Mengapa Ikan Paus Bisa Terdampar ?

Mengapa Ikan Paus Bisa Terdampar ?

Ikan Paus Terdampar

PecintaSatwa.com – Beberapa waktu yang lalu, Kabupaten Probolinggo sedang menjadi sorotan oleh media dan masyarakat. Bukan karena gunung Bromonya yang tersohor dan Jazz Gunungnya yang populer, tetapi karena banyak paus pilot sirip pendek atau nama latinnya Globicephala macrorhynchus terdampar di pesisir Probolinggo, tepatnya di pantai Desa Randu Pitu, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu 15-06-16 siang.

Wow di Probolinggo ada paus???? Hebat ya Indonesia punya paus. . ok mari kita hentikan kehebohan kita sejenak. Perairan Indonesia sendiri bukanlah wilayah asing bagi beberapa jenis paus seperti paus sperma yang bermigrasi melalui laut banda, paus pilot dan lain sebagainya. Paus pilot sendiri berhabitat di laut tropis yang hangat mulai dari kepulauan hawai, Indonesia hingga afrika bagian selatan. Paus ini masih satu family dengan lumba-lumba atau Delphinidae. Paus sendiri bermigrasi dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari makanan. Sebenarnya paus pilot merupakan jenis paus yang suka berenang di lepas pantai dengan populasi cumi-cumi yang padat sebagai makanan utamanya. Lalu mengapa mereka bisa terdampar? Mari kita bahas bersama.

Paus Terdampar

Ikan Paus terdampar di pesisir pantai Probolinggo bukanlah yang pertama di dunia, sehingga memancing beberapa ilmuan untuk meneliti penyebab fenomena alam yang menyerang hewan dengan kemampuan navigasi terbaik, yakni Sonar Meskipun beberapa peniliti masih berargumentasi mengenai efek sonar terhadap biota laut dan kemampuan navigasi dari paus dan lumba-lumba, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Bahamas Marine Animals Research Organization menemukan korelasi antara terdamparnya paus hidung botol dengan aktivitas sonar militer di daerah tersebut. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) juga mempertegas bahwa paus kepala botol dan kepala melon terpengaruh oleh frekuensi sedang dari sonar milik angkatan laut amerika yang biasa digunakan untuk mendeteksi kapal selam.

ikan paus terdampar
ikan paus terdampar

How big they are, there always be a limit. Tingkat salinitas, suhu, angin dan cuaca membentuk arus di seluruh lautan bumi ini. Pada saat cuaca buruk benda sebesar kapal pesiar mewah pun bisa terbawa arus apa lagi hanya seekor paus. Seperti kita ketahui cuaca pada saat paus terdampar di Probolinggo Indonesia sedang mengalami kemarau basah disertai hempasan angin yang kuat hingga bisa menyebabkan tingginya ombak di perairan Indonesia.

Ikan Paus

Paus hidup secara berkelompok untuk bertahan hidup dan di pimpin oleh seekor paus jantan dominan yang menentukan arah dan tujuan kelompok tersebut dalam bermigrasi. Pada saat arus kuat, paus akan kesulitan berenang. Jika kemampuan navigasi paus tidak terganggu mereka akan berenang memutar mencari perairan yang lebih tenang sehingga memudahkan dalam menentukan arah selanjutnya. Selain cuaca dan sonar, polusi lingkungan bisa mengganggu navigasi seekor paus, seperti limbah berbahaya dan tumbuhnya microalga yang bisa mengeluarkan toxin. Apabila gangguan tersebut dialami oleh pemimpin kelompok paus, akan membahayakan seluruh kawanan, seperti yang terjadi di Probolinggo satu kawanan paus terdampar.

Simak: Daftar Merah Satwa dalam Standart Tingkat Keterancaman Satwa Liar di Dunia

Jika disimpulkan terdamparnya paus disebabkan oleh gangguan pada kemampuan navigasi dari paus tersebut yang disebabkan oleh banyak hal mulai dari kondisi individu paus, cuaca ekstrim, polusi lingkungan hingga keseimbangan biota laut. Perubahan cuaca yang ekstrim sebenarnya menggambarkan bahwa aktivitas manusia dibumi sudah sangat mengganggu kestabilan alam dan salah satu korbannya adalah satwa-satwa di lautan maupun di daratan. Jadi kampanye menghentikan perburuan paus saja masih belum cukup, tetapi jagalah pula lingkungan dengan baik, banyak atau sedikit setiap langkah kita mempengaruhi kehidupan di alam ini.

Ikan Terbang – Kecepatannya 72km/jam. Benarkah???

Ikan Terbang – Kecepatannya 72km/jam. Benarkah???

Ikan Terbang

PecintaSatwa.com – Ikan hidup di air itu sudah biasa. Kalo Ikan bisa terbang????!, pernahkah terbayang dalam benak Anda dengan kemampuan ikan yang unik ini? Ikan terbang, seperti namanya, selain hidup di air, ikan ini juga bisa terbang di udara layaknya burung, serangga, atau mamalia terbang seperti tupai terbang dan kelelawar. Dengan kemampuannya yang unik itu, ikan terbang dapat muncul di permukaan air secara bergerombolan bahkan tak jarang sering terjebak di perahu atau kapal nelayan. (Simak: 3 Tips Memelihara Kura-Kura Kecil)

Klasifikasi dan Persebaran Ikan Terbang

Ikan terbang berasal dari famili Exocoitidae. Ikan terbang yang sering ditemui di wilayah perairan Indonesia memiliki nama ilmiah Cypselurus oxycephalus yang juga merupakan nama lain Hirundichtys oxycephalus. Ikan terbang dapat ditemui di perairan tropis dan subtropis di samudera Atlantik, Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Di wilayah perairan Indonesia sering ditemui di daerah Timur seperti laut Majene, laut Flores, Maluku Utara, dan Papua. Ikan terbang sangat jarang ditemukan di laut Sumatra, Jawa atau Kalimantan karena banyak mendapat pengaruh dari iklim perairan Laut Cina Selatan kecuali pada musim panas.

Morfologi Ikan Terbang

Ikan terbang memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil dengan panjang maksimal 17 cm. Warna sisik kebiruan dengan warna gradasi putih pada derah perut. Ciri khas ikan terbang memiliki sirip dada yang panjang dan lebar sehingga memudahkan akselerasi saat di udara dengan mengepakkan kedua sirip-sayapnya. Sirip ikan terbang berbentuk simetris berjumlah satu pasang sehingga disebut monoplanes, sedangkan yang berjumlah dua pasang disebut biplanes. Ciri morfologi lain dari ikan terbang adalah bentuk ekor seperti huruf V yang berguna sebagai landasan saat terbang maupun kembali ke permukaan air. (Baca: 20 Varietas Koi yang Indah untuk Dipelihara)

Kemampuan Ikan Terbang

Cara terbang Ikan terbang

Kemampuan khusus ikan terbang ini bertujuan untuk adaptasi dan menghindari predator di perairan seperti ikan tuna, ikan marlin, ikan pedang, dan ikan karang. Ikan terbang biasanya cukup berkamuflase dengan perairan dalam untuk menyembunyikan diri dari predator. Apabila persembunyiannya terbongkar, maka ikan terbang langsung berenang dengan kecepatan tinggi ke permukaan dan menghentakkan ekornya lalu mengepakkan siripnya untuk terbang. Sirip ini mengepak sebanyak 50-70 kali untuk menimbulkan gerakan aerodinamis dan dapat terbang dengan kecepatan maksimal 72 km/jam. Rata-rata ikan terbang monoplanes hanya bisa melaju dengan kecepatan 25 km/jam. Ikan terbang dalam sekali mengambil loncatan dapat menjangkau jarak hingga 400 meter karena juga keterbatasan kemampuan bertahan di udara tanpa bernafas yang hanya dapat dilakukan 40 detik. Saat kembali ke permukaan perairan, ikan terbang menggunakan ekornya sebagai landasan dan akan bersiap terbang kembali dengan segera apabila masih terdapat ancaman predator. Cara ekor tersebut dilakukan dengan mengambil masuk ke perairan sejenak lalu menghentakkan beberapa kali di permukaan dan dilanjutkan kembali mengepakkan sirip untuk terbang.

Reproduksi Ikan Terbang

Ikan terbang selama di dalam perairan mencari sumber makanan berupa fitoplankton, ikan kecil dan golongan udang-udangan kecil. Metode reproduksi ikan terbang dan proses pemijahan terjadi di luar tubuh induk dengan meletakkan telur-telur pada rumput laut, sarang-sarang di daerah periferal dan batuan karang yang tersembunyi dari predator. Setelah meletakkan telur pada daerah aman, induk akan meninggalkan telur dan dibiarkan selama 24-48 jam untuk menetaskan larva ikan terbang. Larva ikan terbang selanjutnya akan hidup mandiri bersama kelompoknya dengan mencari makan tanpa bantuan induk dan akan beranjak dewasa kurang lebih 18-24 bulan untuk mencapai kematangan seksual. Ikan terbang dalam sekali masa hidup dapat mencapai usia 4-5 tahun. Pemanfaatan ikan terbang selain sering ditangkap dalam bentuk dewasa oleh nelayan, juga nilai ekonomi telur ikan terbang yang sangat tinggi sehingga sering pula dikonsumsi. (Cermati: Ikan Nemo – Si Badut yang Lucu) So, sobat pecinta satwa, itulah sekilas tentang ikan terbang. Bisa jadi sering kita melihat dan menikmatinya dalam menu meja makan. Namun, semoga anda tidak berfikir untuk memelihara maupun membudidayakan secara terbuka.

 

Kolam Ideal untuk Memelihara Ikan Koi

Kolam Ideal untuk Memelihara Ikan Koi

Desain Kolam Ikan Koi

PecintaSatwa.com – Nishikigoi, nama asli ikan koi yang berasal dari Jepang mudah sekali dibudidayakan, asal kolam yang disiapkan memenuhi standar pemeliharaannya. Kolam ideal untuk

Kolam Koi

ikan koi terbuat dari beton, semen atau batuan basal yang biasa dibuat di halaman rumah. Pada tempat budidaya ikan koi luas kolam ideal sekitar 2 m x 3 m dengan kedalaman 1,8 m. Namun, bila ingin memelihara di halaman rumah bisa dengan ukuran tak beraturan mengikuti keinginan dengan luas sekitar 1 m x 2 m dan kedalaman cukup 0,8 m. Hal ini menyesuaikan jumlah ikan koi yang dipelihara dengan jumlah padat tebar per meter persegi 15-25 ekor. Penting: 4 Hal Memilih Ikan Koi Unggul Kolam ikan koi untuk halaman maupun budidaya diupayakan dengan konstruksi yang dibuat miring dan tanpa ada sudut di setiap sisi, agar tidak ada kotoran ikan koi yang terkumpul di pojok, sehingga mudah dalam filterisasi. Kedalaman kolam sangat diperhatikan terutama agar sinar matahari tetap bisa menjangkau kolam sehingga mengurangi potensi bakteri dan suasana anaerob tinggi pada kolam. Kolam juga bisa dimodifikasi dengan memberikan bentuk ornamen menyerupai bebatuan atau ditambahkan keramik untuk memberikan kesan prestise alami.

Aerasi dan Filterisasi Kolam Ikan Koi

Di luar aspek konstruksi kolam, keberhasilan budidaya ikan koi juga bergantung pada filterisasi dan aerasi kolam. Tujuan filterisasi dan aerasi ini untuk menstabilkan suasana kolam dan kualitas air ideal yang disukai ikan koi. Kualitas air yang dimaksud meliputi kandungan oksigen 2,8-4 ppm, kadar nitrit dan amonia dibawah 0,4 ppm, suhu perairan maksimal 29 derajat Celcius, pH air sekitar 6,8-8 dan volume air yang cukup untuk mobilisasi. Pemasangana aerator dapat menjaga kadar oksigen perairan dan mengurangi stress lingkungan ikan koi. Pembuatan air mancur di atas permukaan kolam dapat membantu menjaga kualitas air dan menggantikan fungsi aerator. Filterisasi kolam bisa dibuat dengan berbagai metode dan alat. Pada kolam pembudidaya lazim menggunakan drainase yang memiliki banyak lubang untuk mengatur aliran air sehingga secara otomatis air kotor akan diregulasi dengan air bersih. Pada bagian permukaan beton kolam dilapisi dengan batuan zeolit maupun charcoal dan bioball untuk mereduksi kadar nitrit. Pemasangan mesin aerasi dengan banyak gelembung di setiap sudut dan penyinaran lampu dapat menjaga ikan dari stress fisik karena kepadatan kolam.

Filterisasi Sederhana Kolam Ikan Koi di Taman Rumah

Ikan Koi Unggul

Namun, bagi penggemar koi tak perlu risau karena metode sederhana sekalipun dapat didesain dan memiliki fungsi filterisasi optimal. Desain filter kolam tersebut tentunya dengan syarat hanya untuk ukuran kolam taman hias halaman rumah. Untuk kolam hiasan taman, metode sederhana yang bisa digunakan di taman rumah dapat dilakukan dengan menempatkan drainase satu pintu (bottom drainage) di sudut paling rendah dari kolam.

Baca: 20 Varietas Ikan Koi yang Indah untuk dipelihara

Penggantian air kolam berkala setiap 2 minggu dapat dilakukan bahkan bisa lebih dari itu apabila kualitas air masih baik. Penambahan tanaman laut dan batu-batuan alam yang bisa menyerap karbon, nitrit dan amonia merupakan cara efektif menjaga kualitas air dari keracuanan. Disamping itu perlu usaha yang rutin untuk membersihkan kotoran dipermukaan yang dapat dilakukan dengan pengambilan manual menggunakan net atau alat surface flow. Penambahan ornamen seperti air mancur pengganti aerator, unsur batu-batuan dan hiasan tanaman di sekitar kolam juga dapat memperindah kolam.

 

20 Varietas Ikan Koi yang Indah untuk Dipelihara

20 Varietas Ikan Koi yang Indah untuk Dipelihara

Jenis-jenis Ikan Koi yang Dibudidayakan

PecintaSatwa.com – Ikan koi memang sangat mirip dengan ikan mas yang sering kita lihat. Sebagai orang awam mungkin menganggap bahwa ikan koi juga adalah ikan mas, namun kedua ikan tersebut tentu saja berbeda. ikan mas memiliki warna sisik di seluruh tubuh yang didominasi kuning keemasan. Lain hal nya dengan ikan koi yang memiliki corak warna kombinasi merah, putih, hitam, dan keemasan. Ikan koi yang notabene asli dari Jepang, dibawa langsung pada zaman penjajahan dahulu, membawa filosofi estetika, keberuntungan, dan cinta. Sejak dahulu hingga sekarang, ikan koi banyak dipelihara di kolam depan rumah, bentuknya yang indah selalu menarik perhatian baik oleh penghuni rumah maupun tamu.

Baca: 4Hal Penting Memilih Ikan Koi Unggul

Terdapat banyak jenis-jenis ikan koi yang bisa kita temui di kompetisi maupun pembudidaya ikan koi. Kebanyakan varietas ikan koi dibedakan namanya berdasarkan corak warna dan bentuk tubuhnya.

Berikut jenis-jenis ikan koi yang bisa kita pelihara dan budidayakan :

  1. Kohaku

Ikan koi kohaku disinyalir sebagai ikan koi generasi pertama. Ikan ini memiliki ciri warna dasar putih dan corak merah disekitar tubuhnya. Warna putih sangat cerah sehingga tampak mengkilat apabila didukung dengan kualitas air yang baik.

  1. Sanke

Ikan koi sanke memiliki ciri yang hampir mirip dengan ikan koi kohaku namun dibedakan oleh warna hitam tutul pada bagian kombinasi putih dan merahnya.

  1. Kumonryu

Ikan koi kumonryu memiliki warna dasar putih keabu-abuan dengan corak hitam yang bisa ditemui memanjang dari pangkal kepala sampai ekor.

  1. Beni Kumonryu

Ikan koi ini masih satu varietas dengan famili kumonryu hanya saja ada tambahan corak merah di antara warna dasar putih hitam yang mengisi seluruh tubuh.

  1. Showa

Sekilas mirip ikan koi sanke namun sebaliknya, warna dasar sisik ikan adalah merah dengan putih dan hitam sebagai coraknya. Ikan showa juga memiliki tanda khas yakni titik hitam di kepalanya.

  1. Tancho

Ikan koi Tancho ini lebih mirip dan mudah dikenal karena memiliki corak seperti bendera kebangsaan Jepang. Ikan ini memiliki warna dasar putih dengan tutul merah pada kepalanya.

  1. Masukawabake

Ikan koi varietas ini memiliki warna dasar putih atau abu-abu dengan bintik-bintik warna hitam terutama daerah perut. Sirip ikan masukawabake ini juga lebih lebar jika dibandingkan dengan ikan kumonryu.

  1. Goshiki

Ikan koi jenis ini sepintas memiliki warna dasar putih namun apabila diamati akan tampak transparan seperti warna hitam di dalam warna putih. Tanda khas gradasi warna hitam dan corak berwarna merah di antara warna putih merupakan tanda khas ikan koi Goshiki.

  1. Goromo

Ikan koi Goromo memiliki warna merah senja dan khas kuning kehitaman pada tepian warna tersebut. Kombinasi warna itu menutupi warna putih sebagai warna dasar ikan ini.

  1. Kujaku

Ikan kujaku memiliki warna dasar putih silver dengan warna hitam ditengah-tengahnya. Tampak pula corak warna orange pada bagian kepala hingga bagian punggung ikan.

  1. Utsuri

Ikan koi dengan warna inti hitam dengan corak putih selang seling menyerupai zebra. Ikan ini memiliki sirip yang lebar dominan hitam dan tepian warna biru.

  1. Ki Utsuri

Ikan koi ini masih dalam famili Utsuri dengan warna dasar hitam namun bercorak kuning keemasan. Ikan Utsuri varietas ini paling sulit didapatkan karena pemijahannya yang tidak seoptimal varietas yang lain.

  1. Doitsu Midori

Ikan koi ini memiliki warna dasar putih dengan warna kuning di bagian punggung. Pola warna kuning tampak pada bagian kepala, sirip punggung hingga ekor.

  1. Chagoi

Ikan ini mirip dengan ikan mas namun sangat berbeda apabila diamati pada kilatan sisiknya. Berbeda dengan ikan mas, ikan Chagoi ini berwarna dasar coklat pada seluruh tubuh dan tidak mengkilat. Ada kalanya ditengah bagian sisik berwarna lebih gelap sehingga tampak coklat kehitaman.

  1. Ochiba

Ikan koi ini memiliki warna dasar coklat dan diselingi putih keabu abuan. Ikan ini kadang berwarna kuning dengan pusat tengah sisik tampak kehitaman.

  1. Benigoi

Lebih mirip ikan mas dengan warna orange dominan pada seluruh bagian tubuhnya. Pada bagian sirip punggung, sepasang sirip dada dan sepasang antena di daerah mulut juga didominasi warna utama. Ikan benigoi ini juga disebut memiliki varietas ogon.

  1. Kinki Matsuba

Ikan ini memiliki warna dasar silver dengan warna kepala lebih terang. Pada setiap tengah sisik tampak sisi hitam dan tepian kuning.

  1. Aka Matsuba

Berbeda dengan ikan kinki, ikan yang masih dalam famili matsuba ini berwarna dasar merah sehingga disebut aka. Di setiap tengah sisik tampak lebih gelap dengan tepian berwarna merah.

  1. Platinum Ogon

Ikan yang berwarna silver di seluruh tubuhnya dan tampak mengkilat apabila terkena cahaya matahari. Merupakan ikan koi yang melambangkan kemewahan dan bagi sebagian orang dipercaya sebagai ikan perak.

  1. Yamabuki Ogon

Ikan ini masih dalam famili ogon namun yang memberdakan adalah warna dominan kuning dengan tepian putih. Warna kuning juga tampak lebih cerah pada derah kepala ikan yamabuki ini.

Simak pula: Ikan Guppy – Ikan Hias Berekor Cantik, Kawin sekali bisa hamil 3 kali

Ke 20 varietas ikan koi diatas memiliki keunikan tersendiri, bentuknya yang indah dan warna yang menawan membuat para pecinta koi menyayanginya. Bersantai di taman sambil menikmati sejuknya hawa pagi dan indahnya tarian ikan koi dalam koala, memang nikmat dan patut dicoba bersama secangkir ocha yang menyegarkan. Anda harus mencobanya..

Sumber : Ogata Koi Farm, Japan

 

4 Hal Penting Memilih Ikan Koi Unggul

4 Hal Penting Memilih Ikan Koi Unggul

Hal-Hal yang Harus Dicermati Saat Memilih Ikan Koi

Ikan Koi Unggul

PecintaSatwa.com – Ikan hias tampaknya masih menjadi satwa yang banyak digemari, terutama untuk menambah daya pesona taman maupun halaman rumah. Kali ini ikan koi yang sering kita temui di tempat penangkaran besar, sebenarnya juga bisa dikembangkan di kolam perairan yang biasa dibangun di taman rumah. Sering kita melihat bahwa ikan mas yang ditempatkan di halaman rumah dengan segala macam asesoris pendukungnya. Namun sedikit kita coba melihat potensi ikan koi dan tips memilih sebagai ikan hias khususnya untuk kolam di halaman rumah.

1. Tentukan selera berdasarkan warna dan corak ikan koi.

Beragam varietas ikan koi tentu menjadikan kebingungan dalam menentukan jenis koi apa yang ingin dipelihara. Pastikan bahwa corak ikan koi merupakan yang sangat kita gemari, dan disesuaikan dengan pola kolam dan taman yang menjadi hiasan. Bahkan memilih ikan koi jenis yang seragam dan serasi dengan desain kolam, lebih dianjurkan daripada sekedar memilih beragam jenis yang dipelihara dalam satu kolam, namun tidak cocok dengan desain kolam. Selain itu, potensi persaingan antar jenis ikan koi dalam satu populasi juga berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan. Seperti ikan Plantinum ogon tentu akan sangat tidak dominan apabila disandingkan dengan Sanke, Showa atau Matsuba. Ikan-ikan yang mempunyai corak warna tunggal dianjurkan dipelihara dalam kolam tersendiri atau jumlahnya dibuat lebih banyak daripada yang bercorak warna kombinasi.

Baca: Isi Aquarium Anda dengan Satwa-satwa ini

2. Periksa dan amatilah kesehatan ikan koi terutama dari aktivitas selama berada di dalam air.

Ikan koi yang sehat akan tampak aktif apabila diberi makanan dan apabila diamati sisiknya cerah, tidak tampak pengelupasan pada sisik, serta fungsi insang dan mulut yang normal. Bentuk kepala, sirip, tubuh dan ekor juga harus diamati, bila perlu minta riwayat kesehatan ikan dalam satu kolam. Ikan koi normal biasanya memiliki perbandingan antara tinggi dengan panjang tubuh 1 : 3 dengan panjang maksimal mencapai 20-30 cm. Garis punggungnya tidak melengkung dan bentuk tubuh simetris yang memudahkan ikan dalam berenang di dalam air. Sifat alami ikan koi yang tidak bisa hidup soliter dan membutuhkan teman dalam kolam pemeliharaan sehingga menjadi catatan penting pula bagi calon pembeli untuk memilih ikan koi yang suka menggerombol pada koi lainnya. Ikan koi yang menyendiri mengindikasikan adanya kelainan baik itu penyakit maupun psikis ikan sehingga akan sangat merugikan apabila dipelihara.

3. Melihat keturunan dari breeder (pembudidaya) ikan koi.

Terkadang pembeli lebih menyukai hasil persilangan ragam genetik ikan koi padahal untuk memelihara induk asli lebih dianjurkan terutama menjaga mutu genetik asli ikan koi. Membeli ikan koi pada pembudidaya asli dan disertai surat atau sertifikat keturunan koi akan menjadi informasi berharga bagi pemelihara koi.

4. Persiapan finansial untuk kolam koi hingga membeli ikan koi.

Ikan koi dengan jenis Utsuri, Matsuba, Platinum Ogon, dan Kumonryu masih menjadi ikan koi dengan harga sangat mahal. Ikan dengan varietas tersebut memang sesuai dengan kualitas morfologi dan corak warna pada sisik yang bernilai prestise tinggi. Bahkan ikan tersebut sering diikutkan dalam kejuaraan ikan koi dan sebagian masyarakat Jepang menganggap ikan peliharaan dewa. Hal itu tidak berlebihan karena seperti contoh ikan platinum ogon yang berwarna silver dijadikan simbol kemewahan dan dipercaya memberikan kekayaan pada pemeliharanya.

Simak: 8 Ikan Monster yang banyak dipelihara di akuarium

Anda siap memelihara ikan Koi? Pastikan Anda telah menyesuaikan keadaan lingkungan dan rekening yang Anda miliki. Selamat menikmati goyangan sirip si ikan indah ini.

 

Ikan Guppy – Ikan Hias Berekor Cantik, Kawin Sekali bisa Hamil 3 Kali

Ikan Guppy – Ikan Hias Berekor Cantik, Kawin Sekali bisa Hamil 3 Kali

Memelihara Ikan Guppy

‘Gaun’ ikan guppy

Anda tentu pernah mendengar tentang ikan guppy, yups benar!!, ikan kecil dengan sirip ekor bagai gaun seorang putri kerajaan yang diseret saat ia berjalan. Tapi jangan salah sangka dulu, walaupun bentuknya bagai putri cantik kerajaan, ikan molek ini adalah ikan jantan. Ikan kecil dengan banyak variasi warna menarik ini dikenal dengan nama latin Poecilia reticulata, ikan asli amerika tengah dan selatan ini telah tersebar hampir ke seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia sendiri ikan ini masuk pada tahun 1920an dan diketahui telah tersebar luas hampir ke seluruh penjuru Indonesia.

Ukuran ikan Guppy sangat kecil, bahkan ukurannya tidak lebih besar daripada jari kelingking. betina dewasa sekitar 4-6 cm, sedangkan jantannya lebih kecil sekitar 2-3 cm. Sama halnya dengan ikan lainnya, ikan guppy betina lebih besar daripada ikan jantan dan ikan jantan lebih menarik daripada ikan betina. Hal ini berguna bagi ikan jantan untuk menarik perhatian ikan betina pada musim kawin.

Musim Kawin dan Pemijahan Ikan Guppy

Musim kawin ikan secara alami berlangsung pada saat awal musim hujan atau pada akhir musim hujan. Pada kasus ikan guppy, induk ikan siap kawin pada umur 4 bulan dan hal ini tergantung pada kondisi lingkungan dari tempat guppy itu berada, jika ikan hidup di alam liar.

Simak: 8 Ikan-ikan Monster yang dipelihara di Akuarium

Dalam proses pemijahan (baca:pembibitan), ikan ini terbilang unik dikarenakan ikan ini dianggap melahirkan anak namun sebenarnya sifat pemijahan ikan ini sama halnya dengan yang dialami ikan hiu yaitu pembuahan terjadi di dalam tubuh induk betina dan telur yang dibuahi menetas dalam tubuh induk, sehingga pada saat menetas benih akan keluar dan terlihat ikan ini melahirkan.

Lama pemijahan ikan guppy berlangsung selama 4-7 hari, setelah itu induk dipisahkan. Masa kehamilan induk betina berlangsung dari 21 hinnga 30 hari, tergantung pada kondisi lingkungan. Ciri-ciri ikan guppy dikatakan hamil ialah dengannya munculnya bercak gelap (gravid spot) pada bagaian perut dekat anus dan warna dari bercak ini akan semakin gelap seiring dengan bertambahnya masa kehamilan dan waktu kelahiran benih ikan. Dalam sekali melahirkan ikan guppy mampu menghasilkan benih hingga 100 ekor. Dikarena fertilisasi ikan ini berlansung di dalam tubuh betina atau fertilisasi internal maka pejantan memerlukan alat untuk menyalurkan spermanya ke dalam tubuh betina. Menurut Kottelat et al., (1993) sirip dubur pada ikan jantan mengalami perubahan menjadi gonopodium, yang berfungsi untuk mengeluarkan dan menyalurkan sperma yang akan masuk pada tubuh ikan betina.

Ikan betina mampu hamil kembali setelah 1-5 minggu setelah prosese persalinan, dan uniknya lagi untuk hamil kembali ikan guppy tidak perlu dikawinkan lagi dikarenakan betina ikan ini mampu menyimpan sperma didalam tubuhnya dan mampu hamil tanpa kawin hingga 3 kali setelah pemijahan dengan jantan. Setelah benih ikan lahir, benih ini mengkonsumsi sisa kuning telur yang berada diperutnya hingga 3-5 hari, setelah itu benih ikan guppy dapat langsung mencari makan sendiri, dan makanan bagi benih ikan guppy ini ialah Artemia, kutu air (Daphnia) dan Moina.

Pakan Benih Ikan Guppy

Pakan artemia dapat dibeli ditoko pakan, dan biasanya dalam bentuk telur dan harus di proses terlebih dahulu ialah dengan menipiskan cangkang telur artemia dengan larutan hipopklorit (dekapsulasi) dan dilanjutkan dengan penetasan telur, kemudian baru dapat diberikan ke benih ikan gupppi. Daphnia dapat dihasilkan dengan merendam kotoran ayam yang telah dikeringkan, setelah 2 hari daphnia akan tumbuh. Sedangkan untuk pakan moina dapat dihasilkan dengan merendam kubis yang telah dimasak dan dalam waktu 2 hari moina akan tumbuh. Pakan alami ini hanya digunakan hingga umur benih umur benih mencapai 20 hari, setelah itu benih ikan dapat diberikan dengan cacing sutera, jentik nyamuk atau dengan kuning telur.

Keindahan ekor guppy

Umumnya, hanya ikan guppy jantan yang dapat dijual sebagai ikan hias karena si jantan lah yang memiliki bentuk tubuh dan sirip yang menarik. Sedangkan ikan betina hanya untuk pengembangbiakkan kembali, keperluan budidaya.

Baca juga: Coba isi Akuarium Anda dengan Satwa non-Ikan ini

Ikan guppy yang telah masuk ke Indonesia sejak tahun 1920an ini telah menyebar ke perairan bebas, sehingga banyak ditemukan guppy dengan bentuk dan warna yang berbeda di perairan Indonesia. Penemuan guppy jenis baru ini mengindikasikan bahwa ikan guppy yang terlepas ke alam telah mengalami evolusi. Dampak dari hal ini memang tidak selamanya baik, dampak buruk misalnya terjadi persaingan antara ikan asli perairan tersebut dengan ikan guppy yang menyebabkan terjadinya kepunahan bagi ikan yang tidak mampu bersaing, namun dampak baiknya, Indonesia menjadi kaya akan spesies ikan, hasil domestifikasi evolusi.

 

Kontributor: M. Khairul Hidayat SPi.

 

Bosan dengan Ikan? Coba isi Akuarium dengan Satwa Ini!

Bosan dengan Ikan? Coba isi Akuarium dengan Satwa Ini!

Hewan Non Ikan untuk Aquarium

axolotl

Akuarium memang selalu identik dengan ikan, tapi tahukah Anda bahwa terdapat berbagai macam hewan unik lain yang juga bisa menghiasi akuarium di rumah? Ya, terkadang kita mungkin merasa bosan dengan ikan dan ingin mengisi akuarium dengan sesuatu yang lebih unik, berbeda, namun tetap cantik dan mudah untuk dirawat. Nah, hewan-hewan non-ikan berikut ini mungkin bisa menjadi alternatif lain bagi Anda yang membutuhkan suasana baru di dalam akuarium. Siapa saja sih mereka? Yuk kita simak!

1. Udang Hias Air Tawar

Udang Kardinal, penghuni dasar akuarium yang indah

Udang memang sudah tidak terlalu asing bagi pecinta akuarium air tawar. Selain unik, hewan ini juga dapat menjadi cleaning service yang efektif di akuarium dan aquascaping Anda, karena mereka suka memakan kotoran dan alga yang tertinggal di dasar akuarium. Dewasa ini, terdapat banyak sekali jenis udang hias yang bisa menjadi pilihan sebagai pengisi akuarium, seperti Cardinal Shrimp yang berwarna merah, atau black cherry yang berwarna bening kehitaman.

Penting untuk dibaca: Tips Memilih Ikan Untuk Aquascaping

Udang air tawar bisa dicampurkan dengan berbagai jenis ikan di akuarium Anda. Namun, Anda harus memastikan  bahwa ikan yang Anda pelihara tidak bersifat predator dan dapat memangsa udang yang Anda masukan ke akuarium. Di sisi lain, Anda juga harus memperhatikan karakteristik udang yang Anda beli, karena beberapa udang juga dapat memangsa ikan-ikan kecil di akuarium.

2. Siput Hias

assassins snail

Berbeda dengan udang, siput memang tidak terlalu umum dikenal sebagai satwa penghias akuarium di Indonesia. Padahal, ada banyak sekali jenis siput unik yang bisa membuat suasana akuarium Anda menjadi lebih hidup. Sama seperti udang, siput juga bisa berperan sebagai pembersih di akuarium yang bisa memakan sisa-sisa makanan, sisa-sisa kotoran, atau bahkan bangkai ikan yang sudah mati.

Kisah: Ikan Nemo – Si Badut yang Lucu

zebra snail

Ada beberapa macam siput hias yang bisa Anda temui di pasaran, seperti Zebra Snail, Orange Rabbit Snail dan Assasins Snail. Yang pertama disebut merupakan siput yang unik dengan warna cangkang bergarus-garis hitam tipis seperti zebra. Siput Orange Rabbit Snail memiliki cangkang melingkar dan pamjang, dengan warna badan kuning cerah dan tentakel unik yang mirip telinga kelinci. Yang terakhir disebut merupakan siput yang cukup unik, karena selain memakan sisa-sisa kotoran, Assassins Snail juga mampu membunuh dan memakan siput lain di akuarium!

3. Lobster (Crayfish)

Satwa yang satu ini memang sudah cukup umum dijadikan pengisi akuarium di Indonesia. Lobster/Crayfish berbeda dengan udang karena memiliki ukuran yang lebih besar. Warna tubuhnya lebih mencolok dan tidak transparan, sehingga lebih mudah terlihat bila dibandingkan dengan udang yang sering tidak terlihat oleh mata yang kurang awas. Ada banyak varian warna lobster yang bisa Anda pilih di pasar ikan, mulai dari biru, oranye, dan lain-lain. Hewan ini memakan kotoran dan sisa pakan ikan di dasar akuarium, namun juga bisa memangsa ikan kecil yang kurang gesit, jadi Anda harus berhati-hati dalam mencampurnya dengan ikan lain.

Baca pula: Kura-kura Brazil kok bukan dari Brazil

Lobster merupakan satwa yang mudah stres, jadi Anda harus berhati-hati dalam merawatnya. Proses habituasi yang tepat penting untuk mengenalkan hewan ini ke habitat barunya ke aquarium. Salah satu cara habituasi yang paling mudah adalah dengan menaruh lobster bersama air dari tempat pembelian di ember, kemudian tambahkan air dari akuarium Anda sedikit demi sedikit hingga ember agak penuh. Setelah itu, Anda bisa langsung memasukan lobster dengan seluruh air ke dalam akuarium, dan pastikan lobster Anda tidak mengalami stres dengan mematikan lampu akuarium setiap malam.

4. Kepiting

fiddler crab

Kedengarannya memang aneh, tapi kepiting juga bisa menjadi pengisi akuarium yang unik di rumah Anda. Ada beberapa jenis kepiting hias yang sering dijual, namun yang paling terkenal adalah Kepiting Komando atau Fiddler Crab. Ciri khas dari kepiting ini adalah salah satu capitnya yang lebih besar dari capit lain, dan sama-sama berwarna oranye. Sama seperti udang dan lobster, kepiting memakan sisa-sisa makanan yang ada di dasar akuarium. Teknik perawatannya pun tidak jauh berbeda dengan lobster. Perlu diperhatikan bahwa kepiting adalah hewan pemalu, jadi sebagian besar waktunya akan dihabiskan dengan berdiam di pojokan akuarium.

 

5. Amfibi

african dwarf frog

Yang terakhir ini mungkin terdengar lebih aneh dari hewan-hewan sebelumnya. Ya, hewan amfibi seperti katak dan salamander bisa menjadi pengisi akuarium yang sangat unik sekaligus aneh untuk memberi suasana baru di rumah Anda. Tidak sembarang amfibi bisa dipelihara di akuarium, Anda harus memilih amfibi yang 100% hidup di daerah akuatik seperti African Dwarf Frog atau Axolotl (salamander akuatik dengan insang yang bercabang seperti tanduk). Keduanya cukup umum ditemukan di pasar ikan, dan perawatannya pun hampir sama dengan memelihara ikan pada umumnya.

Nah, begitulah sedikit ulasan mengenai pengisi akuarium non-ikan yang bisa Anda pilih untuk memberi suasana baru di rumah Anda. Tertarik untuk memeliharanya?

 

8 Ikan Monster yang Banyak Dipelihara di Akuarium

8 Ikan Monster yang Banyak Dipelihara di Akuarium

Hobiis Ikan Predator di Akuarium

florida gar

Kalau ditanya soal ikan hias untuk akuarium, sebagian orang pasti akan memilih ikan-ikan kecil yang cantik seperti mas koki, tetra, dan lain-lain. Tapi, bagaimana jadinya jika akuarium Anda diisi dengan ikan-ikan pemakan daging yang ganas, bergigi tajam, dan bahkan berukuran raksasa? Memang terdengar aneh, namun hobi memelihara ikan predator semacam ini justru semakin berkembang di Indonesia.

Simak: Ikan Napoleon – Raja Laut yang diambang kepunahan

Bagi para hobiis ikan predator, justru keganasan dari ikan ini yang membuat mereka tertarik dengan ikan-ikan buas ini. Beberapa ikan predator memiliki warna yang indah, seperti ikan arwana dan louhan. Ada juga yang memiliki perilaku yang unik, seperti Piranha yang dapat menghabiskan mangsanya hanya dalam hitungan menit. Nah, apakah Anda tertarik untuk memeliharanya di akuarium Anda? Simak dulu beberapa ulasan mengenai jenis-jenis ikan predator yang sering dipelihara Indonesia yang kami sajikan di bawah ini:

1. Red-bellied Piranha

red-bellied piranha

Siapa sih yang tidak kenal Piranha? Ikan yang mirip bawal ini memang disebut-sebut sebagai ikan predator yang paling terkenal di dunia, termasuk di Indonesia. Seperti namanya, ikan dari Amerika Selatan ini memiliki perut yang berwarna merah, sedikit kontras dengan tubuhnya yang gelap keperakan. Tidak seperti ikan predator lain, Piranha suka hidup dalam kelompok dan mudah stress bila dipelihara sendirian. Satu kelompok piranha yang lapar dapat menghabiskan seekor mangsa berukuran sedang hanya dalam beberapa menit saja. Jika Anda ingin memelihara piranha, Anda harus memperhatikan jadwal makan mereka, karena bila terlambat sedikit saja ikan ini bisa memangsa temannya sendiri.

 

2. Red-tailed Catfish

red-tailed catfish

Ikan lele yang satu ini memang unik. Selain karena ukurannya yang raksasa (bisa mencapai `1,8 meter), ikan ini juga memiliki naluri predator yang ganas, sehingga menjadi idaman bagi banyak pecinta ikan predator di dunia. Sesuai dengan namanya, ikan Red-tailed catfish memiliki ekor berwarna merah yang bersanding dengan tubuhnya yang hitam-putih. Makanan ikan predator yang satu ini umumnya berupa ikan-ikan lain yang lebih kecil yang biasa diberikan seminggu sekali.

Baca: Tips Memilih Ikan untuk Aquascaping

 

3. Ikan Buaya (Gar)

alligator gar

Ikan Gar atau ikan buaya merupakan jenis ikan predator yang cukup umum dipelihara di dalam akuarium. Ciri khas dari ikan ini adalah mulutnya yang panjang dan penuh dengan gigi tajam, persis mulut buaya. Ada banyak jenis ikan gar yang bisa kita temui di pasaran, seperti Alligator Gar, Florida Gar, dan lain-lain; semuanya memiliki bentuk yang unik dan naluri predator yang ganas. Ikan gar bisa tumbuh besar hingga lebih dari satu meter, bahkan beberapa individu Alligator Gar dapat mencapai ukuran 3 meter!

 

4. Ikan Belida (Knifefish)

ikan belida bintik (clown knife fish)

Ikan Belida atau Knifefish berasal dari Asia Tenggara, dan merupakan salah satu jenis favorit pemelihara ikan predator di Indonesia. Ikan ini memiliki bentuk yang unik, dengan kepala kecil dan punggung yang tinggi menonjol seperti punuk. Ada beberapa jenis ikan belida yang sering dipelihara di akuarium, seperti Giant Knifefish dan Clown Knifefish. Salah satu kekurangan dari ikan ini adalah perilakunya yang terkesan “pemalas” lebih suka duduk diam di dasar akuarium sehingga terlihat kurang atraktif.

Baca: Jalak Bali – Burung Langka dari Pulau Dewata

 

5. Arwana

arwana super red

Ikan arwana merupakan primadona pecinta ikan di Indonesia. Ada berbagai jenis arwana dengan variasi warna yang berbeda, namun salah satu yang paling terkenal adalah Arwana Super Red yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Ikan yang dipercaya dapat membawa hoki ini berasal dari sungai-sungai di Asia Tenggara, Tiongkok, dan Australia. Ikan arwana bersifat agresif dan jarang dipasangkan dengan ikan lain di akuarium. Mereka menyukai berbagai macam mangsa seperti ikan kecil, jangkrik, cicak, hingga kalajengking.

 

6. Gabus Toman

gabus toman

Gabus Toman atau Giant Snakehead merupakan ikan predator yang berasal dari Asia Tenggara, termasuk Sumatra dan Kalimantan. Ikan ini merupakan spesies terbesar dari famili ikan gabus (Channidae) dan bisa tumbuh hingga sepanjang 1,3 meter dan berat mencapai 20 kilogram. Ikan gabus toman muda memiliki warna yang menarik kuning bergaris hitam horizontal tebal yang unik, namun warna kuningnya akan memudar menjadi keruh ketika dewasa.

Cerita : Keramahan Hiu Paus / Hiu Tutul

 

7. Arapaima Gigas

Ikan Arapaima

Ikan Arapaima adalah ikan predator raksasa dari Amerika Selatan. Ikan ini merupakan ikan air tawar terbesar di dunia, dengan panjang maksimal mencapai 6 meter dengan berat 200 kilogram! Ikan ini bisa dipelihara di akuarium atau di kolam dengan filtrasi yang baik. Makanan ikan ini berupa ikan-ikan lain yang juga berukuran besar, sehingga dibutuhkan biaya yang cukup besar untuk merawat ikan Arapaima yang berukuran raksasa.

Nah begitulah sedikit ulasan tentang ikan predator untuk akuarium Anda. Sudah siap memelihara monster-monster ini?

 

Ikan Nemo – Si Badut yang Lucu

Ikan Nemo – Si Badut yang Lucu

Persebaran Ikan Nemo

Nemo Dewasa

Ikan nemo (Amphiprion ocellaris) dikenal sebagai ikan hias yang sangat terkenal. Keunikan ikan nemo ini tampak dari corak warna yang indah pada sisiknya dan ukuran tubuhnya yang mungil (8-16cm). Warna dasar ikan nemo adalah kuning, orange, merah, dan abu-abu kehitaman dengan garis putih yang menjadi ciri khas ikan hias ini. Ikan nemo banyak tersebar terutama di laut Cina Selatan, perairan Pasifik, dan Hindia yang memiliki zona litoral dan laut tepi yang bisa didiami anemon laut cukup banyak. Ikan nemo banyak ditemukan hidup di bebatuan koral atau batu karang laut dan juga sering bersembunyi dibalik tumbuhan laut. Ikan yang juga dikenal sebagai ikan badut (clownfish) ini sangat mudah dilihat saat melakukan penyelaman terutama di perairan laut dangkal. Kehadiran anemon laut bisa menjadi pertanda bahwa juga ada sejumlah komunitas ikan nemo yang secara ekologi hidup berkelompok dalam perairan laut dangkal.

Baca: Tips Memilih Ikan untuk Aquascaping

Keberadaaan ikan nemo sangat bergantung dari kelestarian batuan karang dan tumbuhan laut. Kemampuan bertahan hidup ikan nemo dapat ditunjang dari keanekaragaman lingkungan biotik dan abiotik laut. Hubungan simbiosis mutualisme antara ikan nemo dengan tumbuhan laut menjadi salah satu parameter kelestarian laut terutama perairan dangkal. Bahkan seekor ikan nemo dapat melakukan migrasi sejauh 400 km untuk mencari batu karang dan tumbuhan laut sebagai tempat melakukan pemijahan.

Pola Reproduksi Ikan Nemo

Nemo 5 bulan

Ikan nemo betina dewasa akan tampak lebih besar daripada jantannya. Hal ini bisa diketahui apabila ada sepasang nemo yang berenang secara bersama-sama maka tampak ikan betina lebih besar dan lambat daripada pejantannya. Setelah melakukan proses pembuahan, ikan betina dewasa akan meletakkan telurnya dibalik tumbuhan laut. Sekitar 2000 telur akan dihasilkan dalam sekali masa bertelur dan akan menetas setelah 7-10 hari kemudian. Perubahan pada fase metamorfosa setelah telur menetas menjadi larva, akan membutuhkan waktu hampir dua minggu untuk menjadi anakan ikan nemo. Selama masa itu, anakan ikan nemo akan tetap hidup disekitar tumbuhan laut dan batuan koral dengan pengawasan induk hingga 4-5 bulan karena adanya potensi ancaman predator, ikan-ikan pemangsa yang lebih besar dari nemo. Selain ancaman predator, ikan nemo jantan bisa kanibal apabila melihat perbedaan corak warna anakan ikan nemo yang dihasilkan betina. Itulah sebabnya angka keberhasilan pemijahan ikan nemo hanya sebesar 66%.

Budidaya Ikan Nemo

Ikan nemo dewasa saat berusia delapan minggu. Usia matang kelamin yang siap melakukan pemijahan kembali. Pembudidayaan secara in vitro (dalam laboratorium) bisa dilaksanakan dengan memanipulasi akuarium seperti ekologi asal ikan nemo. Volume akuarium yang bisa digunakan 100 cm x 50 cm x 50 cm atau kelipatannya. Suhu akuarium harus dijaga dengan rentang 24-26 derajat Celcius. Keberadaan batuan karang dan tumbuhan laut sebagai pendukung keberhasilan budidaya perlu didesain di dalam akuarium. Optimalisasi fungsi aerasi secara intermitten dapat menjaga kualitas air di dalam akuarium terlebih untuk menjaga salinitas air yang digunakan sebagai media utama budidaya sebesar 1,020-1,022. Pemberian pakan secara teratur dapat menggantikan pakan ikan nemo normal yang di dapat dari zooplankton maupun fitoplankton di laut.

Baca: Surili – Primata Unik Endemik Pulau Jawa

Lingkungan tiruan habitat asli dibutuhkan untuk menghindari stress fisik ikan nemo terhadap lingkungan baru, sehingga pemijahan tetap dapat dilakukan dengan baik sebagaimana yang terjadi secara alami di dalam laut. Tertarik untuk membudidayakan ikan nemo? Tidak ada salahnya mencoba peruntungan dengan si imut ikan badut yang populer ini. semoga sukses!!

 

Tips Memilih Ikan untuk Aquascaping

Tips Memilih Ikan untuk Aquascaping

Apa sih Aquascaping

Udang Kardinal, penghuni dasar akuarium yang indah

Bosan dengan pemandangan akuarium yang itu-itu saja? Cobalah aquascaping, desain akuarium yang menonjolkan tanaman air sebagai dekorasi utamanya. Tren yang sedang berkembang ini boleh jadi dikatakan sebagai seni berkebun di bawah air, karena memadukan teknik-teknik berkebun dengan perawatan akuarium air tawar. Dengan teknik aquascape, Anda bisa mendapatkan pemandangan bawah air yang sangat menarik di rumah Anda!

Baca pula: Penyu Hijau di dalam ancaman serius

Tapi tentu saja, akuarium tanpa ikan sama seperti sayur tanpa garam. Ya, berbagai jenis ikan air tawar memang bisa membuat kebun bawah air Anda terasa lebih hidup, dan tentunya lebih asyik untuk dipandang. Masalahnya, tidak semua jenis ikan bisa hidup berdampingan dengan tanaman-tanaman bawah air di aquascape Anda ikan mas koki, misalnya, merupakan ikan yang senang memakan dan merusak tanaman yang sudah susah payah Anda tanam di bawah air. Beberapa jenis ikan juga sulit beradaptasi dengan lingkungan aquascape yang berubah-ubah akibat interaksi antar tanaman, sehingga mudah stress dan mati. Wah, susah juga ya?

 

Cara Memilih Ikan Untuk Berkebun di Bawah Air

Siamese algae eater sang pembersih alga yang mengganggu aquascape

Sebenarnya hal ini tidak terlalu sulit asalkan Anda dapat memahami beberapa syarat suatu spesies ikan bisa hidup dengan damai di kebun bawah air Anda. Syarat-syarat tersebut antara lain:

  • Ikan tersebut bukan pemakan tumbuhan air, sehingga tidak merusak tanaman di aquascape. Ikan-ikan herbivora berukuran kecil seperti alga eater masih bisa ditoleransi, justru bisa membantu membersihkan lumut yang mengganggu penampilan aquascape.
  • Pilih ikan yang mudah beradaptasi dengan perubahan lingkungan, karena lingkungan air di aquascape sangat dinamis bergantung pada keadaan tanaman di dalamnya khususnya kadar keasaman atau pH air.
  • Pertimbangkan untuk memilih ikan berukuran kecil, sehingga tidak mengganggu fokus perhatian pada tanaman di aquascape Bila ikan terlihat lebih mencolok daripada hiasan tanaman, aquascape Anda tidak akan terlihat maksimal.
  • Kenalilah perilaku ikan yang akan Anda masukan ke aquascape. Ikan yang baik untuk aquascape biasanya suka bergerombol dan berenang dengan tenang, sehingga tidak terlalu mencolok perhatian dan sesuai dengan suasana aquascape yang teduh.
  • Cobalah memilih beberapa jenis ikan dan hewan akuatik lain (misal: udang) yang aktif di seluruh area akuarium. Ikan yang hanya suka bersembunyi di pojok akuarium tentu tidak terlalu menarik.

Simak: Penetasan Tukik untuk Penyelamatan Penyu Hijau

Jenis Ikan Untuk Pengisi Aquascape

Manfish si ikan bendera yang unik

Nah, berdasarkan 5 syarat tersebut, PecintaSatwa.com merekomendasikan beberapa jenis ikan berikut untuk dijadikan pengisi aquascape:

  1. Guppy (Poecilia reticulata)

Ikan berukuran kecil ini memang sangat cocok digunakan sebagai pengisi aquascape. Dengan panjang hanya 6 cm, ekor ini sudah sangat menarik dengan ekornya yang berwarna-warni dan melambai-lambai bagaikan bendera. Temperamennya yang tenang dan suka berenang lambat membuatnya cocok disandingkan dengan suasana aquascape yang teduh. Ikan ini juga cukup tahan terhadap perubahan lingkungan air yang diakibatkan oleh metabolisme tanaman di dalamnya bahkan bisa membantu membersihkan minyak yang sering terbentuk di permukaan air.

  1. Neon Tetra (Hyphessobrycon innesi)
Chinese algae eater mirip dengan sapu-sapu

Ukurannya lebih kecil dibandingkan guppy, namun keindahannya tidak kalah cantik. Garis biru metalik di badan dan torehan merah menyala di dekat ekor membuatnya terlihat menyala, persis seperti lampu neon. Ikan ini sangat suka hidup bergerombol (schooling), dan ketika sedang berenang bersama-sama warna gemerlapnya akan membuat aquascape Anda seperti penuh dengan lampu yang meriah.

  1. Manfish (Pterophyllum scalare)

Ikan pipih dengan badan bak layang-layang ini memiliki karakter yang tenang dan elegan membuatnya layak dijadikan pengisi aquascape. Manfish suka berenang di bagian tengah akuarium, dan terdapat berbagai macam variasi warna dan corak yang bisa Anda pilih. Ikan ini tidak memakan tumbuhan, namun berhati-hatilah mencampurkannya dengan jenis-jenis udang kecil.

  1. Alga Eater

Ada dua jenis alga eater yang umum dijual: Chinese Alga Eater (CAE, Gyrinocheilus aiymoniyeri) dan Siamese Alga Eater (SAE, Crossocheilus siamensis). Kedua jenis ikan ini bisa digolongkan sebagai ikan pembersih dan suka memakan alga yang tumbuh di sisi-sisi akuarium maupun di atas daun tumbuhan aquascape, sehingga membuatnya terlihat lebih bersih dan segar. Bentuk tubuh yang unik juga menjadi nilai plus bagi kedua jenis ikan ini, ditambah dengan ukurannya yang mini dan karakter yang lebih kalem dibandingkan ikan pembersih lain (misal, ikan sapu-sapu).

  1. Udang Kardinal (Cardinia sp)

Dengan warna merah gelap dan bintik-bintik putih di seluruh tubuh, udang yang satu ini memang mirip dengan seorang Kardinal yang sedang memakai pakaian kebesarannya. Penghuni dasar akuarium ini bisa menjadi aksen yang menarik untuk aquascape yang berisikan batu-batuan atau pasir hias, apalagi dengan warnanya yang mencolok dan perilakunya yang unik. Seperti yang disebutkan di atas, berhati-hatilah mencampurkannya dengan ikan predator seperti manfish, karena udang ini bisa menjadi santapan lezat bagi ikan tersebut.

Baca: Ikan Napoleon – Raja Laut yang diambang Kepunahan

Nah begitulah sedikit contoh dari berbagai macam jenis ikan dan hewan akuatik lain yang bisa Anda gunakan untuk mengisi aquascape. Jangan lupa untuk selalu menjaga kondisi akuarium dengan filter yang baik dan pengatur karbon yang sesuai, sehingga tanaman dan ikan di aquascape Anda bisa tampil dengan maksimal. Selamat menikmati sensasi berkebun di bawah air!

 

Ikan Sidat – Ikan Laut yang Berkerabat dengan Belut

Ikan Sidat – Ikan Laut yang Berkerabat dengan Belut

Asal Usul Ikan Sidat

Ikan Sidat

Ikan sidat telah menjadi perhatian bagi kalangan penggemar kuliner makanan laut. Belakangan ini, ikan sidat telah menjadi salah satu jenis ikan yang marak dibudidayakan. Sebenarnya ikan sidat telah lama ada dan dikembangkna oleh masyarakat terutama di wilayah Indonesia bagian Timur. Ikan yang menyerupai belut ini juga sering disebut sebagai ikan ular laut.

Seperti halnya keluarga belut pada umumnya, ikan sidat berasal dari genus Anguilla, ikan ini merupakansalah satu dari 20 spesies yang telah ada dimana empat diantaranya mirip dengan yang banyak ditemukan di perairan Australia. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya gen identik karena seperti ikan Anguilla laut lainnya, migrasi ikan sidat dari Australia ke Indonesia atau sebaliknya berlangsung sangat cepat mengikuti musim tropis dan temperatur perairan. Dari laut inilah pertama kalinya sidat dicoba untuk dikembangkan di tambak air tawar dan uniknya ikan sidat ini juga dapat berkembang baik saat dibudidayakan di air tawar.

Habitat Ikan Sidat

Distribusi ikan sidat di seluruh penjuru dunia terdapat di beberapa titik, yakni laut timur pasifik, laut atlantik selatan, pantai barat Amerika, dan perairan timur laut Australia. Indonesia merupakan titik strategis untuk ikan sidat karena arus migrasi dari setiap distribusi laut di penjuru dunia selalu melewati perairan nusantara.

Morfologi Ikan Sidat

Ikan sidat yang dalam bahasa inggris disebut dengan eels ini memiliki bentuk tubuh mirip seperti belut atau ular laut. Sidat hidup di laut dan mampu bertahan hidup baik di air tawar dalam kolam budidaya buatan. Ikan sidat memiliki panjang sekitar 0,5-2,5 meter dengan bentuk moncong seperti ikan pada umumnya. Hidung sidat terletak pada ujung moncong dan tepat di belakangnya terdapat sepasang mata lateral. Sidat memiliki sirip

Sidat

yang memanjang dari dada hingga mendekati ekor. Selain itu, sirip pada bagian punggung juga ditemukan memanjang hampir ke ekor. Tepat di pangkal kepala terdapat sepasang insang sebelah kanan dan kiri dan masing-masing memiliki sirip. Warna sisik sidat terlihat putih keabu-abuan, transparan sehingga seperti memendarkan apabila terkena cahaya.

Seperti halnya belut, sisik sidat memiliki kutikula dan kolagen yang licin. Sidat tergolong ikan pemakan zooplankton dan vertebrata air seperti larva serangga, ikan kecil. Dalam kondisi sumber bahan makanan yang menipis, sidat dapat menkonsumsi avertebrata seperti molusca dan kerang. Ketersediaan fitoplankton juga menjadi alternatif makanan bagi sidat.

Baca: Jenis Burung Madu yang hidup di Indonesia

Reproduksi Ikan Sidat

Sidat termasuk jenis hewan ovipar. Sidat memerlukan waktu 8 hingga 10 tahun untuk menjadi sidat dewasa yang matang dan siap melangsungkan proses reproduksi. Pada saat memasuki masa maturasi, sidat betina akan bermigrasi menuju perairan laut zona neritik untuk menaruh telur yang siap dibuahi sidat jantan. Zona neritik ini merupakan zona ideal karena banyak terdapat zooplankton dan vertebrata kecil sebagai makanan sidat dewasa. Saat masa metamorfosis telur telah selesai, telur akan menetas dan mengeluarkan larva sidat atau disebut elvers atau glass eels.

Larva sidat sangat transparan, bahkan masih terlihat pembuluh darah tepi. Sidat ini akan berkembang hingga mencapai usia 5 bulan yang biasa dibudidayakan oleh petambak sidat, dan yang lainnya akan terus berkembang bertahun-tahun dan bermigrasi pada semua area laut. Pola reproduksi sidat juga bisa dimanipulasi pada kolam budidaya buatan. Budidaya sidat dewasa menghasilkan larva sidat pada air tawar juga sama baiknya seperti perkembangan sidat di perairan laut dengan syarat pemenuhan nutrisi dikondisikan sama seperti ekologi alaminya.

Kisah: Lumba-lumba Humpback

Referensi :

Bastrop, R., B. Strehlow, K. Jrss & C. Sturmbauer. 2000. A new molecular phylogenetic hypothesis for the evolution of freshwater eels. Molecular Phylogenetics and Evolution 14(2): 250ΓÇô258.

Teng, H.-Y., Y.-S. Lin & C.-S. Tzeng. 2009. A new Anguilla species and a reanalysis of the phylogeny of freshwater eels. Zoological Studies 46(6): 808-822.

 

Cara Bisnis Budidaya Ikan Sidat

Cara Bisnis Budidaya Ikan Sidat

Tips Mengembangkan Budidaya Ikan Sidat

Cara Budidaya Sidat

Ikan sidat menjadi primadona baru yang potensial memberi keuntungan sangat besar bagi petambak. Pemenuhan kebutuhan konsumsi ikan sidat tidak hanya digandrungi oleh masyarakat dalam negeri namun juga menjadi produk ekspor yang telah mengekspansi pasar Asia Timur. Saat ini, ikan sidat telah menjadi makanan favorit di restoran sea food dan banyak diolah menjadi bahan ikan untuk memenuhi kebutuhan swalayan. Begitu menjanjikannya budidaya ikan sidat, sehingga penting bagi petambak untuk mencoba mengembangkan bisnis ikan sidat ini dengan biaya produksi yang terjangkau dan metode yang sangat sederhana.

Metode budidaya ikan sidat yang menguntungkan

  • Menyiapkan kolam budidaya dengan luas 100-400 m2 dan kedalaman 1 m. Kolam bisa terbuat dari beton ataupun terpal yang bisa menahan volume air 100-300 m3. Kolam harus dilengkapi dengan sistem aerasi, pemagaran dengan jaring, dan saluran outlet. Penambahan kanopi atau shelter juga diperlukan untuk menjaga suhu perairan dan mengurangi tingkat strees glass eel sidat saat dibudidayakan.
  • Mengkondisikan kualitas air yang ideal untuk budidaya, yakni suhu perairan 26-30 derajat Celcius, kadar oksigen minimal 4 ppm, pH netral, amoniak maksimal 0,1 ppm, alkalinitas 50-300 ppm, kadar karbon maksimal 20 ppm.
  • Memilih glass eels sidat dengan berat rata-rata 80-150 gram yang disebar kedalam kolam dengan perhitungan kepadatan 3-4 ekor tiap meter persegi atau 5-6 tiap liter air. Pemilihan benih sidat harus tepat dan sehat dengan melihat respons dan aktivitasnya karena akan sangat mempengaruhi saat sidat dibesarkan. Larva sidat sebenarnya dapat diperoleh melalui budidaya pemijahan intensif yakni memelihara sidat dewasa yang mature usia 7-10 tahun dan telah dibuahi oleh sidat jantan. Larva yang telah dihasilkan dipelihara hingga usia 14 bulan untuk menghasilkan glass eels.
  • Sidat yang telah disebar diberi pakan dengan protein tinggi yang bisa diformulasi sendiri dari dedak, tepung ikan, tepung tulang, bekatul, kedelai, dan minyak ikan. Pemberian pakan dapat dilakukan saat pagi dan sore hari. Pemberian pada sore hari dapat dapat diberi porsi lebih untuk mempercepat proses pembesaran karena sidat hewan nocturnal yang membutuhkan energi lebih untuk aktif dimalam hari.
  • Tips Budidaya Sidat

    Sampling untuk mengetahui pertambahan bobot sidat dapat dilakukan setiap bulan dengan mengukur 10% dari total sidat dalam satu kolam budidaya yang dipilih secara random. Pengecekan kondisi kesehatan sidat dapat dilakukan minimal dua minggu sekali dengan melihat aktivitas secara umum dan mengontrol kualitas air dengan menyesuaikan standart. Untuk meminimalisir penyakit dapat menabur garam sebatas bagian permukaan perairan tanpa merubah standart kualitas air.

  • Sidat dipelihara selama 6-8 bulan dan diperkirakan berat individu sekitar 5 ons yang siap dipanen. Sidat juga dapat dipelihara terus menerus untuk dijadikan induk sidat yang mature dan akan terus berkembang hingga mencapai panjang 2 meter dengan berat mencapai 5 kg.
  • Sidat yang telah dipanen dapat dikemas dalam box atau atau plastic sheet dan diawetkan dalam lemari es untuk mempertahankan tekstur daging sidat.

Baca pula: Vanami – Udang yang Populer dibudidayakan

 

Bagaimana? Setelah anda membaca tips diatas, apakah anda tertarik untuk memulai bisnis budidaya ikan sidat? Jika iya, anda telah mengambil pilihan yang tepat, mengingat kebutuhan ikan sidat untuk caffe, restauran, hotel dan kedai seafood semakin meningkat setiap harinya. Terlebih ketika sumber protein hewani primer seperi susu, daging, dan telur kian melonjak harganya, ikan akan menjadi komoditas utama sebagai subtitusi daging sapi yang mahal. Jadi, tunggu apa lagi, mari membudidayaka si glass eel sang pelican rejeki.

Simak pula: Cara Budidaya Ikan Bawal

 

Ikan Napoleon – Raja Laut Yang Diambang Kepunahan

Ikan Napoleon – Raja Laut Yang Diambang Kepunahan

Sebaran dan Habitat Ikan Napoleon

Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) merupakan salah satu spesies yang masuk daftar merah International Union for The Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), lembaga yang menetapkan potensi sumber daya sebagai batas kritis, langka, dan terancam populasinya. Ikan yang juga disebut sebagai ikan batu karang ini, hidup di wilayah perairan Raja Ampat Papua, Wakatobi, Bunaken, Buton, Sikka dan perairan Maluku.

Ikan Napoleon

Seperti namanya ikan batu karang, ikan Napoleon hidup di antara terumbu karang dan mengisi sebagian besar perairan yang memiliki gugus batu karang yang besar. Populasi di Indonesia masih dalam tahap sensus Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), namun bisa diperkirakan bahwa setiap hektar wilayah laut didiami hanya sekitar 20 ekor. Faktor pemijahan yang rendah dan eksploitasi besar-besaran menjadi penyebab utama semakin menurunnya jumlah populasi ikan yang juga dijuluki King of Ocean ini.

Ikan Napoleon – Raksasa Perairan Dangkal

Keistimewaan ikan ini bisa berukuran besar yakni mencapai panjang 2 meter dengan berat mencapai 180 Kg. Berukuran raksasa menjadikan ikan ini juga dinobatkan sebagai penguasa wilayah perairan dangkal. Ikan ini juga memiliki mata yang mampu berotasi 180 derajat dengan warna sisik yang menyala kebiruan meski di perairan dalam. Dampak bila ikan Napoleon punah otomatis akan memutus rantai keseimbangan laut. Sebagaimana diketahui bahwa ikan Napoleon adalah pemangsa bulu babi, karang cots, dan bintang laut raksasa yang penuh duri.

Menjaga Populasi Ikan Napoleon

Raksasa Laut – Ikan Napoleon

Ikan Napoleon juga termasuk daftar appendik II Convention on International Trade in Endangered Species (CITES). Belum tegasnya penerapan sistem Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) dalam hal perikanan dan kelautan membuat hasil kekayaan laut sering dijarah dan dirusak baik oleh penangkap ikan dalam negeri maupun luar negeri. Pemakaian bom untuk meledakkan karang dan racun sianida yang dipakai untuk menangkap ikan merupakan pelanggaran laut yang sangat berat. Tentunya bukan hanya spesies ikan kecil dan besar yang akan mati, melainkan juga vegetasi lautan akan turut rusak. Sudah menjadi tugas kita bersama untuk membantu menjaga sumber daya laut kita.

Penangkapan yang dilakukan secara ilegal dan brutal juga menjadi risk factor utama populasi ikan Napoleon semakin menurun. Oleh karena itulah, seyogyanya kita menjaga aset laut kita.usaha untuk menjaga populasi harus terus dilakukan dengan melakukan penelitian dan pemijahan. Selain itu, penangkapan yang diizinkan hanya dengan surat resmi dan itupun harus menangkap ikan dengan cara dipancing, bubu atau jaring insang.

Ikan Napoleon ini menjadi salah satu nilai kekayaan laut kita. Jangan sampai hanya karena kelalaian kita menjaga laut, di masa depan akan ada rubrik Ikan ini pernah dimiliki Indonesia. Mari melestarikan sumber daya laut kita secara bijak dan memberi wawasan kepada generasi penerus yang akan merawat laut Nusantara ini selanjutnya.

 

Cara Budidaya Ikan Bawal – Karnivora Air Tawar yang Mirip Piranha

Cara Budidaya Ikan Bawal – Karnivora Air Tawar yang Mirip Piranha

Budidaya Ikan Bawal

Ikan bawal merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang dikembangkan oleh petani tambak di Indonesia. Ikan bawal yang dibudidayakan di air tawar sering pula disebut bawal air tawar (BAT) untuk membedakan dengan ikan serupa yang hidup di laut. Budidaya ikan bawal tidak lagi menjadi bisnis yang langka bagi petambak tradisional maupun budidaya berteknologi modern. Ikan yang mirip seperti ikan piranha ini sangat mudah dibudiayakan dengan manajemen yang sederhana dan tidak menuntut kondisi khusus.

Ikan bawal sangat mudah ditemukan hampir di setiap tambak air tawar daerah tadah hujan. Ikan bawal juga banyak dikembangkan di benua Amerika latin. Ada pendapat bahwa perkembangan ikan bawal di Indonesia diawali oleh para petani yang menginginkan jenis ikan air tawar baru yang dibudidayakan. Pengambilan atau importasi benih ikan bawal diperkirakan menjadi awal baru budidaya ikan bawal di Indonesia.

Morfologi Ikan Bawal

Cara Budidaya Ikan bawalIkan bawal yang sering diamati dan diobservasi berbentuk pipih vertikal dari bagian punggung menuju perut. Ikan bawal memiliki warna sisik kuning keabu-abuan pada sisi punggung, putih kemerahan pada tubuh dan hijaun keabu-abuan pada sisi perut. Keunikan bentuk yang bisa ditemukan bahwa ikan bawal, adalah tubuhnya yang menyerupai daun dengan ukuran kepala hingga ekor lebih panjang dari punggung hingga perut. Sirip dapat ditemukan pada daerah punggung, dada, perut dan sekitar anus.

Baca : Budidaya Udang Vanami

Sekilas ikan bawal juga mirip ikan karnivora yang sering hidup di sungai Amazon, Amerika latin. Hal ini memang benar adanya dan dapat dibuktikan bahwa struktur morfologi gigi ikan bawal yang memiliki deretan gigi seri yang serupa dengan ikan-ikan di perairan sungai Amazon. Bahkan ikan ini disebut-sebut identik ikan piranha namun tidak seganas seperti yang digambarkan. Ikan ini memakan benih larva dan stadium dewasa dari udang-udangan (crustacea), copepod, zooplankton, dan ikan-ikan kecil. Serupa tapi tak sama dengan ikan karnivor yang lain bahwa ikan bawal juga terkadang memakan alga dan fitoplankton.

Keunggulan Budidaya Ikan Bawal

Ikan bawal memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkuangan air tawar yang ekstrem. Kemampuan pertumbuhan yang efektif bahkan dengan kandungan oksigen < 2 ppm serta suhu 25-30┬░C tidak menghambat perkembangan ikan bawal. Pertumbuhan ikan bawal yang sangat efektif dan tahan terhadap serangan penyakit dapat memberi rasa aman bagi petambak untuk membudidayakan walau dengan kondisi seadanya. Namun, penatalaksaan yang tidak terlalu buruk tetap disarankan karena akan ada suatu kondisi dimana kualitas air, kotoran dan suhu perairan yang tak terkendali dapat menimbulkan kerugian budidaya ikan bawal.

Pemijahan Ikan Bawal

Untuk mendapatkan ikan bawal dengan berat 0,3-0,6 Kg dapat ditempuh selama 4-5 bulan masa pemeliharaan dengan manajemen dan pengaturan lingkungan perairan yang ideal. Untuk mengupayakan perbenihan dan pemijahan ikan bawal, digunakan ikan dewasa kelamin yang berusia 45-48 bulan. Pembuahan alami, dilakukan dengan fertilisasi eksternal oleh ikan dewasa jantan terhadap betina, selanjutnya sang induk akan menghasilkan benih tidak kurang dari sehari pasca pemijahan. Mayoritas ikan betina dapat menghasilkan 300.000-500.000 telur dalam masa produktif yang siap dibuahi ikan jantan dan akan terus berkembang menjadi bibit ikan bawal yang siap dibudidayakan di kolam air tawar.

Baca pula: Tips Mengatasi Diare pada Musang Peliharaan

 

Cara Mencegah Penyakit Vanami Agar Kualitas Panen Naik

Cara Mencegah Penyakit Vanami Agar Kualitas Panen Naik

Meningkatkan Budidaya Udang Vanami

Budidaya vanami memiliki prospek yang tinggi dengan metode pemeliharaan yang kian bertambah pesat. Seiring dengan pengetahuan para pembudidaya vanami, dampak positif dari produksi vanami dapat dirasakan dan mampu mencukupi permintaan pasar. Bahkan, beberapa negara produsen vanami sedang berlomba-lomba untuk mengurangi ketergantungan warganya dengan sumber protein alternatif dari hasil panen vanami ini. Pertimbangan bahwa konsumsi lauk dari vanami dapat menggantikan sumber protein hewani lain merupakan salah satu upaya memanfaatkan kelebihan dari meningkatnya hasil panen vanami.

Baca: Vanami Udang Populer yang mudah Dibudidaya

Namun, patut diketahui bagaimana cara mempertahankan produksi vanami agar tetap tinggi. Pengendalian terhadap penyakit yang sering menyerang vanami harus menjadi prioritas penting disamping manajemen yang baik untuk mencegah mewabahnya penyakit vanami. Berikut ini beragam jenis penyakit yang sering menjadi penyebab menurunnya kualitas produksi vanami :

White Spot Disease (WSD)

Vanami white spot
Vanami white spot

Dikenal juga sebagai penyakit White Spot Boone Virus (WSBV) dan White Spot Syndrome Virus (WSSV) karena disebabkan oleh agen infeksi yang sama yakni famili Nimavirus. Penyakit WSD ini bersifat akut dengan manifestasi klinis berupa penurunan rasio konsumsi pakan pada vanami, letalergi, dan kematian mencapai 100% dalam 3-10 hari.

Tanda spesifik akan ditemukan white spot pada kutikula dengan diameter 0,5-2,0 mm. Beberapa cara pencegahan penyakit WSD yang dapat dilakukan, yakni dengan memilih induk vanami yang bebas dari carrier WSD, melakukan desinfeksi kolam dengan formalin dan iodin, mempertahankan suhu air minimal 30 derajat Celcius, mencegah perubahan volume air secara mendadak, dan mendesinfeksi peralatan yang menunjang budidaya vanami. Penyakit WSD ini bisa menjadi wabah dan bila terjadi pada salah satu kolam dianjurkan untuk mendesinfeksi dengan 30 ppm klorin agar tidak menyebar ke kolam yang lain.

Taura Syndrome (TS)

Vanami Taura syndrome
Vanami Taura syndrome

Taura syndrome disebabkan oleh virus famili RNA Picornaviridae. Penyakit ini terjadi pada benih vanami usia 5-20 setelah ditebar di kolam. Taura syndrome ini bersifat kronis selama beberapa bulan dengan ditandai kekosongan antara kutikula dan tubuh, daging tidak berisi, serta akan ditemukan lesi merah di dalam kutikula. Akibat Taura syndrom ini kematian dapat terjadi sekitar 5-95%. Pencegahan penyakit Taura syndrome ini lebih kepada upaya biosecurity dengan desinfeksi pada semua peralatan budidaya, dan mencegah adanya burung sebagai vektor yang mendekat ke kolam. Semua upaya pencegahan itu tentu harus didukung dengan pemilihan bibit vanami yang bebas dari Taura syndrome dari pusat perbenihan.

Infectious Hypodermal & Hematopoietic Necrosis (IHHNV)

Vanami IHHNV
Vanami IHHNV

Disebabkan oleh Parvovirus dengan manifestasi klinis penurunan konsumsi pakan, deformitas kutikula dan struktur tubuh, serta penurunan berat panen vanami yang signifikan. Penyakit IHHNV ini memiliki angka kematian yang rendah. Angka morbiditasnya / penyebarannya juga berada <30% dari total populasi dalam satu kolam. Pencegahan dapat dilakukan dengan memprioritaskan aspek biosecurity yang sama seperti pada penyakit vanami lain.

Baculoviral Midgut Gland Necrosis (BMN)

Vanami Baculoviral
Vanami Baculoviral

Enteric baculovirus merupakan agen infeksi utama dengan menyerang stadium larva dan post larva vanami. Penyakit BMN ini mengakibatkan angka kematian yang tinggi dan akan tampak mengapung pada kolam. Manifestasi klinis penyakit BMN ini yang paling spesifik akan terlihat nekrosis jaringan tubulus epitel dan kekeruhan pada hepatopankreas. Indukan vanami yang positif BMN merupakan sumber utama wabah dalam satu kolam. Dianjurkan untuk memisahkan telur dari feses dengan mencuci menggunakan iodin. Penggunaan sumber air yang bersih serta mendesinfeksi peralatan budidaya akan mencegah wabah enteric baculovirus.

Vibriosis

Vanami Vibrio
Vanami Vibrio

Jenis penyakit infeksius yang disebabkan oleh bakteri Vibrio harveyi dan Vibrio parahaemolyticus. Vibriosis ini juga dikenal dengan nama lain luminescence; zoea-2; atau bolitas syndrome. Pada saat larva lebih sering dikenal sebagai luminescence yang dapat mengakibatkan kekerdilan dan angka kematian yang tinggi.

 

Vibriosis pada vanami dewasa akan tampak kemerahan terutama pada ekor. Saat dilakukan pembedahan akan tampak jaringan nekrosis dan penurunan kualitas daging akibat infeksi kronis vibrio. Pencegahan dapat dilakukan saat masa hatchery dengan mendesinfeksi peralatan, menjaga kualitas air, dan menutup kolam dengan plastik sheet untuk mencegah cemaran dari luar. Pada kolam budidaya vanami dewasa dapat dilakukan dengan memberi aerasi dan penyebaran vanami untuk mengurangi kepadatand dalam satu kolam. Hal yang paling efektif untuk mencegah beragam penyakit vanami adalah dengan manajemen biosecurity yang benar.

Referensi :

Taw, N. 2005. Indonesia Shrimp Production. Presented in the Indonesian shrimp farmers session of World Aquaculture

Walkel, PJ. and Winton, JR. 2010. Emerging viral disease of fish and shrimp. Biomed Cent 41(6):51

Simak pula : Lumba-lumba Humpback