Penyebab Feline Distemper

PecintaSatwa.com  – Tidak hanya canine distemper pada anjing yang harus di waspadai saat musim-musim pancaroba dan musim hujan seperti saaat ini, tapi juga hati-hati dengan feline distemper yang sewaktu waktu dapat menyerang kucing kesayangan anda. Sebagaimana penyakit yang disebabkan virus lainnya, feline distemper telah banyak membuat owner kucing pusing karena bahayanya virus ini.

feline distemper, disebut juga sebagai penyakit Panluekopenia,disebabkan parvovirus, sangat mudah menular dari kucing satu ke lainnya. Virus agen penyakit ini menyerang sumsum tulang dan kelenjar limpa kucing, dimana kedua organ ini bertugas sebagai “pabrik imunitas” tubuh, virus juga menyerang jaringan syaraf dan organ pencernaan seperti halnya canine parvo virus yang menyerang anjing.

Virus Penyebab Panluekopenia

Berbeda dengan kebanyakan virus lainnaya, virus penyebab Panluekopenia sangat sulit dibasmi di lingkungan. Karena virus ini tahan dengan desinfektan dan dapat bertahan di lingkungan selama setahun, karena itu lah kucing-kucing kesayangan anda dapat pula dengan mudah tertular penyakit ini saat jalan-jalan pagi, ketika kekebalan tubuhnya sedang lemah karena stress atau adaptasi cuaca.

Panluekopenia menyebar antar kucing dapat secara langsung maupun tak langsung. Kucing satu kennel dapat tertular dengan cepat apabila salah satu terkena penyakit ini atau ada kucing baru yang membawa virus penyebab Panluekopenia dari luar. Penularan tidak langsung dapat melalui debu-debu atau kotaran pada bedding, karpet, dan lingkungan sekitar kita yang mengandung virus. Panluekopenia dapat menyerang kucing muda maupun tua, tapi yang lebih rentan tentu saja anak-anak kucing, karena system imunnya belum berkembang sesempurna kucing dewasa, apa lagi anak kucing tersebut belum mendapatkan vaksinasi pertamanya.

Gejala klinis Panluekopenia akan mulai tampak pada hari ke 5 setelah infeksi virus ke dalam tubuh kucing, seperti diare, muntah, kejang, kehilangan nafsu makan dan demam. Muntahan kucing biasanya berupa makanan yang ia makan sebelumnya, dapat pula disertai adanya darah dalam muntahan tersebut. Muntah dan diare yang progresif akan menyebabkan kucing dehidrasi dan shock, karena itu kucing dengan indikasi Panluekopenia harus mendapatkan terapi cairan dari tenaga medis veteriner untuk menjaga kestabilan kondisinya.

Kejang pada kasus Panluekopenia terjadi sekitar 5 menit, selama mengalami kejang kucing akan kehilangan kontrol atas otot dan pergerakannya, matanya tampak melebar dan nafasnya terengah engah. Kucing tidak akan mau  makan, deperesi, bahkan dapat menggigit ekornya sendiri yang dapat menyebabkan perlukaan.

Meski banyak diantara penderita Panluekopenia berakhir dengan tutup usia, beberapa pasien dapat bertahan hidup dengan baik dan kembali sehat seperti sedia kala. Pasien Panluekopenia perlu menjalani perawatan intensif di rumah sakit hewan atau di klinik hewan, terapi cairan dan obat-obatan khusus akan diberikan secara berkelanjutan selama beberapa hari untuk meningkatkan status kesehatan pasien. Penderita Panluekopenia akan dirawat diruang hangat yang terisolasi dari pasien lainnya. Apabila hasil pemeriksaan darah pasien menunjukkan penurunan drastic sel darah putih, maka tranfusi darah dapat dilakukan untuk menjaga fungsi darahnya, karena tujuan pengobatan ini adalah untuk menjaga kestabilan keadaan pasien, dan meningkatkan kinerja system imun kucing, sehingga tubuhnya mampu berjuang melawan penyakit ini.

Sebagai owner kita harus cepat tanggap dengan keadaan darurat seperti ini. segera bawa kucing kesayangan anda dengan indikasi Panluekopenia ke klinik hewan atau rumah sakit hewan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif secepatnya. Karena anda berkejaran dengan waktu, selagi virus tersebut semakin dalam menginfeksi kucing kesayangan anda. Keep health and happy.. miaww! (Rind)

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.