Wagyu Daging Sapi Cantik Super Mahal

Wagyu Daging Sapi Cantik Super Mahal

Rahasia Nikmatnya Daging Sapi Wagyu

Selama ini kita mungkin terbiasa dikagetkan dengan harga kebutuhan pokok yang tiba-tiba naik dihari menjelang lebaran. Salah satu kebutuhan yang harganya tiba-tiba meroket tersebut adalah daging sapi. Namun tahukah anda, bahwa ada daging sapi yang harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga sapi biasa menjelang lebaran?

Ya, daging sapi tersebut merupakan daging sapi Wagyu Daging Wagyu ini ditaksir memiliki harga sekitar Rp 2.700.000,- untuk kemasan 500 gram. Sedangkan untuk daging sapi Kobe yang merupakan salah satu jenis daging Wagyu jenis khusus, dihargai sekitar 31.500 yen atau Rp 3.700.000,- per 870 gram. Bagian termahal dari sapi Wagyu adalah Tenderloin dan disusul dengan Sirloin yang biasa digunakan untuk memasak steak.

Daging Wagyu Adalah

premium steak wagyu

Istilah Wagyu sendiri memang berasal dari bahasa Jepang, dimana Wa berarti Jepang dan Gyu yang berarti Sapi. Jenis sapi ini memang pertama kali dibudidayakan di Kobe, Jepang. Sapi Wagyu memiliki empat ras diantaranya Sapi Hitam Jepang (Kuroge Washu), Sapi Cokelat Jepang (Akage Washu), Sapi Tanpa Tanduk Jepang (Mukaku Washu), dan Sapi Tanduk Pendek Jepang (Nihon Tankaku Washu). Satu ras di antaranya memiliki kecenderungan genetik berupa pemarmeran (marbling) dan produksi lemak tak jenuh yang tinggi.

Hal inilah yang membuat sapi Wagyu memiliki perbedaan mencolok, dengan level terbaik pada pola marbling pada daging dan kualitasnya. Visualisasi marbling berupa bintik-bintik putih yang tersebar merata pada daging di mana semakin banyak bintik-bintik tersebut maka rasa daging tersebut akan semakin nikmat, dengan tekstur yang lebut bagai meleleh dalam mulut ketika menyentuh lidah.Nom nom…

Ciri Daging Wagyu

Kualitas daging Wagyu memang memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan daging sapi lain yang ada di dunia. Menurut para pakar masakan terkemuka, daging Wagyu memiliki nilai sempurna untuk segala aspek yang dimilikinya seperti warna daging, warna lemak, lapisan lemak serta tekstur dagingnya. Selain itu, faktor lain yang membedakan adalah lapisan lemak antar serat daging yang cukup banyak. Hal ini cukup membuat kita mampu menarik kesimpulan bahwa serat daging dan perlemakan merupakan faktor yang membuat daging ini menjadi begitu nikmat.

Simak: Bisnis Penggemukkan Sapi Pedaging

Daging Wagyu juga mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6 yang lebih tinggi daripada sapi pada umumnya. Karena harganya yang sangat mahal dan karakternya yang khas maka dalam memasak daging ini dilakukan sesegera mungkin setelah proses pemotongan dilakukan. Penyimpanan beku pun harus dilakukan sesegera mungkin setelah dipotong dalam deep freezer. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar aroma dan rasa dagingnya tetap terjaga. Untuk hasil terbaik maka sebaiknya daging Wagyu dimasak medium.

Perlakuan Saat Pemeliharaan Sapi Wagyu

sapi wagyu di padang gembala

Perlakuan yang diberikan kepada sapi Wagyu ini bisa dibilang mirip dengan perlakuan yang diberikan kepada raja. Semenjak usia 3 bulan sapi Wagyu sudah mulai masuk peternakan dengan desain khusus dimana suhu didalamnya sangat terjaga agar tidak terlalu dingin maupun panas. Untuk masuk kedalamnya, pekerja diharuskan mensterilkan dirinya agar sapi terhidar dari kuman. Selain itu, jangan harap bisa menemukan peternakan mereka didaerah perkotaan maupun pedesaan karena peternakan mereka hanya dibangun didaerah pegunungan yang indah. Hal ini dilakukan supaya sapi terhindar dari keramaian dan merasa tenang. Selain itu pemandangan indah yang ada disekitarnya akan membuat sapi terhindar dari rasa stres.

Baca juga: Beberapa Jenis Hijauan Unutk Makan Ternak Anda

Ada perlakuan khusus dimana sapi Wagyu diberi pijatan dan shake untuk membuat lemak tersebar sempurna ke seluruh tubuh dan bebas dari kutu. Shake diberikan untuk membuat sapi agak mabuk sehingga sapi merasa lebih rileks dan membuat dagingnya lebih lembut dan empuk ketika dimakan. Sapi Wagyu tentu tidak hidup selalu di dalam kandang dan mereka boleh berkeliaran di padang rumput hijau yang tentunya geraknya dibatasi. Untuk masalah pakan, sapi Wagyu sangat diperhatikan asupan gizinya. Sapi Wagyu diberi pakan seperti dedak, gandum, rumput hijau yang bukan jerami, jagung, dan juga kedelai. Makanan tersebut dilengkapi dengan berbagai macam buah dan sayur yang dilumatkan terlebih dahulu untuk kelengkapan vitamin dan mineralnya.

Untuk membuat sapi bahagia dan terlepas dari stres, menempatkan dipegunungan saja masih belum cukup. Setiap pagi, mereka begitu dimanjakan dengan di elus-elus dan diajak bicara layakanya berbicara kepada anak sendiri. Bahkan, sapi selalu diperdengarkan musik klasik setiap harinya. Kombinasi shake dan musik klasik akan membuat sapi merasa mengantuk dan rileks setiap hari. Sapi selalu dimandikan dan disikat setiap harinya sehinga kebersihan sapi tetap terjaga.Ketika dipotong pun, sapi sengaja dibuat mabuk dengan diberi bir atau whisky supaya ketika dipotong sapi dalam keadaan rileks. Hal ini penting dilakukan agar urat ototnya tidak mengeras.

Karena kualitas daging terbaik dihasilkan oleh sapi-sapi yang bahagia..

Kontributor : Maria

 

Ini Lho Jenis Sapi Bagus di Dunia!

Ini Lho Jenis Sapi Bagus di Dunia!

Jenis Sapi Bagus di Dunia

PecintaSatwa.com – Sebagian besar pembaca kemungkinan lebih sering menyentuh daging sapi dari pada hewan sapi yang masih dipelihara dalam peternakan. Perawakan yang besar dan bertanduk pasti sudah menciutnya nyali anda untuk sekedar mengelus dan memeluknya layaknya bermain dengan kucing. Tidak heran, jika sebagian besar orang hanya mengenal 2 jenis sapi, yakni sapi potong pedaging berpunuk berwarna putih dan sapi perah berwarna hitam putih. Namun, taukah anda, bahwa setidaknya terdapat 3 spesies sapi bagus dan ratusan bangsa sapi di dunia? Mari kita pelajari bersama!

Bumi sangat luas, biasanya dibagi menjadi bagian barat dan timur. Bagian barat mencakup benua Eropa, Afrika, Amerika dan Australia, sedangkan bagian timur mencakup lebarnya benua Asia. Keadaan lingkungan, sumber pakan, iklim dan cuaca yang berbeda di berbagai belahan bumi mampu menjadikan spesies hewan dan tumbuhan menjadi banyak variasi. Seperti halnya sapi, terdiri dari spesies: Bos taurus, Bos indicus, dan Bos sondaicus, 3 spesies tersebut kemudian diklasifikasikan menjadi beberapa bangsa dan varian sesuai dengan ciri-ciri tubuhnya yang khas.

Klasifikasi Sapi Bagus di Dunia

Sapi simental
Sapi simental

Bos taurus, dikenal juga sebagai bangsa sapi Barat, meski di Asia juga terdapat 1 jenis Bos taurus, tepatnya di negara Jepang (sapi Wagyu). Keunggulan sapi bagus jenis ini, memiliki postur tubuh yang panjang dan lebar, pertulangan besar dan kuat serta proporsi otot yang tinggi. Selain itu, pertumbuhan hewan sapi Bos taurus terbilang sangat cepat, dengan feed convertion rate (FCR) yang kecil dan average daily gain (ADG) sekitar 1-1,8 kg/ekor/hari. Spesies Bos taurus rata-rata diberasal dari daerah beriklim sub tropis, karena itu ketika dicoba dipelihara di kawasan tropis cenderung menurun produksinya.

Di Indonesia, sapi barat ini diimport dan dipelihara oleh Balai Besar Inseminasi Buatan, untuk diambil spermanya, kemudian melalui teknik perkawinan inseminasi buatan, sapi besar tersebut dijadikan sapi unggul induk jantan untuk memperbaiki performa sapi lokal Indonesia, sehingga didapat sapi-sapi silangan yang bertubuh besar namun mudah beradaptasi. Beberapa contoh bangsa sapi Bos taurus yaitu sapi Simental, Sapi Limosin, Sapi Angus, dan Sapi Wagyu.

Bos indicus, disebut juga sapi india atau sapi asia. Karakteristik paling khasnya ada pada bagian punggungnya yang

Sapi bagus - sapi brahman
Sapi Brahman

berpunuk, contohnya sapi Brahman, sapi Ongole dan sapi Zebu. Tidak kalah dengan sapi barat, sapi timur ini juga memiliki postur tubuh yang tinggi besar dengan pertulangan kuat. Kelebihan bangsa hewan sapi yang berasal dari spesies bos indicius terletak pada kemampuan adaptasinya yang luar biasa. Ia dapat hidup di iklim sedang hingga panas, baik di kawasan sub tropis maupun tropis, ketahanan tubuhnya sangat bagus sehingga tidak mudah sakit, dan juga mampu survive dengan sumber pakan berkualitas rendah saat bukan musim panen. Namun, sayangnya laju pertumbuhan sapi-sapi Bos indicus tidak secepat Bos taurus. Jenis sapi Brahman Cross, merupakan bangsa sapi bagus yang saat ini banyak digemari peternak diseluruh dunia, ia berasal dari perkawinan silang antara sapi Brahman, sapi Herford dan sapi Shorthorn.

Bos sondaicus, nama lainnya adalah Bibos banteng, sapi asli nusantara, hanya ada di Indonesia dan berapa negara di kawasan Asia Tenggara. Sebagaimana namanya, Bos sondaicus berasal dan banteng liar yang dijinakkan atau didomestikasi oleh masyarakat setempat. Bangsa Bos sondaicus yang masih murni genetiknya, hampir identik dengan banteng adalah sapi Bali, khususnya yang berada di Nusa Penida, sedangkan jenis lain seperti sapi Madura dan sapi Aceh, genotipnya sudah bercampur dengan Bos sondaicus.

Baca juga: Tips Memilih Sapi Bakalan yang Menguntungkan

Sapi bagus - sapi bali
Sapi Bali

Saat ini semakin sedikit populasi Bibos banteng di Indonesia, karena terbatasnya peternak yang membudidayakannya. Memang sapi jenis ini lebih kecil apabila dibandingkan dengan jenis sapi lainnya, akan tetapi ia juga memiliki keunggulan yang dapat dikembangkan, diantaranya: kualitas daging sapi unggul, lebih lunak dan manis; bertubuh kecil dengan proposi daging yang tinggi, karkas mencapai 52-58%; tahan dipelihara di daerah panas; tidak mudah sakit dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan beserta sumber pakan berkualitas rendah.

Inseminasi Buatan Meningkatkan Kelahiran Sapi Bagus Pejantan?

Inseminasi Buatan Meningkatkan Kelahiran Sapi Bagus Pejantan?

Inseminasi Buatan menghasilkan Sapi Bagus

PecintaSatwa.com – Peningkatan Sapi bagus untuk kebutuhan daging di dunia membuat para peternak dan para peneliti terus berpacu mengembangkan sebuah teknologi mutakhir untuk meningkatkan produktivitas ternak. Sejalan dengan usaha tersebut, kini fokus penelitian lebih mendalam lagi dengan bagaimana menghasilkan pedetan berjenis kelamin yang diinginkan.

Dikebanyakan negara, untuk keperluan daging konsumsi, pemotongan ternak hewan sapi betina harus diminimalisir sebagai penghasil bakalan selanjutnya, dan sebaliknya pada industri susu kelahiran pedet betina yang unggul sangat dinanti sebagai penghasil susu berkualitas. Fenomena inilah yang melatarbelakangi para ahli di bidang peternakan untuk meramu sebuah metode yang bertujuan memberpesar probabilitas kelahiran pedet jantan untuk industri feedlot, dan pedet betina untuk dairy industry.

Penelitian Inseminasi Sapi Bagus

Sapi Bagus Hasil Inseminasi Buatan
Pedet Jantan Hasil IB

Sharzamin Khan, et. al., pada tahun 2012 telah mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai efek spesies dan metode perkawinan terhadap jenis kelamin keturunan dan performa reproduksi pasca melahirkan pada sapi dan kerbau. Dalam penelitiannya, Khan menggunakan 795 ekor sapi cross breed dan 795 ekor kerbau yang berasal dari beberapa peternakan di Pakistan. Sapi dan kerbau tersebut diberi pakan hijauan dan air adlibitum. Pada ternak masa laktasi ditambahkan konsentrat 1kg/3L susu yang diproduksi. Sebagian populasi sapi dan kerbau di (Inseminasi Buatan) IB, sebagian lainnya di kawinkan secara alamiah.

Hasilnya cukup menarik, pada penelitian tentang efek spesies, jumlah kelahiran pedet jantan pada sapi sebesar 54% dari total kelahiran, sedangkan pada kerbau mencapai 57%. Pada hewan sapi, kasus kesulitan melahirkan (distokia) terjadi sebanyak 24%, dan pada kerbau hanya 14%. Pada kejadian retensi sekundinae atau terlambatnya pelepasan plasenta, pada sapi terjadi sebanyak 8% sedangkan kerbau 6%.

Baca: Tips Memilih Sapi Bakalan yang Menguntungkan

Pada penelitian tentang efek metode perkawinan. IB menghasilkan jumlah prosentase tertinggi pada setiap aspek yang diteliti. Dengan metode IB, jumlah ternak jantan yang dihasilkan sebesar 59 %, akan tetapi efek sampingnya juga cukup besar, yakni 23% ternak mengalami distokia dan 10% ternak juga mengalami retensi sekundinae. Sedangkan dengan kawin alam, 51% pedet terlahir jantan, 15% nya mengalami distokia, dan terjadinya retensi sekundinae hanya 5%.

Jumlah Sapi bagus pedet jantan lebih banyak terlahir dengan metode perkawinan IB. Hal ini berhubungan dengan ketepatan deteksi birahi, waktu IB dan umur induk. Apabila peternak dapat mendeteksi birahi dengan akurat, maka dapat dilakukan IB di akhir birahi. IB di sepertiga akhir masa birahi kemungkinan besar akan menghasilkan pedet jantan, sebab saluran reproduksi betina ber-pH lebih basa, selain itu sel telur telah siap terbuai, pasca ovulasi dan sedang berjalan di oviduk, telah melampaui jarak yang cukup panjang. Sedangkan pada IB di awal waktu, pH saluran reproduksi betina masih belum terlalu basa, ovum masih terlalu jauh di oviduk, sedangkan sel-sel sperma yang dapat bertahan menunggu sel telur dengan menempuh perjalanan cukup jauh adalah sel sperma pembawa kromosom X atau kromosom sex betina, lain hal nya apabila sel telur sudah dekat, maka sel sperma pembawa kromosom Y (sex jantan) masih dapat bertahan untuk berjuang membuai sel telur hingga terbentuklah janin pejantan. Oleh karena itulah, keakuratan deteksi birahi dan ketepatan waktu IB sangat menentukan keberhasilan metode ini sekaligus jenis kelamin ternak yang dihasilkan.

Bibit Induk Sapi Bagus

Umur induk Sapi bagus ternyata juga ikut andil dalam terbentuknya sel kelamin pedet, dari penelitian terdahulu, dibuktikan bahwa semakin tua umur induk maka semakin besar kemungkinan terlahirnya pedet jantan, diduga hal tersebut berhubungan dengan kualitas sel telur yang dihasilkan induk dewasa lebih baik dari pada induk muda dengan ketahanan yang lebih kuat.

Selain metode-metode yang diteliti di atas. Saat ini, untuk meningkatkan probabilitas kelahiran ternak dengan jenis kelamin yang diinginkan dapat dilakukan dengan IB menggunakan bibit sperma yang telah diseleksi sebelumnya, terdapat sperma hewan sapi bibit pejantan juga betina. Metode tersebut memang belum dapat 100%, akan tetapi cukup baik dapat mencapai angka 65-85% kelahiran. Berminat mencoba?

Inseminasi Buatan pada Hewan

Inseminasi Buatan pada Hewan

Inseminasi Buatan pada Sapi

Istilah Inseminasi Buatan (IB) / artificial insemination (AI) / Kawin suntik pasti sudah menjadi bahasan sehari-hari bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia peternakan dan medis veteriner. Akan tetapi, apakah sahabat PecintaSatwa.com juga mengetahuinya?. Meski ini sudah bukan suatu hal yang baru lagi, mari kita ulas kembali untuk memperkaya wawasan kita mengenai reproduksi hewan, dan mungkin dapat menjadi inspirasi bagi sahabat PESAT.

Apakah Inseminasi Buatan (IB) itu?

Pelaksanaan Inseminasi Buatan
Pelaksanaan Inseminasi Buatan

Sederhananya, IB merupakan metode perkawinan hewan dengan bantuan manusia. Semen dari pejantan yang berisi spermatozoa dimasukkan ke saluran reproduksi betina dengan menggunakan alat yang disebut Gun. Pada umumnya, semen yang digunakan telah mengalami mengenceran terlebih dahulu, sehingga dapat digunakan oleh banyak betina. Pengenceran semen tersebut dilakukan dalam laboratorium khusus yang telah diberi lisensi Pemerintah, seperti Balai Inseminasi Buatan (BIB) seperti yang ada di FKH UNAIR, dan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB), contohnya BBIB Singosari dan BBIB Lembang.

Baca juga: Sapi Freemartin, Apakah itu?

Inseminasi buatan bertujuan untuk memperbaiki mutu genetik sapi lokal dengan menyilangkannya dengan sapi-sapi jenis unggul seperti Frisian Holstein, Jersey, Limosin, Simenthal, Brahman, dan Angus secara luas di masyarakan Indonesia. Diharapkan beberapa tahun kemudian didapat sapi-sapi lokal Indonesia dengan performa yang lebih baik, karkas tinggi, peningkatan produksi susu, pertumbuhan pesat, postur besar dan tahan terhadap penyakit, sehingga dapat memenuhi kebutuhan daging dan susu nasional.

Kelebihan dan Kekurangan kawin Alami dibandingkan Inseminasi Buatan (IB)?

Kawin Alami

Kelebihan Kekurangan
Dapat dilakukan secara mandiri oleh ternak, cukup dengan pengawasan peternak Diperlukan biaya lebih mahal untuk memelihara pejantan unggul, atau untuk meminjam penjantan unggul dari peternak lainnya
Dapat dilakukan dimanapun Postur tubuh ternak yang dikawinkan harus seimbang, karena apabila ras betina kecil dikawinkan dengan ras pejantan yang besar, rawan terjadinya distocia / kesulitan melahirkan
Peternak tidak membutuhkan ketrampilan khusus untuk mengawinkan ternaknya Tidak dapat dilakukan recording atau riwayat ternak secara akurat
Deteksi birahi secara alami oleh ternak sangat akurat Sering kali hewan melakukan kawin alam sendiri sehingga mutu genetik anakan tidak dapat diprogram dengan baik.

 

Inseminasi Buatan

Kelebihan Kekurangan
Tidak diperlukan biaya ekstra untuk memelilhara pejantan unggul Hanya dapat dilakukan oleh inseminator, karena dibutuhkan keahlian tersendiri
Tingkat keberhasilan tinggi, terlebih dengan program deteksi birahi yang detail serta program sinkronisasi birahi Rawan terjadinya penyakit reproduksi apabila operator melakukannya dengan tidak hygene
Bibit bakalan berkualitas karena berasal dari BIB atau BBIB yang khusus menyediakan bakalan terseleksi ketat Sering terjadi distocia pada sapi dara yang di IB dengan bibit sapi ras besar
Biaya yang dibutuhkan relatif terjangkau Dibutuhkan keterampilah deteksi birahi yang baik oleh peternak untuk memperbesar kemungkinan berhasil.
Lebih efektif dan efisien, karena semen satu pejantan unggul dapat mengawini ribuan betina Kegagalan sering terjadi apabila operator kurang terampil, penanganan straw bibit kurang baik, atau deteksi birahi kurang akurat
Semen pejantan berkualitas dapat disimpan hingga puluhan tahun

 

Dapatkah Inseminasi Buatan (IB) dilakukan pada hewan kesayangan seperti anjing dan kucing?

Tentu Saja!. Thailand dan Australia, negara terdekat yang telah mengaplikasikan teknologi IB pada hewan kesayangan. Rumah sakit hewan setempat telah memiliki fasilitas khusus untuk memproses semen dan melakukan IB pada hewan tersebut. Akan tetapi, hingga saat ini masih terjadi perdebatan tentang aplikasi IB pada hewan kesayangan berkenaan dengan animal welfare dimana salah satu kriterianya adalah memberi kebebasan hewan untuk mengekspresikan tingkah laku alaminya termasuk kawin alam. Berbeda halnya dengan hewan ternak sebagai hewan produksi untuk pemenuhan kebutuhan bahan pangan, IB lebih digalakkan untuk meningkatkan jumlah populasi ternak nasional setiap tahunnya.

Hati-Hati Hardware Disease pada Ternak

Hati-Hati Hardware Disease pada Ternak

Waspadai Adanya Benda Tajam dalam Tubuh Ternak

PecintaSatwa.com – Tidak seperti komputer yang memiliki piranti lunak (software) dan piranti keras (hardware) dalam perakitannya. Hardware disease pada ternak lebih merupkan istilah suatu penyakit, dimana terjadi gangguan kesehatan akibat adanya benda tajam dalam tubuh ternak.

Secara alami, sebenarnya sapi memiliki behaviour untuk memilih dan memilah pakan. Ia hanya akan memakan jenis pakan terbaik dan menghindari benda-benda yang membahayakan hidupnya. Akan tetapi, sistem peternakan intensif seperti feedlot dapat menghilangkan insting alami ternak dalam memilah dan memilih makanan.

Simak Pula: Waspadai Hair Balls pada Sapi

Meski minum diberikan secara adlibitum, pakan ternak seperti hijauan dan konsentrat biasanya diberikan terjadwal dengan jumlah yang telah dihitung sebelumnya. Hal ini berguna untuk menghitung efisiensi dan efektifitas pakan, dengan tujuan meminimalisir biaya produksi dengan tanpa mengurangi kualitas produk yang dihasilkan.

Pemberian pakan Sapi Feedlot

Umumnya sapi yang dipelihara secara feedlot diberi pakan dua kali sehari, pada pagi hari sekitar pukul 08.00 dan sore hari sekitar pukul 16.00 berupa hijuan terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan pemberian konsentrat. jadwal tersebut secara bertahap akan menjadi alarm biologis sapi untuk merasa sangat lapar. Oleh kerena itulah saat jam makan tiba, sapi-sapi akan langsung menghabiskan pakannya hingga tandas, dan palungan pakan bersih mengkilat dijilat. Kebiasaan ini lambat laun akan menghilangkan insting memilih makanan, yang biasanya dilakukan sapi di padang gembala, terlebih bagi sapi yang sejak lahir sudah dipelihara dengan sistem intensif. Hanya pada beberapa kasus tertentu ternak enggan memakan pakannya hingga habis, contohnya saat ia sakit atau kualitas pakan sudah sangat buruk (tengik).

Hilangnya natural behaviour untuk memilih dan memilah makanan akan menyebabkan ternak menganggap segala apapun yang ada di palungan adalah pakan untukknya, bahkan ketika didalam hijauan atau konsentratnya terselip barang non pakan seperti plastik bungkus, kertas, tali tampar, besi dsb, ia akan tetap memakannya dengan lahap. Peternak baru akan mengetahuinya ketika ternaknya mati mendadak, saat dibelah perutnya terdapat sampah non pakan.

Akibat Hardware Disease

Kawat dalam retikulum sapi
Kawat dalam retikulum sapi

Bukan santet atau sihir apabila sapi tiba-tiba ambruk dan mati seketika. Kemudian setelah di-nekropsi (autopsi hewan) ditemukan adanya paku, kawat, besi, keramik dan benda tajam lainnya, keadaan inilah yang disebut sebagai hardware disease.

Cermati: Apa Penyebab Keracunan pada Ternak

Adanya benda asing non pakan (corpora aliena) pada tubuh sapi sangat membahayakan, terlebih yang memiliki sisi tajam atau ujung runcing. Hampir semua kasus hardware disease penyebab utamanya dari kualitas pakan yang tidak terkontrol. Bahan pakan yang berasal dari suplier sering kali beserta dengan benda-benda berbahaya, contohnya kawat dan batu tajam. Ditambah lagi selama proses mixing pakan tidak dilakukan pemeriksaan dengan teliti, akibatnya benda-benda tajam tersebut akan ikut terolah menjadi pakan siap saji dipalungan sapi, dan sapipun melahapnya dengan nikmat.

Disisi lain, adanya perbaikan kandang juga harus diperhatikan. petugas maintenance yang kurang berhati-hati sering kali meninggalkan sisa-sisa bahan di kandang seperti potongan besi, paku, sisa mata gerinda. Sangat disayangkan apabila benda tersebut tertinggal dipalungan sapi.

Proses Terjadinya Hardware Disease

Benda tajam yang tertelan sapi akan ikut masuh ke saluran pencernaan. Ketika terjadi kontraksi rumen, benda tajam tersebut beserta pakan akan ikut bergerak. Gerakan benda tajam dalam rumen beresiko menusuk dinding rumen hingga menembusnya dan merusak organ dalam lain disekitar rumen seperti diafraghma dan hati.

Apabila diafraghma berlubang karena tusukan, makan rongga dada sapi seketika akan kolaps karena tekanan negatif didalamnya berubah menjadi tekanan positif. Akibatnya akan terjadi kegagalan inspirasi dan ekspirasi dalam sistem pernafasan, tidak lama kemudian ternak biasanya akan ambruk dan tutup usia seketika.

Jika organ hati yang tertusuk, maka akan mengganggu sistem detoksifikasi tubuh, dan menyebabkan pendarahan didalam rongga perut, akibatnya secara perlahan dalam hitungan jam akan terjadi penurunan kondisi tubuh, kolaps, sapi dapat kejang kemudian tutup usia.

Baca: Bisnis Penggemukan Sapi Pedaging

Mencegah Hardware Disease

magnet yang dipasang dalam lambung sapi
magnet yang dipasang dalam lambung sapi

Untuk mencegah terjadinya hardware disease, di industri pakan modern sudah mulai digunakan magnet dalam mesin mixing nya, dengan tujuan untuk menarik material besi yang tercampur selama proses pengolahan pakan. Selanjutnya petugas kandang juga harus ekstra hati-hati, minimal 2 kali sehari saat jam makan ada petugas yang memantau palungan pakan sapi, apabila terdapat benda asing harus langsung disingkirikan. Dan terakhir, terdapat teknologi pencegahan hardware disease dengan memasangkan magnet di dalam lambung sapi, tentu saja dengan observasi medis, jadi apabila ada besi tajam masuk maka akan segera menempel ke magnet tersebut, sehingga tidak menusuk dinding rumen.

 

Sapi Freemartin, Apakah itu?

Sapi Freemartin, Apakah itu?

Freemartin Sindrome pada Sapi

PecintaSatwa.com – Peternak mana yang tidak galau apabila sapi betinanya tidak kunjung birahi, sedang sapi-sapi tetangganya yang seumuran sudah birahi, dikawin pejantan super, dan gendhong-gendhong pedet #dikiraanakgadis hehehe…

Benar adanya, salah satu penyebab sapi tidak birahi (anestrus) adalah freemartin sindrome, memang bukan yang termasuk banyak terjadi, tapi anda patut untuk mempelajarinya, sehingga bisa merencanakan strategi pemeliharaannya apabila menemui kasus seperti ini.

Free martin sindrome merupakan congenital anestrus atau anestrus bawaan lahir, yang berasal dari kelahiran pedet kembar fraternal, dimana satu pedet berjenis kelamin jantan, sedang lainnya betina, pedet betina dalam kondisi demikian 90% infertil / steril.

Secara genetika, kasus free martin mirip dengan kelahiran kucing jantan bercorak kembang telon, kromosom XX dan XY tidak terdistribusi sempurna sehingga menghasilkan kondisi yang disebut chymerism. Pada kucing, kondisi chimeric mengekspresikan sifat lethal, karena itulah setiap kucing jantan berwarna belang telon akan terlahir mati atau hanya hidup sebentar. Lain halnya yang terjadi pada sapi, kondisi tersebut akan mengakibatkan sapi betina yang terlahir kembar dengan sapi jantan akan mengalami malformasi organ reproduksi.

Baca: Persiapan Kelahiran pada Sapi

Adanya kromosom Y dari kembaran jantannya menyebabkan janin pedet betina tidak dapat memproduksi bakal sel telur (oogonium) karena dihambat oleh testicular determining factor (TDF) yang diekspresikan secara parsial oleh kromosom Y. Disamping itu, mullerian inhibition factor (MIF) dari sel jantan mencegah terbentuknya mullerian duct yang berakibat gagalnya pembentukan rahim / uterus janin betina.

Tanda Klinis Freemartin pada Sapi

Tanda klinis freemartin cukup mudah diamati, terlebih oleh peternak atau petugas kandang yang biasa merawat sapi tersebut. Betina penderita sindrom ini biasanya berperawakan maskulin, gagah mirip pejantan; vulva / alat kelamin bagian luar / wadonan terlihat kecil dengan rambut-rambut panjang. Tanda-tanda klinis eksternal pada vulva tidak terjadi pada semua kasus freemartin meski sebagian besar mengalaminya.

Apabila peternak masih kurang yakin dengan diagnosa freemartin pada sapi betinanya, anda dapat meminta bantuan dokter hewan atau paramedis (mantri hewan) untuk melakukan palpasi rektal. Jika benar sapi tersebut mengalami sindrom freemartin, maka tidak akan teraba vagina, uterus dan ovari dengan jelas dan Gun IB hanya akan dapat masuk sekitar 7,5 cm dalamnya.

Simak juga: Sapi Kembung, bagaimana mengatasinya?

Sapi betina dengan kondisi freemartin tidak akan dapat birahi meski anda tunggu bertahun-tahun, sedangkan betina normal biasanya sudah birahi di usia 12-15 bulan, juga tidak dapat bunting, tidak pula dapat diterapi hormonal, sebab tidak ada oogonium yang dapat berproses menjadi sel telur, indung telur dan uterus terbentuk tidak sempurna, bahkan tidak ada sama sekali. Karena itu, apabila anda memiliki betina freemartin, lebih disarankan untuk memeliharanya dengan sistem feedlot / penggemukan. Sapi tersebut akan tumbuh dengan baik layaknya steer / pejantan kastrasi. Setelah mencapai bobot diatas 500 kg, dapat dipanen sebagai sapi pedaging.

Semangat beternak..!!!!

Bisnis Penggemukan Sapi Pedaging

Bisnis Penggemukan Sapi Pedaging

Bisnis Ternak Sapi Cattle Fattening, From Zero to Hero

PecintaSatwa.com – Ada benarnya juga apabila motto from zero to hero disematkan pada Bisnis ternak sapi yaitu
penggemukan sapi pedaging dengan sistem pemeliharaan feedlot, sebab usaha tersebut mengupayakan pertambahan bobot sapi dari semula yang berkisar 300-400 kg menjadi 500-600 kg saat panen, luar biasa bukan?. Bagi pegawai perusahan pun demikian, semakin banyak pertambahan bobot harian / average daily gain (ADG) yang dapat dicapai, maka semakin tinggi pula capaian prestasi kinerja mereka yang dapat dirupiahkan.

Prinsipnya, dalam usaha fattening, sapi bakalan yang masuk akan dipelihara secara intensif dengan menerapkan manajemen pemeliharaan, manajemen pakan, dan manajemen kesehatan yang terintegrasi dengan baik untuk mengupayakan tumbuh kembang sapi yang optimal, sehingga selain sapi tersebut hidup dengan sehat, mereka pun dapat berproduksi dengan baik dan cepat berupa otot/daging tubuhnya.

Baca juga: Penyebab Bobot Sapi Merosot

Berkembangnya daging dalam tubuh dihasilkan dari 3 faktor, yaitu jumlah konsumsi (60%), kecernaan pakan (25%) dan kesehatan hewan (15%). Jumlah konsumsi memegang peran utama, semakin banyak pakan yang dimakan oleh ternak perhari (dalam hitungan berat kering / BK) maka akan semakin cepat dan tinggi pula ADG yang dihasilkan. Banyaknya pakan yang dikonsumsi pun harus memiliki kecernaan pakan yang baik. Secara analogi kita bisa membandingkan pertumbuhan sapi yang makan 10 kg jerami yang kaya akan serat kasar saja, dengan sapi yang makan 10 kg bungkil kedelai yang kaya akan protein, tentu saja yang cepat gemuk adalah sapi yang mengkonsumsi bungkil kedelai, sebab protein merupakan bahan pembangun otot tubuhnya.

Faktor terakhir namun tidak kalah penting adalah kesehatan hewan. Sapi-sapi yang dipelihara dalam peternakan harus dijaga kesehatannya, apabila pada suatu musim ia terkena penyakit, sehingga konsumsinya berkurang drastis maka dalam beberapa hari saja bobotnya akan berkurang signifikan. Hal ini sangat disayangkan. Untuk kembali dapat berproduksi kembali sebaik sebelumnya dibutuhkan waktu beberapa minggu, cukup lama mengingat bisnis penggemukan juga menjadikan variabel waktu sebagai salah satu perhitungan efisiensi usaha.

Manajemen Pemeliharaan Penggemukan Sapi Pedaging

Manajemen pemeliharaan dalam Bisnis ternak penggemukan sapi pedaging menggunakan sistem pemeliharaan intensif / feedlot. Sapi-sapi dipelihara dalam kandang selama 90-120 hari, baik dikeluh maupun di koloni. Pemeliharaan koloni lebih disarankan, merujuk pada prinsip animal welfare. Sapi-sapi dibiarkan bebas / tidak terikat di kandang, hanya saja pada waktu makan digunakan penjepit leher yang ada pada kandang sisi palungan pakan, untuk memastikan sapi-sapi mendapat jatah pakan yang merata, dan mendeteksi adanya gangguan kesehatan. Namun perlu diawasi pada koloni jantan, apabila terdapat jantan birahi biasanya akan cenderung lebih agresif, terkadang hingga terjadi perkelahian, peternak atau petugas kandang harus berhati-hati, karena sapi birahi yang agresif sangat membahayakan.

Simak: Waspadai Hair Balls pada Sapi

Manajemen Pakan Penggemukan Sapi Pedaging

Sapi to-hero
Sapi to-hero

Manajemen pakan dalam Bisnis ternak sapi
diterapkan dalam peternakan feedlot dengan memperhitungkan 3 hal, waktu, kuantitas, dan kualitas. Waktu pemberian pakan harus dijadwalkan dengan ketat, pada umumnya dua kali sehari pada pukul 08.00 dan 16.00, dengan ketentuan hijauan diberikan terlebih dahulu, 10-20 menit kemudian ditambahkan konsentrat. Konsentrat merupakan pakan utama, dapat diberikan sebanyak 1-2,5% dari bobot hidup sapi, sedangkan hijauan digunakan sebagai pelengkap dan stabisator pencernaan mikroba dalam rumen. Konsentrat yang diberikan tidak boleh berlebihan karena dapat memicu terjadinya acidosis metabolic yang dipicu dari tingginya protein dalam konsentrat tersebut (PK 12-16%).

Baca: Cassapro Pendongkrak Produksi Susu Sapi

Manajemen kesehatan juga memegang peranan penting dalam keberhasilan bisnis ini. Kontrol kesehatan ternak minimal dilakukan dua kali sehari saat jam makan. Sapi-sapi yang terlihat kurang bersemangat makan dapat diberi vitamin, sedangkan sapi-sapi yang pincang atau tidak mau makan sama sekali ada baiknya dipindahkan ke kandang karantina untuk mendapatkan perawatan intensif, sekaligus berjaga apabila sapi tersebut menderita penyakit infeksius, agar tidak menyebar ke ternak lainnya dalam satu kandang. Satu hal lagi yang harus diperhatikan dalam perawatan kesehatan sapi, yakni stressor. Pada musim pancaroba dengan cuaca ekstrem, biasanya sapi rawan stress kemudian sakit. Saat masih tingkatan stress, cobalah untuk memberi antistress di air minumnya, apabila sudah teratasi dalam tahapan stress fisik, resiko terkena penyakit akan lebih kecil, biaya untuk pengobatan dapat berkurang.

Daging sapi berkualitas dihasilkan oleh sapi-sapi yang bahagia, selamat beternak!!!

Waspadai Hair Balls Pada Sapi..!

Waspadai Hair Balls Pada Sapi..!

Manajemen kesehatan dan manajemen pakan

PecintaSatwa.com – Peternak mana yang tak merugi apabila sapi yang dipeliharanya tidak berproduksi dengan baik, makan minum lahap normal, terlihat cukup aktif, tapi badannya tak kunjung berisi. Lebih mengenaskan lagi, jika kemudian tiba-tiba ketahui ternak tersebut terkapar dikandang tanpa terlihat sakit sebelumnya, tak lesu juga lemah.

Baca pula: Penyebab Bobot Sapi Merosot

Banyak faktor menyebabkan kasus di atas. Manajemen kesehatan dan manajemen pakan terutama yang memegang peran penting. Salah satu penyebab kejadian tersebut adalah adanya hair balls / bola dalam saluran pencernaan sapi.

Secara harfiah, hair balls dapat diartikan sebagaimana katanya, bola-bola rambut. Jangan dianggap remeh, helaian-helaian rambut sapi ini dapat menjadi benda berbahaya yang mematikan, terutama pada pedet-pedet yang tidak disusui langsung oleh induknya.

Hair Balls atau Bola Rambut Sapi Terjadi Karena

Hair balls merupakan salah satu menifestasi klinik defisiensi mineral yang terjadi pada ternak. Apabila pakan hijauan dan konsentrat yang diberikan pada ternak memiliki kandungan mineral di bawah ambang basal kebutuhan, maka secara naluriah tenak akan mencari sumber mineral sendiri untuk mencukupi kebutuhan metabolisme tubuhnya. Maka jangan heran jika anda melihat sapi-sapi dikandang menjilati palungan hingga keropos, menjilat pagar besi dan rantai kandang, dan bisa juga menjilati sapi-sapi lainnya.

Baca: Sapi Limousin The Blondy Cattle

diduga terdapat hairballs dalam lambungnya
diduga terdapat hairballs dalam lambungnya

Saat sapi menjilat tubuh kawannya, maka rambut sapi lain tersebut juga ikut terjilat, menempel dilidah kemudian tertelan hingga di saluran pencernaan. Uniknya, saat di rumen dan retikulum, rambut-rambut sapi tersebut tidak semua menyatu dengan pakan dan terangkut ke usus halus, namun menyisih, mengumpul kemudian menggumpal membentuk hair balls. Apabila sapi terus menjilati kawannya setiap hari dalam waktu yang cukup panjang, rambut-rambut ikutan tersebut akan terakumulasi di lambung sapi, membentuk gumpalan yang semakin besar setiap harinya.

Akibat dari Hair Balls

Hair balls sangat berbahaya, ketika besarnya gumpalan tersebut sudah lebih besar dari saluran pencernaan sapi, bahkan dapat terus membesar hingga memenuhi salah satu lambung. Hair balls tersebut akan terperangkap di depan saluran pencernaan dan menyumbatnya sehingga pakan yang telah dicerna di rumen tidak dapat mengalir ke retikulum. Sumbatan hair balls biasanya berada di saluran antara rumen ke retikulum dan retikulum ke omasum.

Hair balls yang menyumbat membuat pakan stuck berada di rumen atau retikum, bahkan air pun membutuhkan waktu lebih lama untuk mengalir, karena harus menerobos celah-celah sumbatan. Pakan akan terus terbendung di rumen / retikum sehingga terjadilah impactio ruminitis / sarat rumen. Hewan yang mengalami ini pasti akan merasa tidak nyaman dan, lemah karena sedikit sekali nutrisi yang terserap usus halus dan beredar ketubuh. Pada kebanyakan kasus, tidak terlalu terlihat adanya gejala sakit, sebab kasus hair balls biasanya merupakan kasus kronis, terjadi dengan kurun waktu cukup lama, hanya saja hewan akan terlihat semakin kurus dan kemudian mati.

Simak: Beberapa Hijauan untuk Makanan Ternak Anda

Defisiensi mineral yang menginisiasi terjadinya hair balls biasanya terjadi pada suatu peternakan yang memiliki unit feedmill (pengolahan pakan), tanpa disertai ahli nutrisi yang mumpuni, sehingga perhitungan gizi pakan hanya hanya sebatas unsur makro saja seperti energi, protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan berat kering, sedangkan kebutuhan mikro seperti mineral lebih banyak terabaikan. Selain itu dapat pula terjadi karena tidak dilakukannya produksi pakan dengan kandungan nutrisi berjenjang, namun ternak yang dipelihara terdiri dari berbagai status produksi dan reproduksi. Hal ini umum terjadi pada saat peternakan yang biasanya hanya melakukan fattening, mulai expand ke bisnis breeding farm, akibatnya ternak betina bunting dan laktasi serta pedetan juga mengkonsumsi pakan untuk sapi grower dan finisher, sedang kandungan nutrisi dan mineralnya jelas berbeda satu sama lain.

Nutrisi untuk Kambing dan Domba

Nutrisi untuk Kambing dan Domba

Pakan untuk Kambing dan Domba

PecintaSatwa.com – Seperti halnya sapi, kambing dan domba termasuk golongan ruminansia, keduanya memiliki lambung ganda dan memanfaatkan kerja bakteri rumen dalam sistem pencernaannya, karena itulah manajemen pakan pada peternakan kambing dan domba hampir mirip dengan sapi, namun tentu saja dengan jumlah yang berbeda berdasarkan ukuran tubuhnya.

Pakan yang dikonsumsi ternak, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya dan berproduksi, baik berupa perkembangan otot (daging) dan lemak juga pertumbuhan tubuh serta janin yang dikandung. Kebutuhan tersebut harus dipenuhi dengan pakan yang mengandung nutrisi seimbang diantaranya energi, protein, serat, lemak, vitamin, mineral dan air.

Baca: Tips Menghindari Polio Kambing dengan Ransum Pakan yang Tepat

Sebagaimana hewan herbivora lainnya, pakan utama kambing dan domba berupa tumbuh-tumbuhan, dapat berasalah dari jenis Forage seperti golongan rerumputan dan leguminosa dan roughage seperti jerami dan dedaunan limbah pertanian. Hijauan tersebut merupakan pakan basal kambing dan domba, karena itu proporsinya mendominasi, bahkan dapat dijadikan pakan tunggal terutama bagi para peternak tradisional dengan sistem ekstensif / penggembalaan.

Dedaunan untuk Kambing dan Domba

rumput dan dedaunan untuk pakan kambing dan domba
rumput dan dedaunan untuk pakan kambing dan domba

Tidak hanya rerumputan, beberapa jenis dedaunan juga sangat digemari kambing dan domba, contohnya daun turi, daun kedelai, daun kacang panjang, daun kaliandra, daun kacang tanah, daun lamtoro dan daun gamal. Jenis dedaunan tersebut sangat baik untuk ternak karena mengandung protein yang tinggi, akan tetapi beberapa jenis diantara mengandung zat anti nutrisi yang berbahaya bagi ternak, oleh sebab itulah sebaiknya dedaunan pakan ternak dilayukan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ternak. Dalam proses pelayuan / diangin-anginkan, zat anti nutrisi dalam dedaunan akan menguap, sehingga kadarnya menurun, tidak berdampak nyata bagi ternak.

Simak: Penyakit Orf dan Myasis pada Kambing dan Domba

Pemberian jenis hijauan sebanyak 10% dari berat badan berupa rumput maupun dedaunan merupakan pilihan peternak, namun apabila keduanya diberikan bersamaan dengan persentase tertentu akan dapat menghasilkan performa produksi yang lebih baik. Pada kambing dan domba usia lepas sapih disarankan memberi rumput sebesar 60% dan dedaunan 40%, usia dewasa dengan rumput 75% dan dedaunan 25%, pada kambing dan domba bunting rasionya sama dengan cempe sapihan, sedangkan pada tahap menyusui rasio rumput dan dedaunan 50:50.

Pakan Pelengkap untuk Kambing dan Domba

Tumbuh kembang kambing dan domba dapat maksimal dan berproduksi lebih baik apabila disamping diberi pakan hijauan juga diberi pakan pelengkap berupa konsentrat. Konsentrat, dibuat dengan menformulasi berbagai bahan pakan untuk menghasilkan pakan pelengkap yang tinggi protein dengan kandungan serat kasar (SK) dibawah 18% dan Total Digestible Nutrient (TDN) lebih dari 60%

Konsentrat yang diberikan pada kambing dan domba bertujuan untuk menutupi kekurangan zat gizi yang berasal dari hijuan, selain itu juga berfungsi sebagai sumber energi dan protein. Permasalahannya, harga konsentrat cenderung mahal, hal ini dapat disiasati peternak dengan menformulasikan konsentrat secara mandiri maupun dalam lingkup kelompok peternak. Agar lebih ekonomis, bahan pakan yang digunakan sebaiknya tidak bersaing dengan kebutuhan manusia. Jenis limbah pabrik dan hasil samping pertanian dapat digunakan, diantaranya bungkil kedelai, bungkil kletheng, polard, bekatul, bungkil sawit, ampok jagung, onggok, molases, tepung tulang ikan dan masih banyak lagi.

Baca juga: Beternak Kambing Impor dan Peranakannya

Untuk kambing dan domba dewasa dengan tujuan penggemukan (12-18 bulan) dapat diberi konsentrat dengan kandungan Protein kasar (PK) 14-16%. Lain halnya denga pemeliharaan indukan domba yang akan dikawinkan, lebih baik diberi konsentrat dengan PK 18-20%, sedangkan pada ternak bunting dan laktasi dibutuhkan konsentrat dengan 14-16 dan tambahan kalsium, bisa melalui mineral blok. Konsentrat harian kambing dan domba dapat diberikan sebanyak 1-3% dari berat badan, tergantung fase produksinya. Pemberian konsentrat berlebihan sangat tidak disarankan pada jenis hewan ruminansia, karena dapat memicu tarjadinya acidosis metabolic.

Ini Lho Ragam Babi Asli Indonesia

Ini Lho Ragam Babi Asli Indonesia

Babi Asli Indonesia

PecintaSatwa.com – Kebutuhan daging babi nasional saat ini sudah mencapai 7.204.768 ekor pertahun, angka ini harus terus ditingkatkan sebesar 1,15% pertahun berdasarkan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjenakkeswan). Permintaan pasar setinggi itu menjadi angin segar bagi para pengusaha dan peternak babi, binis ini pun semakin menjanjikan.

sulawesi warty pig
sulawesi warty pig

Kekayaan nusantara pun termasuk dengan keaneragaman hayati. Saat ini, Indonesia memiliki 5 spesies babi dari 8 spesies babi di dunia, 52 dari 90 breed babi di planet Bumi ini pun tersebar di kawasan Asia Tenggara termasuk tanah air kita. Lebih dari separuh jumlah spesies babi dunia yang dimiliki Indonesia merupakan jenis babi dengan kualitas daging unggulan, mampu beradaptasi dengan baik meski hanya mengkonsumsi limbah pertanian dan limbah rumah tangga. Ibarat kata, babi indonesia dapat mengubah sampah menjadi daging berkualitas wahid.

javan warty pig
javan warty pig

Jumlah kebutuhan daging babi nasional yang tinggi ternyata tidak memiliki titik temu yang menguntungkan dengan banyaknya jenis babi lokal negeri ini. Populasi babi lokal terus menurun dari tahun ke tahun, salah satunya disebabkan karena peternak (50%) masih memelihara babi dengan sistem ekstensif atau tradisional sebagi usaha sampingan keluarga. 45% diantaranya mulai menggunakan sistem semi intensif, dan hanya 5 % peternak babi menggunakan sistem intensif, itu pun lebih memilih jenis babi impor sebagai komoditasnya.

babi rusa
babi rusa

Dapat dimaklumi, apabila peternak lebih memilih jenis babi impor. Perbedaan laju pertumbuhan harian / average daily gain (ADG) yang dapat dicapai babi lokal seperti babi Bali hanyak sekitar 0,14%, sedangkan babi impor seperti jenis White Large bisa dua kali lipatnya bahkan lebih. Dilemanya, penelitian mengenai teknologi budidaya babi masih sangat minim di Indonesia, karena kebanyakan peneliti masih berfokus pada sektor unggas dan ruminansia. Paradigma inilah yang harus segera dirubah. Babi lokal kita pun dapat menjadi produk unggulan apabila antara peternak, peniliti dan pemerintah bekerja sinergis mengembangkannya.

Spesies Babi Lokal Indonesia

Berikut ini, adalah 5 spesies dan jenis babi lokal yang terdapat di Indonesia, mari kita simak bersama:

  • Sus Sacrofa :

Spesies babi domestik atau disebut juga sebagai Sus sacrofa domestica. Satu spesies dengan babi impor seperti Landrace dan Hampshire, namun berbeda breed dan varian. Diantaranya sebagai berikut:

 

babi bali
babi bali

Babi Bali : didaerah timur berwana hitam dan berambut kasar, punggung melengkung, tapi perut menggantung, moncong sedikit lebih panjang. Babi di daerah utara, selatan dan tengah berpunggung melengkung, perut membesar, belang putih pada kaki, moncong pendek, telinga runcing

Baca: Babi Bali – Babi liar yang bernilai Tinggi

 

babi timor
babi timor

Babi Kupang, Babi Timor : ukuran tubuh sedang, bentuk kepala kecil, taring tidak melekat saat tua, tulang punggung tidak kokoh, warna dominan hitam, kombinasi putih dan merah bata, berambut kasar terutama pada punggung, kaki dan moncong

 

babi toba
babi toba

Babi Nias, Babi Toba, Babi Samosir, berada di Sumtera Utara, berwarna hitam keabuan, punggung melengkung kadang ada yang datar, badan besar rendah hingga menyentuh tanah, moncong panjang, telinga kecil dan runcing

 

babi toraja

Babi Toraja: banyak di Sulawesi Selatan, khususnya di Toraja Utara, sering disebut babi kampong, berwana hitam atau kehitaman, kepala kecil, telinga agak runcing, punggung melengkung dan ukuran tubuh sedang

Jenis Babi Liar yang Hidup di Indonesia

bearded pig
bearded pig

Selain jenis terdomestikasi, 4 dari 5 spesies babi lokal merupakan jenis babi liar, jumlahnya juga terus menurun setiap tahun akibat perburuan liar di alam, bisa jadi beberapa tahun kedepan variasi babi-babi ini hanya tinggal diorama apabila tidak kita jaga kelestariannya. Diantaranya sebagai berikut:

  • Sus verrucosus: Javan warty pig (variasi warna beragam, mulai hitam legam hingga merah pucat. Ukuran tubuh kecil hingga besar)
  • Sus barbatus: Bearded pig / babi berjanggut (berbadan panjang sekitar 100-160cm dan berat rata-rata 100 kg)
  • Sus celebensis: Sulawesi warty pig (berukuran sedang, berkaki pendek, berat 40-70 kg, bewarna hitam, kadang ada yang cokelat kemerahan atau kekuningan, rambut berwarna lebih terang pada moncong dan perut)
  • Babyroussa babyrussa: Babirusa (kaki panjang, kepa kecil dan hampir tidak berambut. Pejantannya memiliki gigi taring besar membelok keatas ata berbentuk spiral)

Simak juga: Tingkah Laku Reproduksi Babi

Cukuplah swasembada daging sapi yang sulit terkejar, swasembada daging daging babi harus terlaksana dengan memanfaatkan sumber daya alam asli negeri tercinta.

Cintailah Plodhuk Plodhuk Indonesiaaaaa….

 

Penyakit Orf dan Myasis pada Kambing dan Domba

Penyakit Orf dan Myasis pada Kambing dan Domba

Penyakit yang Menyerang Hewan-hewan Ruminansia

Di artikel sebelumnya pecintasatwa.com telah membahas beberapa breed domba dan kambing unggul untuk dibudidayakan baik jenis kambing dan domba lokal maupun impor dan peranakannya. Kali ini pecintasatwa.com akan mengulas tentang penyakit orf dan myasis, yang sering dijumpai pada kambing dan domba serta bagaimana cara mengatasi dan mencegahnya.

Penyakit Kambing dan Domba – Orf

Penyakit orf dapat menyerang hewan-hewan ruminansia, namun kasus tersebut lebih banyak dijumpai pada kambing dan domba terutama yang berumur 3-6 bulan. Orf disebabkan oleh virus parapox dari famili poxviridae. Penyakit ini termasuk zoonosis, dapat menular pada manusia.

Pada kambing atau domba penderita orf akan terlihat adanya ruam-ruam dan bintil-bintil merah disekitar moncong, basah bahkan bernanah. Beberapa hari kemudian, lesi tersebut akan menjadi kerak-kerak keropeng. Peradangan yang terjadi di moncong dapat menyebar ke bagian wajah yang lainnya seperti mata, dagu, dahi.

orf pada domba

Rasa gatal yang sangat akan dirasakan oleh kambing dan domba penderita orf, untuk mengurangi rasa gatal biasanya ternak akan menggosok-gosokan wajahnya pada kayu atau dinding kandang, rasa gatal yang mengganggu menyebabkan nafsu makan ternak menurun drastis, sehingga bobot badannya pun akan menurun drastis.

Tidak ada pengobatan yang efektif untuk menangani orf, karena penyakit ini disebabkan oleh virus. Terapi antibiotika mungkin akan diberikan oleh dokter hewan untuk mencegah infeksi sekunder oleh bakteri. Multivitamin juga penting sebagai pendukung kondisi ternak terutama untuk meningkatkan nafsu makannya, dengan harapan kambing dan domba cukup kuat untuk bertahan dan memproduksi antibodi sebagai penawar alami penyakit tersebut. Pada ternak yang cukup kuat dengan infeksi virus tidak terlalu parah, penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya setelah 4-6 minggu.

Simak: Tips Menghindari Polio Kambing dengan Ransum yang Tepat

Orf dapat menular dengan cepat, segera isolasi ternak-ternak dengan indikasi orf di kandang karantina yang cukup jauh dari kandang pemeliharaan. Kandang yang semula ditempati juga harus disemprot dengan desinfektan dan dikosongkan selama sekitar 1 bulan. Langkah pencegahan penyakit orf hanya dapat dilakukan dengan vaksinasi pada umur 1 bulan, kemudian dibooster pada bulan ke 2-3. Reaksi kekebalan akan timbul 7 hari setelah vaksinasi hingga 8-28 bulan kemudian.

 

Penyakit Kambing dan Domba – Myasis

Myasis merupakan istilah untuk luka terbuka yang diperparah dengan berkembangnya larva (belatung) didalamnya. Larva tersebut akan terus tumbuh dan menembus jaringan otot semakin dalam hingga memperbesar daerah perlukaan. Myasis dapat terjadi apabila kambing atau domba terluka baik karena tusukan, goresan atau gesekan permukaan kasar hingga tampak kulit bagian dalamnya dan keluar darah. Aroma darah yang anyir khas akan mengundang lalat untuk hinggap di luka tersebut. Lalat tidak hanya hinggap saja, ia juga menaruh telur-telurnya pada luka tersebut. Bentuk myais sangat khas, berupa lubang luka terbuka.

myasis

Telur lalat pada luka akan segera menetas menjadi larva, selanjutnya terus tumbuh dan berkembang pada luka tersebut. Larva hidup dengan memakan jaringan kulit dan rembesan darah sehingga dapat memperbesar luka dan memperlambat proses penyembuhan. Kambing dan domba yang mengalami myasis dapat menurun nafsu makannya akibat rasa nyeri dan tidak nyaman pada luka tersebut.

Peternak dapat memberi pertolongan pada ternak dengan kasus myasis menggunakan air tembakau. Daun tembakau kering atau tembakau rokok direndam dengan air selama beberapa jam, kemudian air rendaman ini disiram atau disemprotkan pada luka myasis hingga bagian dalam. Tak lama kemudian, biasanya larva akan keluar, ambil larva-larva yang keluar, dan bersihkan luka dengan antiseptik. Lebih praktis lagi jika peternak memiliki semprotan larvasida. Myasis dapat dicegah dengan menyemprotkan larvasida pada luka terbuka yang baru terbentuk setelah sebelumnya dibersihkan dengan antiseptik seperti iodin.

Baca: Jenis Kambing Asli Indonesia

Pengobatan

Metode pengobatan diatas merupakan tahapan pertolongan pertama yang dapat dilakukan peternak secara mandiri di kandang. Pada kasus ringan, pertolongan tersebut terbukti efektif, ternakpun berangsur-angsur membaik, namun apabila peternak menjumpai kasus yang sudah parah, lebih baik segera menghubungi dokter hewan, agar ternak secepatnya dapat ditangani lebih lanjut.

 

CASSAPRO Pendongkrak Produksi Susu Sapi

CASSAPRO Pendongkrak Produksi Susu Sapi

Teknologi Pengolahan Pakan dengan Metode Bioproses Fermentasi

PecintaSatwa.com – Dibaca sepintas, seperti nama produk paten mineral, vitamin atau konsentrat, tapi tenang saja.. artikel ini bukan iklan suatu produk tertentu, bukan pula promosi obat-obatan sintetis untuk stimulasi produksi, artikel sederhana ini akan membahas tentang teknologi pengolahan pakan dengan metode bioproses fermentasi berbahan baku ampas produksi tepung tapioca (onggok), Cassapro.

Baca juga: Beberapa Hal agar Produksi Susu Sapi Maksimal

Membuat Cassapro tidaklah terlalu rumit. Pakan ini diproses dengan bahan baku onggok difermentasikan dengan kapang Aspergillus niger, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai nutrisi yang terkandung di dalam onggok. Saat ini Cassapro mulai banyak digunakan oleh peternak sapi perah untuk meningkatkan produksi ternaknya. Tidak tanggung-tanggung, rata-rata ternak yang diberi 1 kg Cassapro dalam konsentratnya dapat meningkat produksi susunya hingga lebih dari 3 L / hari. Anda tertarik?

Cara Memproduksi CASSAPRO Pendongkrak Produksi Susu Sapi

onggok

Cassapro diproduksi dengan mencampurkan onggok kering dengan mineral dan inokulum Aspergillus niger, kemudian difermentasi padat dalam suhu ruang selama 3-5 hari sebagaimana prosedur yang dijelaskan oleh Kompiang dkk (1993). Setelah matang, Cassapro diberikan pada ternak secara rutin 1 kg/hari bersama sejumlah konsentrat dan jerami padi ad libitum.

Bioproses fermentasi menggunakan Aspergillus niger dapat meningkatkan kadar protein, yang semula dalam onggok hanya sekitar 2,19% menjadi 14,12%, peningkatan yang fantastis bukan??!!, hal ini terjadi karena penambahan Nitrogen organik/mineral yang dicampurkan dalam pembuatan Cassapro dapat meningkatkan aktifitas kapang tersebut, selain itu Aspergillus niger akan terus berkembang bertambah banyak selama proses fermentasi memanfaatkan urea dan Za untuk membentuk asam amino melalui serangkaian proses kimia di dalam rumen sapi. Proses fermentasi ini juga dapat meningkatkan kandungan energi, lemak, kalsium, dan fosfor serta menurunkan kadar serat kasar onggok.

Simak: Sapi Kembung – Bagaimana mengatasinya ??

Sebagaimana dilaporkan oleh Gunawan dkk (2000), peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lembang, sejak minggu pertama pemberian cassapro pada ternak, pakan ini dapat meningkatkan produksi susu 2-4 L/hari dengan rataan 3,02 L/hari. Peningkatan produksi ini diduga terjadi selain karena meningkatnya kandungan protein dalam pakan, juga terjadi peningkatan nilai kecernaan protein, karena proses fermentasi tersebut dihasilkan enzim-enzim tertentu yang dapat membantu proses pencernaan. Aspergillus niger dapat memproduksi enzim amylase, selurose, protease, dan phitase.

Menstabilkan Produksi Susu

biakan aspergilus niger

Cassapro juga terbukti dapat menstabilkan produksi susu pada masa akhir laktasi atau mendekati masa kering, hal ini dikhawatirkan dapat menyebabkan mastitis pada sapi dan hypocalcemy akibat produksi susu yang tinggi saat bunting tua, karena itu disarankan untuk mengurangi penggunaan Cassapro dan konsentrat secara bertahap apabila sapi akan memasuki masa kering.

Baca: Apa saja sih BOOSTER untuk Produksi Susu Sapi ?

Bioproduk Cassapro dapat dijadikan alternatif bagi para peternak sapi perah dan dairy industry untuk meningkatkan angka produksinya, karena proses pembuatan Cassapro yang sangat murah dapat menghasilkan susu sapi yang lebih banyak dengan harga jauh diatas biaya produksi Cassapro per kilogram. Selamat mencoba..!!

 

Apa Saja sih Booster untuk Produksi Susu Sapi

Apa Saja sih Booster untuk Produksi Susu Sapi

Pakan untuk Meningkatkan Produksi Susu Sapi

PecintaSatwa.com – Sudah bukan rahasia lagi, jika pakan khusus digunakan untuk meningkatkan produksi susu sapi baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Beberapa bahan pakan seperti ampas tahu dan ketela pohon banyak dimanfaatkan peternak berdasarkan pengalaman turun menurun dan menyebar dari mulut ke mulut. Kedua jenis pakan tersebut memiliki kandungan protein dan energi yang tinggi, karena itulah dapat mempengaruhi produksi susu secara signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai berat jenis, total solid, serta jumlahnya baik dalam skala Liter atau Kg. rupiah pun mengalir deras apabila produksi susu peternak meningkat, terlebih jika disertai dengan kualitasnya yang unggul.

Perlu disimak: Beberapa Hal agar Produksi Susu Sapi Maksimal

Beberapa bahan pakan di bawah ini, banyak dimanfaatkan para peternak di berbagai daerah sebagai booster produksi susu sapi yang mereka pelihara, mari kita bahas dan analisa bersama:

Meningkatkan produksi susu sapi dengan Ampas Tahu

ampas tahu

Dengan berat kering (BK) 86%, mengandung protein kasar (PK) 26.88%, lemak kasar (LK) 6,45%, serat kasar (SK) 17,2% dan ME 31,175. Ampas tahu telah umum digunakan oleh peternak di negara-negara asia seperti Indonesia, Cina, Jepang dan Taiwan, dimana tahu atau tofu menjadi makanan sehari-hari yang digemari masyarakat. Limbah produksi tahu ini biasanya digunakan sebagai campuran pakan sapi perah sebanyak 5-7 kg/ekor/hari, bahkan dapat dimanfaatkan hingga 65% dari pakan harian. Ampas tahu diminati peternak karena harganya yang relative murah, kandungan proteinnya tinggi sehingga dapat meningkatkan produksi susu, sapi pun sangat menyukainya.

Baca: Penyebab Bobot Sapi Merosot

Normalnya, ampas tahu berbentuk basah, dan mudah busuk, jadi peternak harus hati-hati apabila menjumpai ampas tahu basah yang tahan lama, karena bisa jadi selama proses pembuatan tahu produsen mencampurkan formalin/borax. Bahan pengawet kimia dapat membahayakan ternak, disamping juga membahayakan konsumen tahu. Untuk memperpanjang masa penyimpanannya, peternak dapat menjemur ampas tahu hingga kering, dengan kadar air rendah, lebih lanjut lagi bisa digiling menjadi tepung ampas tahu.

Meningkatkan produksi susu sapi dengan Ampas Bir

ampas bir yang sudah dikeringkan

Memiliki BK 31,17%, PK 26,4%, SK 10,2%, LK 7 % dan total digestible nutrient (TDN) 78.7%. ampas bir merupakan limbah limbah produksi bir yang berbahan biji-bijian seperti gandum, barley, beras dan jagung. Seperti halnya ampas tahu, ampas bir berbentuk basah dan mudah busuk, akan tetapi sangat disukai ternak karena aromanya yang harum, disamping itu kadar proteinnya sangat tinggi dapat mencapai 30%. Penelitian yang dilakukan di daerah India membuktikan bahwa sapi perah yang diberi ampas bir sebagai pakan tambahan produksi susunya meningkat 1 L per hari disertai dengan peningkatan total solidnya dibandingkan dengan kelompok kontrol, peneliti juga menyebutkan bahwa ampas bir dapat digunakan maksimal sebanyak 20% dari total pakan harian. Ampas bir sebaiknya tidak diberikan terlalu banyak pada ternak, karena masih memiliki zat anti nutrisi yang mengakibatkan masalah pencernaan pada sapi seperti diare.

Meningkatkan produksi susu sapi dengan Alfafa

Didalamnya terkandung BK 75%, PK 16%, SK 32%, LK 1,5% dan energi 120% lebih dari hay tanaman oat. Berbeda dengan jenis pakan yang dibahas sebelumnya, alfafa merupakan jenis pakan hijauan makanan ternak (HMT), biasanya diberikan pada ternak dalam bentuk hay (hijauan yang dikeringkan). Hay alfafa, diproses dari tanaman alfafa periode awal berbunga dimana kandungan nutrisinya sangat tinggi. Alfafa biasanya diberikan pada ternak sebagai komponen pakan hijauan bersama rumput atau hijauan lainnya sebanyak 25-75% dari kebutuhan hijauan setiap harinya. Penggunaan alfafa sebagai pelengkap pakan sapi perah dapat meningkatkan produksi susu hingga 1,5 kg / hari dibandingkan dengan pakan standar.

Simak pula: Body Condition Scoring pada Sapi

hay alfafa

Semua jenis pakan diatas dapat memicu peningkatan produksi susu sapi secara signifikan karena memiliki kandungan protein dan energi tinggi yang dibutuhkan oleh ternak untuk memproduksi susu dengan kualitas yang unggul. Akan tetapi, sebelum peternak mulai memberikan pakan tersebut pada ternaknya, harus diperhatikan ketersedian bahan dan fluktuasi harganya. Apabila bahan-bahan tersebut mudah didapat dengan harga murah, maka peternak dapat memanfaatkannya semaksimal mungkin, karena apabila terjadi kelangkahan secara tiba-tiba sehingga ternak seketika berhenti mengkonsumsinya, maka akan terjadi penurunan produksi susu secara drastis kemudian BCS (body condition scoring) akan menurun juga sehingga berpengaruh pada kesehatan sapi perah.

 

Body Condition Scoring Sapi Pedaging

Body Condition Scoring Sapi Pedaging

Metode Menentukan Kondisi Nutrisi Sapi Betina

PecintaSatwa.com – Body Condition Scoring (BCS) merupakan suatu metode praktis yang digunakan oleh peternak untuk menentukan kondisi nutrisi sapi betina dalam peternakan pembibitan sapi potong dan peternakan sapi perah. Tinggi

Body Condition Scoring 5-6

rendahnnya BCS sapi, sangat berpengaruh pada kesehatan fisik sapi, termasuk diantaranya adalah performa reproduksinya, seperti keberhasilan Program Inseminasi Buatan (IB) yang ditunjukkan dengan angka konsepsi, calving interval (jarak kelahiran pedet dengan kelahiran sebelumnya), dan open cows (masa kosong setelah melahirkan hingga dapat bunting kembali). Oleh karena itu, BCS selalu diperhitungkan pada musim kawin sebelum melakukan perkawinan, terlebih jika suatu peternakan menerapkan perkawinan dengan metode sikronisasi birahi.

Baca: Apa saja penyebab Keracunan pada Ternak

Body Condition Scoring (BCS) yang digunakan untuk sapi pedaging menggunakan penilaian dengan skala 1-9, hal ini didasarkan pada pengamatan pada kondisi morfologis sapi, diantaranta: tulang belakang, pangkal ekor, tulang pinggul depan dan belakang (pins and hooks), tulang rusuk dan gelambir bagian dada. Observasi dan penentuan BCS dilapangan dapat dilakukan dengan menggunakan tabel berikut:

Titik Pengamatan Body Condition Scores
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Kondisi umum yang buruk/lemah ya tidak tidak tidak tidak tidak tidak tidak tidak
Atropi otot ya ya sedikit tidak tidak tidak Tidak tidak tidak
Benjolan tulang punggung terlihat jelas ya ya ya sedikit tidak tidak Tidak tidak tidak
Garis rusuk terlihat jelas semua semua semua 3-5 1-2 tidak Tidak tidak tidak
Bejolan tulang pinggul tampak ya ya ya ya Ya ya Sedikit tidak tidak
Lemak pada gelambir dada dan legok lapar tidak tidak tidak tidak tidak sedikit Penuh penuh Sangat penuh
Perlemakan pada pangkal ekor tidak tidak tidak tidak tidak tidak Sedikit penuh Sangat penuh

Dimodifikasi dari Pruitt, 1994

Body Scoring Sapi yang Ideal

Idealnya, sapi sehat dengan performa reproduksi yang baik memiliki BCS 5-7, semakin rendah BCS nya, sapi akan terlihat kurus dan perlu diberi perlakuan khusus demi mengotimalkan kondisi tubuhnya, begitu pula dengan BCS yang semakin tinggi mengindikasikan sapi obesitas, sehingga harus dipantau selama pelaksanaan perkawinan, kebuntingan, hingga kelahiran, karena sapi gemuk rawan mengalami kesulitan waktu melahirkan (distokia).

Simak: Segera Tangani Sebelum Bobot Sapi Merosot

Body Condition Scoring 7-8

Body Condition Scoring (BCS) sebaiknya dimonitor minimal 3 kali dalam satu kali siklus pemeliharaan, yakni waktu sapih, 2-3 bulan sebelum melahirkan, dan saat melahirkan. Pemantauan BCS pedet waktu disapih berguna untuk melakukan pengelompokkan. Kelompok-kelompok ternak didasarkan pada BCS nya guna dilakukannya program nutrisi yang berbeda pada setiap kelompok, sehingga ketika masuk masa kawin dapat dicapai BCS yang seragam pada semua kelompok.

Penilaian BCS pada saat 2-3 bulan sebelum kelahiran digunakan sebagai evaluasi pemeliharaan selama kebuntingan, setelah itu pada masa kering tersebut dibuat suatu program nutrisi yang terbaik guna mempersiapkan kelahiran, dengan tujuan mengusahakan kelahiran normal tanpa kesulitan yang berarti, bobot pedet yang dilahirkan optimal dan tidak disertai adanya gangguan reproduksi pasca kelahiran.

Baca: Beberapa Jenis Hijauan untuk Makanan Ternak Anda

Monitoring BCS waktu kelahiran juga penting dilakukan, karena beberapa hari pasca kelahiran sapi biasanya akan mengalami penurunan BCS, hal ini sebaiknya tidak diabaikan, oleh karena itu BCS harus segera kembali ditingkatkan dengan memberi pakan khusus post partum untuk menstabilkan kondisi sapi pada masa laktasi. Disamping itu juga untuk mengoptimalkan kesehatan sapi selama terjadinya involusi uteri, dengan demikian sapi akan segera birahi kembali dan dapat segera dikawinkan lagi setelah 45-65 hari pasca kelahiran.

 

Beberapa Jenis Hijauan untuk Makanan Ternak Anda

Beberapa Jenis Hijauan untuk Makanan Ternak Anda

Jenis Tumbuhan untuk Makanan Ternak

PecintaSatwa.com – Secara alami, hewan ternak seperti sapi merupakan golongan herbivora, yakni hewan yang mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan untuk bertahan hidup. Saat ini setelah sapi terdomestikasi menjadi hewan ternak produksi, berbagai tekhnologi pakan berkembang pesat, termasuk diantaranya pembuatan konsentrat sebagai makanan penguat. Konsetrat biasaya dibuat kaya akan protein dan energi, karena itu tak jarang digunakan jenis protein hewani sebagai campuran, contohnya tepung ikan dan tepung darah. Meski konsentrat memegang peranan penting dalam pemeliharaan sapi, rerumputan tetap digunakan sebagai makanan penyeimbang kinerja pencernaannya, apabila sapi hanya diberikan konsentrat tanpa hijauan, kemungkinan besar akan terjadi penyakit metabolisme yang berbahaya bagi sapi, dan merugikan bagi peternak.

Sebagai peternak sekaligus pebisnis di dunia peternakan, Anda harus jeli memilih jenis hijauan makanan ternak untuk sapi-sapi anda. Karena hijauan memegang peranan yang penting bagi pemeliharaan ternak, juga dibutuhkan dalam jumlah yang cukup besar, peternak harus dapat memilih jenis hijauan yang tepat sebagai langkah strategis mengusahakan pemeliharaan yang lebih ekonomis, dan membuahkan hasil yang manis. (Simak: Penyebab Bobot Sapi Merosot)

Varietas hijauan makanan ternak biasanya dipilih berdasarkan kandungan nutrisinya seperti kadar bahan kerin (BK), protein kasar (PK), lemak kasar (LK), serat kasar (SK), dan energi yang biasanya dinyatakan dalam TDN, ME, atau BETN, serta abu dan mineral lainnya.

Beberapa Jenis Hijauan Makanan Ternak

Berikut adalah beberapa jenis hijauan makanan ternak yang dapat anda pilih:

Rumput Gajah.

Mengandung BK 19,9%, PK 10,2%, LK 1,6%, SK 34,2%, Abu 11,7% dan BETN 42,3%. Rumput gajah sangat mudah ditanam dengan metode stek batang, rumput ini pun tumbuh dengan baik meski ditanam tumpang sari dengan tanaman lain seperti jagung dan ubi. Bahkan dapat berfungsi untuk mengurangi kuatnya terpaan angin yang dapat merobohkan tanaman lain. Pada penanaman pertama, rumput gajah baru bisa dipanen setelah berumur 90 hari, selanjutnya dapat dipanen kembali setiap 60 hari sekali pada musim kemarau dan 50 hari sekali pada musim penghujan.

Rumput Odot.

Bentuknya seperti rumput gajah, namun lebih pendek-pendek daunnya. Jenis rumput ini banyak dibudidayakan oleh para peternak sapi perah. Odot digunakan sebagai salah satu pakan utama sapi perah guna meningkatkan kadar Total solid (TS) susu yang dihasilnya, sehingga harga susu peternak juga meningkat. Odot memiliki PK 14%, dan LK 2,72%. Penanaman rumput odot sama mudahnya dengan rumput gajah, akan tetapi odot dapat dipanen lebih cepat sekita 10-15 hari dari rumput gajah.

Tebon Jagung.

Jenis pakan ini banyak menjadi favorit peternak sapi pedaging maupun sapi perah, karena selain nilai gizinya yang tinggi, tanaman ini sangat disukai oleh ternak. Tebon jagung merupakan tanaman jagung yang sengaja ditanam sebagai pakan ternak, bukan untuk menghasilkan jagung komersial, karena itu jarak tanamnya pun rapat, dan dipanen di masa keemasannya dimana nutrisi keseluruhan tanaman sedang dipuncaknya, pada waktu tanaman berbunga hingga berbuah muda. Tebon jagung mengandung BK 10,19%, SK 10,19-22,9%, PK 8,8-15,31%, BETN 50,89-70,36% dan TDN 58%. (Baca: Jenis-jenis Domba Budidaya di Indonesia)

Alfafa.

Tanaman yang dapat hidup hingga 30 tahun ini memiliki kandungan PK 15-30%, SK 21.4%, LK 2,7%, dan Abu 13,1%. Alfafa termasuk jenis tumbuhan leguminosa yang sudah umum digunakan untuk pakan sapi, kerbau, kuda, kambing, domba, dan ayam, bahkan di benua amerika dikenal dengan sebutan Ratu Hijuan karena kandungan proteinnya yang tinggi dan sangat disukai ternak. Sebaiknya alfafa dikonsumsi ternak dalam bentuk hijauan kering, karena dalam keadaan segar alfafa memiki zat anti nutrisi yang berpengaruh buruk bagi ternak. (Baca juga: Apa penyebab Keracunan pada Ternak)

Masih banyak jenis hijuan makanan ternak yang dapat dijadikan pilihan oleh peternak selain yang diuraikan di atas, seperti kinggrass, stargrass, setaria dan golongan leguminosa lainnya. Faktor terpenting yang menjadi pertimbangan memilih jenis hijauan makanan ternak adalah ketersediaannya di lapangan, harga, nilai gizi, dan kecernaan pakan tersebut.