Manajemen kesehatan dan manajemen pakan

PecintaSatwa.com – Peternak mana yang tak merugi apabila sapi yang dipeliharanya tidak berproduksi dengan baik, makan minum lahap normal, terlihat cukup aktif, tapi badannya tak kunjung berisi. Lebih mengenaskan lagi, jika kemudian tiba-tiba ketahui ternak tersebut terkapar dikandang tanpa terlihat sakit sebelumnya, tak lesu juga lemah.

Baca pula: Penyebab Bobot Sapi Merosot

Banyak faktor menyebabkan kasus di atas. Manajemen kesehatan dan manajemen pakan terutama yang memegang peran penting. Salah satu penyebab kejadian tersebut adalah adanya hair balls / bola dalam saluran pencernaan sapi.

Secara harfiah, hair balls dapat diartikan sebagaimana katanya, bola-bola rambut. Jangan dianggap remeh, helaian-helaian rambut sapi ini dapat menjadi benda berbahaya yang mematikan, terutama pada pedet-pedet yang tidak disusui langsung oleh induknya.

Hair Balls atau Bola Rambut Sapi Terjadi Karena

Hair balls merupakan salah satu menifestasi klinik defisiensi mineral yang terjadi pada ternak. Apabila pakan hijauan dan konsentrat yang diberikan pada ternak memiliki kandungan mineral di bawah ambang basal kebutuhan, maka secara naluriah tenak akan mencari sumber mineral sendiri untuk mencukupi kebutuhan metabolisme tubuhnya. Maka jangan heran jika anda melihat sapi-sapi dikandang menjilati palungan hingga keropos, menjilat pagar besi dan rantai kandang, dan bisa juga menjilati sapi-sapi lainnya.

Baca: Sapi Limousin – The Blondy Cattle

diduga terdapat hairballs dalam lambungnya

diduga terdapat hairballs dalam lambungnya

Saat sapi menjilat tubuh kawannya, maka rambut sapi lain tersebut juga ikut terjilat, menempel dilidah kemudian tertelan hingga di saluran pencernaan. Uniknya, saat di rumen dan retikulum, rambut-rambut sapi tersebut tidak semua menyatu dengan pakan dan terangkut ke usus halus, namun menyisih, mengumpul kemudian menggumpal membentuk hair balls. Apabila sapi terus menjilati kawannya setiap hari dalam waktu yang cukup panjang, rambut-rambut ikutan tersebut akan terakumulasi di lambung sapi, membentuk gumpalan yang semakin besar setiap harinya.

Akibat dari Hair Balls

Hair balls sangat berbahaya, ketika besarnya gumpalan tersebut sudah lebih besar dari saluran pencernaan sapi, bahkan dapat terus membesar hingga memenuhi salah satu lambung. Hair balls tersebut akan terperangkap di depan saluran pencernaan dan menyumbatnya sehingga pakan yang telah dicerna di rumen tidak dapat mengalir ke retikulum. Sumbatan hair balls biasanya berada di saluran antara rumen ke retikulum dan retikulum ke omasum.

Hair balls yang menyumbat membuat pakan stuck berada di rumen atau retikum, bahkan air pun membutuhkan waktu lebih lama untuk mengalir, karena harus menerobos celah-celah sumbatan. Pakan akan terus terbendung di rumen / retikum sehingga terjadilah impactio ruminitis / sarat rumen. Hewan yang mengalami ini pasti akan merasa tidak nyaman dan, lemah karena sedikit sekali nutrisi yang terserap usus halus dan beredar ketubuh. Pada kebanyakan kasus, tidak terlalu terlihat adanya gejala sakit, sebab kasus hair balls biasanya merupakan kasus kronis, terjadi dengan kurun waktu cukup lama, hanya saja hewan akan terlihat semakin kurus dan kemudian mati.

Simak: Beberapa Hijauan untuk Makanan Ternak Anda

Defisiensi mineral yang menginisiasi terjadinya hair balls biasanya terjadi pada suatu peternakan yang memiliki unit feedmill (pengolahan pakan), tanpa disertai ahli nutrisi yang mumpuni, sehingga perhitungan gizi pakan hanya hanya sebatas unsur makro saja seperti energi, protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan berat kering, sedangkan kebutuhan mikro seperti mineral lebih banyak terabaikan. Selain itu dapat pula terjadi karena tidak dilakukannya produksi pakan dengan kandungan nutrisi berjenjang, namun ternak yang dipelihara terdiri dari berbagai status produksi dan reproduksi. Hal ini umum terjadi pada saat peternakan yang biasanya hanya melakukan fattening, mulai expand ke bisnis breeding farm, akibatnya ternak betina bunting dan laktasi serta pedetan juga mengkonsumsi pakan untuk sapi grower dan finisher, sedang kandungan nutrisi dan mineralnya jelas berbeda satu sama lain. (Rind)

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.