Reproduksi Babi

PecintaSatwa.com – Dalam keadaan liar, babi tinggal di daerah padat dalam kelompok keluarga kecil dengan satu atau lebih babi btina dengan keturunannya. Jantan dewasa tinggal terpisah dan bergabung dengan kelompok betina dewasa hanya pada saat kawin, proses ini menyebabkan perkawinan terjadi pada beberapa fase, sebagaimana yang diteliti oleh Signoret dkk (1979). (Baca: Babi Bali – Babi Liar Bernilai Tinggi)

Pembibitan Babi

Dalam peternakan modern, pembibitan babi dilakukan dengan memelihara babi betina dalam satu koloni, dengan mendekatkan kandang koloni babi betina tersebut dengan kandang babi jantan (imbangan populasi tidak dipertimbangkan), hal ini akan dapat menstimulasi aktifitas reproduksi babi betina (biostimuli), dibandingkan dengan pemeliharaan intensif babi betina tanpa babi jantan. Karena babi betina membutuhkan stimulasi babi jantan secara visual, bau dan audio (suara) untuk mengoptimalkan perkembangan system dan siklus reproduksinya. Bahkan, meski babi jantan dan betina tidak digabungkan dalam satu koloni, stimulasi visual, suara dan aroma khas babi jantan yang diletakkan didekat kandang betina akan tetap dapat berefek baik bagi reproduksi babi betina.

Masa Pubertas Babi

Kematangan seksual babi terjadi relative cepat. Pada babi jantan, pubertas terjadi pada umur 110-125 hari. pada awal pubertas, sudah terdapat spermatozoa fertile didalam testis namun kualitas dan jumlahnya masih belum mencukupi terjadinya pembuahan ovum. Ereksi penis baru terjadi setelah babi jantan berusia 4 bulan, dan sempurna pada umur 5 bulan. Ejakulasi pertama dapat dilakukan babi jantan setelah berumur 5-8 bulan. Jumlah kandunagn sperma dan volume semen babi akan terus meningkat hingga umur 18 bulan, setelah itu cenderung stabil.

Dewasa kelamin babi betina, relative lebih lama dibandingkan pada babi jantan. Babi betina mencapai pubertas pada usia 6-8 bulan, dan baru dapat bunting serta beranak pada umur 1 tahun. Selama fase pre-pubertal, ovarium babi betina berisi banyak folikel kecil (diameter 2-4mm) dan beberapa folikel medium (6-8mm). Keadaan ini akan terus berkembang hingga dewasa, pada babi betina dewasa pada fase luteal hingga awal fase folikuler, ovariumnya akan berisi sekitar 50 folikel kecil, kemudian terus berkembang dan terseleksi hingga tinggal 10-20 besar (8-11mm) pada fase proestrus dan estrus . berat uterus sebelum masa pubertas berkisar 30-60 gram, mendekati pubertas uterus akan berkembang hingga seberat 150-250 gram. Perkembangan uterus akan memicu peningkatan aktifitas steroidogenic ovarium, selama fase prepubertas. (Baca juga: Thoroughbred Horse – Si Anggun Berdarah Panas)

Umur pubertas sangat dipengaruhi oleh tingkat nutrisi, lingkungan social, berat badan, musim, breed, dan manajemen infeksi penyakit atau infestasi parasit. Babi betina mencapai kematangan seksual pada umur 183-247 hari. dengan rataan 209 hari, tergantung karakter masing-masing breed. Pada kasus keturunan hasil inbreeding, pubertas tercapai lebih lama, sekitar 243 hari. begitu pula dengan keturunan cross breed, maturity cenderung diatas rata-rata, yakni berkisar 228 hari. pemanfaatan pejantan sebagai detector pubertas dapat mempercepat terjadinya dewasa kelamin pada babi jantan karena terjadinya biostimulasi yang dipengaruhi keberadaan babi jantan.

 

Pecinta Satwa
Freelance Contributor at Pecinta Satwa [dot]com
Beberapa kontributor lepas yang menulis artikel untuk Pecinta Satwa [dot]com. Masih ada yang aktif menulis dan ada yang sudah tidak aktif.