Pahami Gejala Anemia pada Kucing

Pahami Gejala Anemia pada Kucing

Anemia pada Kucing

PecintaSatwa.com – Umumnya, anemia pada kucing merupakan salah satu menifestasi klinis dari suatu penyakit yang mempengaruhi produksi sel darah merah / eritrosit, atau menurunkan jumlah eritrosit yang beredar dalam sirkulasi darah. Sedikitnya eritrosit yang bertugas akan menghambat kelancaran distribusi oksigen dan nutrisi ke seluruh organ tubuh, apabila hal ini berlarut larut, tidak lama kemudian biasanya pasien akan menjadi lemah, kolaps, bahkan tutup usia.

Kucing dengan indikasi anemia dapat dikenali dengan melihat gusi, bagian mukosa rongga mulut dan konjungtiva mata. Beberapa bagian tersebut akan telihat pucat, sedangkan normalnya berwarna merah muda segar. Kucing juga akan nampak lemah, letih, lesu, lebih banyak berbaring, malas beraktifitas dan nafsu makannya berkurang drastis. Selain itu, jika diamati dengan seksama, nafas kucing cenderung pendek-pendek. Pada beberapa kasus juga disertai gejala kram otot.

Penyebab Anemia pada Kucing

kucing lesu tak bergairah
kucing lesu tak bergairah

Penyebab anemia pada kucing dapat beragam, baik dari internal atau faktor sistemik, maupun faktor eksternal. Gangguan organ seperti penyakit ginjal, perdarahan, leukimia dan kanker biasanya menunjukkan adanya anemia. Ginjal sendiri merupakan organ yang berperanan penting dalam pembentukan eritrosit baru, organ tersebut menghasilkan hormon eritropoetin sebagai inisiator regenarasi sel darah merah secara reguler. Disamping itu, perdarahan juga menyebabkan anemia secara  tiba-tiba, apabila jumlah darah yang keluar diatas ambang kemampuan tubuh untuk mentolerir. Perdarahan pada organ dalam dapat menjadi pemicu terjadinya anemia yang paling berbahaya, karena owner tidak dapat melihat langsung adanya luka berdarah, hanya saja si kucing menjadi lemas, dan seketika kolaps. Perdarahan tersebut dapat disebabkan adanya luka luar maupun di dalam tubuh akibat kerusakan organ.

Simak pula : Jamur yang Biasa Menginfeksi Kucing

Faktor eksternal penyebab anemia pada kucing adalah sebagai berikut:

  1. Nutrisi yang diberikan tidak seimbang, terutama bagi pemilik kucing yang memberikan peliharaannya pakan komersial curah, tanpa merk, dan tanpa tabel kecukupan gizi. Biasanya pakan tersebut hanya mengedepankan rasa yang disukai kucing, tanpa mempertimbangkan nutrisi basal yang dibutuhkan tubuh kucing.
  2. Defisiensi zan besi (Fe), dari pakan komersial yang tidak terkontrol, atau kucing yang dipaksa menjadi vegetarian. Anda harus paham, bahwa kucing adalah karnivora obligat yang mutlak membutuhkan protein hewani setiap hari demi mempertahankan hidupnya.
  3. Infeksi bakteri dan virus, terutama saat fase bakterimia atau viremia, dimana angen patogen tersebut berada dalam darah, memicu pecahnya sel-sel darah merah dalam sirkulasi. Biasanya juga akan terjadi peningkatan suhu pada kucing.
  4. Infestasi parasit, seperti prorozoa darah, cacing, dan ektoparasit. Sel darah merah merupakan sumber makanan utama mereka. Semakin banyak jumlah parasit yang menginfestasi, maka semakin besar pula derajat anemia yang terjadi
  5. Zat beracun yang bersifat hepatotoksi dan renotoksik.

Baca juga: Jenis-jenis Kerontokan pada Kucing

Kepucatan gusi dan mukosa bisa dijadikan patokan untuk awal diagnosa, akan tetapi apabila diperlukan peneguhan diagnosa dan perhitungan tingkat keparahan anemia, dapat dilakukan uji laboratorium, diantaranya:

  1. Packed cell volume (PCV), nilai dibawah 25% mengindikasikan kucing menderita anemia.
  2. Red blood cell count, dibawah 5,5 x 106/mm3 dinyatakan dalam kondisi anemia
  3. Hemoglobin count , kurang dari 8 g/dl, menunjukkan anemia

Prinsip pengobatan dasar dilakukan dengan mengatasi penyebabnya, mengurangi gejala klinisnya, dan mencegah terjadinya pengulangan sekaligus infeksi sekunder. Pada kasus anemia akibat infeksi agen patogen, akan diberikan terapi antibiotik spesifik. Begitu hal nya dengan adanya infestasi parasit, obat-obatan anti parasit akan diberikan. Suplemen dengan kandungan zat besi dan vitamin B dapat dijadikan terapi supportif, sedangkan pada kasus anemia karena gangguan ginjal biasanya akan dilakukan transfusi darah dan terapi hormon feline erythropoietin untuk mengembalikan kinerja sel-sel pembentuk eritrosit pada sumsum tulang belakang. (Mia&Rind)

Ini Lho Jenis Sapi Bagus di Dunia!

Ini Lho Jenis Sapi Bagus di Dunia!

Jenis Sapi Bagus di Dunia

PecintaSatwa.com – Sebagian besar pembaca kemungkinan lebih sering menyentuh daging sapi dari pada hewan sapi yang masih dipelihara dalam peternakan. Perawakan yang besar dan bertanduk pasti sudah menciutnya nyali anda untuk sekedar mengelus dan memeluknya layaknya bermain dengan kucing. Tidak heran, jika sebagian besar orang hanya mengenal 2 jenis sapi, yakni sapi potong pedaging berpunuk berwarna putih dan sapi perah berwarna hitam putih. Namun, taukah anda, bahwa setidaknya terdapat 3 spesies sapi bagus dan ratusan bangsa sapi di dunia? Mari kita pelajari bersama!

Bumi sangat luas, biasanya dibagi menjadi bagian barat dan timur. Bagian barat mencakup benua Eropa, Afrika, Amerika dan Australia, sedangkan bagian timur mencakup lebarnya benua Asia. Keadaan lingkungan, sumber pakan, iklim dan cuaca yang berbeda di berbagai belahan bumi mampu menjadikan spesies hewan dan tumbuhan menjadi banyak variasi. Seperti halnya sapi, terdiri dari spesies: Bos taurus, Bos indicus, dan Bos sondaicus, 3 spesies tersebut kemudian diklasifikasikan menjadi beberapa bangsa dan varian sesuai dengan ciri-ciri tubuhnya yang khas.

Klasifikasi Sapi Bagus di Dunia

Sapi simental
Sapi simental

Bos taurus, dikenal juga sebagai bangsa sapi Barat, meski di Asia juga terdapat 1 jenis Bos taurus, tepatnya di negara Jepang (sapi Wagyu). Keunggulan sapi bagus jenis ini, memiliki postur tubuh yang panjang dan lebar, pertulangan besar dan kuat serta proporsi otot yang tinggi. Selain itu, pertumbuhan hewan sapi Bos taurus terbilang sangat cepat, dengan feed convertion rate (FCR) yang kecil dan average daily gain (ADG) sekitar 1-1,8 kg/ekor/hari. Spesies Bos taurus rata-rata diberasal dari daerah beriklim sub tropis, karena itu ketika dicoba dipelihara di kawasan tropis cenderung menurun produksinya.

Di Indonesia, sapi barat ini diimport dan dipelihara oleh Balai Besar Inseminasi Buatan, untuk diambil spermanya, kemudian melalui teknik perkawinan inseminasi buatan, sapi besar tersebut dijadikan sapi unggul induk jantan untuk memperbaiki performa sapi lokal Indonesia, sehingga didapat sapi-sapi silangan yang bertubuh besar namun mudah beradaptasi. Beberapa contoh bangsa sapi Bos taurus yaitu sapi Simental, Sapi Limosin, Sapi Angus, dan Sapi Wagyu.

Bos indicus, disebut juga sapi india atau sapi asia. Karakteristik paling khasnya ada pada bagian punggungnya yang

Sapi bagus - sapi brahman
Sapi Brahman

berpunuk, contohnya sapi Brahman, sapi Ongole dan sapi Zebu. Tidak kalah dengan sapi barat, sapi timur ini juga memiliki postur tubuh yang tinggi besar dengan pertulangan kuat. Kelebihan bangsa hewan sapi yang berasal dari spesies bos indicius terletak pada kemampuan adaptasinya yang luar biasa. Ia dapat hidup di iklim sedang hingga panas, baik di kawasan sub tropis maupun tropis, ketahanan tubuhnya sangat bagus sehingga tidak mudah sakit, dan juga mampu survive dengan sumber pakan berkualitas rendah saat bukan musim panen. Namun, sayangnya laju pertumbuhan sapi-sapi Bos indicus tidak secepat Bos taurus. Jenis sapi Brahman Cross, merupakan bangsa sapi bagus yang saat ini banyak digemari peternak diseluruh dunia, ia berasal dari perkawinan silang antara sapi Brahman, sapi Herford dan sapi Shorthorn.

Bos sondaicus, nama lainnya adalah Bibos banteng, sapi asli nusantara, hanya ada di Indonesia dan berapa negara di kawasan Asia Tenggara. Sebagaimana namanya, Bos sondaicus berasal dan banteng liar yang dijinakkan atau didomestikasi oleh masyarakat setempat. Bangsa Bos sondaicus yang masih murni genetiknya, hampir identik dengan banteng adalah sapi Bali, khususnya yang berada di Nusa Penida, sedangkan jenis lain seperti sapi Madura dan sapi Aceh, genotipnya sudah bercampur dengan Bos sondaicus.

Baca juga: Tips Memilih Sapi Bakalan yang Menguntungkan

Sapi bagus - sapi bali
Sapi Bali

Saat ini semakin sedikit populasi Bibos banteng di Indonesia, karena terbatasnya peternak yang membudidayakannya. Memang sapi jenis ini lebih kecil apabila dibandingkan dengan jenis sapi lainnya, akan tetapi ia juga memiliki keunggulan yang dapat dikembangkan, diantaranya: kualitas daging sapi unggul, lebih lunak dan manis; bertubuh kecil dengan proposi daging yang tinggi, karkas mencapai 52-58%; tahan dipelihara di daerah panas; tidak mudah sakit dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan beserta sumber pakan berkualitas rendah.

Cara Mengatasi Sembelit pada Anjing

Cara Mengatasi Sembelit pada Anjing

Sembelit pada Anjing

PecintaSatwa.com – Kesulitan buang air besar atau sembelit ternyata juga dapat dialami oleh hewan kesayangan kita juga loh.. tidak jauh berbeda dengan yang kita alami, anjing akan merasa sangat tidak nyaman apabila mengalami sembelit. Ada baiknya jika si Brownie terlihat berkali kali duduk posisi pup di pojok, tapi tak kunjung keluar material khususnya, segera konsultasikan kepada dokter hewan terdekat.

Faktor Sembelit pada Anjing

gambaran radiologi anjing sembelit, tampak penumpukan feses keras dan besar di kolon
gambaran radiologi anjing sembelit, tampak penumpukan feses keras dan besar di kolon

Hambatan devekasi / konstipasi yang dialami oleh hewan peliharaan dapat terjadi karena feses didalam usus besar / kolon terlalu keras dan besar atau jumlahnya terlalu sedikit, hal tersebut dapat disebabkan beberapa faktor berikut:

  1. Asupan makanan anjing hanya mengandung sedikit serat kasar. Apabila anda lebih suka memasak sendiri makanan si doggie, lebih disarankan memberi anjing makanan dengan komposisi beragam. Penuhi kebutuhan energi dengan nasi atau roti, protein dengan daging , ikan atau telur, juga serat dan vitain dari buah dan sayuran. Hindari memberinya pakan tunggal seperti daging saja, selain tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisinya, anjing anda rawan mengalami sembelit.
  2. Pakan komersial yang berbentuk dry food juga dapat menyebabkan kontipasi, apabila anjing makan banyak, namun tidak diimbangi cukup minum.
  3. Kurangnya exercise, jangan malas membawa anjing anda untuk exercise diluar terutama jenis-jenis anjing energik seperti golden, labrador, AGJ, dan Husky. Berbagai permasalahan kesehatan dan behaviour bisa dengan mudah terjadi.
  4. Sedang mengkonsumi obat-obatan seperti anti diare, ani alergi, antasida dan suplemen yang mengandung Fe dan barium. Konsultasikan pada dokter hewan pribadi anda sebelum memberi suplemen pada anjing.
  5. Menderita gangguan kesehatan pada saluran pencernaan, contohnya penyakit tumor pada rektum dan oklusi intestinal.
  6. Adanya gangguan keseimbangan sistem hormonal, salah satunya bisa disebabkan mal nutrisi, selain itu dapat pula sebagai efek samping siklus reproduksi fase tertentu.
  7. Stress, dapat berupa stress fisik karena cuaca ekstrem, juga stress behaviour seperti baru ganti pakan, ganti majikan, pindah rumah, atau terdapat anjing baru dalam rumah.
  8. Dehidrasi, baik karena kurang minum, over exercise, sakit maupun cuaca teramat panas.

Saat anda membawanya ke dokter hewan, akan dilakukan pemeriksaan kesehatan secara general termasuk status dehidrasi terhadap anjing anda terlebih dahulu, setelah sebelumnya anda menjelaskan tentang kondisi terakhir pasien, dan makanan atau kegiatan yang dilakukan pasien dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Setelah itu, dokter hewan akan melakukan palpasi, untuk mengetahui kondisi usus besar, apakah penuh berisi fese keras atau terdapat kondisi khusus lainnya

Setelah itu dapat dilakukan pemeriksaan radiography seperti x-ray atau USG untuk melihat gambaran usus besar pasien. Apila dalam kolon anjing terdapat feses besar yang keras, maka akan terjadi pembesaran usus besar yang sarat berisi feses. Pemeriksaan lanjutan fungsi organ tubuh melalui tes laboratorium darah atau urin dapat pula dilakukan untuk memperkuat diagnosa.

Mengatasi Sembelit pada Anjing

Pada kasus konstipasi ringan tanpa indikasi gangguan organ dalam, dokter hewan akan memberi terapi berupa detoksifier untuk mencegah terjadinya keracunan akibat penumpukan feses dalam kolon, antibiotik untuk menghindari infeksi sekunder dari bakteri yang berkembang biak dalam feses dan obat-obatan laksatif sebagai pelancar buang air besar. Jangan pernah mencoba memberikan anjing sakit dengan obat-obatan manusia tanpa resep dokter hewan, karena respon bahan obat sangat individual, berbeda spesies dapat menghasilkan pengaruh beragam. Obat-obatan manusia beresiko tidak memberi efek terapi pada anjing, bahkan dapat membahayakan anjing anda.

Baca juga: Tips Perlunya Vaksinasi pada Anjing dan Kucing

Terapi akupuntur dapat pula menjadi alternatif metode pengobatan dokter hewan pada anjing anda. Akupuntur tersebut dilakukan dengan menusuk titik tertentu menggunakan jarum khusus untuk menimbulkan efek terapi melalui menstabilan kondisi holistik pasien. Versi lain dari penusukan jarum akupuntur, bisa digunakan alat laserpunktur, dimana titik-titik meridian tertentu ditembak dengan sinar laser khusus, sehingga timbul reflek tubuh untuk selfhealing.

Guk guk guk.. keep healthy and happy…

Inseminasi Buatan Meningkatkan Kelahiran Sapi Bagus Pejantan?

Inseminasi Buatan Meningkatkan Kelahiran Sapi Bagus Pejantan?

Inseminasi Buatan menghasilkan Sapi Bagus

PecintaSatwa.com – Peningkatan Sapi bagus untuk kebutuhan daging di dunia membuat para peternak dan para peneliti terus berpacu mengembangkan sebuah teknologi mutakhir untuk meningkatkan produktivitas ternak. Sejalan dengan usaha tersebut, kini fokus penelitian lebih mendalam lagi dengan bagaimana menghasilkan pedetan berjenis kelamin yang diinginkan.

Dikebanyakan negara, untuk keperluan daging konsumsi, pemotongan ternak hewan sapi betina harus diminimalisir sebagai penghasil bakalan selanjutnya, dan sebaliknya pada industri susu kelahiran pedet betina yang unggul sangat dinanti sebagai penghasil susu berkualitas. Fenomena inilah yang melatarbelakangi para ahli di bidang peternakan untuk meramu sebuah metode yang bertujuan memberpesar probabilitas kelahiran pedet jantan untuk industri feedlot, dan pedet betina untuk dairy industry.

Penelitian Inseminasi Sapi Bagus

Sapi Bagus Hasil Inseminasi Buatan
Pedet Jantan Hasil IB

Sharzamin Khan, et. al., pada tahun 2012 telah mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai efek spesies dan metode perkawinan terhadap jenis kelamin keturunan dan performa reproduksi pasca melahirkan pada sapi dan kerbau. Dalam penelitiannya, Khan menggunakan 795 ekor sapi cross breed dan 795 ekor kerbau yang berasal dari beberapa peternakan di Pakistan. Sapi dan kerbau tersebut diberi pakan hijauan dan air adlibitum. Pada ternak masa laktasi ditambahkan konsentrat 1kg/3L susu yang diproduksi. Sebagian populasi sapi dan kerbau di (Inseminasi Buatan) IB, sebagian lainnya di kawinkan secara alamiah.

Hasilnya cukup menarik, pada penelitian tentang efek spesies, jumlah kelahiran pedet jantan pada sapi sebesar 54% dari total kelahiran, sedangkan pada kerbau mencapai 57%. Pada hewan sapi, kasus kesulitan melahirkan (distokia) terjadi sebanyak 24%, dan pada kerbau hanya 14%. Pada kejadian retensi sekundinae atau terlambatnya pelepasan plasenta, pada sapi terjadi sebanyak 8% sedangkan kerbau 6%.

Baca: Tips Memilih Sapi Bakalan yang Menguntungkan

Pada penelitian tentang efek metode perkawinan. IB menghasilkan jumlah prosentase tertinggi pada setiap aspek yang diteliti. Dengan metode IB, jumlah ternak jantan yang dihasilkan sebesar 59 %, akan tetapi efek sampingnya juga cukup besar, yakni 23% ternak mengalami distokia dan 10% ternak juga mengalami retensi sekundinae. Sedangkan dengan kawin alam, 51% pedet terlahir jantan, 15% nya mengalami distokia, dan terjadinya retensi sekundinae hanya 5%.

Jumlah Sapi bagus pedet jantan lebih banyak terlahir dengan metode perkawinan IB. Hal ini berhubungan dengan ketepatan deteksi birahi, waktu IB dan umur induk. Apabila peternak dapat mendeteksi birahi dengan akurat, maka dapat dilakukan IB di akhir birahi. IB di sepertiga akhir masa birahi kemungkinan besar akan menghasilkan pedet jantan, sebab saluran reproduksi betina ber-pH lebih basa, selain itu sel telur telah siap terbuai, pasca ovulasi dan sedang berjalan di oviduk, telah melampaui jarak yang cukup panjang. Sedangkan pada IB di awal waktu, pH saluran reproduksi betina masih belum terlalu basa, ovum masih terlalu jauh di oviduk, sedangkan sel-sel sperma yang dapat bertahan menunggu sel telur dengan menempuh perjalanan cukup jauh adalah sel sperma pembawa kromosom X atau kromosom sex betina, lain hal nya apabila sel telur sudah dekat, maka sel sperma pembawa kromosom Y (sex jantan) masih dapat bertahan untuk berjuang membuai sel telur hingga terbentuklah janin pejantan. Oleh karena itulah, keakuratan deteksi birahi dan ketepatan waktu IB sangat menentukan keberhasilan metode ini sekaligus jenis kelamin ternak yang dihasilkan.

Bibit Induk Sapi Bagus

Umur induk Sapi bagus ternyata juga ikut andil dalam terbentuknya sel kelamin pedet, dari penelitian terdahulu, dibuktikan bahwa semakin tua umur induk maka semakin besar kemungkinan terlahirnya pedet jantan, diduga hal tersebut berhubungan dengan kualitas sel telur yang dihasilkan induk dewasa lebih baik dari pada induk muda dengan ketahanan yang lebih kuat.

Selain metode-metode yang diteliti di atas. Saat ini, untuk meningkatkan probabilitas kelahiran ternak dengan jenis kelamin yang diinginkan dapat dilakukan dengan IB menggunakan bibit sperma yang telah diseleksi sebelumnya, terdapat sperma hewan sapi bibit pejantan juga betina. Metode tersebut memang belum dapat 100%, akan tetapi cukup baik dapat mencapai angka 65-85% kelahiran. Berminat mencoba?

Inseminasi Buatan pada Hewan

Inseminasi Buatan pada Hewan

Inseminasi Buatan pada Sapi

Istilah Inseminasi Buatan (IB) / artificial insemination (AI) / Kawin suntik pasti sudah menjadi bahasan sehari-hari bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia peternakan dan medis veteriner. Akan tetapi, apakah sahabat PecintaSatwa.com juga mengetahuinya?. Meski ini sudah bukan suatu hal yang baru lagi, mari kita ulas kembali untuk memperkaya wawasan kita mengenai reproduksi hewan, dan mungkin dapat menjadi inspirasi bagi sahabat PESAT.

Apakah Inseminasi Buatan (IB) itu?

Pelaksanaan Inseminasi Buatan
Pelaksanaan Inseminasi Buatan

Sederhananya, IB merupakan metode perkawinan hewan dengan bantuan manusia. Semen dari pejantan yang berisi spermatozoa dimasukkan ke saluran reproduksi betina dengan menggunakan alat yang disebut Gun. Pada umumnya, semen yang digunakan telah mengalami mengenceran terlebih dahulu, sehingga dapat digunakan oleh banyak betina. Pengenceran semen tersebut dilakukan dalam laboratorium khusus yang telah diberi lisensi Pemerintah, seperti Balai Inseminasi Buatan (BIB) seperti yang ada di FKH UNAIR, dan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB), contohnya BBIB Singosari dan BBIB Lembang.

Baca juga: Sapi Freemartin, Apakah itu?

Inseminasi buatan bertujuan untuk memperbaiki mutu genetik sapi lokal dengan menyilangkannya dengan sapi-sapi jenis unggul seperti Frisian Holstein, Jersey, Limosin, Simenthal, Brahman, dan Angus secara luas di masyarakan Indonesia. Diharapkan beberapa tahun kemudian didapat sapi-sapi lokal Indonesia dengan performa yang lebih baik, karkas tinggi, peningkatan produksi susu, pertumbuhan pesat, postur besar dan tahan terhadap penyakit, sehingga dapat memenuhi kebutuhan daging dan susu nasional.

Kelebihan dan Kekurangan kawin Alami dibandingkan Inseminasi Buatan (IB)?

Kawin Alami

Kelebihan Kekurangan
Dapat dilakukan secara mandiri oleh ternak, cukup dengan pengawasan peternak Diperlukan biaya lebih mahal untuk memelihara pejantan unggul, atau untuk meminjam penjantan unggul dari peternak lainnya
Dapat dilakukan dimanapun Postur tubuh ternak yang dikawinkan harus seimbang, karena apabila ras betina kecil dikawinkan dengan ras pejantan yang besar, rawan terjadinya distocia / kesulitan melahirkan
Peternak tidak membutuhkan ketrampilan khusus untuk mengawinkan ternaknya Tidak dapat dilakukan recording atau riwayat ternak secara akurat
Deteksi birahi secara alami oleh ternak sangat akurat Sering kali hewan melakukan kawin alam sendiri sehingga mutu genetik anakan tidak dapat diprogram dengan baik.

 

Inseminasi Buatan

Kelebihan Kekurangan
Tidak diperlukan biaya ekstra untuk memelilhara pejantan unggul Hanya dapat dilakukan oleh inseminator, karena dibutuhkan keahlian tersendiri
Tingkat keberhasilan tinggi, terlebih dengan program deteksi birahi yang detail serta program sinkronisasi birahi Rawan terjadinya penyakit reproduksi apabila operator melakukannya dengan tidak hygene
Bibit bakalan berkualitas karena berasal dari BIB atau BBIB yang khusus menyediakan bakalan terseleksi ketat Sering terjadi distocia pada sapi dara yang di IB dengan bibit sapi ras besar
Biaya yang dibutuhkan relatif terjangkau Dibutuhkan keterampilah deteksi birahi yang baik oleh peternak untuk memperbesar kemungkinan berhasil.
Lebih efektif dan efisien, karena semen satu pejantan unggul dapat mengawini ribuan betina Kegagalan sering terjadi apabila operator kurang terampil, penanganan straw bibit kurang baik, atau deteksi birahi kurang akurat
Semen pejantan berkualitas dapat disimpan hingga puluhan tahun

 

Dapatkah Inseminasi Buatan (IB) dilakukan pada hewan kesayangan seperti anjing dan kucing?

Tentu Saja!. Thailand dan Australia, negara terdekat yang telah mengaplikasikan teknologi IB pada hewan kesayangan. Rumah sakit hewan setempat telah memiliki fasilitas khusus untuk memproses semen dan melakukan IB pada hewan tersebut. Akan tetapi, hingga saat ini masih terjadi perdebatan tentang aplikasi IB pada hewan kesayangan berkenaan dengan animal welfare dimana salah satu kriterianya adalah memberi kebebasan hewan untuk mengekspresikan tingkah laku alaminya termasuk kawin alam. Berbeda halnya dengan hewan ternak sebagai hewan produksi untuk pemenuhan kebutuhan bahan pangan, IB lebih digalakkan untuk meningkatkan jumlah populasi ternak nasional setiap tahunnya.

Pengakuan Internasional Anjing Kintamani Bali

Pengakuan Internasional Anjing Kintamani Bali

Popularitas Anjing Kintamani

PecintaSatwa.com – Popularitas terjadi setelah adanya runtutan perjuangan, kisah, dan sejarah panjang. Begitu pula dengan popularitas Anjing Kintamani, ras anjing asli Indonesia yang diakui telah diakui oleh Persatuan Kinekologi Indonesia (PERKIN) pada tahun 2006 sebagai satu-satunya anjing ras asli Indonesia. Menyusul kemudian disahkan oleh Kementrian Pertanian sebagai sumber daya genetik hewan lokal Indonesia berdasar SK Mentan Nomor 851/Kpts./SR.120/4/2014.

Di habitat asalnya, kawasan pegunungan Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Propinsi Bali, anjing kintamani lebih dikenal dengan sebutan anjing gembrong, karena bulunya yang lebat dan tebal menyesuaikan suhu dingin pegunungan. Anjing kintamani sudah manjadi bagian dari adat dan budaya penduduk setempat secara turun temurun sebagai anjing sahabat, anjing penjaga maupun anjing pemburu. Nama Kintamani baru populer sebagai sebutan anjing ini setelah mulai diperkenalkan secara umum pada tahun delapan puluhan.

Simak pula: Anjing Dobermann

Pameran Anjing Kintamani Bali (AKB)

pameran anjing kintamani 2009
pameran anjing kintamani 2009

Pameran anjing Kintamani pertama kali diselenggarakan pada 3 November 1985, hasil jerih payah dan kerja sama antara Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Bali dengan Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Bali. Acara tersebut merupakan tonggak sejarah awal mula nama anjing Kintamani mulai dikenal secara nasional. Setelah sukses terlaksananya pameran tersebut, Anjing Kintamani mulai banyak diminati oleh doglovers, hingga tersebar ke beberapa kota di pulau jawa baik dipelihara sebagai anjing kesayangan maupun untuk dikembang biakkan lebih lanjut.

Pengakuan Internasional Anjing Kintamani

penghargaan MURI untuk pameran anjing kintamani yang dinilai oleh juri dari 4 benua
penghargaan MURI untuk pameran anjing kintamani yang dinilai oleh juri dari 4 benua

Dirujuk dari harian Kompas pada akhir September 2004, seorang warga negara Belanda bernama WE Resang Groenwegen diberitakan telah membawa 12 ekor anjing kintamani dari Pulau Dewata ke negri kincir angin pada tahun 1987 untuk dibudidayakan dengan tujuan mengupayakan pengakuan internasional anjing Kintamani bali sebagai breed asli bumi Nusantara oleh Federation Cynologique Internationale (FCI). Usaha tersebut terlaksana setelah sebelumnya WE Resang Groenwegen bersama drh. Pudji Rahardjo dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana dan pihak pendukung lainnya mengadakan seminar bertajuk Mencari Anjing Ras Asli Indonesia pada tanggal 10 Mei 1985, hingga berlanjut pada pameran 6 bulan kemudian.

Baca juga: Yuk Ketahui Cara Mengawinkan Anjing

Setelah 10 tahun pemuliahbiakan anjing kintamani di Wokerom ΓÇô Belanda, populasinya telah mencapai 200 ekor. Akan tetapi perjuangan tersebut masih belum dapat menghasilkan pengakuan oleh FCI. FCI menghendaki pengusulan ras anjing domestik dilakukan oleh lembaga resmi di Indonesia yang bertugas membuat daftar anjing ras dalam suatu negara, seperti PERKIN. Oleh karena itulah, hingga kini PERKIN, PDHI, dan masyarakat Bali terus mengusahakan pemurnian trah anjing Kintamani, sampai didapat 1000 ekor anjing kintamani purebreed, hingga keturunan ke-15 dari delapan bloodline (minimal dari 2 pejantan dan 6 betina).

Bukan perkara yang mudah untuk mendapatkan pengakuan Internasional akan kekayaan genetik negeri ini. Kerja keras, dan perjuangan harus terus dilakukan, menjadi estafet berkelanjutan bagi para pecinta anjing dan Masyarakat Bali. Semoga kerja keras orang-orang hebat dalam ulasan ini segera terbayar dengan diakuinya AKB sebagai anjing Ras Asli Indonesia.

Manajemen Brooding Dalam Cara Ternak Ayam Broiler

Manajemen Brooding Dalam Cara Ternak Ayam Broiler

Cara Ternak Ayam Broiler

PecintaSatwa.com – Hari-hari pertama kehidupan ayam broiler merupakan fase yang sangat kritis. Periode ini tidak hanya mempengaruhi kemampuan hidup ayam tersebut, namun juga kualitas produksi yang dapat dicapainya sebagai penghasil daging ayam konsumsi. Oleh karena itu para peternak dan pengusaha peternakan ayam broiler harus memahami manajemen brooding yang baik dalam Cara Ternak Ayam Broiler, sebagai awal untuk menghasilkan produk berkualitas.

brooding open house
brooding open house

48 jam awal hidupnya, tubuh day old chick (DOC) akan memaksimalkan fungsi imunitasnya, kinerja kelenjar tiroid dan saluran pencernaannya. Imunitas sebagai tameng yang penting untuk melawan agen infeksi, sedangkan kelenjar tiroid berperan penting menghasilkan hormon pertumbuhan yang tidak hanya berguna untuk meningkatkan massa otot, tapi juga untuk perkembangan tulang dan sel syaraf, sintesa protein, dan mentoleransi stres. Saluran pencernaan merupakan organ vital absrobsi nutrisi dalam tubuh untuk hidup dan berproduksi. Persiapan ini sebenarnya telah dimulai saat perkembangan janin dalam telur dan disempurnakan setelah menetas dengan memanfaatkan energi dari kuning telur, dan pakan/ransum periode starter.

Simak pula: 7 Hal Penting Keberhasilan Biosecurity Area Peternakan

Manajemen Brooding Ayam Broiler

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam Cara Ternak Ayam Broiler yaitu manajemen Brooding pada 48 jam pertama adalah sebagai berikut:

  1. Suhu. Suhu kandang yang disarankan:
Umur Ayam Close House Open house
Minggu ke-1 29,4 – 31,0oC 32,2 oC
Minggu ke-2 26,7 – 28,3 oC 29,4 oC
Minggu ke-3 23,9 – 25,5 oC 26,7 oC
Minggu ke-4 23,9 oC 26,7 oC
Minggu ke-5 21,1 oC 23,9 oC
Minggu ke-6 21,1 oC 21,1 oC

Suhu kandang yang terlalu panas dapat menyebabkan dehidrasi pada anak ayam, suhu tubuhnya meningkat, dan tingkat konsumsinya menurun. Sedangkan suhu yang terlalu dingin dalam kandang dapat mengganggu perkembangan saluran pencernaan dan kelenjar tiroid.

  1. Kualitas Udara. Ventilasi dan aliran udara harus dipastikan berfungsi dengan baik, dapat digunakan exhoused fan atau blower apabila diperlukan untuk mengalirkan udara, sebagaimana pada kandang close house. Hal tersebut penting karena kotoran, sisa pakan, dan litter yang basah akan mengalami proses pembusukan yang manghasilkan gas amonia. Jika gas tersebut terperangkap dalam kandang, sulit mengalir keluar, akan menimbulkan masalah pernafasan bagi ayam-ayam yang dipelihara, akibatnya keseragaman bobot ayam akan sangat bervariasi, terjadi penurunan produksi, dan bahkan peningkatan angka mortalitas. Selain itu, ventilasi juga berfungs untuk menyeimbangkan kadar oksigen dalam kandang dan mengalirkan karbodioksida.
  1. Kelembaban. Usahakan kelembaban stabil dikisaran 60-70% untuk 3 minggu pertama, kemudian berlanjut 40-60% untuk 4 minggu berikutnya.
  1. Satu feeder tray sebaiknya digunakan tidak lebih untuk 80 ayam, tidak diletakkan di bawah pemanas. Setelah 5-6 hari baru gunakan alas hanging feeder. Tinggi tempat pakan disesuaikan dengan tinggi tembolok ayam. Kandungan ransum ayam periode starter sebaikanya mengandung energi sebesar EM 3000-3200 Kkal/kg, Protein 22-23%, Serat Kasar <7%, Lemak <8%, Ca 1% dan P 0,45%.

Baca: Trik Meningkatkan Bobot Ayam Pedaging dengan Minyak Kelapa

  1. Air. Suhu air sebaiknya sekitar 18 ΓÇô 24oC, dan tersedia kapanpun, serta sebanyak apapun (adlibitum). Pada 4-6 jam awal kedatangan DOC ke kandang, campurkan air dengan susu skim 3% untuk menstimulasi pertumbuhan vili-vili pada mukosa usus.
  1. Pencahayaan. Salah satu contoh program pencahayaan yang telah menghasilkan kualitas hidup yang baik bagi ayam broiler:
Umur Waktu Gelap Waktu Terang Intensitas Cahaya (Lux)
1-3 hari 0-1 jam 23-24 jam 30 – 40
4-5 hari 12 jam 12 jam 5 – 10
16-22 hari 8 jam 16 jam 5 – 10
23 hari – panen 1-6 jam 18-23 jam 5 – 10

 

Hati-Hati Hardware Disease pada Ternak

Hati-Hati Hardware Disease pada Ternak

Waspadai Adanya Benda Tajam dalam Tubuh Ternak

PecintaSatwa.com – Tidak seperti komputer yang memiliki piranti lunak (software) dan piranti keras (hardware) dalam perakitannya. Hardware disease pada ternak lebih merupkan istilah suatu penyakit, dimana terjadi gangguan kesehatan akibat adanya benda tajam dalam tubuh ternak.

Secara alami, sebenarnya sapi memiliki behaviour untuk memilih dan memilah pakan. Ia hanya akan memakan jenis pakan terbaik dan menghindari benda-benda yang membahayakan hidupnya. Akan tetapi, sistem peternakan intensif seperti feedlot dapat menghilangkan insting alami ternak dalam memilah dan memilih makanan.

Simak Pula: Waspadai Hair Balls pada Sapi

Meski minum diberikan secara adlibitum, pakan ternak seperti hijauan dan konsentrat biasanya diberikan terjadwal dengan jumlah yang telah dihitung sebelumnya. Hal ini berguna untuk menghitung efisiensi dan efektifitas pakan, dengan tujuan meminimalisir biaya produksi dengan tanpa mengurangi kualitas produk yang dihasilkan.

Pemberian pakan Sapi Feedlot

Umumnya sapi yang dipelihara secara feedlot diberi pakan dua kali sehari, pada pagi hari sekitar pukul 08.00 dan sore hari sekitar pukul 16.00 berupa hijuan terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan pemberian konsentrat. jadwal tersebut secara bertahap akan menjadi alarm biologis sapi untuk merasa sangat lapar. Oleh kerena itulah saat jam makan tiba, sapi-sapi akan langsung menghabiskan pakannya hingga tandas, dan palungan pakan bersih mengkilat dijilat. Kebiasaan ini lambat laun akan menghilangkan insting memilih makanan, yang biasanya dilakukan sapi di padang gembala, terlebih bagi sapi yang sejak lahir sudah dipelihara dengan sistem intensif. Hanya pada beberapa kasus tertentu ternak enggan memakan pakannya hingga habis, contohnya saat ia sakit atau kualitas pakan sudah sangat buruk (tengik).

Hilangnya natural behaviour untuk memilih dan memilah makanan akan menyebabkan ternak menganggap segala apapun yang ada di palungan adalah pakan untukknya, bahkan ketika didalam hijauan atau konsentratnya terselip barang non pakan seperti plastik bungkus, kertas, tali tampar, besi dsb, ia akan tetap memakannya dengan lahap. Peternak baru akan mengetahuinya ketika ternaknya mati mendadak, saat dibelah perutnya terdapat sampah non pakan.

Akibat Hardware Disease

Kawat dalam retikulum sapi
Kawat dalam retikulum sapi

Bukan santet atau sihir apabila sapi tiba-tiba ambruk dan mati seketika. Kemudian setelah di-nekropsi (autopsi hewan) ditemukan adanya paku, kawat, besi, keramik dan benda tajam lainnya, keadaan inilah yang disebut sebagai hardware disease.

Cermati: Apa Penyebab Keracunan pada Ternak

Adanya benda asing non pakan (corpora aliena) pada tubuh sapi sangat membahayakan, terlebih yang memiliki sisi tajam atau ujung runcing. Hampir semua kasus hardware disease penyebab utamanya dari kualitas pakan yang tidak terkontrol. Bahan pakan yang berasal dari suplier sering kali beserta dengan benda-benda berbahaya, contohnya kawat dan batu tajam. Ditambah lagi selama proses mixing pakan tidak dilakukan pemeriksaan dengan teliti, akibatnya benda-benda tajam tersebut akan ikut terolah menjadi pakan siap saji dipalungan sapi, dan sapipun melahapnya dengan nikmat.

Disisi lain, adanya perbaikan kandang juga harus diperhatikan. petugas maintenance yang kurang berhati-hati sering kali meninggalkan sisa-sisa bahan di kandang seperti potongan besi, paku, sisa mata gerinda. Sangat disayangkan apabila benda tersebut tertinggal dipalungan sapi.

Proses Terjadinya Hardware Disease

Benda tajam yang tertelan sapi akan ikut masuh ke saluran pencernaan. Ketika terjadi kontraksi rumen, benda tajam tersebut beserta pakan akan ikut bergerak. Gerakan benda tajam dalam rumen beresiko menusuk dinding rumen hingga menembusnya dan merusak organ dalam lain disekitar rumen seperti diafraghma dan hati.

Apabila diafraghma berlubang karena tusukan, makan rongga dada sapi seketika akan kolaps karena tekanan negatif didalamnya berubah menjadi tekanan positif. Akibatnya akan terjadi kegagalan inspirasi dan ekspirasi dalam sistem pernafasan, tidak lama kemudian ternak biasanya akan ambruk dan tutup usia seketika.

Jika organ hati yang tertusuk, maka akan mengganggu sistem detoksifikasi tubuh, dan menyebabkan pendarahan didalam rongga perut, akibatnya secara perlahan dalam hitungan jam akan terjadi penurunan kondisi tubuh, kolaps, sapi dapat kejang kemudian tutup usia.

Baca: Bisnis Penggemukan Sapi Pedaging

Mencegah Hardware Disease

magnet yang dipasang dalam lambung sapi
magnet yang dipasang dalam lambung sapi

Untuk mencegah terjadinya hardware disease, di industri pakan modern sudah mulai digunakan magnet dalam mesin mixing nya, dengan tujuan untuk menarik material besi yang tercampur selama proses pengolahan pakan. Selanjutnya petugas kandang juga harus ekstra hati-hati, minimal 2 kali sehari saat jam makan ada petugas yang memantau palungan pakan sapi, apabila terdapat benda asing harus langsung disingkirikan. Dan terakhir, terdapat teknologi pencegahan hardware disease dengan memasangkan magnet di dalam lambung sapi, tentu saja dengan observasi medis, jadi apabila ada besi tajam masuk maka akan segera menempel ke magnet tersebut, sehingga tidak menusuk dinding rumen.

 

Sapi Freemartin, Apakah itu?

Sapi Freemartin, Apakah itu?

Freemartin Sindrome pada Sapi

PecintaSatwa.com – Peternak mana yang tidak galau apabila sapi betinanya tidak kunjung birahi, sedang sapi-sapi tetangganya yang seumuran sudah birahi, dikawin pejantan super, dan gendhong-gendhong pedet #dikiraanakgadis hehehe…

Benar adanya, salah satu penyebab sapi tidak birahi (anestrus) adalah freemartin sindrome, memang bukan yang termasuk banyak terjadi, tapi anda patut untuk mempelajarinya, sehingga bisa merencanakan strategi pemeliharaannya apabila menemui kasus seperti ini.

Free martin sindrome merupakan congenital anestrus atau anestrus bawaan lahir, yang berasal dari kelahiran pedet kembar fraternal, dimana satu pedet berjenis kelamin jantan, sedang lainnya betina, pedet betina dalam kondisi demikian 90% infertil / steril.

Secara genetika, kasus free martin mirip dengan kelahiran kucing jantan bercorak kembang telon, kromosom XX dan XY tidak terdistribusi sempurna sehingga menghasilkan kondisi yang disebut chymerism. Pada kucing, kondisi chimeric mengekspresikan sifat lethal, karena itulah setiap kucing jantan berwarna belang telon akan terlahir mati atau hanya hidup sebentar. Lain halnya yang terjadi pada sapi, kondisi tersebut akan mengakibatkan sapi betina yang terlahir kembar dengan sapi jantan akan mengalami malformasi organ reproduksi.

Baca: Persiapan Kelahiran pada Sapi

Adanya kromosom Y dari kembaran jantannya menyebabkan janin pedet betina tidak dapat memproduksi bakal sel telur (oogonium) karena dihambat oleh testicular determining factor (TDF) yang diekspresikan secara parsial oleh kromosom Y. Disamping itu, mullerian inhibition factor (MIF) dari sel jantan mencegah terbentuknya mullerian duct yang berakibat gagalnya pembentukan rahim / uterus janin betina.

Tanda Klinis Freemartin pada Sapi

Tanda klinis freemartin cukup mudah diamati, terlebih oleh peternak atau petugas kandang yang biasa merawat sapi tersebut. Betina penderita sindrom ini biasanya berperawakan maskulin, gagah mirip pejantan; vulva / alat kelamin bagian luar / wadonan terlihat kecil dengan rambut-rambut panjang. Tanda-tanda klinis eksternal pada vulva tidak terjadi pada semua kasus freemartin meski sebagian besar mengalaminya.

Apabila peternak masih kurang yakin dengan diagnosa freemartin pada sapi betinanya, anda dapat meminta bantuan dokter hewan atau paramedis (mantri hewan) untuk melakukan palpasi rektal. Jika benar sapi tersebut mengalami sindrom freemartin, maka tidak akan teraba vagina, uterus dan ovari dengan jelas dan Gun IB hanya akan dapat masuk sekitar 7,5 cm dalamnya.

Simak juga: Sapi Kembung, bagaimana mengatasinya?

Sapi betina dengan kondisi freemartin tidak akan dapat birahi meski anda tunggu bertahun-tahun, sedangkan betina normal biasanya sudah birahi di usia 12-15 bulan, juga tidak dapat bunting, tidak pula dapat diterapi hormonal, sebab tidak ada oogonium yang dapat berproses menjadi sel telur, indung telur dan uterus terbentuk tidak sempurna, bahkan tidak ada sama sekali. Karena itu, apabila anda memiliki betina freemartin, lebih disarankan untuk memeliharanya dengan sistem feedlot / penggemukan. Sapi tersebut akan tumbuh dengan baik layaknya steer / pejantan kastrasi. Setelah mencapai bobot diatas 500 kg, dapat dipanen sebagai sapi pedaging.

Semangat beternak..!!!!

Kukang – Primata Kecil Bermata Belok

Kukang – Primata Kecil Bermata Belok

Kukang (Nycticebus coucang)

PecintaSatwa.com – Mungkin jenis primata yang paling akrab dengan sahabat PESAT adalah si monyet ekor panjang atau nama lainnya Macaca fasicularis. Memang jenis primata itulah yang lebih banyak di eksploitasi oleh para oknum-oknum tidak bertanggung jawab dengan memaksanya menjadi hewan pekerja, lepas dari sifat bebasnya di alam liar. selain itu, dapat pula dipelihara oleh para penyanyang hewan yang kurang paham dengan konsep animal welfare. Sebagai seorang Pecinta Satwa, sebaiknya hal ini benar-benar harus kita hindari, karena jenis-jenis primata tersebut merupakan golongan hewan liar, dan bukan termasuk hewan-hewan terdomestikasi alami layaknya hewan kesayangan (anjing dan kucing) dan hewan ternak.

Selain monyet ekor panjang, jenis primata kecil seperti kukang mulai banyak diburu menjadi hewan peliharaan, hingga populasi kukang di alam liar pun merosot tajam dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, saat ini konservasi kukang terus digalakkan baik oleh pemerintah maupun NGO swasta demi lestarinya si primata bermata belok.

Sebaran dan Habitat Kukang

Kukang (Nycticebus coucang) tersebar di berbagai wilayah nusantara dengan sebutan yang berbeda beda. Di pulau jawa ia disebut pukang atau tukang, di Sumatera bernama kamalasan dan bulang, di Sunda terkenal sebagai muka dan di Kalimantan biasa dengan sebutan kalkang atau pukang.

Baca: Kukang Jawa yang Langka

Karakteristik kukang yang paling khas terletak pada ukuran tubuhnya yang kecil, dengan telapak tangan empuk dan lebar, telinga kecil, ekor pendek, kepala bulat dengan moncong runcing dan pendek. Rambut kukang berwarna coklat atau keabu-abuan di seluruh tubuhnya, dengan garis dari kepala sampai punggung atau hingga pangkal ekor bewarna cokelat gelap. Bayi kukang berwarna abu-abu keperakan, kemudian akan berubah warna menjadi cokelat keabu-abuan setelah berusia lebih dari sebelas minggu. Panjang tubuh kukang 25-38 cm, dan berat badannya 1-2 kg saja.

Masa kawin kukang terjadi dua kali dalam satu tahun. Kukang biasanya beranak tunggal, kadang dapat kembar meski jarang sekali. Induk kukang akan bunting selama 90-193 hari sebelum akhirnya melahirkan. Bayi kukang akan diasuh oleh induknya hingga 90 hari, dan kemudian dapat hidup mandiri di hutan hingga 12-20 tahun.

Sebagai hewan nokturnal, kukang sangat peka dengan cahaya dengan intensitas tinggi. Ia lebih banyak beraktivitas di malam hari. Sebelum matahari terbit ia akan segera kembali ke sarangnya setelah semalaman berburu makanan. Jenis makanan yang disukai kukang terdiri dari serangga, buah-buahan kecil, cicak, tikus kecil, dan hewan kecil lainnya.

Simak pula: 6 Hal yang Harus di ketahui tentang Kukang

Kukang dapat memanjat pohon dengan kecepatan 2 km/jam, namun tidak secepat itu di tanah (200-300 m/jam). Ia lebih suka hidup di atas pepohonan, jarang berada di tanah. Sehari kukang dapat tidur lebih dari 15 jam di dahan pohon atau rumpun bambu, dengan posisi menekuk tubunya hingga kepala dan tangan berada di antara kedua pahanya.

Bisnis Penggemukan Sapi Pedaging

Bisnis Penggemukan Sapi Pedaging

Bisnis Ternak Sapi Cattle Fattening, From Zero to Hero

PecintaSatwa.com – Ada benarnya juga apabila motto from zero to hero disematkan pada Bisnis ternak sapi yaitu
penggemukan sapi pedaging dengan sistem pemeliharaan feedlot, sebab usaha tersebut mengupayakan pertambahan bobot sapi dari semula yang berkisar 300-400 kg menjadi 500-600 kg saat panen, luar biasa bukan?. Bagi pegawai perusahan pun demikian, semakin banyak pertambahan bobot harian / average daily gain (ADG) yang dapat dicapai, maka semakin tinggi pula capaian prestasi kinerja mereka yang dapat dirupiahkan.

Prinsipnya, dalam usaha fattening, sapi bakalan yang masuk akan dipelihara secara intensif dengan menerapkan manajemen pemeliharaan, manajemen pakan, dan manajemen kesehatan yang terintegrasi dengan baik untuk mengupayakan tumbuh kembang sapi yang optimal, sehingga selain sapi tersebut hidup dengan sehat, mereka pun dapat berproduksi dengan baik dan cepat berupa otot/daging tubuhnya.

Baca juga: Penyebab Bobot Sapi Merosot

Berkembangnya daging dalam tubuh dihasilkan dari 3 faktor, yaitu jumlah konsumsi (60%), kecernaan pakan (25%) dan kesehatan hewan (15%). Jumlah konsumsi memegang peran utama, semakin banyak pakan yang dimakan oleh ternak perhari (dalam hitungan berat kering / BK) maka akan semakin cepat dan tinggi pula ADG yang dihasilkan. Banyaknya pakan yang dikonsumsi pun harus memiliki kecernaan pakan yang baik. Secara analogi kita bisa membandingkan pertumbuhan sapi yang makan 10 kg jerami yang kaya akan serat kasar saja, dengan sapi yang makan 10 kg bungkil kedelai yang kaya akan protein, tentu saja yang cepat gemuk adalah sapi yang mengkonsumsi bungkil kedelai, sebab protein merupakan bahan pembangun otot tubuhnya.

Faktor terakhir namun tidak kalah penting adalah kesehatan hewan. Sapi-sapi yang dipelihara dalam peternakan harus dijaga kesehatannya, apabila pada suatu musim ia terkena penyakit, sehingga konsumsinya berkurang drastis maka dalam beberapa hari saja bobotnya akan berkurang signifikan. Hal ini sangat disayangkan. Untuk kembali dapat berproduksi kembali sebaik sebelumnya dibutuhkan waktu beberapa minggu, cukup lama mengingat bisnis penggemukan juga menjadikan variabel waktu sebagai salah satu perhitungan efisiensi usaha.

Manajemen Pemeliharaan Penggemukan Sapi Pedaging

Manajemen pemeliharaan dalam Bisnis ternak penggemukan sapi pedaging menggunakan sistem pemeliharaan intensif / feedlot. Sapi-sapi dipelihara dalam kandang selama 90-120 hari, baik dikeluh maupun di koloni. Pemeliharaan koloni lebih disarankan, merujuk pada prinsip animal welfare. Sapi-sapi dibiarkan bebas / tidak terikat di kandang, hanya saja pada waktu makan digunakan penjepit leher yang ada pada kandang sisi palungan pakan, untuk memastikan sapi-sapi mendapat jatah pakan yang merata, dan mendeteksi adanya gangguan kesehatan. Namun perlu diawasi pada koloni jantan, apabila terdapat jantan birahi biasanya akan cenderung lebih agresif, terkadang hingga terjadi perkelahian, peternak atau petugas kandang harus berhati-hati, karena sapi birahi yang agresif sangat membahayakan.

Simak: Waspadai Hair Balls pada Sapi

Manajemen Pakan Penggemukan Sapi Pedaging

Sapi to-hero
Sapi to-hero

Manajemen pakan dalam Bisnis ternak sapi
diterapkan dalam peternakan feedlot dengan memperhitungkan 3 hal, waktu, kuantitas, dan kualitas. Waktu pemberian pakan harus dijadwalkan dengan ketat, pada umumnya dua kali sehari pada pukul 08.00 dan 16.00, dengan ketentuan hijauan diberikan terlebih dahulu, 10-20 menit kemudian ditambahkan konsentrat. Konsentrat merupakan pakan utama, dapat diberikan sebanyak 1-2,5% dari bobot hidup sapi, sedangkan hijauan digunakan sebagai pelengkap dan stabisator pencernaan mikroba dalam rumen. Konsentrat yang diberikan tidak boleh berlebihan karena dapat memicu terjadinya acidosis metabolic yang dipicu dari tingginya protein dalam konsentrat tersebut (PK 12-16%).

Baca: Cassapro Pendongkrak Produksi Susu Sapi

Manajemen kesehatan juga memegang peranan penting dalam keberhasilan bisnis ini. Kontrol kesehatan ternak minimal dilakukan dua kali sehari saat jam makan. Sapi-sapi yang terlihat kurang bersemangat makan dapat diberi vitamin, sedangkan sapi-sapi yang pincang atau tidak mau makan sama sekali ada baiknya dipindahkan ke kandang karantina untuk mendapatkan perawatan intensif, sekaligus berjaga apabila sapi tersebut menderita penyakit infeksius, agar tidak menyebar ke ternak lainnya dalam satu kandang. Satu hal lagi yang harus diperhatikan dalam perawatan kesehatan sapi, yakni stressor. Pada musim pancaroba dengan cuaca ekstrem, biasanya sapi rawan stress kemudian sakit. Saat masih tingkatan stress, cobalah untuk memberi antistress di air minumnya, apabila sudah teratasi dalam tahapan stress fisik, resiko terkena penyakit akan lebih kecil, biaya untuk pengobatan dapat berkurang.

Daging sapi berkualitas dihasilkan oleh sapi-sapi yang bahagia, selamat beternak!!!

Waspadai Hair Balls Pada Sapi..!

Waspadai Hair Balls Pada Sapi..!

Manajemen kesehatan dan manajemen pakan

PecintaSatwa.com – Peternak mana yang tak merugi apabila sapi yang dipeliharanya tidak berproduksi dengan baik, makan minum lahap normal, terlihat cukup aktif, tapi badannya tak kunjung berisi. Lebih mengenaskan lagi, jika kemudian tiba-tiba ketahui ternak tersebut terkapar dikandang tanpa terlihat sakit sebelumnya, tak lesu juga lemah.

Baca pula: Penyebab Bobot Sapi Merosot

Banyak faktor menyebabkan kasus di atas. Manajemen kesehatan dan manajemen pakan terutama yang memegang peran penting. Salah satu penyebab kejadian tersebut adalah adanya hair balls / bola dalam saluran pencernaan sapi.

Secara harfiah, hair balls dapat diartikan sebagaimana katanya, bola-bola rambut. Jangan dianggap remeh, helaian-helaian rambut sapi ini dapat menjadi benda berbahaya yang mematikan, terutama pada pedet-pedet yang tidak disusui langsung oleh induknya.

Hair Balls atau Bola Rambut Sapi Terjadi Karena

Hair balls merupakan salah satu menifestasi klinik defisiensi mineral yang terjadi pada ternak. Apabila pakan hijauan dan konsentrat yang diberikan pada ternak memiliki kandungan mineral di bawah ambang basal kebutuhan, maka secara naluriah tenak akan mencari sumber mineral sendiri untuk mencukupi kebutuhan metabolisme tubuhnya. Maka jangan heran jika anda melihat sapi-sapi dikandang menjilati palungan hingga keropos, menjilat pagar besi dan rantai kandang, dan bisa juga menjilati sapi-sapi lainnya.

Baca: Sapi Limousin The Blondy Cattle

diduga terdapat hairballs dalam lambungnya
diduga terdapat hairballs dalam lambungnya

Saat sapi menjilat tubuh kawannya, maka rambut sapi lain tersebut juga ikut terjilat, menempel dilidah kemudian tertelan hingga di saluran pencernaan. Uniknya, saat di rumen dan retikulum, rambut-rambut sapi tersebut tidak semua menyatu dengan pakan dan terangkut ke usus halus, namun menyisih, mengumpul kemudian menggumpal membentuk hair balls. Apabila sapi terus menjilati kawannya setiap hari dalam waktu yang cukup panjang, rambut-rambut ikutan tersebut akan terakumulasi di lambung sapi, membentuk gumpalan yang semakin besar setiap harinya.

Akibat dari Hair Balls

Hair balls sangat berbahaya, ketika besarnya gumpalan tersebut sudah lebih besar dari saluran pencernaan sapi, bahkan dapat terus membesar hingga memenuhi salah satu lambung. Hair balls tersebut akan terperangkap di depan saluran pencernaan dan menyumbatnya sehingga pakan yang telah dicerna di rumen tidak dapat mengalir ke retikulum. Sumbatan hair balls biasanya berada di saluran antara rumen ke retikulum dan retikulum ke omasum.

Hair balls yang menyumbat membuat pakan stuck berada di rumen atau retikum, bahkan air pun membutuhkan waktu lebih lama untuk mengalir, karena harus menerobos celah-celah sumbatan. Pakan akan terus terbendung di rumen / retikum sehingga terjadilah impactio ruminitis / sarat rumen. Hewan yang mengalami ini pasti akan merasa tidak nyaman dan, lemah karena sedikit sekali nutrisi yang terserap usus halus dan beredar ketubuh. Pada kebanyakan kasus, tidak terlalu terlihat adanya gejala sakit, sebab kasus hair balls biasanya merupakan kasus kronis, terjadi dengan kurun waktu cukup lama, hanya saja hewan akan terlihat semakin kurus dan kemudian mati.

Simak: Beberapa Hijauan untuk Makanan Ternak Anda

Defisiensi mineral yang menginisiasi terjadinya hair balls biasanya terjadi pada suatu peternakan yang memiliki unit feedmill (pengolahan pakan), tanpa disertai ahli nutrisi yang mumpuni, sehingga perhitungan gizi pakan hanya hanya sebatas unsur makro saja seperti energi, protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan berat kering, sedangkan kebutuhan mikro seperti mineral lebih banyak terabaikan. Selain itu dapat pula terjadi karena tidak dilakukannya produksi pakan dengan kandungan nutrisi berjenjang, namun ternak yang dipelihara terdiri dari berbagai status produksi dan reproduksi. Hal ini umum terjadi pada saat peternakan yang biasanya hanya melakukan fattening, mulai expand ke bisnis breeding farm, akibatnya ternak betina bunting dan laktasi serta pedetan juga mengkonsumsi pakan untuk sapi grower dan finisher, sedang kandungan nutrisi dan mineralnya jelas berbeda satu sama lain.

Nutrisi untuk Kambing dan Domba

Nutrisi untuk Kambing dan Domba

Pakan untuk Kambing dan Domba

PecintaSatwa.com – Seperti halnya sapi, kambing dan domba termasuk golongan ruminansia, keduanya memiliki lambung ganda dan memanfaatkan kerja bakteri rumen dalam sistem pencernaannya, karena itulah manajemen pakan pada peternakan kambing dan domba hampir mirip dengan sapi, namun tentu saja dengan jumlah yang berbeda berdasarkan ukuran tubuhnya.

Pakan yang dikonsumsi ternak, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya dan berproduksi, baik berupa perkembangan otot (daging) dan lemak juga pertumbuhan tubuh serta janin yang dikandung. Kebutuhan tersebut harus dipenuhi dengan pakan yang mengandung nutrisi seimbang diantaranya energi, protein, serat, lemak, vitamin, mineral dan air.

Baca: Tips Menghindari Polio Kambing dengan Ransum Pakan yang Tepat

Sebagaimana hewan herbivora lainnya, pakan utama kambing dan domba berupa tumbuh-tumbuhan, dapat berasalah dari jenis Forage seperti golongan rerumputan dan leguminosa dan roughage seperti jerami dan dedaunan limbah pertanian. Hijauan tersebut merupakan pakan basal kambing dan domba, karena itu proporsinya mendominasi, bahkan dapat dijadikan pakan tunggal terutama bagi para peternak tradisional dengan sistem ekstensif / penggembalaan.

Dedaunan untuk Kambing dan Domba

rumput dan dedaunan untuk pakan kambing dan domba
rumput dan dedaunan untuk pakan kambing dan domba

Tidak hanya rerumputan, beberapa jenis dedaunan juga sangat digemari kambing dan domba, contohnya daun turi, daun kedelai, daun kacang panjang, daun kaliandra, daun kacang tanah, daun lamtoro dan daun gamal. Jenis dedaunan tersebut sangat baik untuk ternak karena mengandung protein yang tinggi, akan tetapi beberapa jenis diantara mengandung zat anti nutrisi yang berbahaya bagi ternak, oleh sebab itulah sebaiknya dedaunan pakan ternak dilayukan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ternak. Dalam proses pelayuan / diangin-anginkan, zat anti nutrisi dalam dedaunan akan menguap, sehingga kadarnya menurun, tidak berdampak nyata bagi ternak.

Simak: Penyakit Orf dan Myasis pada Kambing dan Domba

Pemberian jenis hijauan sebanyak 10% dari berat badan berupa rumput maupun dedaunan merupakan pilihan peternak, namun apabila keduanya diberikan bersamaan dengan persentase tertentu akan dapat menghasilkan performa produksi yang lebih baik. Pada kambing dan domba usia lepas sapih disarankan memberi rumput sebesar 60% dan dedaunan 40%, usia dewasa dengan rumput 75% dan dedaunan 25%, pada kambing dan domba bunting rasionya sama dengan cempe sapihan, sedangkan pada tahap menyusui rasio rumput dan dedaunan 50:50.

Pakan Pelengkap untuk Kambing dan Domba

Tumbuh kembang kambing dan domba dapat maksimal dan berproduksi lebih baik apabila disamping diberi pakan hijauan juga diberi pakan pelengkap berupa konsentrat. Konsentrat, dibuat dengan menformulasi berbagai bahan pakan untuk menghasilkan pakan pelengkap yang tinggi protein dengan kandungan serat kasar (SK) dibawah 18% dan Total Digestible Nutrient (TDN) lebih dari 60%

Konsentrat yang diberikan pada kambing dan domba bertujuan untuk menutupi kekurangan zat gizi yang berasal dari hijuan, selain itu juga berfungsi sebagai sumber energi dan protein. Permasalahannya, harga konsentrat cenderung mahal, hal ini dapat disiasati peternak dengan menformulasikan konsentrat secara mandiri maupun dalam lingkup kelompok peternak. Agar lebih ekonomis, bahan pakan yang digunakan sebaiknya tidak bersaing dengan kebutuhan manusia. Jenis limbah pabrik dan hasil samping pertanian dapat digunakan, diantaranya bungkil kedelai, bungkil kletheng, polard, bekatul, bungkil sawit, ampok jagung, onggok, molases, tepung tulang ikan dan masih banyak lagi.

Baca juga: Beternak Kambing Impor dan Peranakannya

Untuk kambing dan domba dewasa dengan tujuan penggemukan (12-18 bulan) dapat diberi konsentrat dengan kandungan Protein kasar (PK) 14-16%. Lain halnya denga pemeliharaan indukan domba yang akan dikawinkan, lebih baik diberi konsentrat dengan PK 18-20%, sedangkan pada ternak bunting dan laktasi dibutuhkan konsentrat dengan 14-16 dan tambahan kalsium, bisa melalui mineral blok. Konsentrat harian kambing dan domba dapat diberikan sebanyak 1-3% dari berat badan, tergantung fase produksinya. Pemberian konsentrat berlebihan sangat tidak disarankan pada jenis hewan ruminansia, karena dapat memicu tarjadinya acidosis metabolic.

Anjing Dobermann

Anjing Dobermann

Mengenal Anjing Doberman

PecintaSatwa.com – Breed anjing Dobermann tercatat mulai dikenal pada tahun 1860, melalui persilangan / cross breeding dari beberapa jenis anjing, diantaranya Anjing Gembala Jerman, Anjing Greyhound, Anjing Rottweiler, dan Anjing Weimaraner. Di negara asalnya, secara resmi disebut Louis Dobermann.

Dari perkawinan silang beberapa breed diatas, Dobermann mewarisi banyak sifat unggul, seperti kemampuan sebagai anjing penjaga, dan anjing pemandu karena kecerdasan dan sifatnya yang pemberani, cepat dan perawakan yang gagah. Anjing Dobermann sangat setia pada masternya, melindungi sang tuan dengan kekuatan dan kasih sayang.

Baca juga: Gagahnya Anjing Rotweiller

 Anjing perkasa asli Jerman ini banyak digunakan sebagai anggota kepolisian dan biro keamanan di dunia. Sebagai anggota keluarga, Dobermann akan menjadi anjing favorit, ia banyak diperlihara pencinta anjing baik di desa maupun di perkotaan.

Ciri Khas Anjing Doberman

Dobermann memiliki bulu (rambut.red) pendek yang lembut, biasanya berwarna hitam dengan kombinasi warna cokelat pada moncong, dada bagian lateral, dan kaki bagian bawah. Selain hitam, terdapat Dobermann dengan variasi warna coklat, kebiruan dan isabellla. Bentuk kepala Dobermann cenderung datar memanjang, dengan mata berbentuk almond, kakinya kompak menyerupai kaki kucing.

Simak: Waspadai Canine Influenza Flu Anjing

Anjing Gagah yang pemberani ini, dapat survive hingga lebih dari 13 tahun, berat tubuh idealnya sekitar 30-40 kg, dengan tinggi 65-69 cm. Dobermann mudah bersosialisasi dalam keluarga dan lingkungan, disamping itu ia juga cukup mudah dilatih, namun anda harus sering mengajaknya exercise diluar, karena Doberman membutuhkan waktu exercise yang rutin setiap hari. Dalam hal grooming, cukup mudah merawatnya, satu minggu sekali cukup dapat menjaga keelokan tubuh perkasanya.

Ini Lho Ragam Babi Asli Indonesia

Ini Lho Ragam Babi Asli Indonesia

Babi Asli Indonesia

PecintaSatwa.com – Kebutuhan daging babi nasional saat ini sudah mencapai 7.204.768 ekor pertahun, angka ini harus terus ditingkatkan sebesar 1,15% pertahun berdasarkan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjenakkeswan). Permintaan pasar setinggi itu menjadi angin segar bagi para pengusaha dan peternak babi, binis ini pun semakin menjanjikan.

sulawesi warty pig
sulawesi warty pig

Kekayaan nusantara pun termasuk dengan keaneragaman hayati. Saat ini, Indonesia memiliki 5 spesies babi dari 8 spesies babi di dunia, 52 dari 90 breed babi di planet Bumi ini pun tersebar di kawasan Asia Tenggara termasuk tanah air kita. Lebih dari separuh jumlah spesies babi dunia yang dimiliki Indonesia merupakan jenis babi dengan kualitas daging unggulan, mampu beradaptasi dengan baik meski hanya mengkonsumsi limbah pertanian dan limbah rumah tangga. Ibarat kata, babi indonesia dapat mengubah sampah menjadi daging berkualitas wahid.

javan warty pig
javan warty pig

Jumlah kebutuhan daging babi nasional yang tinggi ternyata tidak memiliki titik temu yang menguntungkan dengan banyaknya jenis babi lokal negeri ini. Populasi babi lokal terus menurun dari tahun ke tahun, salah satunya disebabkan karena peternak (50%) masih memelihara babi dengan sistem ekstensif atau tradisional sebagi usaha sampingan keluarga. 45% diantaranya mulai menggunakan sistem semi intensif, dan hanya 5 % peternak babi menggunakan sistem intensif, itu pun lebih memilih jenis babi impor sebagai komoditasnya.

babi rusa
babi rusa

Dapat dimaklumi, apabila peternak lebih memilih jenis babi impor. Perbedaan laju pertumbuhan harian / average daily gain (ADG) yang dapat dicapai babi lokal seperti babi Bali hanyak sekitar 0,14%, sedangkan babi impor seperti jenis White Large bisa dua kali lipatnya bahkan lebih. Dilemanya, penelitian mengenai teknologi budidaya babi masih sangat minim di Indonesia, karena kebanyakan peneliti masih berfokus pada sektor unggas dan ruminansia. Paradigma inilah yang harus segera dirubah. Babi lokal kita pun dapat menjadi produk unggulan apabila antara peternak, peniliti dan pemerintah bekerja sinergis mengembangkannya.

Spesies Babi Lokal Indonesia

Berikut ini, adalah 5 spesies dan jenis babi lokal yang terdapat di Indonesia, mari kita simak bersama:

  • Sus Sacrofa :

Spesies babi domestik atau disebut juga sebagai Sus sacrofa domestica. Satu spesies dengan babi impor seperti Landrace dan Hampshire, namun berbeda breed dan varian. Diantaranya sebagai berikut:

 

babi bali
babi bali

Babi Bali : didaerah timur berwana hitam dan berambut kasar, punggung melengkung, tapi perut menggantung, moncong sedikit lebih panjang. Babi di daerah utara, selatan dan tengah berpunggung melengkung, perut membesar, belang putih pada kaki, moncong pendek, telinga runcing

Baca: Babi Bali – Babi liar yang bernilai Tinggi

 

babi timor
babi timor

Babi Kupang, Babi Timor : ukuran tubuh sedang, bentuk kepala kecil, taring tidak melekat saat tua, tulang punggung tidak kokoh, warna dominan hitam, kombinasi putih dan merah bata, berambut kasar terutama pada punggung, kaki dan moncong

 

babi toba
babi toba

Babi Nias, Babi Toba, Babi Samosir, berada di Sumtera Utara, berwarna hitam keabuan, punggung melengkung kadang ada yang datar, badan besar rendah hingga menyentuh tanah, moncong panjang, telinga kecil dan runcing

 

babi toraja

Babi Toraja: banyak di Sulawesi Selatan, khususnya di Toraja Utara, sering disebut babi kampong, berwana hitam atau kehitaman, kepala kecil, telinga agak runcing, punggung melengkung dan ukuran tubuh sedang

Jenis Babi Liar yang Hidup di Indonesia

bearded pig
bearded pig

Selain jenis terdomestikasi, 4 dari 5 spesies babi lokal merupakan jenis babi liar, jumlahnya juga terus menurun setiap tahun akibat perburuan liar di alam, bisa jadi beberapa tahun kedepan variasi babi-babi ini hanya tinggal diorama apabila tidak kita jaga kelestariannya. Diantaranya sebagai berikut:

  • Sus verrucosus: Javan warty pig (variasi warna beragam, mulai hitam legam hingga merah pucat. Ukuran tubuh kecil hingga besar)
  • Sus barbatus: Bearded pig / babi berjanggut (berbadan panjang sekitar 100-160cm dan berat rata-rata 100 kg)
  • Sus celebensis: Sulawesi warty pig (berukuran sedang, berkaki pendek, berat 40-70 kg, bewarna hitam, kadang ada yang cokelat kemerahan atau kekuningan, rambut berwarna lebih terang pada moncong dan perut)
  • Babyroussa babyrussa: Babirusa (kaki panjang, kepa kecil dan hampir tidak berambut. Pejantannya memiliki gigi taring besar membelok keatas ata berbentuk spiral)

Simak juga: Tingkah Laku Reproduksi Babi

Cukuplah swasembada daging sapi yang sulit terkejar, swasembada daging daging babi harus terlaksana dengan memanfaatkan sumber daya alam asli negeri tercinta.

Cintailah Plodhuk Plodhuk Indonesiaaaaa….