Cara Mengatasi Sapi Kembung

PecintaSatwa.com – Kejadian kembung / tymphani pada sapi bisa menjadi fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Banyak kasus dilapangan berakhir dengan potong paksa sebagai solusi akhir untuk mengurangi kerugian, meski demikian tentu saja peternak masih sangat merugi, karena biasanya hasil penjualan sapi potong paksa berharga tidak lebih dari 10-30% dari harga normal. Apabila peternak jeli dalam pemeliharaan ternak, hal demikian dapat dihindari dan dikenali gejala awalnya, sehingga peternak tak perlu merugi karena kasus sepele berakibat fatal ini.  (simak: Merawat Pedet Sapi Pedaging)

Sapi kembung akan terlihat kurang bersemangat, gelisah, tidak nyaman, lebih banyak duduk, nafasnya cepat, jika diraba perut kirinya akan teraba seperti balon, berisi udara, berbunyi nyaring jika di ketuk ketuk, seperti “pung-pung-pung” atau “ping”, lebih jelas dengan menggunakan stetoskop. Semakin parah, akan terlihat pengembungan di perut bagian kiri lebih jelas, tepat di bagian rumennya karena adanya akumulasi gas yang membuat perut bagian kirinya melembung keatas dan samping, sapi terlihat lemah, kesulitan berdiri, tekanan pada diafragmanya akan menyebabkan sapi kesulitan bernafas dan kesakitan, akibatnya akan terjadi shock karena oksigen yang disirkulasikan berkurang, tak lama kemudian, apabila tidak diberi penanganan  kemungkinan besar akan tutup usia.

Penyebab Sapi Kembung

sapi sehat tampak belakang

sapi sehat tampak belakang

Kejadian kembung pada sapi, dapat terjadi karena sapi mengkonsumsi hijauan dengan kadar air tinggi, pakan yang memicu timbulnya gas dalam rumen seperti gaplek dan golongan singkong, serta keadaan sapi yang sedang menurun karena perubahan cuaca atau sebab lain sehingga sapi stress, kemudian menurun nafsu makannya, rumen dan reticulum yang kosong akan berisi gas akibat aktifitas fermentasi flora normal dalam rumen.

Apabila peternak dapat mendeteksi gejala klinis timphani sejak dini, penanganan tradisional secara mandiri terbukti ampuh untuk mengatasinya. Perternak harus mulai curiga ketika sapi sudah malas makan, dengan perut bagian kiri cenderung besar dan apabila ditekan, akan terasa seperti menekan balon atau bola berisi udara, cepat kembali ke bentuk semula / “mental”. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah, mengajak sapi berjalan-jalan atau lari-lari kecil selama 30-90 menit, gerakan sapi saat berjalan-jalan akan memicu pergerakandi daerah sekitar perutnya, berlanjut sapi sendawa, pengeluaran gas dari rumennya. Setelah sapi terlihat sendawa beberapa kali, beri sapi jerami kering. Pakan ini berfungsi untuk membuat sapi terus mengunyah, gerakan mengunyah juga akan merangsang sapi untuk mengeluarkan gas dari rumen.

Penanganan Sapi Kembung

Untuk kasus yang parah, dimana sapi hanya rebah dan perutnya sudah melembung besar, pertolongan medis darurat harus segera dilakukan. Dokter hewan atau paramedic setempat biasanya akan mengeluarkan kotoran dan rectum sapi, kemudian mengeluarkan gas dari rumen dengan menggunakan trocar, untuk mengurangi tekanan rumen ke diafragma yang menyebabkan sapi kolaps. Setelah itu, akan diusahakan recovery kondisi sapi, dengan menggunakan terapi cairan jika diperlukan, terapi anti kembung per-oral untuk mengembalikan keadaan lambung sapi dan terapi vitamin dan obat-obatan pendukung untuk memulihkan kondisi sapi.

Terapi diatas efektif untuk mengatasi kembung pada sapi, dengan catatan dilakukan secepat mungkin dan tidak ada komplikasi abnormalitas letak organ lainnya. Terlambatnya pertolongan diberikan akan berakibat fatal, sapi akan shock dan kolaps akibat tekanan di diafragma yang menyulitkan sapi bernafas.

Pencegahan Sapi Kembung

sapi kembung tampak belakang

sapi kembung tampak belakang

Tympani dapat dicegah dengan menerapkan manajemen pakan yang baik. Hindari pemberian pakan dengan hijauan segar, baru dipotong yang masih mengandung banyak air. Usahakan memberikan pakan hijauan pada sapi lebih dari 12 jam setelah dipotong. Lebih baik hijauan diangin-anginkan terlebih dahulu di tempat yang teduh, hijauan yang dipotong pada pagi hari dapat diberikan pada sapi pada sore harinya atau esoknya, ketika kadar airnya sudah menurun dari sebelumnya. Lakukan panen/pemotongan hijauan diatas jam 10 pagi, untuk mengurangi kadar air dari embun dan kelembapan lingkungan, juga meminimalisir adanya parasit cacing dalam stadium aktif.

Selain itu, disarankan untuk berhati-hati jika ingin memberi pakan gaplek pada sapi, pastikan gaplek/atau tepung gaplek dalam keadaan kering, tidak lembab atau basah. Pakan lengkap / konsentrat yang mengandung gaplek juga diusahakan tidak lembab, karena itu lebih baik anda tidak menimbun pakan konsentrat dengan kandungan gaplek tinggi terlalu lama, lebih baik terus memproduksinya dalam jumlah sedikit namun sering. (baca: Pentingnya Susu Pengganti bagi Pedet Pedaging Baru Lahir)

Waspadai juga kondisi-kondisi lingkungan yang berpotensi menyebabkan sapi stress, seperti panas terik yang menyengat, perubahan cuaca / masa pancaroba, dan hujan lebat. sebelum terjadinya kondisi tersebut, peternak dapat memberikan vitamin anti stress pada air minum sapi, sehingga ketika cuaca ekstrim tersebut terjadi, tubuh sapi telah siap, dan resiko stress dapat ditekan, karena stress merupakan salah satu pemicu utama terjadinya berbagai macam penyakit.

Tetap jaga sapi anda dengan perhatian dan kasih sayang, agar ia terhindar dari penyakir dan anda pun sebagai peternak tidak akan stress jika harus potong paksa. (Rind)

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.