Tips Mengawinkan Anjing

PecintaSatwa.com – Mengawinkan anjing betina adalah kebahagian tersendiri bagi para owner, terlebih jika anjing tersebut sudah menjadi anggota keluarga yang cintai. Moment ini akan menjadi peristiwa sakral yang mengharukan bagi orang tua angkat si kaki empat ini, bahkan dibeberapa Negara mulai banyak pemilik anjing yang mengadakan pesta dan upacara perkawinan untuk anjing kesayangannya layaknya menikahkan anak gadisnya. Akan tetapi, jangan sembarangan mengawinkan anjing anda. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi dan keberhasilan perkawinan tersebut hingga kebuntingan dan kelahiran. Simak ulasan dibawah ini:

Kapankah anjing betina pengalami pubertas?

Setiap ras anjing memiliki perbedaan umur pubertasnya. Anjing chow chow tergolong ras anjing yang paling cepat puber, ras ini biasanya mengalami birahi pertama pada umur 5 bulan. Sedangkan jenis ras lain rata-rata mulai menunjukkan gejala birahi pada umur 8-9 bulan. Pada beberapa kasus, pubertas dapat tertunda hingga umur 24 bulan, jika hal ini terjadi perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih lanjut untuk mengetahui kesehatan organ reproduksinya.

Anjing betina siap dikawinkan umur berapa?

Anjing betiana baru layak atau siap dikawinkan pada umur 11-18 bulan, paling lambat umur 30 bulan untuk perkawinanya. Meskipun anjing anda sudah birahi sebelum di bawah umur 11 bulan, jangan dikawinkan terlebih dahulu, karena secara fisiologis tubuhnya belum dewasa meski peran reproduksi sudah berjalan. Hal ini berpengaruh pada kondisinya saat kebuntingan terjadi, proses kelahiran dan puppies yang dihasilkan. Pejantan yang mengawininya pertama kali pun usahakan berumur tidak kurang dari 17-19 bulan. Di masa ini anjing jantan dinilai sudah dapat menghasilkan sperma berkualitas optimal untuk perkawinan. (Yuk mengenal: Anjing Samoyed – Si Bola Bulu Putih)

Bagaimana gejala-gejala birahi anjing betina?

Birahi anjing betina salah satunya ditandai dengan sikap diamnya saat dinaiki pejantan, cenderung menyingkap ekornya ke salah satu sisi jika sekitar pangkal ekor / perineal disentuh.

Leleran darah darah dari alat kelamin akan tampak dari sebelum terjadinya birahi (masa proestrus), lamanya sekitar 9 hari. Masa birahi dimualai biasanya setelah tidak lagi keluar leleran darah, namun berganti dengan keluarnya leleran kuning kental.

Kapankah waktu paling tepat mengawinkan anjing betina?

Masa paling baik untuk mengawinkan anjing betina adalah sekitar 10-14 hari setelah pertama kali terlihat adanya leleran darah, atau sekitar 2-3 hari setelah keluar leleran kekuningan. Pada beberapa anjing, terkadang tidak menunjukkan gejala mengeluarkan leleran kekuningan, bahkan cenderung terlihat mengeluarkan darah terus menerus hingga puncak birahi bahkan hingga beberapa hari setelah birahi berakhir. Oleh sebab itu ketelitian pemilik untuk mengamati timbulnya gejala awal birahi sangat dibutuhkan untuk menentukan tanggal perkawinan yang tepat. (Baca juga: Kesulitan Melahirkan pada Anjing)

Penundaan perkawinan apakah baik dilakukan?

Jika anda benar-benar ingin anjing kesayangan anda memiliki keturunan, lebih baik anda tidak melakukannnya. Penundaan perkawinan dapat mengurangi kesuburan anjing betina, menjadikan ia lebih sulit bunting dan berhenti birahi lebih awal dari seharusnya. Perkawinan terbaik lebih disarankan pada siklus birahi yang terjadi pada umur 11-18 bulan.

Bagaimana dengan perkawinan antar breed

Perkawinan silang / antar breed pada anjing sangat tidak disarankan, karena secara medis setiap breed memiliki kepekaan berbeda pada obat-obatan, jadi jika anjing tersebut sedang dalam perwatan dokter hewan, ia akan mendapatkan terapi sesuai dengan ras. nya Obat-obatan tertentu dapat berbahaya bagi salah satu ras anjing, namun tetap aman dan bermanfaat untuk ras lain. (Simak juga: Terapi Anti Kutu, Pentingkah???)

Selain itu, perkawinan silang juga dapat merusak performa murni suatu breed, jika hal ini terus terjadi maka lambat laun ciri khas fisik suatu ras anjing tidak akan muncul pada keturunannya, termasuk dengan tempramennya. Anjing hasil perkawinan silang cenderung sulit ditebak tempramennya, hal ini tentu mempersulit kita untuk melatihnya, merawatnya, dan mengajaknya bersosialisasi. (Rind)

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.