Cara Memilih Sapi Bakalan yang Baik

bakalan yang baik-dahi lebar-hidung pendek

Bakalan yang baik-dahi lebar-hidung pendek

Seleksi sapi bibit untuk bisnis penggemukan merupakan salah satu poin penting dalam usaha peternakan.Sapi bakalan dengan performa unggul memiliki potensi tumbuh kembang yang baik, kondisi fisik yang stabil dan pertambahan bobot badan optimal selama masa pemeliharaan, sehingga usaha ini dapat memberi keuntungan maksimal bagi peternak.

Sapi bakalan unggul harus memenuhi kriteria performa tubuh dan kesehatan. Peternak harus jeli memperhatikan kondisi fisik sapi tersebut sebelum membelinya, karena proses seleksi adalah start usaha peternakan yang menjadi salah satu penentu keberhasilan penggemukan sapi pedaging.

Kriteria Performa Sapi Bakalan

  • Jenis sapi. Jenis sapi cross simenthal, cross brahman, dan cross angus memiliki sifat genetis yang baik untuk digemukkan. Jenis sapi silangan biasanya dihasilkan dari perkawinan inseminasi buatan. Sapi cross ini dapat dikenali dengan melihat ciri-ciri fisik indukan pejatannya. Contohnya: untuk simenthal cross biasanya berbadan besar, tinggi dan panjang, berwarna coklat kemerahan, kecuali bagian muka berwarna putih, cermin hidung / cingur berwarna merah muda.
  • Bentuk badan. Sapi berbadan pajang, dan berpostur tinggi dengan pertulangan yang kokoh. Berat sapi sebaiknya 300-400kg.
  • Posisi berdiri: harus lurus kokoh, berhatikan bentuk kaki belakang dan depan, jangan sampai anda memilih sapi yang kakinya mulai menyudut /

Menarik disimak: Sapi Bali – Ternak Asli Nusantara

  • jika anda berniat untuk menjual sapi saat kurban dengan masa penggemukan normal (90-120 hari), pilih lah sapi yang sudah poel / tanggal gigi nya, karena sapi poel adalah syarat utama sapi kurban disamping sehat dan normal.
  • Sapi dengan tulang kaki kecil banyak diminati oleh pembeli untuk disembelih karena proposi daging tinggi dan prosentase tulangnya lebih rendah. Akan tetapi, hal ini menjadi dilema tersendiri dalam proses pemeliharaannya, karena sapi bertulang kaki keci akan rawan mengalami patah tulang apabila badannya terlalu gemuk sedangkan kaki tidak terlalu kokoh menopang, akibatnya jika terjadi insiden terpeleset atau jatuh, kemungkinan patah tulang akan semakin besar. Karena itu, lebih baik anda memilih sapi dengan tulang kaki yang sedang dan kokoh.
  • Sapi sehat dicirikan dengan kondisi kulit dan rambut yang sehat juga. Rambut (bulu) sapi yang sehat akan terlihat halus, mengkilap, dan tanpa parasit. Sedangkan sapi berambut kusam, berdiri dan kasar merupakan salah satu ciri sapi terinfestasi parasite cacing dalam pencernaannya.

Baca Pula: Sapi Limousin

  • Bentuk badan. Sapi dengan bentuk badan panjang menyerupai persegi panjang (dilihat mulai dari belakang kaki depan (dada) hingga depan kaki belakang (perut) merupakan ciri sapi yang baik untuk digemukkan, hindari sapi berbadan trapesium dimana dada nya sempit dan perutnya lebar. Disamping itu perhatikan bentuk perutnya. Pilih lah sapi dengan perut besar namun tidak menggantung (tampak samping), dan simetris kanan kiri (tampak belakang) tidak terlalu melembung besar, kecuali pada sapi yang telah makan akan terihat perut kiri lebih besar (normal).
  • Tulang punggung yang baik harus lurus, tidak melengkung. Hal ini penting karena tulang punggung adalah penahan utama perut, disaat sapi digemukkan dengan porsi pakan yang banyak dibutuhkan tulang punggung yang kuat dan lurus.

Kondisi fisik Sapi Bakalan

bakalan yang baik-postur tegap seimbang

Bakalan yang baik-postur tegap seimbang

  • Tanduk: normal, sehat tidak terluka, lebih baik juga tidak patah
  • Telinga: terasa hangat tubuh, tidak terlalu panas atau dingin
  • Mulut: bersih tanpa busa, air liur tidak berlebihan
  • Hidung: basah mengkilap, tidak kering dan panas
  • Mata: bersih cerah
  • Keluh hidung dan tali leher: longgar tanpa luka
  • Pernafasan: normal, tidak tampak berat (ngongsroh) atau terlalu cepat (ngos ngosan)
  • Kotoran: lembek normal, tidak diare
  • Kaki: normal tidak pincang

Seleksi ketat mutlak harus dilakukan dalam usaha penggemukan sapi pedaging. Jika anda dapat memilih sapi bakalan dengan kualitas unggulan, maka potensi pertambahan berat bada harian juga akan semakin tinggi sehingga dapat menghasilkan keuntungan maksimal.

Simak pula: Penyebab Demam 3 Hari pada Sapi

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.