Cara Meningkatkan Bobot Ayam Pedaging

PecintaSatwa.com – Berat hidup, persentase karkas, dan efisiensi pakan merupakan tolak ukur keberhasilan industri peternakan ayam pedaging. Tinggi rendahnya keuntungan yang didapat perusahaan dan peternak mitra tergantung pada ketiga komponen tersebut. Semakin tinggi berat hidup dan persentase karkas ayam masa panen, maka semakin tinggi pula laba yang dihasilkan, terlebih jika pakan yang dikonsumsi dapat ditekan seminimal mungkin dalam artian memiliki konversi pakan yang tinggi, tentunya berlipat ganda profit yang didapat karena semakin efisien penggunaan pakan.

Simak: Tips Pengaturan Pakan dan Minum yang Tepat pada Peternakan Ayam Broiler

70% biaya operasional peternakan ayam pedaging digunakan untuk pakan. Peningkatan keuntungan bisa diusahakan dengan menekan pembiayaan pakan dan memaksimalkan produksi yang ditunjukkan dengan persentase karkas. Banyak studi dilakukan para peneliti universitas dan R&D perusahan ayam broiler untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memaksimalkan hasil panenan, salah satunya adalah dengan suplementasi jenis lemak tertentu dalam pakan, minyak kelapa salah satunya.

Ransum Ayam Pedaging

Penambahan minyak kelapa dalam ransum ayam pedaging dapat meningkatkan palatabilitas (nafsu makan), dan mengurangi debu. Dari sisi produksi pun minyak kelapa dapat meringankan kerja mesin pembuat pellet. Minyak kelapa berfungsi untuk mempermudah penyerapan vitamin A, D, E, K, karoten dan kalsium di dalam saluran pencernaan, juga memenuhi kebutuhan asam lemak esensial serta meningkatkan efisiensi penggunaan energi dalam tubuh ayam.

Suplementasi 2-6% minyak jagung pada pakan ayam broiler dilaporkan dapat meningkatkan bobot hidup ayam. Pakan tersebut memiliki kandungan energi yang sangat tinggi, melebihi yang dibutuhkan oleh tubuhnya, ditambah dengan kadar protein pakan yang dibuat sedikit dibawah ambang menjadikan kelebihan energi akan dikonversi menjadi lemak tubuh.

Baca pula: Tips Pembersihan Kandang Unggas

Penambahan Minyak Kelapa pada Pakan Ayam

Heni Setyo Prayogi (2007), peneliti dari Universitas Brawijaya membuktikan bahwa penambahan minyak kelapa dalam pakan dapat meningkatkan berat hidup, persentase karkas dan konversi pakan. Dalam penelitiannya, digunakan 100 ekor ayam broiler jantan jenis Lohman berumur 3 minggu. Sampel tersebut dibagi menjadi 4 kelompok, 1 kelompok kontrol tanpa perlakuan dan 3 kelompok perlakuan dengan suplementasi minyak kelapa berturut turut sebesar 1%, 2%, dan 3%, seluruh kelompok dipelihara selama 4 minggu.

Setelah dilakukan pengamatan dan evaluasi, dapat disimpulkan bahwa teknik pakan tinggi energi dengan suplementasi minyak kelapa dalam pakan ayam broiler sebanyak 3% dapat meningkatkan bobot hidup sebanyak 8,1%, berat karkas 6,7% dan konversi pakan 12,5%, sedangkan suplementasi minyak kelapa 1% dan 2% menghasilkan peningkatan bobot hidup, berat karkas dan konversi pakan dibawah kelompok 3%

Keuntungan yang didapat dengan metode penambahan minyak kelapa dalam pakan sangat relativ, tergantung pada seberapa besar skala industri peternakan ayam pedaging yang dioperasikan dan harga minyak kelapa serta ketersediaannya di lapangan. Skala industri dengan ratusan ribu populasi, kemungkinan besar dapat menunjukkan keuntungan yang cukup besar dengan metode ini, dengan syarat biaya produksi tambahan untuk pengadaan minyak kelapa tidak lebih besar dari peningkatan pendapatan yang dihasilkan, dan juga dipertimbangkan potensi fluktuasi harga minyak kelapa sehubungan ketersediaannya di pasaran.

Baca: Cara Meningkatkan Produksi Telur Unggas

Eksplorasi fungsi bahan-bahan alam untuk meningkatkan produksi ternak sudah selayaknya terus digali, guna meningkatkan potensi peternakan negeri ini berbasis sumber daya lokal yang alami, aman dan mudah diterapkan. (Rind)

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.