Penyebab Otitis

Pemeriksaan telinga Anjing

Pemeriksaan telinga Anjing

Keradangan telinga atau dalam istilah medis disebut otitis merupakan kondisi yang umum terjadi pada kucing maupun anjing, keradangan ini banyak disebabkan oleh berbagai faktor seperti adanya kutu dalam telinga (Otodectes cyanosis), proses pemandiaan yang salah sehingga menyebabkan adanya air yang masuk kedalam telinga, adanya tumor, adanya infeksi jamur atau bakteri, ataupun kelukaan pada telinga.

Secara umum telinga terbagi menjadi tiga bagian yaitu telinga bagian luar (eksterna), telinga bagian tengah (media) dan bagian dalam (interna), keradangan pada telinga dapat terjadi pada salah satu bagian dari telinga tersebut. Keradangan dapat bersifat akut, apabila tidak segera mendapatkan penanganan akan menimbulkan kejadian penyakit yang bersifat kronis. Keradangan telinga dapat diawali dari telinga bagian luar dan kemudian menjalar hingga bagian tengah dan dalam. Ketika peradangan sudah mencapai bagian dalam akan bersifat fatal, karena dapat mengakibatkan hilangnya kemampuan mendengar secara permanen, selain itu juga dapat menimbulkan gangguan syaraf keseimbangan. Keradangan pada telinga dapat berlangsung secara kronis yang menginisiasi adanya polip (bintilan) dan apabila tidak segera diatasi akan berkembang menjadi tumor bahkan kemungkinan yang terburuk adalah adanya kanker yang menutupi lubang telinga.

Gejala klinis otitis

Gejala klinis otitis pada hewan adalah hewan biasanya merasa tidak nyaman terkadang menggeleng – gelengkan kepala dan menggaruk telinga atau menggosokan telinga / kepala pada dinding. Pada kucing telinga dapat terlihat kotoran berwarna kehitaman seperti bercak kopi bahkan sampai keluarnya cairan berwarna putih yang terkadang memiliki bau yang kurang sedap. Pada daun telinga yang sering digaruk akan menimbulkan luka dan juga disertai dengan infeksi bakteri.

Telinga yang sering digoyangkan atau digeleng-gelengkan dalam waktu yang lama dapat memicu adanya penggumpalan darah yang diakibatkan pecahnya pembuluh darah pada daun telinga (aural hematoma). Telinga yang mengalami hematoma akan terlihat bengkak, terasa hangat ketika diraba, dan terjadi penumpukan cairan pada lapisan kulit telinga

pengobatan otitis kucing

pengobatan otitis kucing

Untuk meneguhkan diagnosa seorang dokter hewan akan melakukan pemeriksaan telinga dengan menggunakan otoskop, otoskop akan membantu mempermudah dokter hewan untuk melihat kondisi telinga bagian luar dan juga saluran telinga. Pemeriksaan sampel kotoran telinga juga dapat dilakukan untuk melihat kutu di dalam telinga dan juga pemeriksaan sitologi untuk melihat mikroorganisme / bakteri yang menyebabkan keradangan pada telinga.

Pengobatan dan Pencegahan Otitis

Pengobatan yang diberikan oleh seorang dokter hewan akan disesuaikan dengan kondisi pasien, apabila keradangan telinga bersifat ringan, hewan yang menderita keradangan telinga akan diberikan pembersih telinga dan obat antibiotik yang bersifat lokal (tetes telinga) serta pada beberapa kasus dokter hewan akan menyarankan penggunaan obat tetes (one spot) yang mengandung anti parasit untuk mengendalikan jumlah kutu telinga. Semakin cepat otitis terdeteksi dan diobati, tingkat kesembuhan penyakit inipun semakin tinggi, karena itulah selalu dibutuhkan kepekaan para pemilik hewan untuk memperhatikan abnormalitas pada hewan kesayangannya.

Pencegahan yang dapat dilakukan pemilik hewan untuk mengatasi keradangan pada telinga adalah dengan rutin membersihkan telinga hewan dari kotoran. Sebagian besar kasus infeksi pada telinga berawal dari kotoran yang tertinggal didalam telinga, seperti juga pada manusia secara normal, telinga kucing memproduksi cairan berwarna kuning kecoklatan seperti lilin (wax) yang disebut cerumen, berfungsi menjaga kelembaban dan kondisi mikroorganisme didalam telinga.

Baca: Kontaminan Produk Makanan Asal Hewan

Penumpukan cerumen yang berlebihan akan menginisiasi pertumbuhan mikroorganisme yang berlebih dan menyebabkan adanya keradangan pada telinga, normalnya telinga dibersihkan seminggu sekali. Selain membersihkan telinga proses pemandian yang tepat akan mengurangi resiko adanya keradangan, air yang masuk didalam telinga menyebabkan telinga lebih lembab dan adaya air yang membendung akan menimbulkan reaksi alergi dan radang.

Semakin cepat otitis terdeteksi dan diobati, tingkat kesembuhan penyakit inipun semakin tinggi, karena itulah selalu dibutuhkan kepekaan para pemilik hewan untuk memperhatikan abnormalitas pada hewan kesayangannya.

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.