Mengapa Ayam Perlu Vaksinasi?

ayam pasca vaksinasiVaksinasi yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar akan mengurangi resiko meledaknya penyakit infeksius terutama yang disebabkan oleh virus pada peternakan Anda. Vaksinasi adalah suatu mata rantai pencegahan sejak dari induk (breeding) sampai anak ayam (komersial). Bukankah mencegah selalu lebih baik daripada mengobati? Vaksinasi (dengan vaksin) yang baik berperan dalam memacu pembentukan antibodi (kekebalan) tubuh ayam sebelum kontak langsung dengan agen penyakit di lapangan. Tingkat kekebalan yang baik akan melindungi ayam Anda terhadap infeksi agen penyakit, terutama virus, dan menghambat replikasi atau perbanyakan virus. Hal demikian yang akan mencegah munculnya gejala klinik, terjadinya kematian, penurunan produksi, dan gangguan pertumbuhan.

Prosedur dan Jenis vaksinasi

Vaksinasi dan vaksin merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Tata laksana atau prosedur vaksinasi yang benar harus didukung juga dengan produk vaksin yang paripurna. Pilihan jenis vaksin dan program vaksinasi yang mapan pada suatu lokasi proses vaksinasipeternakan biasanya akan diterapkan secara berulang atau terus menerus tiap periode pemeliharaan, dan tidak akan mudah untuk merubahnya tanpa ada alasan yang kuat, terutama untuk program atau jadwal vaksinasi. Dan progam atau jadwal vaksinasi antara peternakan satu dengan lainnya bisa saja berbeda, karenanya tidak perlu meniru 100% program vaksinasi peternakan lain yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan vaksinasi Anda. Alasan perbedaan yang paling utama biasanya adalah sejarah penyakit di suatu farm.

Kemudian untuk produk vaksin, pilihlah vaksin yang  paripurna, artinya vaksin yang memiliki kemampuan membentuk antibodi (performa titer antibodi) yang baik, dengan level protektivitas yang tinggi, dan mampu melindungi dalam waktu yang lama. Vaksin yang paripurna itu ibarat seorang peetinju hebat yang mampu memukul KO lawannya dalam sekali pukulan!.

Evaluasi Keberhasilan Vaksinasi

pemeliharaan ayam broiler mulai day old chick (DOC) ayam umur sehariPengetahuan akan keberhasilan suatu program vaksinasi didapat dengan melakukan evaluasi performa vaksin, dengan uji serologis seperti tes HI (Haemaglutinasi Inhibisi) dan  ELISA (Enzym Linked Immunosorbent Assay). Selain untuk mengetahui performa vaksin, hasil dari evaluasi juga dapat digunakan untuk mengetahui lebih jelas kondisi kesehatan ayam saat divaksinasi, ada atau tidaknya kontak dengan virus lapang, pun untuk penentuan program vaksinasi yang tepat.

Tata laksana atau prosedur vaksinasi yang benar dan pilihan produk vaksin serta evaluasi performa vaksin dapat Anda diskusikan dengan para ahli (Dokter Hewan Perunggasan) dari perusahaan-perusahaan vaksin dan obat hewan yang tersebar di lapangan.

Hal yang harus diperhatikan agar hasil vaksinasi optimal, yaitu:

  • Vaksinasi hanya dilakukan pada ayam sehat.
  • Pastikan pelaksanaan vaksinasi dari persiapan vaksin (termasuk thawing) dan aplikasinya secara benar.
  • Berikan vaksin sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh pabrikan, dan pastikan ayam mendapatkan dosis yang tepat saat aplikasi.
  • Lakukan pengawasan selama pelaksanaan vaksinasi.
  • Kurangi hal-hal yang menyebabkan imunosupresif (stress tinggi, kualitas pakan buruk, padat, ventilasi kuyang, dll),

Sebagai tambahan, biasakan mencatat waktu vaksinasi (tanggal atau umur saat ayam divaksin), jenis vaksin yang digunakan serta no.batch vaksinnya. Vaksinasi (termasuk vaksin) yang baik merupakan ‘asuransi kesehatan’ yang akan mencegah terjadinya penyakit yang bisa datang kapan saja.

Setelah dilakukan vaksinasi, kontrol kesehatan rutin setiap hari tetap harus dilakukan oleh tenaga operasional peternakan anda, konsultasikan segala hal yang merujuk pada gangguan kesehatan kepada dokter hewan yang bertugas di peternakan tersebut, sehingga gejala penyakit dapat terdeteksi sejak dini, dan proses pengobatan dapat segera dilakukan. Hal ini merupakan langkah yang efektif dan efisien dalam pelaksanaan management kesehatan hewan farm yang anda kelola, jika diterapkan dengan baik dan disiplin, angka kejadian penyakit dapat diminimalisir, dengan demikan keuntungan yang diperoleh pun akan meningkat.

 

(Kontributor : Drh. Arief Ervana)

 

Pecinta Satwa
Freelance Contributor at Pecinta Satwa [dot]com
Beberapa kontributor lepas yang menulis artikel untuk Pecinta Satwa [dot]com. Masih ada yang aktif menulis dan ada yang sudah tidak aktif.