Pembibitan Sapi Simethal

Akhir-akhir ini harga daging sapi terus saja meroket, karena stok sapi dalam negri tidak berkembang signifikan, sedangkan konsumsi masyarakat melonjak tajam setiap tahunnya. Berbagai cara telah ditempuh pemerintah untuk mengupayakan swasembada daging sapi, mulai program ditahun 2005, 2010, hingga 2014. Berbagai trobosan sistem peternakan dan teknologi terus dikembangkan, salah satunya adalah dengan metode kawin suntik / Inseminasi buatan dengan menggunakan sperma bibit pejantan dari ras murni sapi berproduktifitas tinggi, dimana hampir semuanya bukan ras sapi asli Negeri ini, beberapa diantaranya adalah sapi Simenthal, Sapi Limosin, Sapi Brahman, Sapi Aberdeen Angus, dan ras-ras hasil silangan bibit murni tersebut.

Pure breed sapi simenthal

Pure breed sapi simenthal

Para peternak pun antusias mengikuti perkembangan teknologi di dunia pembibitan sapi, dengan mengaplikasikan teknologi inseminasi buatan pada ternak peliharaan mereka. Bibit pejantan yang paling diminati masyarakat, salah satunya adalah sapi simenthal. Sapi yang biasa disebut sapi “Metal” ini menjadi favorit karena keunggulan performa tubuhnya dan kualitas daging yang dihasilkan. Sudah menjadi suatu tradisi jika anda berkunjung ke pasar hewan saat ini, harga sapi bakalan silangan simenthal (cross breed) akan cenderung lebih mahal dibanding dengan sapi-sapi jenis lokal seperti sapi PO, sapi bali, dan sapi Madura.

Ciri Khusus Sapi Simethal

Sapi Simenthal termasuk ras (breed) golongan bos Taurus, seperti halnya kebanyakan sapi asli asia barat dan benua eropa. Simenthal bersama breed Frisan Holstein merupakan breed utama di Eropa. Sesuai dengan tempat pertama kali jenis sapi ini dibiakkan, Simme Valey (Lembah Simme, red.) di Oberland Berner – Swiss, sapi ini disebut Simenthal dimana suku kata tambahan “thal” atau “tal” juga berarti lembah (valley) dalam bahasa jerman. Sapi simenthal juga dikenal dengan berbagai nama di beberapa negara, di Jerman disebut Fleckvien, di perancis bernama Pie Rouge, Montbeliarde, Abodance, sedangkan di Italia terkenal sebagai Pezzata Rosa.

Perawakan khas sapi Simenthal yang besar tinggi dan tegap menjadikannya priamadona di dunia peternakan. Breed ini mudah dikenali, baik yang pure breed maupun cross breed, berdasarkan karakternya yang menciri sebagai berikut:

  • Berwarna kuning coklat hingga coklat gelap kemerahan diseluruh tubuh, kecuali daerah wajah dan kaki bagian bawah dan ujung ekor berwana putih
  • Daerah sekitar mata kebanyakan berbentuk lingkaran berwarna coklat kemerahan, berfungsi untuk membantu sistem pencahayaan yang diterima mata.
  • Nostril / cermin hidung berwarna merah muda cerah.
  • Bertanduk sedang, tidak terlalu panjang
  • Perawakan tinggi, panjang, bertulang besar.

Perkembang-biakkan Sapi Simenthal

Sapi simenthal, tercatat telah dikembang biakkan secara luas di swiss, dalam literature pertama tentang peternakan di tahun 1800an. Berikut ringkasan perjalanan panjang sapi simenthal dari swiss ke seluruh dunia:

  • 1400an : dilaporkan bahwa telah dilakukan impor besar-besaran sapi simenthal di Italia.
  • 1785 : pembatasan ekspor sapi simenthal dari swiss diberlakukan
  • 1887 : sapi simenthal mulai menyebar di berbagai Negara di benua Amerika
  • 1890 : diketahui penyebaran sapi simenthal telah meluas hingga 6 benua
  • 1895 : Afrika Selatan mulai mengembang biakkan sapi simenthal
  • 1897 : pertama kalinya sapi simenthal masuk Guatemala
  • 1918 : Ekspansi ke Brazilia
  • 1922 : Argentina mengimpor sapi simenthal
  • Abad ke-19: telah menyebar di kawasan Eropa Timur, Balkan, dan Rusia

Keunggulan Sapi Simenthal

Begitu panjang sejarah penyebaran sapi yang juga dikenal dengan nama Abodance ini, tak lepas dari berbagai keunggulannya. Sapi simenthal merupakan sapi multi purpose, dapat dijadikan penghasil susu, daging dan dimanfaatkan tenaga nya untuk pekerjaan pertanian. Di Amerika, Simenthal lebih difokuskan sebagai penghasil daging, lain halnya dengan di Eropa yang memanfaatkannya produksi susunya untuk menghasilkan susu segar, mentega dan keju berkualitas tinggi.

Selain kelebihan tersebut diatas, beberapa hal yang patut dibanggakan dari performa sapi asli lembah Simme ini, diantaranya:

  • Cepat mengalami pubertas sehingga dapat segera dikawinkan
  • Mudah beranak, Calving Interval (jarak masa beranak) pendek
  • Prosentase karkas tinggi (58%%-62%), kaki depan dan belakang bagian atas berisi daging dengan ketebalan otot optimal
  • Tumbuh kembang cepat, sapi betina dapat tumbuh hingga mencapai berat 700-900kg, dan sapi jantan hingga 1300kg
  • Pertambahan bobot badan harian (Average Daily Gain) tinggi, karena sapi simenthal memiliki kapasitas rumen yang besar, sehingga dapat menampung pakan lebih dari jumlah yang dibutuhkan, hasilnya pertambahan bobot badan akan cepat meningkat.
  • Produksi susu tinggi, dengan sifat maternal yang baik

Kekurangan Sapi Simenthal

Disamping keunggulannya yang banyak dilirik sebagai prospek bisnis berkeuntungan tinggi, Sapi simenthal juga memiliki beberapa kekurangan yang harus diperhatikan dan diwaspadai oleh para peternak, yakni:

  • Sapi iklim subtropis, sulit beradaptasi dengan suhu lingkungan yang terlalu panas, dengan kelembaban yang tinggi. Saat ini, di Amerika terus dilakukan penelitian-penelitian untuk menghasilkan breed sapi simenthal dengan ketahan tubuh tinggi, dan kemampuan beradaptasi yang baik.
  • Jenis sapi besar berbobot tinggi, akan tetapi bobot optimal tidak akan dapat dicapai dengan hanya mengandalkan pakan hijauan. Untuk memaksimalkan pertumbuhan otot dan tulangnya, diperlukan pakan grain tinggi protein (konsentrat), dengan perhitungan khusus dari segi kandungan dan jumlah asupan hariannya.

Silangan Sapi Simenthal di Indonesia

Di Indonesia sediri, telah dikembangkan breed silangan sapi Simenthal melalu teknologi kawin suntik. Dimana sapi betinanya merupakan sapi lokal dengan produktifitas lebih rendah dengan simenthal, namun kemampuan adaptasi dan ketahanan tubuh yang luar biasa, di inseminasi buatan dengan menggunakan semen beku sapi simenthal yang di impor langsung dari Negara-negara yang membudidayakannya. Hasilnya, sapi cross tersebut memiliki perawakan sapi simenthal, dengan ketahanan tubuh yang kuat. Oleh karena itulah, pesona sapi simenthal (cross) dikalangan peternak di Indoesia selalu dapat diunggulkan, dengan harga yang tinggi dan kualitas yang tidak diragukan lagi.

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.