Apa itu Canine Influenza

anjing sakit

anjing sakit

Selama ini kita sering mendengar kasus Avian Influenza terutama karena penyakit yang mewabah sejak tahun 2003 tersebut menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar dan juga dapat menular ke manusia, terbukti dari banyaknya jumlah korban jiwa yang meninggal akibat tertular. Ternyata, penyakit influenza tidak hanya terdapat pada manusia dan unggas, pada Anjing pun juga dijumpai penyakit ini, biasa dikenal dengan sebutan Canine Influenza. Pernahkah Anda mendengar soal Canine Influenza? Meskipun belum pernah dilaporkan kejadian wabah Canine Flu di Indonesia, tidak ada salahnya kita mengenal penyakit tersebut sehingga kita akan lebih waspada dan mampu melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin.

Perlu disimak: Sterilisasi pada Hewan Kesayangan

Etiologi (Asal Muasal) Canine Influenza

Canine Influenza (Canine Flu) atau Flu Anjing, disebabkan oleh golongan virus influenza yang sama dengan penyebab Avian Flu, yaitu virus RNA tipe A, famili  Orthomyxoviridae hanya saja subtipe virusnya berbeda. Canine Flu disebabkan oleh virus influenza (Canine Influenza Virus-CIV) subtipe H3N8 dan H3N2. Walaupun tidak bersifat zoonosis, namun virus ini memiliki kemampuan untuk menular antar sesama anjing yang sangat tinggi (highly contagious). Dan lagi, dengan karakteristik virus influenza yang mudah bermutasi maka yang perlu diwaspadai adalah adanya reassortment virus tersebut dengan virus Influenza lainnya yang sudah beredar. Seperti yang sudah kita ketahui bahawa virus influenza memiliki kemampuan untuk membentuk subtipe/clade baru dengan cara mengubah sususan asam amino pada saat proses replikasi (antigenic drift) ataupun melakukan pertukaran material genetik antar virus influenza (antigenic shift). Bukan tidak mungkin kelak virus Canine Flu ini akan dapat menular pada manusia juga, bukan?

virus canine influenza

virus canine influenza

Sebenarnya, virus H3N8 sudah dikenal sejak lebih dari 40 tahun yang lalu sebagai virus penyebab influenza pada kuda (Equine Influenza Virus), namun kemudian virus tersebut bermutasi hingga saat ini dikenal sebagai virus penyebab influenza pada anjing.

Pada tahun 2002, virus H3N8 menimbulkan wabah pada anjing ras foxhound di Inggris. Pada tahun 2004, virus H3N8 juga dilaporkan menimbulkan wabah pertamakali pada anjing greyhound di beberapa negara bagian di Amerika. Pada tahun 2007, ditemukan wabah yang serupa di Korea Selatan. Namun menurut penelitian, penyebab wabah tersebut adalah virus influenza subtipe H3N2 yang ditularkan dari unggas dengan kesamaan genetik sebanyak ≥97% (Song et al., 2009). Selain di Korea Selatan, virus subtipe H3N2 juga ditemukan di China (Li et al., 2010) dan Thailand. Kemudian pada tahun 2009, Korea Selatan berhasil mengisolasi virus influenza H3N1 dari anjing yang menunjukkan gejala gangguan saluran pernapasan. Dari hasil penelitian Song et al (2012), virus tersebut merupakan hasil reassortment dari virus H3N2 dan H1N1 dengan kemiripan genetik sebesar 99,1-99,6% terhadap H1N1 dan 99,6% terhadap H3N2.

Baca : Waspadai Demodekosis – Parasit pada Anjing

Beberapa bulan terakhir, Canine Flu kembali mewabah di Amerika, tepatnya di Chicago. Tetapi yang mengejutkan, Canine Influenza Virus (CIV) yang menyebabkan wabah kali ini bukanlah strain H3N8 yang selama ini diketahui sebagai satu-satunya CIV yang ada di Amerika, melainkan strain H3N2 yang justru diketahui sebagai CIV asal Asia.

Penularan Canine Influenza

Penularan Canine Flu terjadi melalui kontak dengan peralatan (termasuk dengan manusia) yang sudah terkontaminasi virus. Selain itu Canine Flu juga menyebar saat kontak langsung maupun via udara, dari satu anjing ke anjing lainnya. Virus Canine Flu mampu bertahan pada permukaan air hingga 48 jam, pada kain/baju hingga 24 jam, dan pada permukaan tangan selama 12 jam. Masa inkubasi virus Canine Flu adalah selama 2-4 hari hingga menunjukkan gejala klinis dan akan menyebarkan virus (shedding) melalui sekretnya selama 7-10 hari. Menurut penelitian, sebanyak 20-25% anjing yang terinfeksi Canine Flu tidak menunjukkan gejala klinis, namun mereka tetap saja menularkan infeksi tersebut kepada anjing lain. Outbreak umumnya terjadi pada kelompok anjing yang memiliki kontak rutin dengan anjing lain, seperti pada shelter (penampungan), kennel/breeder (pembiakkan), atau fasilitas dog day care (penitipan).

Simak: Tips Pentingnya Menyikat Gigi Anjing Anda

Gejala Klinis Canine Influenza

Gejala yang tampak pada anjing penderita Canine Flu sering kali disalah artikan sebagai gejala Kennel Cough yang disebabkan oleh bakteri Bordetella bronchiseptica ataupun gangguan pernapasan lain pada anjing seperti Complex Canine Infectious Respiratory Disease (CCIRD), yaitu demam ringan, batuk persisten, keluar leleran dari hidung, bersin, nafsu makan berkurang, lemas, dan frekuensi pernapasan bertambah cepat. Sifat CIV yang menyerang dan bereplikasi di epitel-epitel saluran pernapasan menyebabkan anjing yang terserang Canine Flu juga akan mengalami rhinitis, tracheitis, bronchitis, dan bronchiolitis. Pada kondisi yang lebih parah, anjing dapat mengalami demam tinggi (104° – 106° F) dan kematian akibat pneumonia atau bronchopneumonia. Anjing-anjing tua dengan kondisi gangguan jantung atau pernapasan memiliki resiko lebih besar terserang Canine Flu. Begitupun dengan anjing-anjing ras brancychepalica seperti Boxer, Pekingese, Pugs, dan Shih Tzu, juga memiliki resiko tinggi terserang Canine Flu. Dari hasil nekropsi, anjing-anjing yang mengalami kematian akibat Canine Flu menunjukkan adanya perdarahan pada paru-paru, mediastinum, dan cavum pleura. Paru-paru juga menunjukkan adanya gejala pneumonia

Baca pula: Problem Kulit pada Anjing

Pengobatan dan Pencegahan Canine Influenza

vaccine

vaccine

Sama seperti infeksi virus lainnya, tidak ada terapi spesifik pada infeksi Canine Flu. Penderita akan diberikan terapi suportif seperti terapi cairan untuk mengatasi dehidrasi dan antibiotik untuk mencegah adanya infeksi sekunder bakteri. Selain itu juga asupan pakan harus tercukupi baik jumlah dan kandungan gizinya.

Pencegahan dapat dimulai dengan cara menjaga anjing peliharaan anda tetap sehat dan terjaga sistem imunitas tubuhnya karena saat ini vaksin Canine Flu yang mengandung Canine Influenza Virus subtipe H3N8 dan H3N2 baru tersedia di negara-negara yang pernah mengalami outbreak, seperti Amerika dan Korea Selatan. Beberapa cara yang bisa dilakukan dalam rangka pencegahan, antara lain:

  1. Memperhatikan asupan nutirisi, waktu makan dan istirahat anjing peliharaan anda.
  2. Memeriksakan kesehatannya dan vaksinasi secara rutin.
  3. Memperhatikan kebersihan anjing, kandang, peralatan, dan lingkungan sekitarnya. Kandang dan peralatan dapat dibersihkan menggunakan desinfektan yang mengandung Benzalkonium chloride atau desinfektan lain yang termasuk dalam golongan aldehid dan golongan fenol.
  4. Kebersihan personal juga perlu terjaga, jangan lupa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah kontak dengan setiap anjing, setelah terkena air liur, urin, feses, atau darah anjing, serta setelah membersihkan kandang.
  5. Jangan bawa anjing anda exercise di tempat umum (taman, lapangan, dll) atau mengikuti gathering apabila anjing anda sedang mengalami gejala flu serta saat ada wabah Canine Flu dan gangguan saluran pernapasan lain di lingkungan sekitar.
  6. Terpenting, jangan anggap sepele apabila anjing anda menunjukkan gejala flu, segeralah konsultasi dengan dokter hewan langganan anda.

 

Referensi

Anonimusa. 2015. Canine Influenza. (online), (http://www.avma.org/KB/Resources/Reference/Pages/Canine-Influenza-Backgrounder.aspx, diakses tanggal 19 April 2015)

Li, S., Z. Shi., P. Jiao., G. Zhang., Z. Zhong., W. Tian., L. Long., Z. Chai., X. Zhu., M. Liao., X. Feng Wan. 2010. Avian Origin H3N2 Canine Influenza A Viruses in Southern China. Infection, Genetics, and Evolution Vol. 10 (8): 1286-1288.

Song, D., H.J. Moon., D.J. An., H.Y. Jeoung., H. Kim., M.J. Yeom., M. Hong., J.H. Nam., S.J. Park., B.K. Park., J.S. Oh., M. Song., R.G. Webster., J.K. Kim., B.K. Kang. 2012. A Novel Reassortant Canine H3N1 Influenza Virus Between Pandemic H1N1 and Canine H3N2 Influenza Virus in Korea. J. Gen. Virol. Vol 93 (3): 551-554.

Song, D., C. Lee., B. Kang., K. Jung., T. Oh., H. Kim. 2009. Experimental Infection of Dogs with Avian-Origin Canine Influenza A Virus (H3N2). Emerg. Infect. Dis. 1 (1): 56-58

The Center for Food Security and Public Health. Canine Influenza. 2014. US: College of Veterinary Medicine Lowa State University.

 

(Kontributor: drh. Galuh Pawestri Prameswari)

 

Pecinta Satwa
Freelance Contributor at Pecinta Satwa [dot]com
Beberapa kontributor lepas yang menulis artikel untuk Pecinta Satwa [dot]com. Masih ada yang aktif menulis dan ada yang sudah tidak aktif.