Waspada Avian Influenza

Musim hujan tahun 2014/2015 yang diprediksi akan sangat panjang, diperkirakan akan sampai pada bulan Juli 2015, dengan puncaknya yaitu pada Februari dan Maret 2015. Keadaan ini membawa suatu kekhawatiran tersendiri bagi peternak unggas komersil di Indonesia. Selain perubahan kondisi cuaca dan lingkungan yang tentu akan berdampak pada fisiologis ayam, salah satu yang menjadi musuh besar para peternak saat musim hujan adalah resiko munculnya penyakit Avian Influenza (AI).

Sudah menjadi rahasia umum kalau penyakit AI ini lebih suka (sering) ‘mampir’ ke area peternakan pada saat musim hujan daripada saat musim panas. Kasus kejadian penyakit AI menjadi tinggi karena kelembaban yang tinggi pada saat musim hujan menjadi faktor pendukung terhadap perkembangbiakan dan penyebaran virus AI di lingkungan. Apalagi air juga merupakan media yang beresiko menyebarkan dan menularkan virus AI di area peternakan. Debit air yang tinggi pada saat musim hujan menjadi salah satu faktor resiko penyebaran penyakit ini. Tingginya kasus kejadian penyakit AI pada musim hujan seperti diungkapkan Dr. Drh. Kamaluddin Zarkasie dalam diagram data berikut ini :

Data kejadian AI

Data kejadian AI

3 Cara Menekan Resiko Outbreak Avian Influenza

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menekan resiko outbreak AI saat musm hujan, yaitu:

  1. Memperketat manajemen pemeliharaan termasuk manajemen kesehatan ayam
  2. Meningkatkan biosekuriti baik pada personal maupun area kandang
  3. Melakukan vaksinasi dengan tepat.

Ayam harus diusahakan tetap berada dalam kondisi yang senyaman mungkin, sistem buka tutup tirai harus diatur sedemikian rupa karena angin biasanya cukup kencang saat musim hujan, pun pastikan tidak ada percikan air hujan yang masuk ke dalam kandang. Perlu diingat juga bahwa virus AI mampu bertahan lama di lingkungan, terutama pada kondisi lembab dan dingin.

Kelembaban yang tinggi juga dapat memicu pertumbuhan jamur yang mencemari pakan, untuk mencegahnya dapat dilakukan dengan penambahan toxin binder pada pakan.

Pemberian Vaksinasi AI dengan Tepat

Kontrol lalu lintas orang dan juga lalu lintas hewan seperti burung-burung liar, tikus, dsb. Lakukan desinfeksi kandang secara rutin dan perkuat vitalitas ayam dengan feed supplement atau vitamin. Yang paling penting, lakukan vaksinasi AI dengan tepat, artinya ‘tepat vaksin’, ‘tepat jadwal’, dan ‘tepat cara’. Vaksinasi AI terbukti secara nyata dapat menekan resiko kejadian AI di lapang.

UnggasPada ayam pedaging, vaksinasi AI dapat diberikan setengah dosis saat ayam berumur 7 hari. Sedangkan pada ayam petelur, vaksinasi AI dapat diberikan satu dosis saat ayam berumur 5 minggu dan diulang di umur 10 minggu. Jadwal vaksinasi AI khususnya pada ayam petelur dapat berbeda-beda tergantung kondisi di masing-masing peternakan. Selebihnya monitoring titer antibodi terhadap AI dapat dilakukan secara rutin, selain untuk menentukan status kekebalan juga dapat dipakai sebagai acuan perlu dilakukan re-vaksinasi atau tidak.

 

(Kontributor: drh. Arief Ervana M.)

 

Pecinta Satwa
Freelance Contributor at Pecinta Satwa [dot]com
Beberapa kontributor lepas yang menulis artikel untuk Pecinta Satwa [dot]com. Masih ada yang aktif menulis dan ada yang sudah tidak aktif.