Gangguan Kulit Pada Kucing

Lesi scabiosis di telingaBanyak pemilik kucing yang mengeluhkan permasalahan kulit pada hewan kesayangannya, seperti rambut rontok, adanya keropeng pada kulit, dan frekuensi gatal yang berlebih, hal ini merupakan salah satu tanda- tanda adanya gangguan kesehatan kulit. Banyaknya permasalahan kulit yang terjadi dikarenakan kurangnya pemahaman bagaimana cara merawat kulit dan rambut hewan dengan baik. Frekuensi pemandian hewan yang tidak rutin, dan cara memandikan yang salah dapat menyebabkan gangguan pada kulit.

Salah satu permasalahan kulit yang sering terjadi pada kucing adalah scabiosis. Scabiosis merupakan pembentukan keropeng yang bersifat lokal maupun general yang disebabkan karena adanya ektoparasit yang tinggal didalam kulit yaitu Sarcoptes scabiei dan Notroedes cati. Pada kucing lebih banyak ditemukan kejadian scabiosis yang disebabkan oleh Notroedes cati, parasit ini tidak dapat terlihat secara kasat mata dan hanya dapat terlihat dengan menggunakan mikroskop. Infestasi Notodectes cati dapat menimbulkan rasa gatal yang berlebih pada kucing, oleh sebab itu hewan yang mengalami scabiosis akan memiliki frekuensi menggaruk lebih sering, garukan-garukan ini akan memunculkan permasalahan kulit lain seperti adanya timbunan nanah pada kulit (pyoderma).

Akibat Scabiosis

Lesi scabiosis telingaLuka yang diakibatkan oleh parasit penyebab scabiosis biasanya berbentuk seperti keropeng atau kerak berwarna cokelat kekuningan kadang berawarna keabu-abuan dan umumnya berada pada daerah tepian daun telinga, hidung dan disekitar kaki kucing untuk kejadian infeksi yang bersifat lokal. Kejadian yang bersifat umum dapat terjadi diseluruh tubuh hewan yang terinfestasi. Apabila hewan tersebut tidak segera ditangani, parasit akan terus berkembang dan akhirnya akan menimbulkan permasalahan baru.

Seluruh siklus hidup parasit berada pada kulit hewan inangnya, parasit betina menggali dan melubangi kulit pada bagian Stratum corneum  dan akan membuat jalan seperti terowongan sampai beberapa centimeter dan telur-telur akan diletakan disepanjang tempat tersebut, setelah bertelur parasit betina dewasa akan mati. Telur yang telah diletakan dalam kurun waktu 3-8 hari akan menetas dan akan tumbuh menjadi larva-nimfa, hingga dewasa.

Penularan Parasit Kucing

Terjadi pada kucing usia muda maupun dewasa, tetapi pada umumnya terjadi pada kucing berusia muda (kitten) karena memiliki imunitas yang lebih rendah dibandingkan dengan kucing dewasa. Akibat kurangnya imunitas tubuh parasit akan mudah berkembang. Beberapa penyakit yang bersifat imunosupresif dapat menyebabkan pertumbuhan parasit yang berlebih karena ketidak mampuan tubuh untuk melawan infeksi.

Lesi scabiosis di kakiPenularan parasit terjadi baik melalui kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi, maupun kontak tidak langsung melalui kandang, dan alat-alat grooming seperti sisir dan gunting. Infeksi parasit tidak hanya berdampak pada hewan peliharaan saja, manusia yang berkontak langsung dengan hewan terinfeksi dapat juga tertular karena infeksi penyakit bersifat zoonotik (menular dari hewan ke manusia dan juga sebaliknya). Pada manusia, fase awal akan terasa gatal pada kulit, kemudian disertai dengan adanya kemerahan.

Perawatan dan Pencegahan Scabiosis

Apabila kucing anda mengalami gejala scabiosis seperti yang telah dipaparkan diatas, ada baiknya segera memeriksakan kesehatannya dan berkonsultasi kepada dokter hewan, karena luka scabiosis serupa dengan penyakit kulit lainya seperti luka yang disebabkan oleh bakteri ataupun jamur. Dokter hewan akan melakukan test skin scraping atau mengambil kerokan kulit dari keropeng dan melihat ada atau tidaknya parasit. Kucing yang dinyakatan sakit harus dipisahkan dengan kucing lainnya karena penyakit ini dapat menyebar kepada kucing yang sehat. Pemandian rutin dengan dikombinasi penggunaan salep kulit yang mengandung lime sulfur dan sampo antiseptik / sebolitik juga dapat dibawah pengawasan dokter hewan untuk mengatasi masalah ini.

Untuk pencegahan, dapat dilakukan dengan:

  • Memandikan kucing anda secara rutin seminggu sekali,
  • Memberi makanaan yang cukup nutrisi dan gizi pada hewan peliharaan,
  • Apabila diperlukan pemilik hewan dapat menggunakan obat tetes antiparasit (one spot) yang diaplikasikan pada kulit hewan untuk mencegah adanya penularan parasit.
  • Pemeliharaan kucing yang benar dan sesuai akan membuat hewan kesayangan kita tetap sehat.

 

Hizriah Alief Jainudin, drh.
Alumni Dokter hewan UGM (2013), Mahasiswa S2 Medis Klinis FKH UGM, Praktisi Pet and Exotic Animal di Sleman Yogyakarta.