Junior Milan dan Talkshow PET TALK untuk Petlovers

Junior Milan dan Talkshow PET TALK untuk Petlovers

Talkshow PET TALK

PecintaSatwa.com – Nama Caesar Milan bagi para Doglovers dan pecinta satwa umumnya pasti sudah sangat familiar. Kemampuannya untuk memahami karakter anjing, dengan memanfaatkan psikologi dan behaviournya menjadikan ia bergelar Dog Whisperer. Namanya yang mendunia, sudah tidak diragukan lagi sepak terjangnya di bidang pelatihan anjing dan dog behaviorist expert. Namun kali ini yang juga mulai ramai dikalangan media internasional bukan lagi Caesar Milan, akan tetapi sang putra kesayangannya Andre Milan. (Ketahui juga: Daftar Merah Satwa dalam Standart Tingkat Keterancaman Satwa Liar di Dunia)

Andre milan dan ayahnya Caesar Milan

Sebagaimana dilansir dalam nationalgeographic.com, putra the dog whisperer ini sedang menapaki karirnya di dunia jurnalistik dengan program terbarunya PET TALK, sebuah program talk show yang ditayangakan pada Nat Geo Wild’s Weekly Series. Program ini fokus membahas serba serbi hewan, seperti kesadaran masyarakat terhadap animal welfare, permasalahan dan solusi untuk satwa, dan penghobi hewan. Pembicara yang dihadirkan pun beragam, mulai dari dokter hewan, polisi, pelatih anjing, hingga para owners. Pria 21 tahun ini juga langsung turun ke jalan, untuk berbincang dengan anak-anak muda yang ia temui membahas isu-isu terbaru tentang satwa. (Baca: Tips Perlunya Vaksinasi pada Anjing dan Kucing)

Si Junior Milan memang sangat terinspirasi oleh ayahnya, sejak kecil ia kerap mengikuti ayahnya saat sedang menangani anjing sebagai spesialisasinya. Ia juga mencintai anjing bagaimana adanya, meski berisik, kotor, atau menjengkelkan. Ia dan ayahnya memiliki passion yang besar dengan dunia anjing.

Pada beberapa episode PET TALK yang telah ditayangkan telah menyajikan topik-topik menarik, contohnya kunjungan Andre Milan ke Mini Farm di Atlanta yang khusus memelihara hewan-hewan mini yang unik, juga episode tentang anjing bertalenta khusus yang dilatih untuk mendeteksi bom, narkotika bahkan penyakit, menakjubkan bukan?!. Disetiap episodenya selalu tersirat pesan-pesan untuk para petlovers, seperti sterilkan peliharaanmu, luangkan waktumu untuk bercanda dengan hewan kesayanganmu, dan pesan-pesan moral bagi generasi muda agar peduli dan mencintai hewan peliharaan sebagai bagian dari kehidupannya.

 

Penyakit Tumor Ternyata Ada di Jaman Dinosaurus

Penyakit Tumor Ternyata Ada di Jaman Dinosaurus

PecintaSatwa.com – Jika banyak orang menganggap bahwa penyakit tumor atau kanker merupakan penyakit modern akibat banyaknya bahan-bahan konsumsi tercemar ternyata tidak seluruhnya benar. Penyakit ini juga diderita oleh hewan-hewan purba yang berukuran super besar, sang legenda Dinosaurus.

Penemuan dinosaurus dengan bekas luka, patah tulang, dan bekas perkelahian lainnya sudah sangat biasa bagi arkeolog. Fenomena yang menggemparkan akhir-akhir ini adalah ditemukannya 2 tipe kanker tulang yang berbeda pada individu yang sama, yakni osteoma dan polkadot-like hemangioma pada tulang vertebrae bagian ekor. ( Baca: 8 Fakta Unik tentang Burung Merak)

Tumor tulang ini ditemukan pada Titanosaurus, keluarga dinosaurus raksasa dengan leher panjang, dan ekor panjang paleo beast. Penemuan ini termasuk penemuan yang sangat langkah dan saat ini terus dipelajari oleh para peneliti di Federal University of Rio de Jenairo Brazilia, sebagaimana yang diberitakan oleh www.livescience.com.

Selain perkembangan zoology dijaman purba, adanya 2 tipe tumor tulang yang ditemui pada Titanosaurus akan menjadi suatu informasi yang sangat penting bagi berbagai bidang keilmuan, seperti paleontologist, dan bahkan kedokteran modern.

 

Ayam Purba atau Chicken from The Hell?

Ayam Purba atau Chicken from The Hell?

PecintaSatwa.com – Para peneliti purbakala (paleontologist) tampaknya sedang panen informasi jaman pra sejarah di akhir tahun 2015, mereka berhasil menemukan sel darah merah dan serat kolagen tulang dinosaurus yang diperkirakan hidup 75 juta tahun yang lalu. Penemuan ini mereka dapatkan di situs penggalian dinosaurus terbesar di dunia, di Scotland’s Scenic Isle of Skye.

Emma Schachner dari University of Utah, mengatakan bahwa dinosaurus yang ditemukan tersebut, sejenis Raptor raksasa, namun memiliki bentuk kepala yang mirip ayam, dan diperkirakan berbulu saat dia hidup. Tinggi hewan purba ini sekitar 10 kali dengan menampakan yang menyeramkan.

Bisa jadi dia kakek buyut ayam modern saat ini sebelum giginya rontok hehehe…

 

Perjuangan Sepasang Kekasih Meng-Klon-kan Anjing Kesayangannya

Perjuangan Sepasang Kekasih Meng-Klon-kan Anjing Kesayangannya

PecintaSatwa.com – Desember 2015. Laura Jacques (29 thn) dan Richard Remde (43thn), sepasang kekasih dari West Yorksire sedang merayakan kebahagian mereka di pengunjung tahun 2015 ini. pasalnya pada tanggal 26 Desember 2015 tepat pada Boxing day anak anjing yang mereka idam-idamkan lahir, klon dari anjing boxer mereka yang tutup usia beberapa bulan yang lalu, Dylan.

Dylan semasa hidup

100.000 USD atau setara dengan 67.000 telah mereka keluarkan demi mendapatkan klon Dylan. Mereka mengirimkan sampel tubuh Dylan pada Soaam Biotech Research Fondation, sebuah laboratorium di Korea Selatan yang melayani cloning hewan secara komersial, sebagaimana yang dilasir pada www.theguardian.com. Hebatnya, jaringan tubuh yang digunakan dalam proses ini diambil sekitar 12 hari setelah Dylan tutup usia, dimana biasanya jaringan tersebut harusnya diisolasi kurang dari 1 minggu.

Jacques telah memelihara dan mengasuh Dylan sejak ia puppy. Bagi Jacques, Dylan adalah anak kesayangan, kehidupannya. Perginya Dylan menjadi pukulan berat baginya. Dylan dinyatakan menderita tumor otak pada tanggal 11 juni 2015, 19 hari kemudian Dylan pergi untuk selamanya karena gangguan kinerja jantungnya akibat penyakit yang dideritanya. Tanggal 2 Juli Dylan disimpan beku, sebelum dikremasi. Selang 2 hari Remde terbang ke Korea Selatan untuk menyerahkan sample Dylan yang akan di klon, tapi sayangnya sampel tersebut masih belum memenuhi syarat.

11 Juli 2015, Remde kembali ke Korea Selatan untuk mengantarkan sampel Dylan yang kedua, sampel ini dinyatakan dapat tumbuh dan diproses. Setelah itu, peneliti di Korea Selatan menyatakan telah didapatkan kebuntingan menggunakan embrio berinti sel 100% DNA Dylan. Hingga pada tanggal 26 Desember lahirlah salinan Dylan. Jacques mengatakan, bahwa anjing boxer kecilnya ini sangat mirip sekali dengan Dylan ketika kecil, bahkan corak warna ditubuhnya sama persis tempatnya dengan yang dimiliki Dylan.

 

 

Tips Mewaspadai Bahaya Mikotoksin

Tips Mewaspadai Bahaya Mikotoksin

Waspada Mikotoksin, Pastikan Pakan Ternak dalam Keadaan Baik

waspada mikotoksinSektor pertanian merupakan salah satu poros perekonomian Indonesia yang menjadi penopang sumber pendapatan negara. Bentang alam dan faktor geologis Indonesia yang subur mendukung negeri ini sebagai kawasan agraris. Sektor pertanian juga sangat erat dikaitkan dengan sektor peternakan yang sama-sama mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Beberapa hasil pertanian seperti jagung, padi, gandum, dan hijauan tak lepas dari fungsinya juga sebagai bahan pakan ternak komersial. Selain menjadi bahan makanan pokok bagi manusia, komoditas pertanian juga bisa diolah menjadi pendukung aspek peternakan.

Mikotoksin Yang Mencemari Komoditas

Masalah baru di sektor pertanian adalah adanya mikotoksin yang mencemari komoditas hasil para petani. Telah ditemukan mikotoksin jenis zearalenon yang bisa memberi dampak sistemik pada ternak yang mengkonsumsi pakan hasil komoditas pertanian tersebut. Berdasarkan laporan FAO menyatakan bahwa 25% tanaman yang menjadi bahan pakan ternak di dunia telah terkontaminasi mikotoksin yang berakibat menurunnya produktifitas ternak dan terganggunya fungsi reproduksi. Laporan tersebut dikuatkan oleh hasil riset dari Nuryono yang menemukan kontaminasi mikotoksin zearalenon sebesar 85,7% pada komoditas jagung di Indonesia melalui uji Enzyme Linked Immuno-Sorbent Assay (ELISA) dan High Performance Liquid Chromatography (HPLC).

Gambar jagung yang terkontaminasi Fusarium graminearum

Infeksi Jamur Fusarium sp

Kondisi iklim Indonesia yang termasuk kawasan tropis dengan kelembaban yang tinggi juga menjadi salah satu faktor tingginya infeksi jamur Fusarium sp yang dapat menghasilkan mikotoksin pada hasil tanaman. Dampak yang diakibatkan oleh infeksi jamur bila disertai dengan produk mikotoksin pada tanaman akan sangat berbahaya bila dikonsumsi ternak. Zearalenon bersifat fitoestrogenik yang artinya adalah senyawa estrogen yang berasal dari tumbuhan. Bahaya yang diakibatkan pada ternak yang keracunan zearalenon dapat mengganggu siklus birahi, kematian embrio dini, abortus, bahkan menurunnya fungsi reproduksi ternak dan infertilitas.

Waspada Termakannya Mikotoksin

Kondisi tersebut jelas merugikan terutama pada industri peternakan ayam dan sapi komersial. Industri ayam dan sapi yang salah satu bahan pakannya mengandalkan hasil tani untuk pakan ternak, tentu harus diwaspadai dengan baik untuk mencegah termakannya mikotoksin ke dalam tubuh. Zearalenon telah diamati sebagai salah satu mikotoksin yang berbahaya pada tanaman jagung, oat dan hijauan kering (hay). Upaya pencegahan dari bahaya mikotoksin telah banyak dilakukan dengan mencampurkan bahan absorber yang digunakan untuk menetralisir pakan yang tercemar. Senyawa aluminosilikat dan charcoal disinyalir dapat mendegradasi bahan aktif mikotoksin yang sangat reaktif bila masuk metabolisme tubuh. Penambahan vitamin dan mineral sebagai bahan tambahan juga sangat membantu meningkatkan proses recovery tubuh bila terkena mikotoksin.

Upaya Pencegahan

Peternak dan pengusaha di bidang peternakan kini harus tetap mewaspadai bahaya mikotoksin lain yang mengkontaminasi pakan ternaknya seperti aflatoksin, okratoksin, deoksinivalenol, dan fumonisin. Bukan tidak mungkin upaya pencegahan dengan menggunakan senyawa aluminosilikat dan charcoal menjadi tidak efektif lagi karena membutuhkan bahan pakan tambahan untuk mendegradasi kompleks mikotoksin. Namun, upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah masuknya mikotoksin secara bijak adalah dengan memastikan bahan pakan ternak bebas dari jamur dengan penyimpanan yang higiene dan tentunya memenuhi kaidah BAIK (Bebas hama, Aman, Ideal dan Komplit).