Bikin Pakan untuk Hewan Kesayangan

PecintaSatwa.com – Kebanyakan owner memilih langkah praktis dalam hal memenuhi kebutuhan makanan hewan peliharaannya. Banyak pilihan tersedia di petshop baik dari segi harga maupun kesukaan anjing dan kucing dirumah. Pakan komersial yang telah dijual umum ke pasaran telah diracik dengan resep khusus, dengan berbagai bahan untuk memenuhi kebutuhan harian hewan kesayangan, karena itu  dalam segi harga pakan ini relative berharga tinggi, dibandingkan dengan makanan buatan rumah. Namun amankah jika kita memasak sediri makanan untuk anjing dan kucing kita? Adakah yang harus diperhatikan untuk menjaga kesehatannya?

Banyak hal yang menyebabkan owner memberi pakan anjing dan kucingnya dengan makanan buatan sendiri. Alasan yang paling umum adalah dari segi ekonomi, karena dirasa lebih murah dengan memberikan pakan hewan peliharaan dengan makanan yang sama dengan yang dikonsumsi owner. Namun taukah anda, jika tidak semua bahan makanan dan bumbu yang menyehatkan untuk kita, aman bagi hewan kesayangan kita? Beberapa bahan dan bumbu dapat menjadi sangat berbahanya baginya, meski tidak menimbulkan dampak buruk bagi kita. Karena itu para pemelihara hewan kesayangan harus hati-hati dalam mengolah dan menentukan bahan makanan. Disamping itu, beberapa hewan membutuhkan jenis pakan khusus karena kondisi kesehatannya, seperti adanya gangguan pada ginjal, liver, usus, atau adanya alergi pada tubuhnya. ( Simak juga:  Alergi makanan pada anjing dan kucing)

Amankah Pakan Bikinan Sendiri?

Apabila anda biasa memberi pakan komersial pada anjing atau kucing, tidak disarankan untuk mengganti pakannya dengan pakan buatan sendiri secara langsung dalam waktu yang singkat. Pakan buatan rumah, kemungkinan masih dapat ditolerir oleh hewan dewasa, namun sangat beresiko bagi anjing dan kucing kecil, terlebih mereka sedang dalam masa pertumbuhan yang membutuhkan asupan mineral dan vitamin yang cukup untuk tumbuh kembang tulang dan ototnya..

Home made food dapat juga berbahaya bagi hewan dengan indikasi penyakit dalam, jika diberikan tanpa arahan dari ahli nutrisi hewan, karena hewan dengan gejala kerusakan organ dalam membutuhkan jenis pakan khusus untuk mempertahankan kondisi tubuh sekaligus sebagai terapi pemulihan dari penyakit yang dideritanya.

Kombinasi beberapa bahan untuk satu resep pakan

Kombinasi beberapa bahan untuk satu resep pakan

Sebelum anda mulai mengganti pakan komersial untuk hewan kesayangan anda dengan Home made food, lebih baik anda berkonsultasi lebih dahulu kepada dokter hewan pribadi anda mengenai kesehatan anjing atau kucing yang anda sayangi. Dokter hewan akan melakukan serangkaian pemeriksaan mulai dari pemeriksaan general, test darah, test urin, hingga x-ray atau USG jika diperlukan. Dari beberapa pemeriksaan tersebut akan didapat kondisi kesehatan anjing dan kucing secara spesifik. Apabila terdapat indikasi penyakit atau kelainan pada organ maka dokter hewan akan mengarahkan pada diet khusus dalam kondisi sakit. Setelah pemeriksaan kesehatan dirasa cukup, baik didiagnosa sehat maupun sakit, dokter hewan akan mengarahkan anda pada ahli nutrisi hewan, biasanya seorang dokter hewan juga namun lebih focus pada nutrisi dan pertumbuhan hewan kesayangan. (Baca juga: Sterilisasi pada Hewan Kesayangan)

Nutrisionist akan menghitung kebutuhan gizi hewan kesayangan anda berdasarkan, umur, bobot, ras, dan kondisi kesehatannya. Setelah itu beliau akan memberi rekomendasikan beberapa bahan makanan yang dapat anda gunakan dan berapa banyak yang harus anda berikan setiap harinya. Pergantian pakan ini pun tidak boleh dilakukan secara sekaligus. Nutrisionist akan memberikan jadwal transisi pakan dari pakan lama ke pakan baru kepada anda, hal demikan dilakukan agar tidak terjadi shock dan stress yang berpengaruh pada kondisi kesehatan hewan.

Apa saja yang harus diperhatikan untuk bikin pakan?

Ahli gizi hewan biasanya akan memberikan beberapa resep kepada anda untuk dicoba di rumah. Biasanya resep ini terdiri dari beberapa bahan yang dikombinasikan dan diolah dengan metode yang benar, tidak asal memberi nasi dicampur dengan daging cincang saja.

Memberi hewan kesayangan dengan pakan tunggal sangat tidak dianjurkan, seperti hanya memberinya daging dada ayam, kepala ayam, atau hati rebus saja setiap harinya. Pakan tunggal seperti ini sangat tidak seimbang, hal ini tentu saja menyebabkan defisiensi zat nutrisi lainnya yang berakibat pada terjadinya kerusakan organ. Asupan nutrisi yang dibutuhkan anjing atau kucing dapat dipenuhi dengan mengkombinasikan beberapa bahan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Sebaiknya anda tidak memberikan terlalu banyak garam pada makanan yang anda buat untuk anjing/kucing, beberapa hewan mengalami kerontokan dan masalah pada kulit atau bulunya setelah mengkonsumsi makanan berkadar garam berlebihan. Lebih baik buatlah Home made food tanpa garam, atau konsultasikan terlebih dahulu pada ahli nutrisi hewan tentang berapa banyak garam yang dapat dicampurkan pada makanan hewan kita.

Beberapa owner mungkin mengkonsumsi diet vegetarian / vegan. Jangan sekali-sekali memaksakan hewan kesayangan anda untuk menjadi vegan seperti anda, khususnya kucing. Kucing adalah karnivora obligat, yang membutuhkan daging secara mutlak untuk dapat bertahan hidup.  Beberapa jenis buah dapat anda tambahkan,  seperti melon, jeruk, pisang, semangka, mangga, buah naga. Meski buah-buahan tersebut nantinya akan menjadi makanan favorit anjing atau kucing anda, tetap berikan makanan hewani setiap hari dalam menu dietnya. ( Pelajari: Vektor Borne Disease dan Zoonosis pada Hewan Kesayangan)

Di alam, anjing kucing dapat berburu hewan-hewan kecil sebagai makanannya. Namun ketika ia telah di domestikasi menjadi hewan peliharaan, lebih baik anda menghindari makanan mentah untuknya. Daging mentah, berbau darah dan amis dapat memicu sifat liar hewan peliharaan, dikhawatirkan anjing atau kucing menjadi lebih agresif dan berbahaya bagi anda serta keluarga. Disamping itu, bahan makanan mentah juga beresiko tinggi tercemar bakteri ,virus, jamur, dan parasit, anda perlu memasaknya hingga cukup matang untuk meminimalisir dampak pakan terkontaminasi pada hewan kesayangan anda. Disamping itu, hindari jenis-jenis makanan berbahaya bagi anjing kucing seperti cokelat, tomat hijau, anggur, telur mentah, kopi, bawang putih, kismis dan adonan roti

Stay health and happy with your lovely pet.. (Rind)

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.