Apa itu Cat Scratch Disease (CSD)

Infeksi Bakteri Akibat Cakaran kucing

Infeksi Bakteri Akibat Cakaran kucing

Bagi Anda yang memeliharara kucing, dicakar dan digigit si hewan lucu itu pasti hal yang sudah biasa. Tapi anda perlu waspada jika setelah itu muncul ruam, merah, dan ulser di kulit disertai demam. Mungkin saja anda terkena Cat Scratch Disease (CSD), penyakit yang ditularkan melalui cakaran atau gigitan kucing. Penyakit ini sudah ada sejak lebih dari 100 tahun yang lalu, hanya saja baru dapat diidentifikasi penyebabnya 20 tahun belakangan. Di Amerika saja, sebanyak 25.000 orang terinfeksi penyakit ini setiap tahunnya.

 

Penyebab Cat Scratch Disease (CSD)

Cat Scratch Disease adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae sehingga dapat disebut juga sebagai penyakit bartonellosis. Angka kejadian bartonellosis tinggi pada kucing liar dan kucing-kucing shelter. Dari hasil penelitian, bakteri B. henselae tersebar di banyak negara, antara lain Belanda, Prancis, Jerman, Jepang, Indonesia, Filipina, New Zaeland, Australia, hingga Zimbabwe. Menurut data dari National Data for Infectious Disease, sebanyak 40% dari populasi kucing pasti membawa bakteri tersebut pada satu masa hidupnya

Cara Penularan Cat Scratch Disease (CSD)

Bakteri Bartonella henselae menginfeksi kucing melalui perantara gigitan atau kotoran (feses) pinjal kucing (Ctenocephalides felis). Kucing yang merasa gatal akibat gigitan pinjal otomatis akan menggaruk dan menggigiti tubuhnya sendiri, nah pada saat itulah feses pinjal yang mengandung bakteri Bartonella henselae menempel di kuku dan gigi kucing. Oleh karena itu infeksi Bartonella henselae dapat menular baik antar kucing maupun ke manusia melalui gigitan dan cakaran ataupun jilatan pada luka terbuka.

Baca: Cara Mengawinkan Kucing

Gejala Klinis Cat Scratch Disease (CSD)

Pada kucing infeksi tersebut kebanyakan tidak menimbulkan gejala namun pada manusia akan menimbulkan gejala klinis berupa kebengkakan dan abses di kulit pada hari ke-7 hingga ke-12 pasca tergigit/tercakar. Sekitar 1-3 minggu kemudian akan terjadi kebengkakkan demam, sakit kepala, dan penurunan nafsu makan. Sebenarnya, gejala tersebut akan hilang dengan sendirinya selama 4-8 minggu tetapi pada manusia yang sistem imun tubuhnya tidak optimal, infeksi akan berlanjut hingga ke seluruh tubuh (sistemik). Jadi, jika anda menunjukkan gejala gejala seperti diatas, jangan anggap remeh dan segeralah ke dokter.

Pencegahan Cat Scratch Disease (CSD)

Tapi janganlah panik dan jadi takut untuk memelihara ataupun bermain dengan kucing yang kebetulan mampir ke rumah anda. Anda dapat melakukan tindakan-tindakan berikut ini untuk mencegah terkena Cat Scratch Disease:

  • Jangan sengaja memprovokasi mereka hingga mereka merasa terancam, anda pasti sudah bisa membayangkan bagaimana akibatnya.
  • Cuci tanganlah dengan sabun setelah bermain dengan kucing. Apabila anda tergigit / tercakar segeralah cuci bersihkan dengan larutan antiseptik.
  • Jika anda memiliki luka terbuka, jangan ijinkan kucing anda menjilati bagian tersebut.
  • Bagi yang memiliki kucing, pastikan kucing anda selalu terjaga kebersihannya dan juga terhindar dari serbuan ektoparasit (pinjal, caplak, tungau, dll) dengan cara memberinya obat anti parasit yang dapat dibeli di petshop atau klinik dokter hewan langganan anda dan mandi secara teratur tentunya..
  • Anda dapat mengecek keberadaan ektoparasit pada kucing anda dengan cara menyisirnya dengan sisir kutu. Keberadaan caplak akan terlihat dari adanya kotoran (feces) berwarna hitam menempel pada rambut-rambut kucing.
  • Bersihkan alas tidur/tempat tempat yang sering disinggahi kucing anda dengan vacuum. Selain itu, perlu juga mengganti alas tidur kucing anda secara rutin.
  • Bila perlu, lakukan sanitasi rutin pada kandang kucing anda menggunakan larutan desinfektan.

Referensi

CDC website. Cat Scratch Fever at http://www.cdc.gov/healthypets/diseases/cat-scratch.html

CFSPH Technical Fact Sheets. Cat Scratch Disease and Other Zoonotic Bartonella Infections at http://www.cfsph.iastate.edu/DiseaseInfo/

Chomel, B.B. 2000. Cat Scratch Disease. Rev. Sci. Tech. Off. Int. Epiz.,19(1):136-150

 

(Kontributor: drh. Galuh Prawesti Prameswari)

 

Pecinta Satwa
Freelance Contributor at Pecinta Satwa [dot]com
Beberapa kontributor lepas yang menulis artikel untuk Pecinta Satwa [dot]com. Masih ada yang aktif menulis dan ada yang sudah tidak aktif.