Penyakit yang Menyerang Hewan-hewan Ruminansia

Di artikel sebelumnya pecintasatwa.com telah membahas beberapa breed domba dan kambing unggul untuk dibudidayakan baik jenis kambing dan domba lokal maupun impor dan peranakannya. Kali ini pecintasatwa.com akan mengulas tentang penyakit orf dan myasis, yang sering dijumpai pada kambing dan domba serta bagaimana cara mengatasi dan mencegahnya.

Penyakit Kambing dan Domba – Orf

Penyakit orf dapat menyerang hewan-hewan ruminansia, namun kasus tersebut lebih banyak dijumpai pada kambing dan domba terutama yang berumur 3-6 bulan. Orf disebabkan oleh virus parapox dari famili poxviridae. Penyakit ini termasuk zoonosis, dapat menular pada manusia.

Pada kambing atau domba penderita orf akan terlihat adanya ruam-ruam dan bintil-bintil merah disekitar moncong, basah bahkan bernanah. Beberapa hari kemudian, lesi tersebut akan menjadi kerak-kerak keropeng. Peradangan yang terjadi di moncong dapat menyebar ke bagian wajah yang lainnya seperti mata, dagu, dahi.

orf pada domba

orf pada domba

Rasa gatal yang sangat akan dirasakan oleh kambing dan domba penderita orf, untuk mengurangi rasa gatal biasanya ternak akan menggosok-gosokan wajahnya pada kayu atau dinding kandang, rasa gatal yang mengganggu menyebabkan nafsu makan ternak menurun drastis, sehingga bobot badannya pun akan menurun drastis.

Tidak ada pengobatan yang efektif untuk menangani orf, karena penyakit ini disebabkan oleh virus. Terapi antibiotika mungkin akan diberikan oleh dokter hewan untuk mencegah infeksi sekunder oleh bakteri. Multivitamin juga penting sebagai pendukung kondisi ternak terutama untuk meningkatkan nafsu makannya, dengan harapan kambing dan domba cukup kuat untuk bertahan dan memproduksi antibodi sebagai penawar alami penyakit tersebut. Pada ternak yang cukup kuat dengan infeksi virus tidak terlalu parah, penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya setelah 4-6 minggu.

Simak: Tips Menghindari Polio Kambing dengan Ransum yang Tepat

Orf dapat menular dengan cepat, segera isolasi ternak-ternak dengan indikasi orf di kandang karantina yang cukup jauh dari kandang pemeliharaan. Kandang yang semula ditempati juga harus disemprot dengan desinfektan dan dikosongkan selama sekitar 1 bulan. Langkah pencegahan penyakit orf hanya dapat dilakukan dengan vaksinasi pada umur 1 bulan, kemudian dibooster pada bulan ke 2-3. Reaksi kekebalan akan timbul 7 hari setelah vaksinasi hingga 8-28 bulan kemudian.

 

Penyakit Kambing dan Domba – Myasis

Myasis merupakan istilah untuk luka terbuka yang diperparah dengan berkembangnya larva (belatung) didalamnya. Larva tersebut akan terus tumbuh dan menembus jaringan otot semakin dalam hingga memperbesar daerah perlukaan. Myasis dapat terjadi apabila kambing atau domba terluka baik karena tusukan, goresan atau gesekan permukaan kasar hingga tampak kulit bagian dalamnya dan keluar darah. Aroma darah yang anyir khas akan mengundang lalat untuk hinggap di luka tersebut. Lalat tidak hanya hinggap saja, ia juga menaruh telur-telurnya pada luka tersebut. Bentuk myais sangat khas, berupa lubang luka terbuka.

myasis

myasis

Telur lalat pada luka akan segera menetas menjadi larva, selanjutnya terus tumbuh dan berkembang pada luka tersebut. Larva hidup dengan memakan jaringan kulit dan rembesan darah sehingga dapat memperbesar luka dan memperlambat proses penyembuhan. Kambing dan domba yang mengalami myasis dapat menurun nafsu makannya akibat rasa nyeri dan tidak nyaman pada luka tersebut.

Peternak dapat memberi pertolongan pada ternak dengan kasus myasis menggunakan air tembakau. Daun tembakau kering atau tembakau rokok direndam dengan air selama beberapa jam, kemudian air rendaman ini disiram atau disemprotkan pada luka myasis hingga bagian dalam. Tak lama kemudian, biasanya larva akan keluar, ambil larva-larva yang keluar, dan bersihkan luka dengan antiseptik. Lebih praktis lagi jika peternak memiliki semprotan larvasida. Myasis dapat dicegah dengan menyemprotkan larvasida pada luka terbuka yang baru terbentuk setelah sebelumnya dibersihkan dengan antiseptik seperti iodin.

Baca: Jenis Kambing Asli Indonesia

Pengobatan

Metode pengobatan diatas merupakan tahapan pertolongan pertama yang dapat dilakukan peternak secara mandiri di kandang. Pada kasus ringan, pertolongan tersebut terbukti efektif, ternakpun berangsur-angsur membaik, namun apabila peternak menjumpai kasus yang sudah parah, lebih baik segera menghubungi dokter hewan, agar ternak secepatnya dapat ditangani lebih lanjut.(Rind)

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.