Polio pada Kambing

Polio pada Kambing

Polio pada Kambing

Penyakit polio sangat sering terdengar, karena banyaknya kasus yang terjadi di lapangan. Kasus terbaru yang bisa digali tentang penyakit ini sebenarnya tidak hanya familiar sebagai jenis penyakit yang menyerang manusia terutama balita. Polio pada hewan juga menjadi salah satu penyakit strategis yang meski jarang terjadi namun angka kematian yang ditimbulkan sangat tinggi. Bagi peternak terutama peternak kambing seharusnya tidak asing dengan salah satu penyakit mematikan ini.

Penyebab polio kambing

Polio kambing atau biasa dikenal dengan Polioencephalomalacia (PEM) merupakan salah satu penyakit metabolik. Penyakit ini menyerang sistem saraf dan koordinasi gerak. Penyebab utama penyakit yang bersifat metabolik ini adalah defisiensi vitamin B1 (Thiamin).

Sistem pencernaan kambing yang tergolong hewan ruminansia sangat bergantung dengan kondisi mikrobial rumen. Pemberian pakan butiran kering dan rasio konsentrat yang terlalu tinggi pada rumen kambing sangat berpengaruh pada aktivitas mikroba rumen. Dalam kondisi intake pakan butiran kering dan konsentrat berlebihan, mikroba rumen terutama spesies Bacillus aneurinolyticus dan Clostridium sporogenes akan menghasilkan tiaminase. Tiaminase inilah yang berpotensi memecah tiamin dan mengakibatkan kegagalan katabolisme karbohidrat. Kekurangan sumber energi dan glukosa dari karbohidrat akan mengurangi sistem koordinasi dan neuromuskular yang berujung pada kejadian penyakit PEM ini.

Baca: Kambing PE – Kambing Lokal yang Multifungsi

Selain pemberian pakan dan konsentrat yang mampu menginduksi tiaminase berlebihan sehingga berdampak defisiensi tiamin, terdapat faktor lain yang menyebabkan produksi tiaminase berlebih antara lain, penggunaan terapi antiprotozoa amprolium dalam jangka waktu yang lama, penggunaan antihelmintik dalam dosis tinggi, konsumsi pakan yang terkontaminasi sulfur, dan pola pakan grazing yang dikembangkan dengan pupuk pasterurisasi.

Kenalilah gejala polio kambing

Polio Mata Kambing

Polio Mata Kambing

Meskipun jarang terjadi namun perkembangan penyakit ini dapat bersifat kronis bahkan akut yang berakibat kematian mendadak. Seperti pada umumnya kambing yang mati mendadak, manifestasi terburuk penyakit PEM ini bisa dikelirukan kematian akibat kembung (bloat) bahkan keracunan pakan. Tanda spesifik yang bisa diamati untuk membedakan dengan penyakit lain, PEM ini menunjukkan gejala sempoyongan saat berjalan dengan kepala dan leher ditengadahkan ke atas. Tanda lain bisa dideteksi dengan adanya peningkatan temperatur tubuh, detak jantung dan respirasi yang meningkat. Kelumpuhan pada otot terutama pada kaki dan rahang bawah tampak bila penyakit bersifat akut. Tanda yang sangat khas akan tampak kaku otot pada mata, nystagmus serta kekeruhan pada bola mata sehingga bisa dikelirukan dengan penyakit ‘pink eye’.

Ini lho: Sapi Madura – Ternak Primadona

Terapi polio kambing

Penyakit ini sudah tampak jelas hanya dengan melihat gejala umum dan spesifik serta keterangan dari pemilik tentang pola ransum pakan yang dikonsumsi kambing. Pengobatan cepat yang bisa diberikan adalah dengan terapi vitamin B1, anti radang dan terapi cairan jika diperlukan. Terapi tersebut dapat meringankan efek inflamasi dan mengganti nutrisi dari karbohidrat yang berkurang drastis akibat defisiensi tiamin.

Mencegah polio kambing dapat dilakukan dengan formulasi pakan yang tepat sesuai nutrisi ideal kambing. Penggunaan hijauan, pakan kering dan konsentrat yang dikombinasikan dengan mineral yang dibutuhkan kambing akan sangat membantu mencegah penyakit polio. Hindarilah penggunaan pakan kering dan konsentrat dalam rasio terlalu tinggi terlalu sering yang dapat beresiko tinggi pula menyebabkan penyakit polio.

Simak pula: Sapi tidak Birahi – Hipofungsi Ovarium?

 

Muhammad Thohawi Elziyad Purnama, drh., M.Si.
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master Biologi Reproduksi UNAIR (2014), Praktisi Large Animal (Beef Cattle) & Aquatic Animal dan Dosen Dep. Reproduksi Fak. Kedokteran Hewan UNAIR Banyuwangi.