Popularitas Anjing Kintamani

PecintaSatwa.com – Popularitas terjadi setelah adanya runtutan perjuangan, kisah, dan sejarah panjang. Begitu pula dengan popularitas Anjing Kintamani, ras anjing asli Indonesia yang diakui telah diakui oleh Persatuan Kinekologi Indonesia (PERKIN) pada tahun 2006 sebagai satu-satunya anjing ras asli Indonesia. Menyusul kemudian disahkan oleh Kementrian Pertanian sebagai sumber daya genetik hewan lokal Indonesia berdasar SK Mentan Nomor 851/Kpts./SR.120/4/2014.

Di habitat asalnya, kawasan pegunungan Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Propinsi Bali, anjing kintamani lebih dikenal dengan sebutan anjing gembrong, karena bulunya yang lebat dan tebal menyesuaikan suhu dingin pegunungan. Anjing kintamani sudah manjadi bagian dari adat dan budaya penduduk setempat secara turun temurun sebagai anjing sahabat, anjing penjaga maupun anjing pemburu. Nama Kintamani baru populer sebagai sebutan anjing ini setelah mulai diperkenalkan secara umum pada tahun delapan puluhan.

Simak pula: Anjing Dobermann

Pameran Anjing Kintamani Bali (AKB)

pameran anjing kintamani 2009

pameran anjing kintamani 2009

Pameran anjing Kintamani pertama kali diselenggarakan pada 3 November 1985, hasil jerih payah dan kerja sama antara Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Bali dengan Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Bali. Acara tersebut merupakan tonggak sejarah awal mula nama anjing Kintamani mulai dikenal secara nasional. Setelah sukses terlaksananya pameran tersebut, Anjing Kintamani mulai banyak diminati oleh doglovers, hingga tersebar ke beberapa kota di pulau jawa baik dipelihara sebagai anjing kesayangan maupun untuk dikembang biakkan lebih lanjut.

Pengakuan Internasional Anjing Kintamani

Dirujuk dari harian Kompas pada akhir September 2004, seorang warga negara Belanda bernama WE Resang Groenwegen diberitakan telah membawa 12 ekor anjing kintamani dari Pulau Dewata ke negri kincir angin pada tahun 1987 untuk dibudidayakan dengan tujuan mengupayakan pengakuan internasional anjing Kintamani bali sebagai breed asli bumi Nusantara oleh Federation Cynologique Internationale (FCI). Usaha tersebut terlaksana setelah sebelumnya WE Resang Groenwegen bersama drh. Pudji Rahardjo dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana dan pihak pendukung lainnya mengadakan seminar bertajuk “Mencari Anjing Ras Asli Indonesia” pada tanggal 10 Mei 1985, hingga berlanjut pada pameran 6 bulan kemudian.

Baca juga: Yuk Ketahui Cara Mengawinkan Anjing

penghargaan MURI untuk pameran anjing kintamani yang dinilai oleh juri dari 4 benua

penghargaan MURI untuk pameran anjing kintamani yang dinilai oleh juri dari 4 benua

Setelah 10 tahun pemuliahbiakan anjing kintamani di Wokerom – Belanda, populasinya telah mencapai 200 ekor. Akan tetapi perjuangan tersebut masih belum dapat menghasilkan pengakuan oleh FCI. FCI menghendaki pengusulan ras anjing domestik dilakukan oleh lembaga resmi di Indonesia yang bertugas membuat daftar anjing ras dalam suatu negara, seperti PERKIN. Oleh karena itulah, hingga kini PERKIN, PDHI, dan masyarakat Bali terus mengusahakan pemurnian trah anjing Kintamani, sampai didapat 1000 ekor anjing kintamani purebreed, hingga keturunan ke-15 dari delapan bloodline (minimal dari 2 pejantan dan 6 betina).

Bukan perkara yang mudah untuk mendapatkan pengakuan Internasional akan kekayaan genetik negeri ini. Kerja keras, dan perjuangan harus terus dilakukan, menjadi estafet berkelanjutan bagi para pecinta anjing dan Masyarakat Bali. Semoga kerja keras orang-orang hebat dalam ulasan ini segera terbayar dengan diakuinya AKB sebagai anjing Ras Asli Indonesia(Rind)

 

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.