Masalah Kutu pada Anjing dan Kucing

PecintaSatwa.com – Masalah kesehatan pada hewan kesayangan dirumah seperti anjing dan kucing, yang seringkali dijumpai adalah penyakit “Kutuan”, infestasi ektoparasit seperti pinjal, tungau dan caplak, hal ini tentu saja sangat menjengkelkan bagi owner dan tentu saja bagi hewan yang kita pelihara. Adanya ektoparasit di kulit hewan dapat menyebabkan rasa gatal yang sangat, ruam-ruam, perlukaan karena gigitian parasite dan garukan, kerontokan bulu, anemia akibat sel-sel darah banyak dihisap parasite, hingga timbulnya gejala penyakit parasite darah, karena beberapa spesies ektoparsit membawa jenis parasite darah dalam yang ditularkan ke tubuh anjing/ kucing melalui gigitan. ( Pelajari: Alergi Makanan pada Anjing dan Kucing)

Anjing atau kucing yang terinfestasi ektoparasit biasanya terlihat tidak tenang, cenderung gelisah, tidak nyaman, terus menerus menggaruk bagian yang gatal, dapat pula menggigiti tubuhnya sendiri yang terkadang malah melukai kulitnya hingga berdarah darah. Rasa tidak nyaman ini secara otomatis akan mengurangi nafsu makan hewan karena ia lebih fokus dengan rasa gatalnya. Apabila jumlah kutu pada bulu hewan sangat banyak dan telah menyerangnya dalam kurun waktu cukup lama, anjing atau kucing tersebut akan terlihat lemas, tidak bersemangat, kadang hingga demam, sebagai gejala anemia / kekurangan sel darah merah, akibat konsumsi ektoparasit.

Ketika anda menemukan hewan kesayangan anda mulai berkutu, tampak terus-menerus menggaruk tidak nyaman, segera lakukan tidakan terapi, diantaranya adalah dengan memandikannya, terapi injeksi anti kutu oleh dokter hewan, dan kontrol kebersihan rumah dan lingkungan.

Terapi Kutu pada Anjing dan Kucing

Memandikan dengan shampoo antikutu, dapat anda lakukan sendiri di rumah, juga dapat anda lakukan di klinik hewan atau pet shop yang melayani grooming. Jika anda ingin memandikannya sendiri dirumah, pastikan anda membeli shampoo di klinik hewan atau petshop yang terpercaya untuk menghindari produk palsu, karena saat ini telah banyak beredar ragam shampoo antikutu dengan kemasan yang sekilas mirip produk premium, namun ternyata produk palsu, dengan efek terapi minimal. Anda pun harus jeli, karena tidak semua produk palsu berharga murah dengan kemasan tidak meyakinkan. Gunakan sampo tersebut sesuai indikasi pemakaian, jangan terlalu berlebihan dan hindari terkena mata, hidung, mulut, dan bagian dalam telinga hewan kesayangan anda. ( Simak: 7 Tanda Hewan Sehat)

Terapi anti kutu dapat anda minta di rumah sakit hewan atau klinik hewan terdekat dengan pengawasan tenaga medis professional berpengalaman. Dokter hewan biasanya akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan secara general, dan memastikan hewan tersebut cukup sehat untuk diinjeksi obat anti kutu. Jika hewan kesayangan anda adalah seekor anjing, pastikan ia bukan anjing ras Collie atau mixbreed keturunan Collie, karena jenis anjing ini sangat sensitif dengan obat anti kutu yang biasa digunakan di klinik hewan. Apabila diketahui bahwa penderita adalah anjing collie atau keturunannya, maka dokter hewan akan melakukan terapi khusus yang berbeda dengan terapi pada jenis breed anjing lainnya.

Obat Anti Kutu

Obat anti kutu akan langsung bekerja dengan menyebar keseluruh tubuh melalui aliran darah dan membunuh ektoparasit pada kulit dan rambut hewan, tanpa menyebabkan efek yang berarti bagi hewan itu sendiri. Kutu-kutu akan mati kaku karena menghisap darah hewan mengandung obat anti kutu yang khusus meracuni kutu tersebut. Esoknya anda dapat melihat kutu-kutu mati yang masih berada di rambut anjing atau kucing tersebut. Untuk mendapatkan hasil maksimal, pengobatan ini perlu diulang sekitar 10 hari setelah injeksi pertama, karena pada terapi yang pertama, ektoparasit yang terbunuh adalah kutu-kutu dalam stadium dewasa dan nimfa. Kutu pada stadium telur baru akan teratasi pada penyuntikan kedua, 10 hari kemudian, saat mereka telah menetas menjadi nimfa, sebelum sempat bereproduki atau bertelur. Saat ini juga sdh terdapat jenis obat kutu tetes kulit, hak anda sebagai owner untuk memilih mana terapi terbaik untuk hewan kesayangan anda berdasarkan pengalaman dan rekomendasi rekan, kerabat atau dokter hewan pribadi.

Setelah terapi mandi dan injeksi antikutu anda lakukan, nampaknya anda belum dapat bersantai. Masih ada satu hal lagi yang harus anda kerjakan, kerena merupakan salah satu kunci keberhasilan terapi sebelumnya, yaitu bersih-bersih. Meskipun tubuh anjing/kucing telah bebas kutu, penyakit ini sewaktu waktu dapat timbul kembali jika rumah dan sekitar tempat tinggal tidak dihapus hamakan. (Baca: Hewan Kesayangan Tidak Mau Makan – Normal atau Sakit??)

Pencegahan dan Pembersihan Kutu

Ektoparasit seperti pinjal, tungau atau caplak, hidup dan berkembang biak pada tubuh hewan sebagai hostnya dengan mengkonsumsi darah, akan tetapi sewaktu-waktu koloni parasite ini dapat keluar dari host, menempel pada alas tidur hewan, karpet, sofa, rumput dan benda lainnya untuk melakukan migrasi ke hewan lainnya, inilah salah satu metode penularannya disamping kontak langsung dengan tubuh penderita. Karena itu wajib dilakukan pembersihan secara menyeluruh pada rumah dan sekitarnya untuk mencegah kasus serupa. Cuci kandang, alas tidur dan karpet yang biasa ditiduri anjing/kucing dengan detergen, pel/semprot lantai, benda dan daerah sekitar kandang dengan desinfektan, lakukan hal ini dengan rutin, karena meski hewan kesayangan anda telah bersih dari ektoparasit, parasite-parasit masih dapat hidup dan menyebar dimana-mana terutama pada lingkungan yang kurang bersih. (Rind)

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.