Beda Ayam Pedaging dan Ayam Petelur

Setelah para poultry lover’s mengetahui sejarah bangsa-bangsa unggas, termasuk mengetahui munculnya istilah ayam broiler. Sebenarnya istilah broiler masih secara umum ditunjukan untuk menjabarkan ayam yang ditujukan untuk produksi daging. Didunia peternakan ayam ini disebut ayam niaga pedaging yaitu ayam yang memiliki performa khusus yang mudah dikembangbiakan melalui pemeliharaan dalam kurun waktu 30-40 hari untuk dikonsumsi, sehingga ayam ini sangat menguntungkan apabila dibudidayakan sebagai penghasil daging (Siallagan, 2015).

Ayam Pedaging

Namun dimasyarakat terkenal dengan sebutan ayam bibit putih. Berdasarkan perkembangan dunia peternakan dewasa ini, setiap negara memiliki strain ayam niaga pedaging yang sudah lolos melalui kajian laboratorium bidang pembibitan. Strain ayam adalah istilah jenis/grup yang memiliki keunggulan-keunggulan spesifik sehingga dapat dipasarkan. Sebagai contoh strain ayam pedaging yang biasanya dibudidayakan di Indonesia antara lain CP 707, Starbro, dan Hybro.

Baca juga: Trik Meningkatkan Bobot Ayam Pedaging dengan Minyak Kelapa

Secara fisik strain-strain tersebut memiliki kualifikasi yang hampir sama, yaitu badan yang tegap, bulu berwarna putih, jengger dan pial berwarna merah serta warna bulu saat Day Old Chick (DOC) yaitu berwarna kuning cerah. Perbedaan terletak pada performa setiap strain dalam pencapaian bobot badan dalam setiap pemeliharaan.

Sebagai ilustrasi dalam pencapaian bobot panen ada tiga tipe pencapaian bobot badan (faktor manajemen di level normal/sama).

Pertama, pencapaian bobot minggu pertama dan kedua di level normal, bobot badan kurang lebih sesuai tabel pakan (setiap produsen pakan komplit memiliki standar pakan dan bobot mingguan) dan di minggu ketiga dan ke empat akan melesat tinggi/naik. Pada kondisi ini secara ilmu nutrisi, pencernaan ayam sudah memiliki pondasi nutrisi untuk frame tubuh, sehingga minggu-minggu selanjutnya sudah terfokus untuk pembentukan daging.

Kedua, tipe sedang mengikuti kenaikan bobot ayam sesuai tabel pakan sampai umur panen.

Ketiga, tipe negatif  yaitu minggu pertama dan minggu kedua bobot tercapai namun pada minggu ketiga dan minggu keempat mengalami masa stagnan (stabil mengikuti tabel pakan) bahkan mengalami penurunan bobot. Perbedaan pencapaian tersebut dipengaruhi oleh keputusan setiap peternak dalam memilih manajemen pemeliharaan, termasuk memilih strain yang cocok dengan kondisi manajemen perkandangan.

Ayam Petelur

ayam petelur

ayam petelur

Beralih ke saudara dari ayam niaga pedaging, ada ayam niaga petelur yaitu ayam yang memiliki performa spesifik yang mudah dikembangkan melalu pemeliharaan terpadu untuk menghasilkan telur yang berkualitas. Ayam ini dikenal dimasyarakat sebagai ayam merah.

Sebagai contoh strain ayam petelur yang biasanya dibudidayakan di Indonesia antara lain tipe ringan : Leghorn dan tipe medium : Hysex dan Ross.

Menurut Rasyaf (1989), menerangkan bahwa Leghorns adalah penghasil telur yang sangat baik yang berwarna putih dengan rasio konversi pakan ke telur unggul sekitar 125 gram/dosin telur dengan kebutuhan air minum ad libitum yaitu dimana cara pemeliharaan ayam dengan pemberian air minum sesering mungkin atau tak terbatas. Sedangkan tipe medium memiliki rasio konversi pakan ke telur unggul sekitar 190 gram/dosin telur dengan kebutuhan air minum ad libitum.

Simak juga: Manajemen Brooding dalam Cara Ternak Ayam Broiler

Oleh karena itu, ayam niaga petelur tipe medium memiliki bobot tubuh yang lebih padat dan bobot yang lebih berat, serta tipe ini dapat digunakan sebagai tipe dwiguna. Menurut pengembangannya didunia peternakan, ayam tipe ringan maupun tipe medium memerlukan pemeliharaan yang relatif sama.

Setelah mengetahui perbedaannya, ada satu perihal penting dalam pengambilan keputusan untuk para poultry lover’s yang hendak memelihara kedua tipe dari ayam niaga pedaging dan ayam niaga petelur yaitu pemilihan bibit unggul. Tahapan paling mudah dalam pemilihan bibit unggul dapat dipelajari dari  Breeding farm dan Hatchery asal dari DOC tersebut, termasuk system pemeliharaan yang digunakan dan Biosecurity.

Oleh karena itu, setiap produsen ayam bibit memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing dan poultry lover’s tentunya sudah mengetahui kebutuhan manajemen perkandangan, seperti  kecocokan iklim kandang dengan kondisi DOC.

 

Kontributor : Rayudika APP, S. Pt.

Pecinta Satwa
Freelance Contributor at Pecinta Satwa [dot]com
Beberapa kontributor lepas yang menulis artikel untuk Pecinta Satwa [dot]com. Masih ada yang aktif menulis dan ada yang sudah tidak aktif.