Asal Usul Sapi Madura

Sapi Madura merupakan salah satu plasma nutfah asli Indonesia. Menurut sejarah, Sapi Madura merupakan hasil persilangan antara banteng (Bos taurus) dengan sapi Zebu (Bos indicus). Namun, ada teori yang mengaitkan bahwa sapi Madura juga dilahirkan dari persilangan Bos sondaicus dengan Bos indicus. Hal ini dibuktikan dari ciri fisiknya yakni sapi Madura beberapa memiliki punuk yang sifat ini diwariskan oleh Bos sondaicus serta warna cokelat keputih-putihan yang diwariskan oleh Bos indicus.

Karapan Sapi Madura

Karapan Sapi Madura

Sapi Madura ini mayoritas mendiami pulau Madura, serta daerah-daerah yang penduduk didominasi dari suku Madura. Dari sekian banyak lingkungan peternak yang memelihara sapi Madura, Pulau Sapudi ditetapkan sebagai daerah pemilik bibit-bibit unggul dan asli sapi Madura serta diharapkan dapat mempertahankan mutu genetik di masa depan. Pulau Sapudi menjadi harapan sebagai penjaga plasma nutfah asli dari salah satu sapi khas Indonesia yakni Sapi Madura. Plasma nutfah merupakan substansi agen pewaris sifat dari induk baik itu sebagian maupun keseluruhan dari tubuh serta jasad renik. Dengan adanya plasma nutfah pada sapi Madura yang dimiliki Indonesia, akan menjadi aset serta kekayaan nusantara yang bisa dikembangkan dalam rangka peningkatan ilmu pengetahuan dan program nasional.

Karakteristik Sapi Madura

Sapi Madura memiliki karakter fisik yang tidak jauh berbeda dengan induk aslinya yakni banteng dan sapi zebu. Sapi Madura baik yang mendiami Pulau Sapudi, maupun Pulau Madura dan sekitarnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Warna kulit cokelat kemerahan
  2. Pada daerah kaki depan dan belakang serta abdomen berwarna agak keputih-putihan dengan batas gariswarna yang tidak jelas
  3. Umumnya bertanduk pendek, pada jantan lebih panjang dari betina. Tanduk pada jantan bisa mencapai 10-20 cm.
  4. Punuk pada sapi Madura relatif kecil.

Selain ciri-ciri fisik, menurut Karnaen dan Arifin (2007), sapi Madura secara fisiologis dan biologi memiliki ciri-ciri :

  1. Usia pubertas sapi Madura berkisar antara 510-640 hari
  2. Rata-rata panjang  siklus  birahi  pada  musim kemarau  lebih  panjang  dibandingkan  dengan siklus  birahi  pada  musim  hujan,  sebaliknya rata-rata  lama  periode  birahi  pada  musim hujan  lebih  pendek  dibandingkan dibandingkan dengan lama periode birahi pada musim kemarau
  3. Beberapa sifat reproduksi dan produksi sapi Madura pada musim hujan dan musim kemarau tidak sama.

Keunggulan Sapi Madura

Sapi Madura memiliki keunggulan yang sangat menguntungkan dan mendukung peternakan dengan cara tradisional. Maksud dalam hal ini, sifat sapi Madura yang tahan iklim tropis, bertahan dalam kualitas pakan yang kurang bagus, serta lebih tahan dari penyakit infeksi menjadikan sapi ini primadona bagi peternak yang tidak perlu mengeluarkan cost produksi terlalu tinggi

Sapi Madura pemenang kontes

Sapi Madura pemenang kontes

Sapi Madura merupakan sapi potong yang sangat mudah dipelihara. Selain itu, Sapi Madura juga menjadi sapi adat dimana diperuntukkan budaya ‘Karapan Sapi’ oleh masyarakat asli suku Madura. Tenaga sapi Madura juga banyak dimanfaatkan peternak untuk membantu pekerjaan baik berladang maupun berkebun serta sebagaialat transportasi sederhana untuk menjalankan kereta.

Untuk meningkatkan populasi sapi Madura juga mudah dilakukan dengan intensifikasi pemuliaan bibit ternak. Keunggulan sapi Madura yang mudah dibiakkan karena angka konsepsi yang tinggi seharusnya menjadikan populasi sapi Madura dapat terus meningkat dari tahun ke tahun. Usaha lain adalah dengan menyilangkan sapi Madura dengan jenis sapi lain, namun alangkah lebih baik jika mutu genetik yang asli dari sapi Madura tetap dipertahankan, sehingga plasma nutfah dari sapi Madura tetap terjaga.

Referensi :

Karnaen dan Arifin, J. 2007. Kajian Produktivitas Sapi Madura. J ilmu ternak 7(2):135-139

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.