Feline Parvo Virus

kitten penderita panleukopenia

Kitten penderita panleukopenia

Feline Panleukopenia atau dikenal sebagai Feline Infectious Enteritis adalah salah satu penyakit yang sangat mematikan untuk kucing. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi feline parvovirus yang menyebabkan keradangan pada bagian saluran pencernaan (gastrointestinal). Feline parvovirus termasuk virus DNA, masuk kedalam famili Parvoviridae, virus menginfeksi melalui mulut atau hidung kemudian menuju limfoglandula pada bagian tonsil dan tenggorokan setelah itu virus akan menghancurkan sel-sel yang aktif melakukan pembelahan pada sel-sel sumsum tulang, jaringan limfoid, epitel usus dan retina.

Virus akan menekan produksi sel darah putih yang ada pada sumsum tulang sehingga jumlah seluruh sel darah putih berkurang, karena itulah penyakit ini dinamakan panleukopenia. Pada saluran pencernaan (intestinum/ usus halus) virus menyebabkan ulser yang memicu adanya diare, diare yang berlebihan akan menyebabkan cairan yang kaya akan elektrolit akan terbuang dan mengakibatkan dehidrasi, akibat kekebalan tubuh berkurang infeksi sekunder bakteri akan muncul.

Pada induk kucing yang bunting, virus akan menular secara intraplacental dan akan menginfeksi embrio atau janin yang sedang berkembang secara cepat sehingga dapat menyebabkan kematian pada embrio, mumifikasi, abortus atau still birth ( lahir tetapi mati). Infeksi pada saat kelahiran akan menyebabkan kerusakan pada bagian otak sehingga memicu gangguan sistem syaraf pusat yang berakibat adanya inkordinasi dan berujung kematian.

Virus ini banyak ditemukan pada produk sekresi dan eksresi kucing seperti feses, urin, cairan muntah, air liur (saliva) pada fase akut dari penyakit dan dapat bertahan pada feses kucing selama 6 minggu setelah masa penyembuhan.

Gejala klinis infeksi virus

Sebagian besar infeksi dari virus panleukopenia berlangsung secara akut. Kucing yang terinfeksi kebanyakan berusia muda (dibawah 1 tahun). Gejala klinis yang terlihat yaitu demam, nafsu makan berkurang, lesu, gejala muntah akan terlihat 1-2 hari setelah adanya demam. Diare merupakan gejala yang tampak terakhir, muntah dan diare terjadi secara teratur, diare dapat disertai dengan darah.

tes kit - deteksi antigen parvovirus

Tes kit – Deteksi antigen parvovirus

Dehidrasi parah akan terus berlangsung selama periode infeksi walaupun kucing meminum cairan dalam jumlah banyak. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya depresi, dehidrasi dan terkadang adanya rasa sakit dibagian perut. Pada anak kucing yang terinfeksi panleukopenia akan mengalami kematian dalam waktu 24 jam setelah timbul gejala klinis.

 

Diagnosa Infeksi Feline Parvo Virus

Kucing yang mengindikasi adanya infeksi virus dapat didiagnosa dengan menggunakaan pemeriksaan darah. Pada pemeriksaan darah, akan tampak adanya penurunan jumlah leukosit. Pemeriksaan lain dengan menggunakan test kit khusus yang digunakan untuk mengetahui antigen virus, hasil positif akan di tunjukan pada test kit dengan adanya dua garis pada alat pemeriksaan.

Pencegahan

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi tidak dapat dilakukan pada kucing yang sedang bunting, mengalami imunosupresi, sakit atau usia kucing masih dibawah 4 mingu. Kucing divaksinasi pada umur 8-10 minggu kemudian diulang pada usia 12-14 minggu, dan kemudian diulang setiap tahun sekali.

Penangganan

Apabila kucing menderita gejala klinis yang telah ditunjukan diatas ada baiknya segera menghubungi dokter hewan untuk mendapatkan penanganan dengan cepat, dan apabila kucing telah didiagnosa mengalami panleukopenia, pemilik dianjurkan melakukan disinfeksi kandang hewan dengan menggunakan larutan TH4 atau dengan menggunakan larutan Natrium Hipoklorit (NaOCL), dalam satu populasi kucing harus diberi tambahan vitamin dan nutrisi agar stamina tetap terjaga.

 

Hizriah Alief Jainudin, drh.
Alumni Dokter hewan UGM (2013), Mahasiswa S2 Medis Klinis FKH UGM, Praktisi Pet and Exotic Animal di Sleman Yogyakarta.