurut penelitian, sebanyak 20-25% anjing yang terinfeksi Canine Flu tidak menunjukkan gejala klinis, namun mereka tetap saja menularkan infeksi tersebut kepada anjing lain. Outbreak umumnya terjadi pada kelompok anjing yang memiliki kontak rutin dengan anjing lain, seperti pada shelter (penampungan), kennel/breeder (pembiakkan), atau fasilitas dog day care (penitipan).

Simak: Tips Pentingnya Menyikat Gigi Anjing Anda

Gejala Klinis Canine Influenza

Gejala yang tampak pada anjing penderita Canine Flu sering kali disalah artikan sebagai gejala Kennel Cough yang disebabkan oleh bakteri Bordetella bronchiseptica ataupun gangguan pernapasan lain pada anjing seperti Complex Canine Infectious Respiratory Disease (CCIRD), yaitu demam ringan, batuk persisten, keluar leleran dari hidung, bersin, nafsu makan berkurang, lemas, dan frekuensi pernapasan bertambah cepat. Sifat CIV yang menyerang dan bereplikasi di epitel-epitel saluran pernapasan menyebabkan anjing yang terserang Canine Flu juga akan mengalami rhinitis, tracheitis, bronchitis, dan bronchiolitis. Pada kondisi yang lebih parah, anjing dapat mengalami demam tinggi (104-106F) dan kematian akibat pneumonia atau bronchopneumonia. Anjing-anjing tua dengan kondisi gangguan jantung atau pernapasan memiliki resiko lebih besar terserang Canine Flu. Begitupun dengan anjing-anjing ras brancychepalica seperti Boxer, Pekingese, Pugs, dan Shih Tzu, juga memiliki resiko tinggi terserang Canine Flu. Dari hasil nekropsi, anjing-anjing yang mengalami kematian akibat Canine Flu menunjukkan adanya perdarahan pada paru-paru, mediastinum, dan cavum pleura. Paru-paru juga menunjukkan adanya gejala pneumonia

Baca pula: Problem Kulit pada Anjing

Pengobatan dan Pencegahan Canine Influenza

vaccine

Sama seperti infeksi virus lainnya, tidak ada terapi spesifik pada infeksi Canine Flu. Penderita akan diberikan terapi suportif seperti terapi cairan untuk mengatasi dehidrasi dan antibiotik untuk mencegah adanya infeksi sekunder bakteri. Selain itu juga asupan pakan harus tercukupi baik jumlah dan kandungan gizinya.

Pencegahan dapat dimulai dengan cara menjaga anjing peliharaan anda tetap sehat dan terjaga sistem imunitas tubuhnya karena saat ini vaksin Canine Flu yang mengandung Canine Influenza Virus subtipe H3N8 dan H3N2 baru tersedia di negara-negara yang pernah mengalami outbreak, seperti Amerika dan Korea Selatan. Beberapa cara yang bisa dilakukan dalam rangka pencegahan, antara lain:

  1. Memperhatikan asupan nutirisi, waktu makan dan istirahat anjing peliharaan anda.
  2. Memeriksakan kesehatannya dan vaksinasi secara rutin.
  3. Memperhatikan kebersihan anjing, kandang, peralatan, dan lingkungan sekitarnya. Kandang dan peralatan dapat dibersihkan menggunakan desinfektan yang mengandung Benzalkonium chloride atau desinfektan lain yang termasuk dalam golongan aldehid dan golongan fenol.
  4. Kebersihan personal juga perlu terjaga, jangan lupa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah kontak dengan setiap anjing, setelah terkena air liur, urin, feses, atau darah anjing, serta setelah membersihkan kandang.
  5. Jangan bawa anjing anda exercise di tempat umum (taman, lapangan, dll) atau mengikuti gathering apabila anjing anda sedang mengalami gejala flu serta saat ada wabah Canine Flu dan gangguan saluran pernapasan lain di lingkungan sekitar.
  6. Terpenting, jangan anggap sepele apabila anjing anda menunjukkan gejala flu, segeralah konsultasi dengan dokter hewan langganan anda.

 

Referensi

Anonimusa. 2015. Canine Influenza. (online), (http://www.avma.org/KB/Resources/Reference/Pages/Canine-Influenza-Backgrounder.aspx, diakses tanggal 19 April 2015)

Li, S., Z. Shi., P. Jiao., G. Zhang., Z. Zhong., W. Tian., L. Long., Z. Chai., X. Zhu., M. Liao., X. Feng Wan. 2010. Avian Origin H3N2 Canine Influenza A Viruses in Southern China. Infection, Genetics, and Evolution Vol. 10 (8): 1286-1288.

Song, D., H.J. Moon., D.J. An., H.Y. Jeoung., H. Kim., M.J. Yeom., M. Hong., J.H. Nam., S.J. Park., B.K. Park., J.S. Oh., M. Song., R.G. Webster., J.K. Kim., B.K. Kang. 2012. A Novel Reassortant Canine H3N1 Influenza Virus Between Pandemic H1N1 and Canine H3N2 Influenza Virus in Korea. J. Gen. Virol. Vol 93 (3): 551-554.

Song, D., C. Lee., B. Kang., K. Jung., T. Oh., H. Kim. 2009. Experimental Infection of Dogs with Avian-Origin Canine Influenza A Virus (H3N2). Emerg. Infect. Dis. 1 (1): 56-58

The Center for Food Security and Public Health. Canine Influenza. 2014. US: College of Veterinary Medicine Lowa State University.

 

Kontributor: drh. Galuh Pawestri Prameswari

 

10 Jenis Anjing Termahal dan Rate Dolar yang Harus Anda Siapkan..!

10 Jenis Anjing Termahal dan Rate Dolar yang Harus Anda Siapkan..!

Jenis Anjing Termahal di Dunia

Di artikel sebelumnya, sahabat Pecinta Satwa telah membaca tentang kucing-kucing mahal yang digemari kaum JetSet. Nah.. pasti sekarang Anda penasaran tentang kompetitor kucing sebagai hewan kesayangan, Anjing. Ya!! Seperti kucing, adakah Anjing-anjing yang harganya melangit? Tentu saja ada.. mari kita simak ulasan berikut:

  1. Irish Wolfhound (1.500 – 2.000 USD)
Irish Wolfhound

Harga lebih dari 22 juta rupiah untuk Irish Wolfhound agaknya bukan jumlah yang terlalu mahal dibandingkan dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliknya. Anjing yang berkarisma pemimpin ini terkenal dengan kemampuan atletisnya, khususnya di bidang lari cepat, perangainya yang baik sekaligus pemberani membuat anjing ini dijuluki si lembut saat dibelai, si tangguh saat terancam.

  1. Saluki (2.500 USD)
saluki

Perawakannya memang panjang kurus, tapi jangan salah, anjing ini kuat dan tangguh loh.. saluki sangat pandai berburu, disamping itu jika diamati lebih dekat, penampilannya sangat menawan, dengan bulu-bulunya yang lembut.

  1. Pharaoh Hound (2.500 – 6.500 USD)
Pharaoh Hound

Sifat penggembira, bersemangat, kuat, dan kecepatan lari di atas rata-rata anjing, merupakan karakter dari Pharaoh Hound. Sama seperti Irish Wolfhound, anjing ini diberkati dengan kemampuan berburu yang menakjubkan, disamping sikapnya yang patuh pada master nya. Uniknya, cermin hidung dan telinga nya akan berwarna kemerahan seperti menggunakan bush on jika ia sangat senang atau bersemangat.

  1. Akita (1.500 – 4.500 USD)
akita

Sebelum popular dalam dog show dan filmnya, anjing Akita paling banyak dijumpai di Jepang, karena memang itu negara asalnya. Namun saat ini kemewahan penampilan akita telah mendunia. Bulu tebal dan lembut yang dimiliknya mempertinggi level cantiknya dipadu dengan kepribadiannya yang menyenangkan.

Simak: Anjing Rough Collie – Ras Anjing Gembala yang Setia

  1. Tibettan Mastiff (2.200 – 7.000 USD)
Tibettan mastiff

Sesuai namanya, yang identik dengan pegunungan Tibet dan puncak Himalaya, Tibettan mastiff biasa hidup di daerah dingin bersalju, tubuhnya kuat dan kokoh, bulunya tebal, sekilas tampak seperti seekor anjing yang menggunakan mantel dan topi bulu, dan hebatnya itu nyata alami tumbuh menjadi keunikan anjing Tibettan Mastiff.

  1. Rottweiler (2.000 – 8.000 USD)
rottweiler puppy

Anjing Multi talenta, kuat, sabar, cerdas dan sering berpatner dengan polisi sebagai Anjing penjaga pemburu. Karena sifatnya yang percaya diri, dan protektif, Rottweiler cocok dijadikan sahabat manusia, baik sebagai anjing terapi maupun anjing pendamping.

  1. Lowchen (5.000 – 8.000 USD)
lowchen

Dalam bahasa Jerman, Lowchen berarti Singa Kecil. Julukan ini disematkan untuk anjing kecil ini karena wajah berbulu panjangnya sangat lucu dan menggemaskan.

  1. Chow Chow (3.000 – 8.500 USD)
chow chow

Bulu panjang di tubuh dan wajah yang dimilikinya lebih mengembang daripada yang dimiliki Lowchen, sehingga penampilannya menyerupai singa mini. Awalnya Chow-chow banyak dipelihara sebagai anjing pekerja, akan tetapi tak mengherankan karena keelokannya, anjing chow-chow lebih banyak dijadikan anjing kesayangan yang ditiman-timang. Selain bulu-bulunya yang mengembang, chow-chow juga khas dengan lidahnya yang berwarna kebiruan atau hitam.

  1. English Bulldog (3.500 – 10.000USD)
english bulldog

Tidak sama dengan kebanyak ras anjing, Bulldog memiliki moncong yang pendek. Wajahnya gemuk dan badannya padat. Bulldog sangat pemberani dan baik hati, maka tak heran jika di US ia pernah dinobatkan sebagai anjing yang paling popular versi s List, dan para penggemarkan akan selalu rela mengalirkan dana lumayan besar demi memiliki anjing kesayangan yang cempluk menggemaskan ini.

  1. Samoyet (4.000 – 11.000 USD)

Samoyet sangat lincah, cantik dan lembut. Wajahnya selalu tampak ramah karena lekukan bibirnya sangat indah menyerupai senyuman. Anjing ini termasuk golongan anjing berbulu panjang dengan warna putih mulusnya yang mahal dan menggoda untuk dipeluk-peluk.

Baca: Anjing Basenji – Anjing yang tidak dapat Menggonggong

Pasti Anda sangat ingin sekali memelihara salah satu anjing diatas. Kecerdasan yang dimilikinya mampu memberi gambaran respon yang jelas atas interaksi dengan Anda, yang tentu saja akan sangat tersentuh dengan wajah polos lucu dan sikapnya yang bersahabat. Sekarang waktunya bagi anda menengok saldo rekening, kemudian hitung dan pilih salah satu sahabat manusia yang menyenangkan diatas.