Pahami Gejala Anemia pada Kucing

Pahami Gejala Anemia pada Kucing

Anemia pada Kucing

PecintaSatwa.com – Umumnya, anemia pada kucing merupakan salah satu menifestasi klinis dari suatu penyakit yang mempengaruhi produksi sel darah merah / eritrosit, atau menurunkan jumlah eritrosit yang beredar dalam sirkulasi darah. Sedikitnya eritrosit yang bertugas akan menghambat kelancaran distribusi oksigen dan nutrisi ke seluruh organ tubuh, apabila hal ini berlarut larut, tidak lama kemudian biasanya pasien akan menjadi lemah, kolaps, bahkan tutup usia.

Kucing dengan indikasi anemia dapat dikenali dengan melihat gusi, bagian mukosa rongga mulut dan konjungtiva mata. Beberapa bagian tersebut akan telihat pucat, sedangkan normalnya berwarna merah muda segar. Kucing juga akan nampak lemah, letih, lesu, lebih banyak berbaring, malas beraktifitas dan nafsu makannya berkurang drastis. Selain itu, jika diamati dengan seksama, nafas kucing cenderung pendek-pendek. Pada beberapa kasus juga disertai gejala kram otot.

Penyebab Anemia pada Kucing

kucing lesu tak bergairah
kucing lesu tak bergairah

Penyebab anemia pada kucing dapat beragam, baik dari internal atau faktor sistemik, maupun faktor eksternal. Gangguan organ seperti penyakit ginjal, perdarahan, leukimia dan kanker biasanya menunjukkan adanya anemia. Ginjal sendiri merupakan organ yang berperanan penting dalam pembentukan eritrosit baru, organ tersebut menghasilkan hormon eritropoetin sebagai inisiator regenarasi sel darah merah secara reguler. Disamping itu, perdarahan juga menyebabkan anemia secara  tiba-tiba, apabila jumlah darah yang keluar diatas ambang kemampuan tubuh untuk mentolerir. Perdarahan pada organ dalam dapat menjadi pemicu terjadinya anemia yang paling berbahaya, karena owner tidak dapat melihat langsung adanya luka berdarah, hanya saja si kucing menjadi lemas, dan seketika kolaps. Perdarahan tersebut dapat disebabkan adanya luka luar maupun di dalam tubuh akibat kerusakan organ.

Simak pula : Jamur yang Biasa Menginfeksi Kucing

Faktor eksternal penyebab anemia pada kucing adalah sebagai berikut:

  1. Nutrisi yang diberikan tidak seimbang, terutama bagi pemilik kucing yang memberikan peliharaannya pakan komersial curah, tanpa merk, dan tanpa tabel kecukupan gizi. Biasanya pakan tersebut hanya mengedepankan rasa yang disukai kucing, tanpa mempertimbangkan nutrisi basal yang dibutuhkan tubuh kucing.
  2. Defisiensi zan besi (Fe), dari pakan komersial yang tidak terkontrol, atau kucing yang dipaksa menjadi vegetarian. Anda harus paham, bahwa kucing adalah karnivora obligat yang mutlak membutuhkan protein hewani setiap hari demi mempertahankan hidupnya.
  3. Infeksi bakteri dan virus, terutama saat fase bakterimia atau viremia, dimana angen patogen tersebut berada dalam darah, memicu pecahnya sel-sel darah merah dalam sirkulasi. Biasanya juga akan terjadi peningkatan suhu pada kucing.
  4. Infestasi parasit, seperti prorozoa darah, cacing, dan ektoparasit. Sel darah merah merupakan sumber makanan utama mereka. Semakin banyak jumlah parasit yang menginfestasi, maka semakin besar pula derajat anemia yang terjadi
  5. Zat beracun yang bersifat hepatotoksi dan renotoksik.

Baca juga: Jenis-jenis Kerontokan pada Kucing

Kepucatan gusi dan mukosa bisa dijadikan patokan untuk awal diagnosa, akan tetapi apabila diperlukan peneguhan diagnosa dan perhitungan tingkat keparahan anemia, dapat dilakukan uji laboratorium, diantaranya:

  1. Packed cell volume (PCV), nilai dibawah 25% mengindikasikan kucing menderita anemia.
  2. Red blood cell count, dibawah 5,5 x 106/mm3 dinyatakan dalam kondisi anemia
  3. Hemoglobin count , kurang dari 8 g/dl, menunjukkan anemia

Prinsip pengobatan dasar dilakukan dengan mengatasi penyebabnya, mengurangi gejala klinisnya, dan mencegah terjadinya pengulangan sekaligus infeksi sekunder. Pada kasus anemia akibat infeksi agen patogen, akan diberikan terapi antibiotik spesifik. Begitu hal nya dengan adanya infestasi parasit, obat-obatan anti parasit akan diberikan. Suplemen dengan kandungan zat besi dan vitamin B dapat dijadikan terapi supportif, sedangkan pada kasus anemia karena gangguan ginjal biasanya akan dilakukan transfusi darah dan terapi hormon feline erythropoietin untuk mengembalikan kinerja sel-sel pembentuk eritrosit pada sumsum tulang belakang. (Mia&Rind)

Segala Hal Tentang Kucing – Mitos atau Fakta?

Segala Hal Tentang Kucing – Mitos atau Fakta?

Mitos – Mitos tentang Kucing

PecintaSatwa.com – Kucing telah menjadi hewan kesayangan manusia dan berkembang seiring dengan kebudayaan manusia sejak dahulu kala, bahkan dalam kepercayaan mesir kuno mereka mensucikan Dewi Kucing bernama Bastet, yang berwujud wanita cantik berkepala kucing. Awal mulanya kucing didomestikasikasi untuk dijadikan penjaga lumbung padi dari serangan tikus, akan tetapi sifatnya yang lucu dan menggemaskan telah meluluhkan banyak orang untuk menjadikannya hewan kesayangan, bagian dari keluarga tercinta. (Baca: Memahami Kucing dan Karakternya sebagai Peliharaan)

Peradaban terus berkembang sebagaimana kebudayaan terbangun hingga menjadi masyarakat modern saat ini, namun di dalamnya masih terdapat mitos-mitos yang masih dipercaya dan diwariskan turun temurun oleh sebagian orang, termasuk mitos-mitos tentang kucing, yang kebenarannya masih dipertanyakan.

Beberapa mitos dan fakta tentang kucing

Kucing Memiliki 9 Nyawa

Ini benar-benar mitos yang terkenal diseluruh dunia. Kenyataannya, sebagaimana makhluk pada umumnya, kucing tidak memilikinya, hanya saja kucing adalah hewan yang sangat cerdas, lincah dan gesit, jadi kadang kala ia terlihat sebagai hewan yang “lebih beruntung” daripada anjing.

Kucing Sangat Membenci Air

Ternyata tidak semua kucing takut air. Pada dasarnya kucing memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Banyak kucing, baik domestik maupun ras sangat menyukai benda-benda basah dan air mengalir seperti kran air, wastafel, bak mandi, bahkan kloset. Terlebih jika musim panas datang, tak jarang Anda menjumpai kucing tidur di dalam kamar mandi.(Simak juga: Saat Hujan Melanda – Waspadai Feline Distemper)

Kucing Dapat Menjadi Vegetarian

Hal ini tidak benar. Kucing merupakan hewan karnivora obligat, ia membutuhkan protein hewani untuk bertahan hidup, bahkan jumlah protein yang diperlukan lebih tinggi dari anjing. Beberapa kucing memang menyukai sayur dan buah-buahan, namun hal ini tidak dapat dijadikan patokan untuk menjadikan kucing sebagai vegetarian. Apabila kucing dipaksakan menjadi vegan, maka lambat laun akan terjadi gangguan metabolisme yang sangat berbahaya bagi kehidupannya.

Susu Sapi Baik Untuk Kucing

Paradigma ini semakin meyakinkan, saat Anda melihat kucing Thomas minum susu sapi setiap hari dalam serial Tom and Jerry fakta nya, kucing sangat lactose intolerant terhadap susu spesies lain, termasuk susu sapi, akibatnya akan terjadi gangguan pencernaan seperti diare atau muntah jika kucing diberi susu sapi.

Kucing Selalu Ingin Dimanja

Memang benar bahwa kucing hewan yang sangat manja, tapi jangan salah, kucing juga hewan yang penyayang, dia tau siapa majikannya dan sangat mencintainya. Bahasa cinta yang sering diungkapkan kucing adalah dengan memberi hadiah pada tuan yang dicintainya, hadiah itu biasanya berupa benda-benda atau makanan yang ia sangat sukai. Jangan kaget jika pagi-pagi Anda bangun menemukan mainan kucing, pakan kucing kering, serangga, bahkan tikus hasil buruannya disebelah bantal Anda. Itu lah bahasa kucing untuk menyatakan I love you so much master.

Kucing yang Dipelihara di Dalam Rumah Akan Sakit-Sakitan

Pernyataan ini bisa salah juga bisa benar. Salah, karena kucing yang hidup didalam rumah akan lebih aman dari bahaya jalanan, pertengkaran dengan kucing liar, dan penularan penyakit. Selain itu kucing rumahan cenderung lebih sejahtera, ia tidak perlu berburu untuk mendapatkan makanan karena telah dijamin oleh ownernya. Benar. Apabila Anda memelihara kucing namun dibiarkan sering sendiri di rumah. Kesibukan Anda dapat menjadikan si kucing stress karena ia merasa kesepian, stress ini biasanya terlihat dari caranya buang air tidak di litterbox nya, terlihat lesu dan kusut. Stress yang terjadi pada kucing biasanya akan berdampak pada terjadinya FLUTD (Feline Low Urinary Tract Disease) atau infeksi saluran kencing bagian bawah, akibatnya ia akan kesulitan kencing dan harus di kateter unuk mengeluarkan urinnya.(Baca: Inilah Tanda Cinta Si Kucing untuk Anda)

Memelihara hewan kesayangan membutuhkan komitmen dan tanggung jawab, karena kebutuhan hidupnya telah bergantung pada kita. Sejahterakan hewan kesayangan Anda sebagaimana Anda membahagiakan bagian keluarga tercinta..

 

Saat Hujan Melanda – Waspadai Feline Distemper

Saat Hujan Melanda – Waspadai Feline Distemper

Penyebab Feline Distemper

PecintaSatwa.com – Tidak hanya canine distemper pada anjing yang harus di waspadai saat musim-musim pancaroba dan musim hujan seperti saaat ini, tapi juga hati-hati dengan feline distemper yang sewaktu waktu dapat menyerang kucing kesayangan anda. Sebagaimana penyakit yang disebabkan virus lainnya, feline distemper telah banyak membuat owner kucing pusing karena bahayanya virus ini.

feline distemper, disebut juga sebagai penyakit Panluekopenia,disebabkan parvovirus, sangat mudah menular dari kucing satu ke lainnya. Virus agen penyakit ini menyerang sumsum tulang dan kelenjar limpa kucing, dimana kedua organ ini bertugas sebagai ‘pabrik imunitas’ tubuh, virus juga menyerang jaringan syaraf dan organ pencernaan seperti halnya canine parvo virus yang menyerang anjing.

Virus Penyebab Panluekopenia

Berbeda dengan kebanyakan virus lainnaya, virus penyebab Panluekopenia sangat sulit dibasmi di lingkungan. Karena virus ini tahan dengan desinfektan dan dapat bertahan di lingkungan selama setahun, karena itu lah kucing-kucing kesayangan anda dapat pula dengan mudah tertular penyakit ini saat jalan-jalan pagi, ketika kekebalan tubuhnya sedang lemah karena stress atau adaptasi cuaca.

Panluekopenia menyebar antar kucing dapat secara langsung maupun tak langsung. Kucing satu kennel dapat tertular dengan cepat apabila salah satu terkena penyakit ini atau ada kucing baru yang membawa virus penyebab Panluekopenia dari luar. Penularan tidak langsung dapat melalui debu-debu atau kotaran pada bedding, karpet, dan lingkungan sekitar kita yang mengandung virus. Panluekopenia dapat menyerang kucing muda maupun tua, tapi yang lebih rentan tentu saja anak-anak kucing, karena system imunnya belum berkembang sesempurna kucing dewasa, apa lagi anak kucing tersebut belum mendapatkan vaksinasi pertamanya.

Gejala klinis Panluekopenia akan mulai tampak pada hari ke 5 setelah infeksi virus ke dalam tubuh kucing, seperti diare, muntah, kejang, kehilangan nafsu makan dan demam. Muntahan kucing biasanya berupa makanan yang ia makan sebelumnya, dapat pula disertai adanya darah dalam muntahan tersebut. Muntah dan diare yang progresif akan menyebabkan kucing dehidrasi dan shock, karena itu kucing dengan indikasi Panluekopenia harus mendapatkan terapi cairan dari tenaga medis veteriner untuk menjaga kestabilan kondisinya.

Kejang pada kasus Panluekopenia terjadi sekitar 5 menit, selama mengalami kejang kucing akan kehilangan kontrol atas otot dan pergerakannya, matanya tampak melebar dan nafasnya terengah engah. Kucing tidak akan mau  makan, deperesi, bahkan dapat menggigit ekornya sendiri yang dapat menyebabkan perlukaan.

Meski banyak diantara penderita Panluekopenia berakhir dengan tutup usia, beberapa pasien dapat bertahan hidup dengan baik dan kembali sehat seperti sedia kala. Pasien Panluekopenia perlu menjalani perawatan intensif di rumah sakit hewan atau di klinik hewan, terapi cairan dan obat-obatan khusus akan diberikan secara berkelanjutan selama beberapa hari untuk meningkatkan status kesehatan pasien. Penderita Panluekopenia akan dirawat diruang hangat yang terisolasi dari pasien lainnya. Apabila hasil pemeriksaan darah pasien menunjukkan penurunan drastic sel darah putih, maka tranfusi darah dapat dilakukan untuk menjaga fungsi darahnya, karena tujuan pengobatan ini adalah untuk menjaga kestabilan keadaan pasien, dan meningkatkan kinerja system imun kucing, sehingga tubuhnya mampu berjuang melawan penyakit ini.

Sebagai owner kita harus cepat tanggap dengan keadaan darurat seperti ini. segera bawa kucing kesayangan anda dengan indikasi Panluekopenia ke klinik hewan atau rumah sakit hewan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif secepatnya. Karena anda berkejaran dengan waktu, selagi virus tersebut semakin dalam menginfeksi kucing kesayangan anda. Keep health and happy.. miaww!

 

Inilah Tanda Cinta si Kucing untuk Anda

Inilah Tanda Cinta si Kucing untuk Anda

Apa saja sih Tanda Cinta Catty untuk Owner

PecintaSatwa.com – Banyak diantara para owners yang memelihara anjing dan kucing dalam satu rumah, mereka hidup berdampingan, saling menyayangi, bermain bersama dan bersosialisasi dengan baik. Akan tetapi lebih banyak orang yang memelihara salah satu dari kedua jenis hewan kesayangan tersebut, karena setiap hewan memiliki keistimewaan sendiri-sendiri yang disukai oleh owner, hingga banyak terbentuk di media social komunitas Catlovers dan Doglovers.

Bagi para Doglovers, anjing sudah menjadi bagian keluarga, mimik wajahnya yang ekspresif dan kelucuan tingkahnya selalu membuat hati masternya luluh. Terlebih anjing sangat komunikatif dengan manusia serta mudah dipahami, dia bisa diarahkan dan membantu mengerjakan beberapa pekerjaan rumah tangga yang ringan, seperti mengambil koran setiap pagi, menjaga rumah, menemani balita, dsb. (Simak juga: Tips Merawat Kucing Bunting)

Bahasa dan Tanda Cinta Si Pus

Berbeda halnya dengan anjing, kucing lebih misterius, ekspresinya tak terduga, gigi runcing dan cakar dari 4 kaki nya siap menyerang, juga cenderung lebih acuh, inilah yang membuat para pecinta anjing kebingungan ketika pertama kali memelihara kucing (termasuk orang yang baru pertama kali memelihara hewan kesayangan). Wajah kucing yang tak bisa ditebak sering menimbulkan pertanyaan, apakah sikucing mencintaiku? Menyukaiku? Menganggapku sebagai tuan kesayangannya? Atau tidak sama sekali? Nah, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari kita mempelajari bahasa kucing (lebih tepatnya tingkah laku kucing), untuk mengatakan I love you master.

  1. Secara natural kucing memiliki kelenjar minyak dibawah rambutnya yang mengekskresikan sejenis minyak khusus. Ia akan mengoles-oles, atau menempelkan tubuh dan kepalanya pada kawasan yang dikenalnya sebagai teritori seperti rumah dan perabotan didalamnya. Ia juga akan mengelus eluskan kepalanya ke tangan, dan kaki Anda, ia sedang meng-klaim Anda sebagai miliknya, kesayangannya, jadi jangan menghindar jika si kucing mulai hobi menempel pada tangan atau kaki Anda, balas ia dengan sentuhan lembut, yang berarti aku juga sayang kamu catty.
  1. Kucing suka sekali duduk santai dan tidur di tempat-tempat yang hangat, lembut, empuk dan nyaman. Namun, pernahkan Anda melihat kucing kesayangan Anda duduk dekat-dekat dengan Anda bahkan minta dipangku, tidur di meja tempat Anda belajar, tidur di koran yang sedang anda baca, atau tidur di ranjang di sisi Anda. Ia melakukannya bukan karena kenyamanannya tapi itulah cara dia mengekspresikan cintanya kepada Anda. Apabila Anda merasa terganggu dengan tingkahnya, jangan dihardik, pindahkan ia dengan lembut ke tempat yang nyaman, elus-elus sebentar hingga ia tenang, selanjutnya Anda dapat meneruskan pekerjaan Anda yang tertunda. ( Pelajari juga: Tips Waspada Kutu Kucing)
  1. Mata selalu benar berkata, istilah tersebut ternyata juga berlaku di dunia per-kucingan. Kontak mata sangat penting dalam menerjemahkan ekspresi hewan. Kucing akan berbagi perasaannya dengan seseorang melalui kontak mata, hanya pada orang yang ia kenal, percaya dan cintai. Ia dapat menunjukkan tatapan mata empati ketika Anda sedih, tatapan exicited ketika Anda senang, tatapan memelas untuk meminta sesuatu layaknya dalam film push on the booth, juga tatapan waspada, khawatir dan takut ketika ia merasa terancam. Ketika ia sudah percaya dengan Anda, saat Anda sedang kontak mata dengannya, kemudian Anda berkedip pelan, maka ia pun akan mengikuti berkedip setelah Anda. Lihatlah ia lebih dekat, maka akan tampak bahasa yang ia sampaikan.
  1. Hadiah sering menjadi lambang cinta kasih, begitu pula dengan yang dilakukan si kucing. Ia akan memberi Anda sesuatu yang disukainya kepada Anda, seperti makanan atau mainan favoritnya, bisa juga hasil penemuannya saat eksplorasi yang dianggapnya bagus. Maka jangan kaget atau heran ketika Anda menemukan benda-benda seperti bangkai tikus, burung, cecak, bulu-bulu, tali, biskuit di bawah bantal Anda atau disekitar tempat yang Anda sukai. Ia sedang menyatakan cintanya, meski agak seram ketika Anda bangun disambut bangkai tikus buruannya..!
  1. Dengkuran kucing sangat khas bagi pada owner, akan selalu terdengar disetiap tarikan nafasnya, dan semakin keras ketika Anda mengelus dagu hingga lehernya. Dengkuran ini berarti kenyamanan untuknya, seperti senyuman yang dilakukan manusia, ia sedang tersenyum damai dengan dengkurannya pada Anda yang dicintainya, di rumah Anda yang disukainya. (Simak pula: Gangguan Lambung pada Kucing)

Setiap makhluk Tuhan dikaruniai akal dan rasa sehingga ia dapat berfikir dan mencinta.. hewan pun dapat berkasih sayang dengan manusia, sudah seharusnya kita sebagai manusia memiliki kelembutan hati untuknya..

 

Gangguan Lambung pada Kucing

Gangguan Lambung pada Kucing

Gejala Gangguan Lambung pada Kucing

PecintaSatwa.com – Gangguan lambung pada kucing biasanya mengakibatkan kucing muntah, kehilangan nafsu makan, tidak bersemangat dan lebih banyak rebah. Gangguan lambung dapat bersifat akut atau kronis, hal ini dapat terjadi pada semua breed kucing, dan berbagai umur. Bagi kucing yang tidak memiliki riwayat mudah muntah, tiba-tiba mengalami penurunan nafsu makan bahkan hingga muntah, kemungkinan dapat disebabkan beberapa hal berikut ini, seperti pergantian jenis pakan tiba-tiba, hairballs, abdominal obstruction (disebabkan karena kucing menelan benda asing), efek samping obat-obatan tertentu, keracunan, dan penyakit (infeksi bakteri, virus, infestasi parasit dan pankreatitis).

Sedangkan pada kucing yang sering mengalami muntah dalam waktu yang lama disertai dengan nafsu makan yang kurang baik, bisa jadi disebabkan oleh beberapa penyakit berikut ini: inflammantory bowel disease,  kanker, infeksi bakteri/jamur, penyakit metabolik (hipertiroid, gagal ginjal, gagal liver), dan kelainan motilitas organ pencernaan. (Info: Beberapa hal yang harus dihindari Kucing kesayangan)

Penanganan Gangguan Lambung pada Kucing

kucing yang lemas

Kucing yang mengalami gangguan lambung, lebih suka bersembunyi atau mencari tempat istirahat yang nyaman dan sepi, karena ia merasakan ketidaknyamanan pada perutnya, stress, dan lemas. Apabila kucing Anda terlihat tidak menyentuh makanannya selama satu hari, segera konsultasikan kondisi ini pada dokter hewan pribadi Anda. Karena tubuhnya membutuhkan asupan nutrisi untuk bertahan hidup dan melakukan proses penyembuhan.

Kucing yang datang ke klinik hewan dengan keluhan gangguan lambung dan tidak mau makan selama satu hari biasanya mengalami dehidrasi. Dokter hewan akan memberinya terapi cairan sebagai support kondisi awal, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara general. Setelah itu akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti pemeriksaan darah dan urin, x-ray, atau USG untuk mendiagnosis penyebab dan tingkat keparahan gangguan lambung yang diderita oleh kucing.

Penanganan penyakit yang dilakukan dokter hewan akan didasarkan pada penyebabnya, dapat berupa obat-obatan selama beberapa hari untuk kasus akut yang ringan seperti pergantian pakan atau stress, hingga terapi bedah jika terdapat gangguan organ atau adanya benda asing berbahaya dalam saluran pencernaan kucing (corpora aliena). Terapi supportive sangat penting dilakukan sebelum terapi lanjutan, apabila kucing Anda benar-benar tidak mau menyentuh makannya, ada baiknya Anda tetap menyuapinya dan memberinya minum dengan menggunakan spuit untuk menghindarai dehidrasi, karena dehidrasi dapat memperburuk keadaan secara drastis akibat shock pada sirkulasi darahnya. Lebih disarankan untuk kepada dokter hewan sebelum memberi kucing obat-obatan atau mengganti pakannya. (Baca pula: Alergi makanan pada anjing dan kucing)

Untuk meminimalisir terjadinya gangguan lambung pada kucing, lakukan pergantian pakan secara perlahan dengan mencampurkan pakan lama dan pakan baru dengan proporsi tertentu, jauhkan kucing Anda dari mainan-mainan kecil yang mungkin tertelan, dan benda-benda tajam berbahaya. Jika si kucing suka makanan basah atau ikan sebaiknya berikan bagian dagingnya, buang tulang atau durinya. Selain itu, juga lakukan grooming secara teratur terutama bagi kucing longhair untuk mencegah adanya hairballs dalam saluran pencernaannya.

 

Beberapa Hal yang Harus Dihindarkan Kucing Kesayangan Anda

Beberapa Hal yang Harus Dihindarkan Kucing Kesayangan Anda

Hal yang Perlu diperhatikan saat Memelihara Kucing

PecintaSatwa.com – Banyak dijumpai kasus infestasi kutu pada hewan kesayangan seperti kucing secara masal, dalam satu kompleks perumahan. Apabila satu kucing terindikasi kutuan maka tak lama kemudian kucing-kucing satu blok akan tertular. Kejadian seperti ini seharusnya dapat dihindari, dengan memelihara kucing kita sebaik baiknya, agar terhidar dari penyakit dan bahaya disekitarnya sebagaimana tanggung jawab kita sebagai owner untuk melaksanakan animal welfare. (Perlu Anda cermati: Terapi Anti Kutu, Pentingkah???) Seperti halnya mengasuh anak-anak, memelihara kucing juga harus disertai dedikasi yang tinggi, karena bagaimanapun ia adalah anggota keluarga kita yang kita cintai. Kita harus mengusahakan yang terbaik darinya dan mencegah apapun yang berpotensi melukainya.

Berikut ini adalah beberapa ulasan tentang hal-hal yang harus diperhatikan saat memelihara kucing kesayangan.

  1. Jangan membiarkan kucing berkeliaran di jalanan. Kucing memang bersifat soliter dan eksploratif, ia sangat suka jalan-jalan, melihat hal yang baru disamping jam tidurnya yang panjang. Jalanan sangat riskan untuk kucing, potensi bahaya mengintai disekitarnya seperti tertabrak kendaraan, tergigit anjing, bertarung dengan kucing senior, tanpa sengaja keracunan makanan, dan tertular parasit. Resiko ini semakin besar apabila Anda belum melakukan vaksinasi untuk kucing Anda. Pada kucing ras longhair, udara luar yang panas saperti kota Surabaya dan Jakarta dapat merusak rambutnya dan membuat stress, karena itu tempatkan kucing ras di rumah yang sejuk dengan sirkulasi udara yang baik. Cukup biarkan ia main didalam rumah, atau di halaman sekitar rumah, jika perlu beri ia mainan seperti bola dan tali untuk bersenang-senang.
  1. Hentikan menghukum kucing dengan pukulan atau kekerasan. Kadang kala kucing dirumah bertingkah nakal seperti pipis sembarangan, merusak perabotan, atau mencuri lauk pauk di meja makan. Jangan menghardiknya dengan teriakan atau memukulnya yang jelas menyakiti si kucing. Apabila apa yang dilakukannya tidak baik, cukup beri peringatan dengan jari telunjuk dan turunkan ia dari meja/kursi, ekspresikan wajah Anda dengan tegas berisyarat No/tidak boleh. Alih-alih menghukumnya, beri si kucing hadiah jika ia melakukan hal yang baik, jadi ia akan paham tidak akan diberi hadiah jika melakukan hal buruk. Kucing yang sering dihukum dengan hardikan, teriakan, dan pukulan akan tumbuh menjadi kucing yang garang, tidak lembut, membenci Anda, tidak suka disentuh, dan mudah stress. Stress ini lah yang menjadi awal mula banyak penyakit. Bukannya kucing Anda menurut, Anda yang akan keluar dana lebih untuk membawa si kucing berobat.
  1. Hindari memberi pakan berlebihan. Kucing gemuk memang lucu dan menggemaskan, tapi Anda harus memperhatikan kesehatan kucing Anda, jangan sampai kucing menjadi obesitas karena Anda memberi pakan yang berlebihan. Seperti halnya manusia yang gemar makan, kucing akan memakan seberapa pun pakan yang Anda berikan, terlebih jenis pakan favoritnya. Jam dan jumlah pakan yang tidak jelas cenderung membuat kucing akan makan terus menerus, bermalas malasan, hingga menggemuk. Kucing obesitas berpotensi besar mengalami radang sendi (arthritis) karena keterbatasan pertulangannya menyanggah beban tubuhnya. Kasus-kasus diabetes juga banyak diderita oleh kucing kegemukan, Anda harus berhati-hati. Beri kucing Anda makan yang cukup sesuai dengan panduan pabrik atau saran dokter hewan, dengan jam-jam teratur, ia akan belajar disiplin, menjadi lebih energik dan terhidar dari obesitas. (Pelajari pula: Mengapa Pyometra terjadi pada Hewan Kesayangan Anda)
  1. Hati-hati dengan obat-obatan atau produk kesehatan untuk spesies lain. Di pet shop banyak tersedia multivitamin, shampoo, dan makanan untuk banyak jenis hewan seperti anjing, kucing, kura-kura, kelinci dan hamster. Setiap produk di khususkan untuk satu jenis hewan, karena setiap hewan memiliki kebutuhan nutrisi dan kepekaan kimia yang berbeda. Makanan anjing tidak cocok dengan kucing, kebutuhan protein kucing lebih tinggi dari pada anjing. Lebih-lebih dengan obat-obatan dan suplemen kesehatan untuk manusia, banyak diantaranya sangat berbahaya bagi kucing meski bermanfaat bagi manusia. Kepekaan kucing terhadap obat-obatan manusia jenis tertentu dapat membuatnya shock dan tutup usia. Lebih baik konsultasikan kesehatan kucing Anda pada dokter hewan professional, demi keselamatannya.
  1. Bersihkan Litter box setiap hari. Memang terlihat sepele, namun urusan kebersihan sangat penting bagi kesehatan kucing. Litter box yang kotor dapat menyebabkan kucing malas untuk buang air, ia menahannya, apabila hal ini dibiarkan berlama-lama, dapat timbul penyakit idiopatic feline lower urinary tract disease, yakni penyakit yang menyerang sistem perkencingannya bagian bawah. Kucing sulit pipis, karena disertai rasa sakit yang sangat. (Penting: Waspadai infeksi virus calici)

Kadang kala kita tak sengaja melakukan hal-hal tersebut di atas pada kucing kesayangan kita, demi maksud yang baik. Akan tetapi ada baiknya Anda mengkonsultasikannya kepada dokter hewan perihal kesehatan dan perawatan kucing Anda sebelum melakukannya, jangan sampai maksud baik kita menyebabkan ketidak nyamanan bahkan penyakit bagi hewan yang kita cintai.. keep calm, and say miauw…

 

Waspadai Infeksi Virus Calici

Waspadai Infeksi Virus Calici

Infeksi Virus Calici

PecintaSatwa.com – Kucing anda tampak lemas tak bergairah? Nafsu makannya menurun drastic? Ada bau busuk dari mulutnya? Anda perlu waspada, karena bisa jadi si kucing kesayangan sedang terinfeksi virus calici yang menyebabkan gangguan pada saluran pernafasan atas.

Virus calici dapat menyebar dengan mudah di lingkungan, dan menyebabkan penyakit respratorik pada kucing anda. Virus tersebut dapat menular dari berbagai cara seperti dengan kontak langsung, melalui udara yang tercemar virus dari penderita yang bersin, makan satu mangkuk dengan kucing sakit, dan dari lingkungan yang terkontaminasi virus. Karena virus calici dapat bertahan hidup di lingkungan selama 7-14 hari, literatur lain mengatakan hingga 1 bulan. Selama menyerang penderita, virus ini terus menggandakan diri dan melakukan mutasi, sehingga virus calici jenis baru dapat muncul dengan cepat, dengan tingkat keganasan yang berbeda dengan asalnya, bisa jadi lebih berbahaya dari generasi sebelumnya. ( Perlu tau: Waspada Canine Influenza / Flu Anjing)

Gejala Klinis Infeksi Virus Calici

Konjungtivitis disertai keluarnya air mata terus menerus

Infeksi calicivirus dapat dikenali dengan mudah oleh para owner, sebagaimana prinsip pengobatan, semakin cepat gejala klinis diidentifikasi, didiagnosa dan diterapi, maka kemungkinan penyembuhan akan semakin besar. Berikut tanda-tanda yang dapat anda amati pada kucing penderita infeksi calicivirus

  1. Gangguan saluran pernafasan bagian atas. Kucing akan tampak bersin-bersin, batuk, keluar leleran dari hidungnya, matanya terus berair, konjungtivitis, luka/ulser pada lidah, lemas, penurunan nafsu makan dan demam. Pada anak kucing gejala ini dapat diperparah dengan terjadinya radang paru-paru / pneumonia.
  2. Radang gusi dan sariawan. Gejala tersebut bersama luka pada lidah kucing membuatnya malas makan karena kesakitan, dan akan tercium bau busuk dari mulutnya.
  3. Limping syndrome. Adanya keradangan pada persendian (arthritis), gejala ini akan terjadi beberapa hari, yang menyebabkan rasa amat tidak nyaman bagi si kucing.
  4. Penyebaran infeksi di organ lain. Hal ini dapat terjadi apabila jumlah virus yang menyerang sangat besar dengan tingkat keganasan yang tinggi. virus akan menyebar melalui aliran darah (viremia), dapat menyebabkan terjadinya radang pada liver, pembengkakan kulit, radang pangkreas dan perdarahan pada saluran pencernaan.

Jika beberapa tanda diatas tampak pada kucing anda, segera larikan ia ke rumah sakit hewan atau klinik terdekat, agar dapat ditangani secepatnya dan sebaik-baiknya. (Apa saja: Problem Kulit pada Anjing)

Terapi Virus Calici

Penderita calicivirus akan mengalami penurunan kondisi tubuh yang drastis, karena itu infeksi sekunder dari bakteri dapat saja terjadi. Di rumah sakit hewan, dokter hewan akan memberinya terapi antibiotic untuk mencegah infeksi sekunder yang memperarah kondisi pasien, disamping itu akan diberi terapi berdasarkan gejala klinis pasien untuk mendukung kondisi pasien secara umum, juga akan dilakukan terapi cairan untuk menggantikan cairan tubuhnya yang hilang selama ia mogok makan dan minum, juga stress yang dapat membuatnya syok.

Untuk mengembalikan keadaan tubuh pasien, kucing perlu mengkonsumsi makanan, meski terapi cairan juga mengandung nutrisi. Tenaga medis akan mencoba menstimulasi nafsu makan kucing dengan memberinya pakan basah yang berbau lezat sehingga kucing mau memakannya sendiri, namun apa bila si kucing tetap saja enggan menyentuh makannya, makan pemberian pakan menggunakan syringe atau feeding tube akan dilakukan.

Bagi kucing penderita calicivirus yang mengalami ganggauan pernafasan berat, batuk berdahak hingga kesulitan bernafas, akan dilakukan nebulasi / penguapan dengan obat-obatan tertentu untuk melonggarkan otot-otot respiratoriknya, dan meringankan pernafasannya.

Pencegahan Virus Calici

Obat-obatan yang digunakan dalam terapi infeksi calicivirus lebih bersifat supportif, karena memang belum terdapat pengobatan infeksi virus yang efektif dan efisien, karena ini lebih baik anda melakukan pencegahan sejak dini dengan melakukan vaksinasi.

Vaksin pengebalan terhadap calicivirus sudah terdapat di Indonesia, berbentuk vaksin kombinasi dengan beberapa jenis vaksin lainnya. Kucing anda sebaiknya divaksinasi mulai berumur 10-13 minggu, kemudian dilakukan booster vaksin pada saat ia berumur 6 bulan, hingga dilakukan secara rutin setiap setahun sekali. (Baca: Penanganan Kejang pada Anjing dan Kucing)

Vaksinasi tidak serta merta menjadi baju baja tanpa cela bagi kucing anda. Tetapi dengan dilakukan vaksinasi, maka kemungkinan terinfeksi calicivirus akan semakin kecil, jika sampai terjadi infeksi pun kucing anda telah memiliki antibody spesifik yang memerangi virus, sehingga tidak akan terjadi gejala klinis yang terlalu berat bagi si kucing.

Keep calm and health miauuuuuuwwww….

 

Scabiosis Pada Kucing

Scabiosis Pada Kucing

Gangguan Kulit Pada Kucing

Lesi scabiosis di telingaBanyak pemilik kucing yang mengeluhkan permasalahan kulit pada hewan kesayangannya, seperti rambut rontok, adanya keropeng pada kulit, dan frekuensi gatal yang berlebih, hal ini merupakan salah satu tanda- tanda adanya gangguan kesehatan kulit. Banyaknya permasalahan kulit yang terjadi dikarenakan kurangnya pemahaman bagaimana cara merawat kulit dan rambut hewan dengan baik. Frekuensi pemandian hewan yang tidak rutin, dan cara memandikan yang salah dapat menyebabkan gangguan pada kulit.

Salah satu permasalahan kulit yang sering terjadi pada kucing adalah scabiosis. Scabiosis merupakan pembentukan keropeng yang bersifat lokal maupun general yang disebabkan karena adanya ektoparasit yang tinggal didalam kulit yaitu Sarcoptes scabiei dan Notroedes cati. Pada kucing lebih banyak ditemukan kejadian scabiosis yang disebabkan oleh Notroedes cati, parasit ini tidak dapat terlihat secara kasat mata dan hanya dapat terlihat dengan menggunakan mikroskop. Infestasi Notodectes cati dapat menimbulkan rasa gatal yang berlebih pada kucing, oleh sebab itu hewan yang mengalami scabiosis akan memiliki frekuensi menggaruk lebih sering, garukan-garukan ini akan memunculkan permasalahan kulit lain seperti adanya timbunan nanah pada kulit (pyoderma).

Akibat Scabiosis

Lesi scabiosis telingaLuka yang diakibatkan oleh parasit penyebab scabiosis biasanya berbentuk seperti keropeng atau kerak berwarna cokelat kekuningan kadang berawarna keabu-abuan dan umumnya berada pada daerah tepian daun telinga, hidung dan disekitar kaki kucing untuk kejadian infeksi yang bersifat lokal. Kejadian yang bersifat umum dapat terjadi diseluruh tubuh hewan yang terinfestasi. Apabila hewan tersebut tidak segera ditangani, parasit akan terus berkembang dan akhirnya akan menimbulkan permasalahan baru.

Seluruh siklus hidup parasit berada pada kulit hewan inangnya, parasit betina menggali dan melubangi kulit pada bagian Stratum corneum dan akan membuat jalan seperti terowongan sampai beberapa centimeter dan telur-telur akan diletakan disepanjang tempat tersebut, setelah bertelur parasit betina dewasa akan mati. Telur yang telah diletakan dalam kurun waktu 3-8 hari akan menetas dan akan tumbuh menjadi larva-nimfa, hingga dewasa.

Penularan Parasit Kucing

Terjadi pada kucing usia muda maupun dewasa, tetapi pada umumnya terjadi pada kucing berusia muda (kitten) karena memiliki imunitas yang lebih rendah dibandingkan dengan kucing dewasa. Akibat kurangnya imunitas tubuh parasit akan mudah berkembang. Beberapa penyakit yang bersifat imunosupresif dapat menyebabkan pertumbuhan parasit yang berlebih karena ketidak mampuan tubuh untuk melawan infeksi.

Lesi scabiosis di kakiPenularan parasit terjadi baik melalui kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi, maupun kontak tidak langsung melalui kandang, dan alat-alat grooming seperti sisir dan gunting. Infeksi parasit tidak hanya berdampak pada hewan peliharaan saja, manusia yang berkontak langsung dengan hewan terinfeksi dapat juga tertular karena infeksi penyakit bersifat zoonotik (menular dari hewan ke manusia dan juga sebaliknya). Pada manusia, fase awal akan terasa gatal pada kulit, kemudian disertai dengan adanya kemerahan.

Perawatan dan Pencegahan Scabiosis

Apabila kucing anda mengalami gejala scabiosis seperti yang telah dipaparkan diatas, ada baiknya segera memeriksakan kesehatannya dan berkonsultasi kepada dokter hewan, karena luka scabiosis serupa dengan penyakit kulit lainya seperti luka yang disebabkan oleh bakteri ataupun jamur. Dokter hewan akan melakukan test skin scraping atau mengambil kerokan kulit dari keropeng dan melihat ada atau tidaknya parasit. Kucing yang dinyakatan sakit harus dipisahkan dengan kucing lainnya karena penyakit ini dapat menyebar kepada kucing yang sehat. Pemandian rutin dengan dikombinasi penggunaan salep kulit yang mengandung lime sulfur dan sampo antiseptik / sebolitik juga dapat dibawah pengawasan dokter hewan untuk mengatasi masalah ini.

Untuk pencegahan, dapat dilakukan dengan:

  • Memandikan kucing anda secara rutin seminggu sekali,
  • Memberi makanaan yang cukup nutrisi dan gizi pada hewan peliharaan,
  • Apabila diperlukan pemilik hewan dapat menggunakan obat tetes antiparasit (one spot) yang diaplikasikan pada kulit hewan untuk mencegah adanya penularan parasit.
  • Pemeliharaan kucing yang benar dan sesuai akan membuat hewan kesayangan kita tetap sehat.

 

Toxoplasmosis dan Tips Pencegahannya

Toxoplasmosis dan Tips Pencegahannya

Toxoplasma

kucing makan tikus

Kucing merupakan salah satu binatang yang lucu dan menggemaskan, tak heran jika banyak sekali yang menjadikannya sebagai peliharaan. Namun tanpa kita sadari ada penyakit yang dapat kucing tularkan kepada kita (zoonosis). Salah satunya adalah Toxoplasmosis, yaitu penyakit yang disebabkan oleh protozoa Toxoplasma gondii. Parasit tersebut umum menyerang manusia dan hewan berdarah panas lainnya (lebih dari 30 spesies burung dan 300 spesies mamalia) dalam bentuk stadium infektifnya: sporozoit, takizoit, bradizoit. Menurut Nurcahyo (2011), tingkat kejadian penyakit akibat T. gondii di Indonesia berkisar antara 2-63% pada manusia, 35-73% pada kucing, 11-36% pada babi, 11-61% pada kambing, 75% pada anjing, dan <1% pada ternak lainnya.

 

Penyebaran Toxoplasma

Penyebaran T. gondii diawali dari keluarnya ookista (telur parasit) melalui feses kucing. Seekor kucing yang terinfeksi dapat mengeluarkan hingga 100-juta ookista per-harinya. Pada suhu lingkungan, ookista yang mengandung sporozoit bersporulasi dan menjadi infektif dalam waktu 1-3 hari. Setelah ookista tertelan oleh hospes perantara (manusia, burung, rodensia, dan hewan domestic lainnya), ookista akan pecah dan sporozoit yang keluar berubah menjadi takizoit. Takizoit memeliki kemampuan untuk menyerang sel-sel hospes dan memperbanyak diri disana hingga kemudian beredar ke seluruh tubuh dalam waktu 3-10 hari lalu berubah menjadi bradizoit yang mampu bertahan pada jaringan otak dan otot hospes berbulan-bulan lamanya.

Gejala Toxoplasmosis

life cycle of toxoplasma

Kucing yang menderita toxoplasmosis umumnya tidak menunjukkan gejala spesifik. Hanya gejala ringan berupa demam ringan, nafsu makan dan aktivitas menurun. Tetapi pada kucing-kucing yang daya tahan tubuhnya rendah, seperti pada kucing penderita Feline Leukimia Virus (FeLV) atau Feline Immunodeficiency Virus (FIV), T. gondii dapat menyebabkan kelainan pada sistem pernapasan, mata, dan syaraf. Pada sistem pernapasan, T. gondii akan menimbulkan pneumonia (radang paru-paru). Pada mata dan syaraf, T. gondii dapat menyebabkan inflamasi pada retina atau ruang anterior mata, ukuran pupil abnormal, kebutaan, inkoordinasi, perubahan sifat dan tingkah laku, gejala berputar, kejang, penurunan fungsi pendengaran, kesulitan mengunyah dan menelan makanan, hingga kesulitan mengontrol urinasi (pee) dan defekasi (poop).

Akibat Toxoplasmosis

Pada hewan ternak, Toxoplasmosis juga berakibat pada kerugian ekonomi karena menyebabkan abortus pada kebuntingan serta kematian janin bahkan kecacatan dan kelumpuhan pada anak yang dilahirkan.

Baca: 14 Penyebab Keracunan pada Kucing

Pada Manusia juga umumnya Toxoplasmosis tidak menunjukkan gejala spesifik apapun, hanya seperti gejala flu (flu like syndrome) dengan pembengkakkan limfoglandula dan nyeri otot selama beberapa hari hingga minggu. Namun pada penderita dengan daya tahan tubuh yang rendah, gejala klinis yang ditimbulkan bisa lebih parah dan mempengaruhi organ-organ lainnya seperti gangguan syaraf, saluran pernapasan, dan jantung hingga kematian. Pada Ibu hamil, Toxoplasmosis dapat menyebabkan keguguran pada trimester pertama, kematian janin dalam kandungan, hidrosefalus atau mikrocefalus, pengapuran pada otak, gangguan psikologis dan perkembangan mental pada anak setelah dilahirkan, penurunan kemampuan melihat dan mendengar, hingga kejang.

Cermati : Kucing dan Karakternya sebgai Peliharaan

Untuk memastikan apakah kucing anda mengalami Toxoplasmosis atau tidak, dokter hewan akan melakukan serangkaian test untuk menegakkan diagnosa yang diawali dari analisis riwayat dan gejala klinis hingga uji laboratorium.

Manusia dapat tertular Toxoplasmosis melalui beberapa cara, antara lain:

  1. Memakan makanan, meminum air, atau secara tidak sengaja terkena tanah yang terkontaminasi feses kucing yang mengandung ookista.
  2. Meminum susu yang belum di-pasteurisasi.
  3. Memakan daging mentah atau setengah matang yang telah terinfeksi Toxoplasma gondii.
  4. Penularan langsung terjadi pada anak ketika sebelum atau selama kehamilan Ibu menderita Toxoplasmosis.
  5. Melalui transplantasi organ dari donor yang seropositif Toxoplasma. (angka kejadiannya hanya 5%) (Barsoum, 2006).
  6. Melalui transfusi darah dan stem cell (Derouin and Pelloux, 2012).

Agar Terhindar dari Penularan Toxoplasmosis

toxoplasma dalam jaringan

Yang perlu diperhatikan, ookista yang keluar melalui feses kucing dan bersporulasi mampu bertahan dalam kondisi yang lembab dan hangat, seperti pada kebun, litter box, dan tanah, hingga 18 bulan lamanya. Kista T. gondii juga masih mampu bertahan pada suhu kulkas 4 derajat Celcius dan tidak mati pada pemanasan menggunakan microwave.

Simak: Parahnya Infeksi Bakteri akibat Cakaran/Gigitan Kucing

Namun bagi anda pecinta kucing, jangan takut dan mengurungkan niat untuk memelihara si hewan menggemaskan ini. Anda dapat menerapkan tips-tips berikut agar terhindar dari penularan toxoplasmosis.

Sanitasi dan Higien Personal dan Lingkungan

  1. Masak daging hingga benar-benar matang (>67 derajat Celcius selama min. 20 menit).
  2. Penyimpanan daging harus dilakukan pada lemari pembeku (freezer) dengan suhu -20 derajat Celcius.
  3. Jangan meminum air dan susu yang belum dimasak.
  4. Cuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi.
  5. Cuci tangan dan peralatan memasak dengan air sabun hangat setelah memproses daging mentah.
  6. Gunakan sarung tangan dan cuci tangan setelah berkebun dan membersihkan pasir/litter box kucing.
  7. Cuci tangan sebelum makan.
  8. Mengontrol populasi tikus/rodensia lain.
  9. Jangan biarkan Ibu hamil, anak-anak, serta orang dengan daya tahan tubuh rendah membersihkan litter box.

Sanitasi dan Higien Kucing Peliharaan

  1. Jangan berikan kucing anda daging, air minum, dan susu yang belum dimasak.
  2. Jangan biarkan kucing anda berburu dan memakan tikus/rodensia lainnya.
  3. Jangan biarkan kucing menggunakan taman/area bermain anak anda serta pot bunga sebagai litter box.
  4. Bersihkan feses dan litter box serta kandang setiap hari. Cuci dengan sabun, air hangat, dan disinfektan.

 

Nah, walaupun sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk mencegah Toxoplasmosis, namun kejadiannya bisa diminimalisir dengan cara menjaga kebersihan diri, kucing peliharaan, dan lingkungan sekitar. Selamat bermain dengan kucing kesayangan anda 🙂

 

Referensi

Barsoum, R.S. 2006. Parasitic Infection in Transplant Recipients. Nature Review Nephrology 2(9): 490-503..

Cornell Feline Health Center. 2008. Toxoplasmosis in Cats. New York: College of Veterinary Medicine, Cornell University.

Derouin, F., and H. Pelloux. 2012. Prevention of Toxoplasmosis in Transplant Patients. Clinical Microbiology and Infection 14: 1089-1101.

Dubey, J.P., and J.L. Jones. 2008. Toxoplasma gondii Infection in Human and Animals in The United States. International Journal for Parasitology 38 (2008): 1257-1278.

Flegr, J., J. Prandota., M. Sovickova., Z.H. Israili. 2014. Toxoplasmosis ΓÇô a Global Threat. Correlation of Latent Toxoplasmosis with Spesific Disease Burden in a Set of 88 Countries. PLoS ONE 9(3): e90203. doi: 10.1371/journal.pone.0090203.

Nurcahyo, W., J. Prastowo., dan A. Sahara. 2011. Toxoplasmosis Prevalence in Sheep in Daerah Istimewa Yogyakarta. Anim. Product 13(2):11-15

 

Kontributor: drh. Galuh Prawesti Prameswari

 

4 Latihan Kemampuan Dasar Kucing dengan Metode Sederhana

4 Latihan Kemampuan Dasar Kucing dengan Metode Sederhana

Cara Melatih Kucing Mandiri

sudah terlatih pee di litter box

Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka hanya cakar saat makanan tak ada di piring. Mungkin ini adalah masalah yang sering anda hadapi bagi para pecinta kucing terutama kucing domestik dan campuran. Si putih akan selalu mengeong dengan cerewetnya disaat jam makan, jika tidak diberi dia akan mendekati anda hingga mencakar-cakar kaki, kemudian mencuri makanan anda yang ada dimeja. Disisi lain, permasalahan seperti seluruh penjuru rumah anda memiliki bau parfum khas akibat kucing anda pee (pipis-red) sembarangan dan tidak bisa menggunakan litter (bak pasir). Lalu bagaimana cara mengatasi hal tersebut? Mari kita pelajari karakter kucing kita masing-masing, lalu latih kemampuan dasar kucing anda dengan baik sehingga hal tersebut tidak terjadi.

Baca: Merawat Anak Kucing

Banyak kemampuan dasar yang dapat Anda latih sendiri dirumah, diantaranya: datang saat dipanggil, menggunakan litter untuk poop dan pee, makan pada tempatnya dan mencegah kucing anda naik ke atas meja makan.

Pahami Psikologi Kucing

Hal utama yang harus kita pahami adalah, bahwa kucing bukanlah hewan yang didomestikasi untuk bersosialisasi dengan manusia, sehingga bisa membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya seperti anjing gembala dan anjing penjaga.

Baca pula: Memahami Kucing dan Karakternya sebagai Peliharaan

Awal mulanya kucing didomestikasi hanya untuk menangkap tikus yang ada di di rumah pertanian. Mereka hewan yang independent dan soliter, tidak terbiasa bekerja, serta menarik perhatian untuk mendapatkan hadiah (contoh : makanan). Sehingga tidak perlu panik apabila kucing ada terlihat cuek saat program latihan anda jalankan. Perlu perlakuan atau hal yang sangat menarik bagi kucing untuk memancing perhatiannya sehingga memudahkan anda dalam melatihnya.

Teknik Melatih Skill Dasar Kucing

Memberikan perlakuan yang sangat disukai oleh kucing seperti makanan dalam program latihan merupakan metode yang cukup efektif. Namun perlu diperhatikan tidak semua jenis makanan bisa digunakan dalam pelatihan, gunakan makanan yang paling ia sukai dan memiliki aroma yang memikat seperti pakan basah, daging ayam cincang atau ikan. Selain itu rangsangan pada organ tubuh kucing juga bisa digunakan untuk mempermudah kucing dalam memahami perintah.

Simak: Tips Melatih Anak Kucing

biasakan memberi kucing makan di wadahnya

Kedisiplinan merupakan kunci dari suksesnya latihan, lakukan berulang-ulang hingga kucing anda paham. Jika kucing sudah terbiasa dengan kegiatan tersebut maka anda sebagai pemilik tidak boleh lengah dan harus melakukannya dengan rutin. Berikut adalah penjelasan teknik latihan pada kucing kesayangan:

  1. Memanggil nama

Kunci dari latihan ini adalah tiada dusta diantara kita. Kucing juga seperti anjing bisa dilatih untuk mengenal namanya dan datang saat dipanggil. Lakukanlah latihan dengan membiasakan memanggil nama kucing anda dalam hal apapun mulai dari makan, bermain, dan menimang. Perhatikan dari ketiga hal tersebut mana yang paling dia suka sebagai hadiah.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk reward atau hadiah bagi kucing anda dalam latihan ini. Jangan pernah memanggil kucing anda tanpa tujuan apapun, atau sengaja membohonginya tanpa memberi reward, karena dalam jangka panjang ia tidak akan mau datang pada anda saat dipanggil.

Ulasan: Cara Mengawinkan Kucing

Ketika menggunakan makanan sebagai reward pastikan anda membiasakan memanggil namanya terlebih dahulu baru mengetukkan kaleng pakan atau piring makannya, jika tidak kucing anda hanya akan datang saat mendengar piringnya berdentang.

Kemudian saat memanggil namanya untuk mengajaknya bermain lakukan di waktu yang tepat untuk dia bermain, dan lakukan pada ruangan yang nyaman minim gangguan sehingga kucing anda akan lebih tertarik pada permainan. Anda bisa menggunakan laser, bola, kertas atau pancingan, serta hindari ia bermain sendiri, masuklah dalam permainan tersebut agar terjadi interaksi dan ikatan batin.

  1. Menggunakan litter

Jika anda mendapatkan si kucing dengan membeli dari petshop atau teman anda, biasanya mereka sudah terlatih untuk menggunakan litter box, anda hanya perlu menggunakan jenis litter, ukuran box yang sama dan mengenalkan tempat litter box berada pada kucing anda.

Bagaimana dengan kucing rescue dari jalanan? Melatih kucing rescue membutuhkan waktu yang cukup panjang karena behaviour (kebiasaan) poop dan pee yang sembarangan. Anda bisa melatihnya dengan cara memperhatikan waktu poop dan pee kucing anda pada pagi dan sore hari, amati tingkah lakunya yang mulai mengendus-endus lantai dan melakukan gerakan menggali dengan kaki depannya yang menunjukan bahwa kucing anda ingin buang air.

Begitu terlihat gerak-gerik si manis yang ingin pipis, segeralah bawa kucing anda pada litter box yang anda sediakan lalu tunggu dan amati hingga kucing anda selesai. apabila kucing anda melompat keluar letakan kembali ke dalam litter box hingga dia buang air.

Jika lama tidak tampak hasrat ingin pee atau poop kucing anda, coba usap bagian dubur dan sekitarnya dengan kapas lembab, hingga ia terangsang untuk buang air. Ganti atau cuci litter setiap hari, karena kucing tidak akan mau menggunakan litter yang sudah penuh dengan kotorannya.

  1. Makan pada piring

Teknik latihan ini hampir sama dengan latihan memanggil kucing anda untuk datang. Namun anda harus membiasakan untuk meletakan makanan pada piring yang telah anda sediakan di tempat dan jam yang sama. Biasakan untuk memberi makan kucing anda dua kali sehari, pada pagi dan sore hari untuk menghindari resiko obesitas, serta menghindari kucing anda mencuri makanan. Jika anda ingin memberikan kudapan diluar jam makan kucing, anda bisa memberikan makanan dengan cita rasa dibawah makanan utama, dan jangan lupa untuk meletakan pada piring makan khusus untuknya.

  1. Mendisiplinkan kucing
awalnya kucing tidak suka, lama-lama ia akan terbiasa

Kucing perlu dilatih untuk mengetahui hal yang tidak boleh dilakukan seperti mancakar sofa, naik ke atas meja dan lain sebagainya. Anda bisa memberikan punishment atau hukuman pada tiap perilaku yang tidak diinginkan dengan cara menjetikan jari anda, mengucapkan “Sssstt” , memanggil namanya dengan nada tinggi (marah) atau melakukan gerakan seolah akan menyentil telinganya. Lakukan hingga kucing berhenti melakukan kegiatan tersebut. Namun jangan pernah melaukan hukuman dengan cara memukul karena akan berakibat pada stress, yang akan berlanjut pada ketidak patuhan kucing anda hingga kabur dari rumah.

Cerita: Bagaimana Sejarah Panjang Kucing Domestik

Meskipun kucing tidak mengerti bahasa ucapan manusia, tetapi kucing dapat memahami bahasa perasaan dan emosi manusia. Tetapi biasakanlah anda untuk berbicara dengan kucing anda menggunakan bahasa anda, hal tersebut bisa menggambarkan emosi anda yang akan dipahaminya. Ajaklah kucing anda bermain secara rutin untuk membakar kalori, mengurangi sifat temprament dan menumbuhkan ikatan batin antara anda dengan kucing anda.

 

10 Jenis Kucing Termahal yang Berharga Fantastis

10 Jenis Kucing Termahal yang Berharga Fantastis

Kucing Termahal

Bagi Anda para pecinta kucing yang sangat menggemari jenis kucing eksotis, unik, berbeda dan berkarakter khusus, Anda mungkin dapat memilih salah satu jenis kucing dibawah ini sebagai hewan kesayangan. Harganya yang melejit tentu terbayar dengan ke-elegan-an dan ke-eksotisan yang mereka miliki.

Baca: 4 Latihan Kemampuan Dasar Kucing

Mari kita simak bersama, seberapa hebatnya kucing-kucing ini sehingga para pencinta kucing rela mengalirkan dananya yang begitu besar demi mendapatkannya..

  1. British Shorthair (500-1.500 USD)
british short hair

Ras kucing yang paling terkenal di Inggris, karakternya yang tenang dan menyenangkan membuat si bulu pendek ini menjadi pilihan tepat, bagi para pecinta kucing yang tinggal di komplek perumahan dan apartemen padat penduduk. Semakin murni Ras nya maka akan semakin mahal penghargaan untuknya

 

  1. Scottish Fold (200-3.000 USD)
scottish fold

Satu-satunya ras kucing dengan telinga menekuk ini memang sangat unik, sepintas, mirip anjing, akan tetapi ketajaman mata, hidung yang khas dan kumis kucingnya, tak akan dapat membantah bahwa si unik Scottish fold adalah kucing tulen.

  1. Sphynx (300-3.000 USD)

Cara Memelihara Kucing sphynx

Sphinx, si kucing tanpa bulu, telinganya besar segitiga menjulang ke atas. Namanya yang serupa dengan patung singa berkepala manusia di negeri sungai Nil, ternyata tidak mengarah pada asal atau mitologi kucing ini sendiri, karena sebenarnya sphinx merupakan generasi kucing modern, dengan penyimpangan genetic menurun yang dibudidayakan oleh breeder dari Amerika, sehingga terus berkembang menjadi ras kucing yang eksotis.

  1. Russian Blue (400-3.000 USD)
russian blue

Russian Blue, terkenal karena kecerdasanya dan rasa ingin taunya yang besar. Kucing ini juga sangat suka bermain. sifat uniknya, berbeda dengan kebanyakan kucing yang cenderung soliter, Russian Blue ternyata dapat hidup berdampingan dengan baik bersama hewan peliharaan lainnya, serta ramah dengan anak-anak di rumah.

Simak: Mengenal Jenis Warna Kucing

  1. Peterbald (1.200-5.000 USD)
peterbald

Hampir mirip dengan sphinx, Peterbald merupakan jenis kucing langsing bertelinga besar. Bulu pendek dan halus diseluruh tubuhnya lah yang membedakan keunikan Peterbald dengan ke-khas-an kucing sphinx. Kemiripian ini bukanlah tanpa sebab, karena peterbald memang masih keturunan kucing sphinx yang disilangkan dengan kucing Russian Shorthair. Jenis ini baru dikembangkan pada tahun 1994 di Petersburg ΓÇô Rusia.

  1. Persian (1000-6.000 USD)
Ginger Persian male kitten

Kucing persia adalah kucing cantik berbulu panjang ini sudang sangat mendunia. Berbagai variasi warna dan kecantikannya selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta kucing. Disetiap cat show di negara mana pun, pasti diramaikan dengan adu cantik dan sehat si kucing bola bulu yang menggemaskan ini.

  1. Allerca Hypollergenic Cat (6.000 USD)
allerca

Allerca Hypollergenic Cat, merupakan hasil pengembangan teknologi. Tak sama dengan Ras kucing yang disebutkan di atas, jenis kucing allerca dikembangkan oleh peneliti hewan peliharaan, dengan metode transformasi genetic. sesuai dengan namanya, para peneliti berusaha mengahapus atau me-nonaktifkan gen pada kucing yang menyebabkan alergi pada manusia, dan hasilnya didapatkanlah jenis kucing yang memiliki sifat minim / hypo allergenic bagi manusia, hingga saat ini penelitian-penelitian lanjutan masih terus dilakukan untuk mendapatkan jenis kucing yang aman bagi orang dengan resiko alergi bulu kucing.

  1. Bengal (1.000-10.000 USD)
Bengal

Kucing Bengal, terlihat seperti harimau mini. Kemiripan corak bulunya dengan macan tutul, didapatkannya dari sang moyang, Asian Leopard Cat, dan sifat rumahannya berasal dari ras kucing domestic. Kucing Bengal memang hasil silangan kedua ras kucing tersebut, kestabilan genetiknya sebagai pet animal baru bisa didapatkan pada generasi ke 3 atau ke 4. Kurang dari itu, tipikal kucing yang dihasilkan masih bersifat agresif seperti kakek buyutnya, Asian Leopard cat.

  1. Savannah (1.500-50.000 USD)
savannah

Rupanya secantik Bengal, tapi badannya lebih besar. Savannah memiliki kecerdasan diatas rata-rata seekor kucing, bahkan loyalitasnya dapat diadu dengan anjing. Savannah merupakan breed unggul dari persilangan kucing domestic dan kucing hutan Afrika atau Serval. Dengan corak menyerupai harimau, savannah semakin tampak gagah dan menawan.

  1. Asherah (15.000-100.000 USD)
ashera

Lebih rumit dari kucing Savannah, jenis Asherah didapat dengan memadukan genetic antara Serval Afrika, leopard cat, dan kucing domestic. Kucing Asherah sangat cerdas, loyal dan responsive. Setelah melalui serangkaian tes genetic, DNA Ashera masih berkerabat dekat dengan Savannah. Disamping itu Ashera juga termasuk jenis kucing yang bersifat hypoalergenik untuk manusia. Sampai saat ini baru terdapat 4 kucing Asherah yang dijual dengan Harga Fantastis. Sehingga hampir dapat dipastikan bahwa Asherah adalah kucing terjarang dan termahal di dunia.

Bagaimana? Kucing-kucing ini cantik dan unik bukan? Tertarik untuk memeliharanya? Pastikan Dompet Anda tidak layu setelah mendapatkan si kucing primadona.

 

Memahami Kucing dan Karakternya Sebagai Peliharaan

Memahami Kucing dan Karakternya Sebagai Peliharaan

Mitologi Kucing

Nomenklatur kucing modern
Felis silvestris spp

Siapa yang tak kenal dengan kucing, hewan manis manja dan popular sebagai pet animal di hamper seluruh penjuru dunia. Hewan bernama latin Felissilvestricatus ini sudah dekat dengan manusia sejak ribuan tahun silam. Simbosis mutualisme dengan manusialah yang menjadikannya dekat dengan kehidupan masyarakat sejak jaman dahulu kala. Bahkan di mesir, kucing adalah hewan yang diagungkan, dan puja sebagaimana pemujaan mereka pada dewi cantik berkepala kucing, Dewi Bastet, sebagai symbol kesuburuan, kehidupan dan kematian. Hukuman berat akan diberlakukan oleh pemerintah kerajaan saat itu (600-200 SM) jika diketahui ada penduduk yang menyakiti atau membunuh kucing, titisan sang Dewi. Karnivora kecil ini memang sekeluarga dengan kucing besar lainnya seperi harimau, singa, dan cheeta. Namun sifatnya yang manja dan suka bermain menjadikan kucing aman hidup berdampingan dengan manusia, bahkan sudah dianggap sebagai anggota keluarga yang dipelihara dengan penuh kasih sayang. Dari fosil kucing yang ditemukan di Pulau Syprus, diduga pasukan Dewi Bastetini sudah melakukan asosiasi saling menguntungkan dengan manusia sejak 6000 SM. Selain itu dalam mitologi Mesir kuno juga diceritakan bahwa di tahun 3500 SM, kucing telah dimanfaatkan para penduduk untuk menjaga hasil panenan mereka di gudang dari pencurian tikus, burung dan mamalia kecil lainnya yang menyusup ke lumbung. Kucing modern saat ini, disinyalir berasal dari kucing liar Africa (Felissilvestralibica), dimana mulai menyebar ke asia barat sejak 8000 SM, selanjutnya penyebarannya meluas keseluruh penjuru dunia bersama dengan perkembangan area perdagangan saudagar Cina yang gemar menjelajah.

Nomenklatur kucing modern

Kingdom  : Animalia Filum  : Chordata Class : Mamalia Ordo : Carnivora Family  : Felidae Genus  : Felis Species : Felissilvestris Sub Species : Catus Insting kucing yang suka bermain, bersahabat, dan manja, mejadikan karnivora berkromosom 38 ini tidak berbahaya. Kesan jinak dan lucu membuatnya menjadi hewan peliharaan favorit diseluruh dunia. Kucing pun termasuk hewan yang bersih, karena suka menjilat rambutnya sendiri, air liur kucing dapat membersikan kotoran dengan efektif tanpa menyebabkan alergi pada manusia, kecuali pada kasus khusus yang sangat jarang terjadi. Selain itu kucing juga dapat menstimulasi dirinya untuk muntah dengan memakan beberapa daun dengan tujuan mengelurakan hairball yang tertelan karena menjilati tubuhnya, sehingga pencernaannya tetap sehat dan tidak tersumbat.

Nutrisi Kucing

Secara alami, kucing biasanya mengkonsumsi mamalia yang lebih kecil dari dirinya seperti tikus dan burung. Mirip seperti singa dan harimau, kucing membuat mangsanya tak berdaya dengan manancapkan taringnya di leher sang mangsa dan menahannya beberapa saat. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan syaraf vertebrae cervicalis jika mengenai tulang leher, dan mengoyak tenggorokan jika mengenai leher bagian dalam sehingga mangsa kehabisan nafas, dua hal tersebu akan berakibat fatal pada mangsa, dan kemudian sikucing pun dapat melahapnya. Akan tetapi dijaman modern ini, kabanyakan kucing peliharaan sudah tidak menkonsumsi hewan hidup lagi, konsumsi kucing diarahkan ke komersial cat food baik dalam bentuk kering maupun basah. Pakan inipun dibuat berdasarkan kebutuhan nutrisinya terlebih pada kadar protein, vitamin dan mineralnya. Karena memang kebutuhan protein kucing lebih tinggi daripada anjing. Bahan asalikan, baik kering ataupun segar kerap digunakan sebagai bahan dasar cat food karena kandungan proteinnya yang tinggi.

Kebiasaan Kucing Peliharaan

Kucing memiliki indra penciuman dan pendengaran yang tajam, dengan frekuensi lebih tinggi daripada yang dapat ditangkap oleh manusia, kemampuan inilah yang mempermudah kucing untuk mendeteksi letak simangsa dan menyergapnya tanpa suara. Selain itu, kucing juga dapat melihat dalam gelap meski memiliki visi wana tidak sebaik manusia. Walaupun musuh tikus satu ini merupakan pemburu soliter yang mandiri, kucing juga merupakan spesies yang sosialis, komunikasi yang biasanya digunakannya meliputi jenis vocal yang berbeda (mengeong-mengeram); hormonal (feromon untuk menarik lawan jenis), dan bahasa tubuhnya yang khas.Karena itulah, behavior atau tabiat kucing dapat dipelajari para pemelihara untuk lebih memahami hewan kesayangannya sebagai bagian dari keluarga yang dicintai.

 

Tips Melatih Anak Kucing

Tips Melatih Anak Kucing

Cara Melatih Anak Kucing Buang Air

Melatih Anak Kucing Buang Air

Setelah tau bagaimana cara memberi makan baby kucing (kitten) terlantar , sekarang waktunya membahas tentang bagaimana caranya membantu kitten untuk pee dan poop. Mereka harus distimulasi secara manual untuk pee & poop. Biasanya induk kucing akan menjilat perut dan organ kelaminnya agar mereka pee/poop.

  • Setelah setiap habis makan, usapkan kain lembut atau tisu/kapas yang dilembabkan dengan air hangat secara perlahan di bagian perut belakang hingga anal. Kitten biasanya (dan hampir selalu) pee setiap di stimulasi dan poop setidaknya 1x sehari. Tapi jangan terlalu khawatir kalo setiap hari mereka nggak poop, mereka akan pee & poop sendiri pada saat umur 2-3 minggu. Poop normal akan memiliki konsistensi seperti pasta berwarna coklat kekuningan.
  • Setelah kitten anda selesai diberi makan, pee & poop, bersihkan tubuhnya dengan kain halus dan agak lembap untuk membersihkan rambut mereka, sekaligus mengajarkan bagaimana meng-grooming, dan tentunya hal tersebut merupakan bentuk kasih sayang yang mereka butuhkan dari induknya.
  • Anda juga harus memeriksa adanya kutu ditubuh mereka. Kitten harus bebas dari kutu karena mereka rentan sekali terkena anemia yang membahayakan hidup mereka. Jika anda menemukan ada kutu di tubuh mereka, coba gunakan sisir kutu untuk menghilangkannya. Tanyakan pada dokter hewan pribadi anda, produk anti-kutu apa yang aman untuk kitten anda.
  • Setelah selesai kembalikan mereka ke tempat yang hangat. Ketika berumur 4 minggu mereka sebaiknya mulai diperkenalkan dengan Setiap setelah memberi makan, taruh kitten anda di dalam box. Jika mereka belum mengerti, anda boleh mencakar-cakarkan kakinya ke pasir, untuk mengajarinya sekaligus membiasakannya.

Cara Sosiaisasi Anak Kucing

Kitten Dalam Box

Kucing akan belajar bersosialisasi dari induk dan saudaranya, itulah alasan mengapa sebenarnya kitten tidak boleh dipisahkan dari induk dan saudaranya hingga usia 8-10 minggu. Jika anda memelihara kitten dibawah umur tersebut, sering-seringlah ajak mereka bermain dan berkenalan dengan lingkungan sekitar agar mereka tidak menjadi kucing yang penakut. Tanyakan pada dokter hewan langganan anda jika ada sesuatu yang tidak anda mengerti.

 

 

Selamat menolong kitten teman-teman! 🙂

 

Referensi

Kraemer, M. 2013. Caring for the Orphaned Kitten. SPCA Serving Erie Country

McCray, C. 2014. Kitten Care Handbook. Kitten Rescue

 

Tips Merawat Kucing Bunting

Tips Merawat Kucing Bunting

Cara Perawatan Kucing Bunting

USG Kucing Bunting

Perawatan kucing ketika sedang bunting merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan dalam manajemen pemeliharaan kucing. Perhatian ekstra pemilik sangat dibutuhkan kucing selama kebuntingannya untuk menghidari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti adanya kematian pada waktu melahirkan, kesulitan dalam proses persalinan, ataupun anak yang dilahirkan memiliki gizi yang kurang baik, oleh sebab itu beberapa tips berikut dapat anda terapkan di rumah agar kucing kesayangan anda tetap sehat baik sebelum dan sesudah melahirkan :

Mengetahui status kebuntingan dan Hari Prediksi Lahir (HPL)

Setelah kucing mengalami masa perkawinan, tidak ada salahnya untuk memeriksakan kesehatan dan status kebuntingan kucing kesayangan anda kepada dokter hewan. Pemeriksaan kebuntingan pada kucing dapat dilakukan 3 minggu setelah dikawinkan, karena pada masa tersebut janin sudah cukup berkembang. Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan kebuntingan dengan cara palpasi langsung atau dengan menggunakan alat bantu USG (Ultra Sono Graphy), setelah itu dokter hewan akan menentukan hari prediksi lahir untuk kucing kesayangan anda. Masa kebuntingan kucing berkisar antara 58-63 (rata-rata sekitar 60 hari).

Memberikan makanan yang bernilai gizi tinggi

Kucing yang sedang bunting akan membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak karena harus memenuhi kebutuhan gizi dirinya sendiri dan janinnya, oleh sebab itu dari segi kualitas dan kuantitas pakan harus ditingkatkan, frekuensi pemberian pakan harus ditingkatkan pula. Beberapa produk makanan kucing kemasan cepat saji yang beredar dipasaran menyediakan produk yang disesuaikan dengan kondisi kucing pada masa kebuntingan. Tambahan vitamin ataupun suplemen yang mengandung kalsium dapat dilakukan dilakukan pada waktu menjelang hari kelahiran, untuk timing yang tepat, anda dapat menkonsultasikan kepada dokter hewan pribadi anda.

Jangan memberikan sembarang obat kepada kucing yang sedang bunting

Kucing yang sedang bunting tidak boleh diberikan sembarang obat-obatan, seperti obat kutu, jamur, ataupun obat cacing. Penggunaan obat yang tidak sesuai akan mengakibatkan kegagalan pembentukan janin didalam rahim bahkan dapat berujung ke kematian anak / keguguran. Apabila kucing berada dalam kondisi yang kurang sehat, konsultasikan kepada dokter hewan untuk pengobatan yang baik untuk kucing anda.

Tidak boleh memandikan basah kucing anda selama masa kebuntingan

Alas handuk untuk kucing melahirkan dan menyusui

Rutinitas pemandian basah / grooming sebaiknya dihindari untuk mengurangi resiko adanya stress pada hewan. Kucing bukan merupakan hewan yang dapat bersahabat dengan air, proses pemandian pada beberapa kucing akan meningkatkan resiko stress yang menimbulkan efek yang kurang baik bagi janin. Grooming kering dapat dilakukan dirumah dengan cara menyisir rambut-rambut yang mati dan juga memberikan parfum.

Baca: Tips Mewaspadai Kencing Batu pada Kucing

Menghindari stress

Kucing bunting akan mudah sekali stress. Oleh sebab itu, berikan suasana yang nyaman untuk kucing seperti memberikan alas di kandang, menjaga kelembaban lingkungan dan suhu agar tidak terlalu panas dan terlalu dingin. Kucing yang bunting lebih baik dikandangkan dulu dirumah, agar lebih mudah dikontrol ketika menunjukan tanda-tanda melahirkan

Menyiapkan perlengkapan untuk kelahiran

Apabila anda memutuskan untuk melakukan persalinan kucing anda dirumah, sediakan perlengkapan menjelang persalin seperti nest box, handuk dan lampu untuk penghangat. Nest box ditaruh ditempat yang nyaman dan jauh dari jangkauan manusia ataupun hewan, karena pada waktu melahirkan kucing membutuhkan suasana yang tenang, hangat dan nyaman.

Hindari penggunaan pasir gumpal ketika menjelang hari kelahiran

Kadang-kadang kucing akan melahirkan pada tempat kotoran / litter box yang disediakan, penggunaan pasir gumpal akan menyebabkan anak kotor karena adanya pasir gumpal yang melekat.

Kenali tanda-tanda kucing yang akan melahirkan

Kucing yang akan mendekati stadium kelahiran akan menunjukan pembesaran pada bagian ambing susu, dan daerah sekitar kelamin menjadi basah. Pada stadium awal proses persalinan kucing akan menunjukan gejala gelisah, diikuti dengan hilangnya nafsu makan. Stadium kedua kucing akan mengeluarkan cairan ketuban dan dilanjutkan pengeluaran anak satu demi satu. Jarak antara anak pertama dan kedua berkisar antara 30-45 menit. Hubungi dokter hewan terdekat untuk mendapatkan pertolongan apabila terjadi kesulitan dalam melahirkan.

 

Parahnya Infeksi Bakteri Akibat Cakaran / Gigitan Kucing

Parahnya Infeksi Bakteri Akibat Cakaran / Gigitan Kucing

Apa itu Cat Scratch Disease (CSD)

Infeksi Bakteri Akibat Cakaran kucing

Bagi Anda yang memeliharara kucing, dicakar dan digigit si hewan lucu itu pasti hal yang sudah biasa. Tapi anda perlu waspada jika setelah itu muncul ruam, merah, dan ulser di kulit disertai demam. Mungkin saja anda terkena Cat Scratch Disease (CSD), penyakit yang ditularkan melalui cakaran atau gigitan kucing. Penyakit ini sudah ada sejak lebih dari 100 tahun yang lalu, hanya saja baru dapat diidentifikasi penyebabnya 20 tahun belakangan. Di Amerika saja, sebanyak 25.000 orang terinfeksi penyakit ini setiap tahunnya.

 

Penyebab Cat Scratch Disease (CSD)

Cat Scratch Disease adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae sehingga dapat disebut juga sebagai penyakit bartonellosis. Angka kejadian bartonellosis tinggi pada kucing liar dan kucing-kucing shelter. Dari hasil penelitian, bakteri B. henselae tersebar di banyak negara, antara lain Belanda, Prancis, Jerman, Jepang, Indonesia, Filipina, New Zaeland, Australia, hingga Zimbabwe. Menurut data dari National Data for Infectious Disease, sebanyak 40% dari populasi kucing pasti membawa bakteri tersebut pada satu masa hidupnya

Cara Penularan Cat Scratch Disease (CSD)

Bakteri Bartonella henselae menginfeksi kucing melalui perantara gigitan atau kotoran (feses) pinjal kucing (Ctenocephalides felis). Kucing yang merasa gatal akibat gigitan pinjal otomatis akan menggaruk dan menggigiti tubuhnya sendiri, nah pada saat itulah feses pinjal yang mengandung bakteri Bartonella henselae menempel di kuku dan gigi kucing. Oleh karena itu infeksi Bartonella henselae dapat menular baik antar kucing maupun ke manusia melalui gigitan dan cakaran ataupun jilatan pada luka terbuka.

Baca: Cara Mengawinkan Kucing

Gejala Klinis Cat Scratch Disease (CSD)

Pada kucing infeksi tersebut kebanyakan tidak menimbulkan gejala namun pada manusia akan menimbulkan gejala klinis berupa kebengkakan dan abses di kulit pada hari ke-7 hingga ke-12 pasca tergigit/tercakar. Sekitar 1-3 minggu kemudian akan terjadi kebengkakkan demam, sakit kepala, dan penurunan nafsu makan. Sebenarnya, gejala tersebut akan hilang dengan sendirinya selama 4-8 minggu tetapi pada manusia yang sistem imun tubuhnya tidak optimal, infeksi akan berlanjut hingga ke seluruh tubuh (sistemik). Jadi, jika anda menunjukkan gejala gejala seperti diatas, jangan anggap remeh dan segeralah ke dokter.

Pencegahan Cat Scratch Disease (CSD)

Tapi janganlah panik dan jadi takut untuk memelihara ataupun bermain dengan kucing yang kebetulan mampir ke rumah anda. Anda dapat melakukan tindakan-tindakan berikut ini untuk mencegah terkena Cat Scratch Disease:

  • Jangan sengaja memprovokasi mereka hingga mereka merasa terancam, anda pasti sudah bisa membayangkan bagaimana akibatnya.
  • Cuci tanganlah dengan sabun setelah bermain dengan kucing. Apabila anda tergigit / tercakar segeralah cuci bersihkan dengan larutan antiseptik.
  • Jika anda memiliki luka terbuka, jangan ijinkan kucing anda menjilati bagian tersebut.
  • Bagi yang memiliki kucing, pastikan kucing anda selalu terjaga kebersihannya dan juga terhindar dari serbuan ektoparasit (pinjal, caplak, tungau, dll) dengan cara memberinya obat anti parasit yang dapat dibeli di petshop atau klinik dokter hewan langganan anda dan mandi secara teratur tentunya..
  • Anda dapat mengecek keberadaan ektoparasit pada kucing anda dengan cara menyisirnya dengan sisir kutu. Keberadaan caplak akan terlihat dari adanya kotoran (feces) berwarna hitam menempel pada rambut-rambut kucing.
  • Bersihkan alas tidur/tempat tempat yang sering disinggahi kucing anda dengan vacuum. Selain itu, perlu juga mengganti alas tidur kucing anda secara rutin.
  • Bila perlu, lakukan sanitasi rutin pada kandang kucing anda menggunakan larutan desinfektan.

 

Referensi

CDC website. Cat Scratch Fever at http://www.cdc.gov/healthypets/diseases/cat-scratch.html

CFSPH Technical Fact Sheets. Cat Scratch Disease and Other Zoonotic Bartonella Infections at http://www.cfsph.iastate.edu/DiseaseInfo/

Chomel, B.B. 2000. Cat Scratch Disease. Rev. Sci. Tech. Off. Int. Epiz.,19(1):136-150

 

Kontributor: drh. Galuh Prawesti Prameswari