Susu untuk Pedet Baru Lahir

PecintaSatwa.com – Fase kritis dalam kehidupan pedet ada di awal masa kehidupannya. Perawatan pada hari-hari pertama setelah ia dilahirkan memiliki peranan penting untuk menentukan kualitas tumbuh kembang pedet selanjutnya. Karena itu penanganan pedet baru lahir harus diperhatikan sebaik-baiknya, agar pedet tidak kekurangan nutrisi.

Pedet baru lahir harus mendapatkan kolostrum pada 24 jam pertama dari induknya untuk menguatkan imunitas tubuhnya. Akan tetapi pada kasus tertentu pedet tidak bisa mendapatkan kolostrum induknya karena induk tutup usia pasca melahirkan atau induk tidak memiliki sifat keibuan (maternity) yang baik. Karena itulah peternak harus memberi perhatian ekstra apabila memiliki pedet dengan kondisi tersebut. (Baca: Merawat Pedet Sapi Pedaging Part 1)

Teknik Memberi Susu untuk Pedet Baru Lahir

Pada induk yang memiliki maternity kurang baik, pedet harus diberi kolostrum induknya dengan cara memerah susu induknya, demi keamanan peternak dapat melakukannya di kandang jepit, atau di kandang pemeliharaan dengan pengamanan tali. Kolostrum harus diperah semaksimal mungkin, kemudian langsung diminumkan pedetnya semampu pedet tersebut minum, jika masih ada sisanya, dapat disimpan di lemari pendingin untuk diminumkan beberapa jam kemudian. (Baca pula:  Persiapan Kelahiran pada Sapi)

Sedangkan pada pedet yang induknya tutup usia, kolostrum yang diberikan dapat berupa kolostrum beku yang diambil dari induk sapi 1-3 hari pasca melahirkan. Kolostrum tersebut sebaiknya di pasteurisasi dulu sebelum diberikan, atau dapat pula langsung dihangatkan  / thawing sebelum diberikan. suhu susu yang mirip dengan hangatnya susu dari ambing induk dapat meningkatkan nafsu menyusu pedet.

Susu CMR (calf milk replacer)

Setelah pemberian kolostrum di hari pertama, hari selanjutnya hingga 3-4 bulan pedet harus tetap diberi susu pengganti untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, biasanya peternak menggunakan susu CMR (calf milk replacer), susu afkir, susu induk lain, atau susu beku. Susu afkir, berharga paling murah, susu ini biasanya berasal dari susu curah untuk manusia yang baru saja kadaluarsa, akan tetapi keamananya dari susu ini masih dipertanyakan.

Peternak yang memelihara beberapa ekor sapi pedaging yang sedang menyusui atau sapi perah yang sedang laktasi relatif lebih mudah mengasuh pedet ini, karena susu pedet piatu masih dapat diambilkan dari susu induk lain baik ia dilatih untuk menyusu sendiri ke induk tersebut, atau diperahkan oleh peternak.

Berbeda dengan pedet sapi perah, pedet sapi pedaging tidak dapat diberi susu CMR sebagai asupan nutrisinya di minggu-minggu pertama. Lambung pedet susu pedaging cenderung lebih sensitif, sering dijumpai adanya kematian mendadak pada minggu pertama akibat radang pada saluran pencernaan pedet yang ditandai dengan adanya diare, lemas dan penurunan nafsu makan. ( Simak juga: Apa Saja Penyebab Keracunan pada Ternak)

Pedet sapi pedaging yang tidak diasuh induknya, lebih baik diberi susu sapi murni yang dapat dibeli peternak di tempat penampungan susu setempat. Apabila terlalu mahal, peternak dapat memerah susu sapi induk lain yang juga sedang menyusui, kemudian. diberikan kepada pedet sebagian sedangkan sebagian lainnya dibekukan di freezer. hindari penggunaan susu CMR dan susu afkir pada minggu pertama dan kedua.

Susu Pengganti Bagi Pedet

Pada beberapa kasus, pedet masih menunjukkan gejala diare dan lemas meski telah diberi susu sapi murni atau susu beku yang diencerkan, apabila keadaan ini terjadi segera hubungi tenaga medis untuk diberikan terapi antibiotic dan vitamin, selanjutnya lebih baik susu pedet diganti dengan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan.

Susu formula bayi usia 0-6 bulan memiliki partikel yang lebih lembut, sehingga tidak mengiritasi lambung pedet. Harga susu formula memang sangat mahal namun jika dibandingkan dengan kerugian kematian pedet, jumlah tersebut masih dapat dijangkau oleh peternak.

Susu formula digunakan selama satu minggu penuh. Pada minggu ke 2-3, susu formula dapat mulai dicampur dengan CMR sedikit demi sedikit dengan perbandingan susu formula 75% dan CMR 25% selama 3 hari, dilanjutkan dengan 50% susu formula dan 50% susu CMR di 3 hari berikutnya, hingga pedet dapat menerima susu CMR 100%. Perpindahan pakan dari susu formula ke susu CMR harus dilakukan perlahan-lahan agar tubuh pedet tidak stress, dan nafsu makannya stabil. Apabila program ini dapat dilakukan dengan lancar, pada minggu ke 3 peternak sudah dapat menggunaka susu CMR 100% untuk pedet pedagingnyanya hingga masuk masa sapih. Namun apabila ditengah masa transisi terjadi shock atau penurunan kondisi tubuh pedet, maka sesegera mungkin beri ia 100% susu formula, biasanya tubuh pedet akan berangsur angsur membaik, hingga siap dilakukan masa transisi kembali.

Selama minggu-minggu awal pemberian susu pada pedet, tetap kenalkan ia dengan hijauan dan konsentrat sedikit demi sedikit. Hindari pemberian hijauan atau konsentrat yang berlebihan sebelum pedet berusia 2 bulan, karena lambung mekanis penggiling seratnya (rumen) belum terbentuk sempurna, hal demikian akan menyebabkan terjadinya kembung yang sangat berbahaya bagi pedet. Cukup berikan ia hijauan dan konsentrat sebagai perkenalan saja. (Ketahui pula: Demam 3 Hari pada Sapi)

Jika kita memandang hewan peliharaan dan hewan ternak kita sebagai kehidupan, tidak akan ada yang terlalu mahal untuknya.. sebagai makhluk yang bernyawa ia berhak mendapatkan yang baik dari kita yang memeliharanya, hingga dikemudian hari ia akan memberikan kebaikan kepada kita sebagaimana fitrahnya di bumi ini. (Rind)

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.