Masa Depan Satwa Liar

Kukang, monyet, ular, musang, kuskus dan bahkan buaya sebut saja spesies satwa liar yang terlintas dipikiran anda maka hampir semua spesies tersebut telah menjadi hewan peliharaan di rumah seseorang. Apa yang terpikir saat orang mulai memelihara satwa liar? prestise, kasihan, tidak tega, dan bentuk iba lain yang dapat diungkapkan dengan kata-kata mungkin akan menjadi alasan utama.

wild cat

wild cat

Apakah rumah dan kasih sayang manusia dapat menggantikan habitat alami satwa liar? Apakah sawa liar dapat kita anggap sebagai hewan kesayangan? Apakah satwa liar lebih pantas dirumah atau di habitatnya? Mari kita berpikir sejenak, tarik nafas, biarkan fakta dan akal sehat berbicara, dan beri jalan untuk ulasan ini membawa anda pada satu kesimpulan yang membuat anda berpikir dan bertindak demi masa depan satwa liar Indonesia

Menurut undang No.18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan yang dimaksud satwa liar adalah semua binatang yang hidup di darat, air, udara yang masih mempunyai sifat liar, baik yang hidup bebas maupun di pelihara manusia. Dan berdasar undang undang yang sama yang dimaksud hewan kesayangan adalah hewan yang kehidupannya untuk sebagian atau seluruhnya bergantung pada manusia untuk maksud tertentu.

Dimanakah Sebaiknya Satwa Liar Berada?

Beberapa orang berpendapat satwa liar yang dipelihara telah menjadi hewan kesayangan. Oke pendapat ini tak salah, tapi mari kita telaah. Apa yang dapat kita berikan kepada satwa yang dapat menggantikan kebebasannya di alam. Kasih sayang? Sebesar apa kasih sayang kita sehingga kita dengan tega membiarkannya terkurung dalam kandang, dan terantai tak bisa bergerak. Berdasar undang undang pula, bagaimana satwa liar dapat mengekspresikan sifat liarnya bila sifat ini juga selalu kita redam, dan sejak kapan satwa liar menggantungkan seluruh atau sebagian hidupnya kepada manusia. Sungguh kita dibutakan oleh kasing sayang dan iba. Tak selamanya menyangangi satwa berarti memeliharanya di rumah.

Alam menyediakan yang dibutuhkan satwa sebut saja makanan, kebanyakan pecinta satwa memberi makan apa yang menurut mereka enak tetapi bukan apa yang biasa dimakan oleh satwa tersebut. Saya pernah mendapati saat berkunjung ke rumah seorang pecinta kukang ia memberi minum kukang tersebut dengan teh manis. Sebuah ironi. Sejak kapan kukang kenal teh manis apakah di hutan ada teh manis? Dari mana muncul ide memberikan teh manis pada kukang, internet jawab si pemilik. Pola pikir para pecinta satwa ini yang perlu dirubah. Internet tidak selalu memberi jawaban benar tentang apa yang harus dan tidak harus dilakukan pada satwa, bahwa semua orang tidak bisa menjadi ahli satwa atau bahkan dokter hewan dengan hanya belajar dari artikel di internet.

Tindakan Untuk Keselamatan Satwa Liar

Para pecinta binatang khususnya pecinta satwa liar berpikir dengan membeli satwa liar di pasar mereka akan menolong satwa tersebut, itu sebuah pendapat yang keliru. Benar mereka telah menolong satwa tersebut tetapi mereka juga telah menyuburkan perdagangan, pemburuhan, dan perusakan habitat satwa liar. Saat seseorang membeli seekor satwa liar, penjual akan berpikir barang dagangannya laku dan akan segera menambah stock jualan mereka, satwa liar yang diperjualbelikan di pasar kebanyakan merupakan hasil buruan dari habitat asli di hutan. Sesuai hukum ekonomi permintaan dan penawaran akan berbanding lurus, bila kita tetap membeli satwa liar perusakan habitat dan pemburuhan satwa liar tentu tak dapat dihindari.

Hal yang paling mudah dan efektif untuk dilakukan demi keselamatan satwa liar adalah dengan memutus rantai jual beli, dengan tidak membeli satwa tersebut, yang sudah pasti ilegal. Sudah selayaknya kita belajar mengolah hati dan rasa kita, belajar tega bila melihat satwa liar dipasar dan tidak tergoda untuk membelinya. Kita harus berani bertindak dan selalu berharap apa yang kita lakukan dapat berdampak baik terhadap kelangsungan hidup serta habitat satwa liar Indonesia.

Wild LifeLet Them Free

 

(Kontributor: drh. Mardini Kusumojati)

 

Pecinta Satwa
Freelance Contributor at Pecinta Satwa [dot]com
Beberapa kontributor lepas yang menulis artikel untuk Pecinta Satwa [dot]com. Masih ada yang aktif menulis dan ada yang sudah tidak aktif.