Mitologi Burung Hantu

“Matahari tenggelam… hari mulai malam…Terdengar burung hantu … suaranya merdu….”

PecintaSatwa.com – Anda pasti tahu penggalan lagu di atas, kan? Ya, lagu masa kecil ini selalu mengingatkan kita pada burung hantu, si satwa nokturnal yang selalu ada di tradisi masyarakat dunia. Orang-orang Yunani menghubungkan burung hantu dengan dewi mereka, Athena, sebagai lambang kecerdasan dan kreatifitas. Di sisi lain, beberapa budaya menganggap burung hantu sebagai pembawa sial, bersifat mistis, atau memiliki hubungan dengan roh-roh dari alam ghaib. Hmm, apakah burung hantu memang seseram yang kita kira ya? ( Baca juga: Mengenal Jenis Burung Pleci di Indonesia)

Mungkin hanya sedikit dari Anda yang pernah melihat burung hantu secara langsung di alam liar, itupun tidak setiap hari. Sebagai satwa nokturnal, jarang sekali kita bisa melihat burung hantu secara langsung, apalagi dengan sifatnya yang cukup sensitif dengan keberadaan manusia. Tapi bila Anda cukup jeli dan mau menyisihkan waktu untuk mengamati satwa unik ini, Anda mungkin bisa menemukannya dengan cukup mudah—bahkan di atas atap rumah Anda sendiri!

Serak Jawa

Di Indonesia, ada satu jenis burung hantu yang cukup umum ditemukan di seluruh habitat, mulai dari hutan, perkebunan, persawahan, hingga daerah desa dan perkotaan. Serak Jawa (Tyto alba)—nama burung hantu tersebut—memang dikenal sebagai spesies kosmopolitan, alias sangat mudah beradaptasi di berbagai lingkungan yang berbeda. Burung ini dapat dijumpai di seluruh dunia, kecuali kutub utara dan kutub selatan, mengintai tikus dan hewan-hewan kecil di malam hari dengan pendengarannya yang sangat sensitif. Dengan sayap yang didesain khusus untuk terbang tanpa menghasilkan suara, burung ini dapat menerkam mangsanya di kegelapan total, tanpa sempat terdeteksi oleh mangsanya yang malang. Luar biasa, bukan?

Selain kemampuan berburunya yang unik, Serak Jawa juga dikenal karena warna tubuhnya yang cantik, didominasi oleh warna putih dengan tutul-tutul kelabu dan coklat. Suaranya yang serak dan mungkin terdengar menakutkan, berupa teriakan memilukan yang dapat terdengar hingga beberapa ratus meter. Hal inilah yang membuat beberapa kalangan masyarakat mengaitkan keberadaan burung ini dengan hal-hal yang bersifat mistis, meskipun sebenarnya mereka bukanlah satwa yang berbahaya bagi manusia. ( Tips: Cara Menikmati Kicauan Burung Tanpa Harus Mengurung)

Di balik sifatnya yang agak horor, Serak Jawa merupakan salah satu komponen ekosistem yang penting dalam menjaga keseimbangan alam. Sebagai predator puncak, Serak Jawa mengendalikan populasi satwa yang menjadi mangsanya, khususnya tikus yang menjadi hama di sawah. Karena kemampuannya dalam memberantas tikus, beberapa petani menganggap burung ini sebagai teman mereka. Beberapa kelompok petani di Jawa Tengah bahkan membangun sarang buatan di sawah mereka, dengan harapan si Serak Jawa akan berkembang biak dan menjadi pembasmi hama yang efektif dan ramah lingkungan.

Serak Jawa Tidak untuk Dipelihara

Sayangnya, banyak individu Serak Jawa yang ditangkap dan diperdagangkan sebagai hewan peliharaan. Tingkahnya yang lucu serta bentuknya yang aneh membuat sebagian masyarakat ingin memilikinya di rumah. Tentu saja, rumah manusia bukanlah habitat yang cocok bagi satwa liar, apalagi bila harus dirantai atau dikurung di dalam kandang sempit seperti yang sering kita lihat di pasar burung. Semua jenis burung hantu sangat mudah merasa stress, dan biasanya akan mati kurang dari satu bulan ketika dipelihara. Bila Anda benar-benar suka dengan burung hantu, ada baiknya Anda tidak memeliharanya di rumah, namun cukup melindunginya dengan menjaga habitatnya di alam liar. (Yuk simak: Mengenal Wiwik Kelabu – Burung Pembawa Pesan Kematian)

Nah, jika Anda tertarik mengamati burung hantu di habitat aslinya, Anda bisa mencari informasi keberadaan burung tersebut dari kelompok pengamat burung di kota Anda. Khusus untuk Serak Jawa yang angker, Anda bisa menemukannya di gedung-gedung tua atau daerah persawahan di sekitar rumah Anda. Kalau Anda melihat bayangan putih melintas atau mendengar teriakan serak yang mengejutkan, jangan lari! Bisa jadi itu adalah si Serak Jawa, sahabat petani yang penuh misteri.

 

Panji Gusti Akbar