Mengenal Okapi

PecintaSatwa.com – Hewan ini sangatlah unik, bentuk  wajah dan kepalanya sekalem Jerapah, si leher panjang, namun dia “bercelana” zebra, porstur tubuhnya mirip kuda, banyak juga yang mengatakan bahwa hewan langkah ini juga memiliki kedekatan rupa dengan rusa. Sayangnya si hewan unik yang kita bahas disini sangatlah langkah, tidak semua kebun binatang di dunia memilikinya, bahkan di Indonesia, maka tak heran jika sangat sedikit orang yang mengenalnya. Dialah OKAPI. (Ketahui: CITES – Standart Legalitas Perdagangan Satwa Internasional)

okapi muda

okapi muda

Okapi (Okapia johnstoni) merupakan hewan asli benua Hitam, Afrika Tengah tepatnya di Republic Kongo. Meski secara penampilan, khusunya bagian kaki belakangnya sangat mirip dengan motif zebra, ternyata secaga garis kekeluargaan (taksonomi) Okapi lebih dekat kekerabatannya dengan Jerapah, dalam satu family Giraffidae, dengan klasifikasi sebagai berikut:

Kingdom         : Animalia

Phylum            : Chordata

Class                : Mamalia

Order               : Artiodactyla

Family             : Giraffidae

Genus              : Okapia

            Species            : Okapia johnstoni

Morfologi Okapi

okapi dewasa

okapi dewasa

Secara morfologi, okapi memiliki tinggi 1,5 meter diukur dari pundaknya, dengan rata-rata panjang tubuh sekitar 2,5 meter, dan berat berkisar 200-350kg. Meski tidak semirip sepupunya, jerapah, okapi tergolong memiliki leher yang panjang, dengan telinga lebar yang fleksibel . wajah, tenggorokan dan dada okapi berwarna putih keabu-abuan, sedangkan  tubuh okapi berwanra coklat kemerahan, dengan garis-garis putih disekitar kaki depan, panggul, dan kaki belakang, juga warna putih di bagian  bawah keempat kakinya, nampak seperti pemain sepak bola dengan kaus kaki putih panjangnya. Okapi jantan memiliki tanduk kecil yang disebut ossicones sedangkan okapi betina tidak memilikinya.

Habitat Okapi

Okapi termasuk hewan herbivora, pemakan tumbuh-tumbuhan seperti rumput, dedaunan, tunas, buah dan jamur. Hewan ini lebih aktif pada siang hari, saat matahari bersinar. Tidak seperti kebanyakan hewan herbivora lainnya yang lebih sering hidup berkoloni, okapi lebih menyukai hidup sendiri, sangat melindungi tertorinya, dan  hanya bergabung dengan jenisnya saat musim kawin tiba.

Okapi betina akan bunting selama 440-450 hari, dengan proses kelahiran berlangsung selama 3-4 jam,  kemudian ia akan merawat anaknya secara sembunyi sembunyi. Okapi kecil terlahir dengan berat 14-30 kg, ia mulai belajar berdiri sejak beberapa menit setelah dilahirkan sebagaimana bangsa ruminansia lainnya, biasanya dapat tegak berdiri dan melangkah mencari puting susu induknya skitar 30-60 menit setelah kelahiran. Susu induk merupakan makanan utama bayi okapi, hingga 3 bulan ia dapat mulai mengkonsumsi dedaunan sebagai tambahan, dan disapih induknya pada umur 6 bulan. Secara alami di habitatnya, okapi dapat hidup hingga 20-30 tahun.

Hewan endemic Republik Kongo ini, biasa hidup di hutan hutan tropis dengan ketinggian 500-1500 diatas permukaan laut. Saat ini statusnya Endagered dalam IUCN (The Internationan Union for The Conservation of Nature of Natural Resourses), dibawah perlindungangan Pemerintah Republic Kongo. Dari tahun ketahun jumlah okapi di habitatnya semakin menurun akibat penjarahan hutan dan perburuan liar, diperkirakan saat ini di alam liar jumlahnya hanya tinggal 25.000 ekor. Karena itu di tempat asalnya, konservasi okapi telah dijalankan sejak 1987.

Yuk kita lindungi satwa dunia demi keseimbangan ekosistem bumi kita tercinta… (Rind)

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.