Cara Merawat Bayi Ular

python reticulatus yang baru menetas

python reticulatus yang baru menetas

Pernahkan Anda merasa kesulitan dalam merawat bayi ular yang baru menetas? Ya, ular yang baru saja menetas (neonatal) memang sedikit lebih sulit dirawat dibandingkan ular yang sudah besar, khususnya soal makanan. Ada banyak pecinta ular yang mengeluhkan sulitnya memberi makan bayi ular kesayangan mereka, sampai-sampai bayi ular tersebut tidak makan selama berminggu-minggu. Hmm, apakah ini membahayakan hidup satwa tersebut? Lantas, bagaimana sih cara memberi makan ular yang baru menetas?

Secara alami, ular neonatal memang tidak makan selama beberapa hari pasca proses penetasan selesai. Bayi-bayi ular tersebut memiliki cadangan makanan berupa sisa kuning telur yang berada di dalam tubuh mereka. Proses ‘puasa’ ini bisa berlansung selama 10-20 hari, sehingga Anda tidak perlu khawatir jika bayi-bayi tersebut tidak makan selama periode tersebut. Pada masa-masa ini, si ular akan berusaha mengenali lingkungan mereka, mulai dari tempat bersembunyi, tempat berjemur, air, dan lain-lain. Baru setelah proses ganti kulit pertama atau kedua, mereka siap untuk mencari makan untuk pertama kalinya.

Makanan Utama Bayi Ular

Ada beragam jenis mangsa yang bisa Anda berikan pada ular yang baru menetas, tergantung pada jenis dan ukuran ular tersebut. Bayi ular pembelit (konstriktor) seperti sanca dan boa bisa diberi umpan bayi tikus yang masih berwarna merah—disebut juga ‘pinkies’. Insting bayi ular akan berfungsi secara otomatis ketika teransang oleh gerakan dan bau yang dihasilkan oleh umpan tersebut. Jika kondisinya sesuai, si bayi ular akan langsung menerkam mangsa pertamanya, dan Anda pun bisa tidur dengan nyenyak!

Baca pula: Satwa Liar Bukan Peliharaan

Nah, bagaimana kalau ternyata si bayi tidak mau makan setelah masa puasa yang normal? Ada berbagai kemungkinan yang menyebabkan hal tersebut, mulai dari lingkungan yang kurang sesuai hingga penyakit bawaan. Untuk mengatasinya, Anda perlu memastikan kandang bayi ular tersebut benar-benar sempurna dan tidak membuat mereka stress. Pastikan temperatur dalam kondisi optimal, antara 25-30° celcius, tergantung pada jenis ular yang Anda pelihara. Pastikan pula kelembapan selalu terjaga dengan menyemprot kandang setiap hari, atau meletakan media yang dapat menahan air seperti spons dan spagnum moss.

Kandang Bayi Ular

Selain kondisi atmosfer di dalam kandang, kelengkapan isi kandang juga perlu diperhatikan, khususnya bagi bayi ular yang sulit makan. Bila ular terlihat stress dan terus meringkuk di sudut kandang, ada baiknya Anda memberikan tempat bersembunyi dari pot yang telah dilubangi atau bahan-bahan lain. Biasanya si bayi ular akan merayap masuk ke lubang tersebut dalam beberapa menit atau jam. Tinggalkan ular selama 1-2 jam agar benar-benar rileks, kemudian letakan mangsa di dekat pintu masuk tempat bersembunyi tersebut.

Bila Anda memelihara beberapa ekor bayi ular dalam satu wadah sekaligus, ada baiknya Anda memisahkan mereka ke kandang masing-masing secepatnya. Ular yang bersifat pasif mungkin merasa terganggu dengan saudara-saudaranya yang lebih agresif, sehingga mereka merasa stress. Usahakan untuk tidak terlalu sering memegang atau memindahkan bayi ular tersebut karena mereka belum terbiasa dengan sentuhan tangan manusia (ada kemungkinan besar Anda akan digigit!).

Kalau Anda sudah melakukan seluruh usaha di atas namun masih gagal merangsang si ular untuk makan, Anda bisa melakukan usaha terakhir: force feeding alias memaksa makanan masuk ke mulut si bayi ular dengan tangan. Ingat, ini adalah pilihan terakhir setelah usaha lain gagal dilakukan, karena hal tersebut sangat beresiko bagi ular kesayangan Anda. Ular yang sudah lemah bisa stress atau bahkan terluka, namun setidaknya akan terhindar dari bahaya mati kelaparan. Kalau Anda tidak yakin untuk melakukan metode ini sendiri, cobalah meminta bantuan ke dokter hewan.

Nah, begitulah beberapa tips dari kami tentang cara memberi makan ular yang baru lahir. Selamat bersenang-senang dengan bayi ular Anda!

Simak pula: Sariawan pada reptil

 

Panji Gusti Akbar