Penyebab Stomatitis

iguana sehat

iguana sehat

Kejadian keradangan pada mulut (sariawan) dalam istilah medis disebut stomatitis, hal ini  juga sering terjadi pada reptil. Infeksi terjadi karena adanya respon tubuh hewan yang mengalami stres, disebabkan karena perubahan temperatur suhu yang tidak sesuai di lingkungan, overcrowding, parasit internal maupun eksternal, trauma, serta kekurangan nutrisi terutama kekurangan vitamin C. Stres akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh reptil menurun dan membuat infeksi mudah terjadi. Jenis-jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan stomatitis termasuk bakteri, virus dan fungi. Pseudomonas, Aeromonas, Salmonella, Klebsiella dan Mycobacterium merupakan bakteri penyebab terjadinya stomatitis.

Gejala klinis Stomatitis

Gejala klinis yang tampak sangat bervariasi tergantung jumlah sariawan yang terbentuk dan derajat keparahan, tergantung fase dalam infeksi. Biasanya reptil akan mengalami penurunan nafsu makan atau bahkan tidak mau makan sama sekali, keluarnya cairan berwarna putih ke kuningan dari mulut dan berbau tidak sedap, adanya hipersalivasi (keluarnya cairan liur terus menerus), kebengkakkan pada sekitar daerah mulut, mulut tidak dapat ditutup kembali, dan kebengkakkan gusi ataupun kerusakan jaringan disekitar mulut dapat terjadi. Pada kejadian yang sifatnya sudah kronis akan tampak massa pada garis mulut yang berwarna kekuningan atau keabu-abuan.

iguana sariawan

iguana sariawan

Pada beberapa kasus terlihat mulut seperti memiliki akar sehingga pada kondisi ini sering disebut mouth rot. Pada kejadian yang sangat parah, kepala dapat membengkak dan infeksi dapat menyebar sampai ke bagian rahang dan atau bagian tulang kepala (cranium), gigi mungkin banyak yang terlepas, dan akan menyebabkan infeksi sampai ke saluran pernafasan hingga paru (pneumonia). Bakteri dapat berpindah melalui ductus hardian yang merupakan saluran yang menghubungkan dari mulut ke bagian sinus dekat mata, sehingga dapat mengakibatkan mata terinfeksi dan terjadi kebengkakkan. Apabila tidak segera ditangani dengan cepat maka reptil dapat kehilangan mata akibat infeksi.

Enteritis atau keradangan pada usus juga dapat terjadi karena sel-sel yang mengalami kerusakan bersama bakteri tercerna kedalam saluran pencernaan, pada daerah yang menglami luka akan menyebabkan bakteri lebih mudah masuk kedalam saluran peredaran darah (bakterimia) dan apabila menginfeksi organ vital akan menyebabkan kejadian yang fatal dan berujung ke kematian pada hewan.

Diagnosa Stomatitis

Untuk mendiagnosa stomatitis, dokter hewan akan melihat dari gejala klinis yang nampak kemudian dapat dilakukan pemeriksaan darah rutin untuk mengetahui derajat infeksi dan juga kultur bakteri/ jamur pada mukosa ataupun cairan yang keluar. Fungsi kultur adalah untuk mengetahui jenis bakteri atau jamur yang menginfeksi, pada pemeriksan lanjut dapat dilakukan biopsi (pengambilan sampel jaringan)

Penanganan Stomatitis

Apabila reptil anda mengalami kejadian stomatitis segeralah membawanya ke dokter hewan untuk mengetahui tingkat keparahan penyakit, apabila kejadian masih dalam tahap yang belum parah, dokter hewan akan memberikan antibiotik khusus untuk untuk mengurangi jumlah bakteri yang merugikan dan apabila kejadian sudah pada fase lanjut dapat dilakukan operasi pengangkatan bagian yang mengalami kerusakan. Penanganan yang dapat dilakukan dirumah adalah dengan memberikan antiseptik secara rutin dan juga memperbaiki manajemen pemeliharaan

Pencegahan Stomatitis

Pencegahan yang dapat dilakukan dirumah diantaranya adalah: mencegah terjadinya stress pada hewan dan memberikan nutrisi makanan yang cukup. Untuk reptil, kadar kelembaban udara dan juga temperatur sangat berpengaruh untuk meningkatkan kejadian stres, sehingga manajemen temperatur dan kelembaban sangat dibutuhkan untuk pemeliharaan reptil, selain itu kita juga harus melihat asupan nutrisi dengan memberikan variasi pakan agar kebutuhan nutrisi seimbang, konsultasikan kesehatan reptil pada dokter hewan minimal 6 bulan sekali.

 

Hizriah Alief Jainudin, drh.
Alumni Dokter hewan UGM (2013), Mahasiswa S2 Medis Klinis FKH UGM, Praktisi Pet and Exotic Animal di Sleman Yogyakarta.