Pakan untuk Kambing dan Domba

PecintaSatwa.com – Seperti halnya sapi, kambing dan domba termasuk golongan ruminansia, keduanya memiliki lambung ganda dan memanfaatkan kerja bakteri rumen dalam sistem pencernaannya, karena itulah manajemen pakan pada peternakan kambing dan domba hampir mirip dengan sapi, namun tentu saja dengan jumlah yang berbeda berdasarkan ukuran tubuhnya.

Pakan yang dikonsumsi ternak, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya dan berproduksi, baik berupa perkembangan otot (daging) dan lemak juga pertumbuhan tubuh serta janin yang dikandung. Kebutuhan tersebut harus dipenuhi dengan pakan yang mengandung nutrisi seimbang diantaranya energi, protein, serat, lemak, vitamin, mineral dan air.

Baca: Tips Menghindari Polio Kambing dengan Ransum Pakan yang Tepat

Sebagaimana hewan herbivora lainnya, pakan utama kambing dan domba berupa tumbuh-tumbuhan, dapat berasalah dari jenis Forage  seperti golongan rerumputan dan leguminosa dan roughage seperti jerami dan dedaunan limbah pertanian. Hijauan tersebut merupakan pakan basal kambing dan domba, karena itu proporsinya mendominasi, bahkan dapat dijadikan pakan tunggal terutama bagi para peternak tradisional dengan sistem ekstensif / penggembalaan.

Dedaunan untuk Kambing dan Domba

rumput dan dedaunan untuk pakan kambing dan domba

rumput dan dedaunan untuk pakan kambing dan domba

Tidak hanya rerumputan, beberapa jenis dedaunan juga sangat digemari kambing dan domba, contohnya daun turi, daun kedelai, daun kacang panjang, daun kaliandra, daun kacang tanah, daun lamtoro dan daun gamal. Jenis dedaunan tersebut sangat baik untuk ternak karena mengandung protein yang tinggi, akan tetapi beberapa jenis diantara mengandung zat anti nutrisi yang berbahaya bagi ternak, oleh sebab itulah sebaiknya dedaunan pakan ternak dilayukan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ternak. Dalam proses pelayuan / diangin-anginkan, zat anti nutrisi dalam dedaunan akan menguap, sehingga kadarnya menurun, tidak berdampak nyata bagi ternak.

Simak: Penyakit Orf dan Myasis pada Kambing dan Domba

Pemberian jenis hijauan sebanyak 10% dari berat badan berupa rumput maupun dedaunan merupakan pilihan peternak, namun apabila keduanya diberikan bersamaan dengan persentase tertentu akan dapat menghasilkan performa produksi yang lebih baik. Pada kambing dan domba usia lepas sapih disarankan memberi rumput sebesar 60% dan dedaunan 40%, usia dewasa dengan rumput 75% dan dedaunan 25%, pada kambing dan domba bunting rasionya sama dengan cempe sapihan, sedangkan pada tahap menyusui rasio rumput dan dedaunan 50:50.

Pakan Pelengkap untuk Kambing dan Domba

Tumbuh kembang kambing dan domba dapat maksimal dan berproduksi lebih baik apabila disamping diberi pakan hijauan juga diberi pakan pelengkap berupa konsentrat. Konsentrat, dibuat dengan menformulasi berbagai bahan pakan untuk menghasilkan pakan pelengkap yang tinggi protein dengan kandungan serat kasar (SK) dibawah 18% dan Total Digestible Nutrient (TDN) lebih dari 60%

Konsentrat yang diberikan pada kambing dan domba bertujuan untuk menutupi kekurangan zat gizi yang berasal dari hijuan, selain itu juga berfungsi sebagai sumber energi dan protein. Permasalahannya, harga konsentrat cenderung mahal, hal ini dapat disiasati peternak dengan menformulasikan konsentrat secara mandiri maupun dalam lingkup kelompok peternak. Agar lebih ekonomis, bahan pakan yang digunakan sebaiknya tidak bersaing dengan kebutuhan manusia. Jenis limbah pabrik dan hasil samping pertanian dapat digunakan, diantaranya bungkil kedelai, bungkil kletheng, polard, bekatul, bungkil sawit, ampok jagung, onggok, molases, tepung tulang ikan dan masih banyak lagi.

Baca juga: Beternak Kambing Impor dan Peranakannya

Untuk kambing dan domba dewasa dengan tujuan penggemukan (12-18 bulan) dapat diberi konsentrat dengan kandungan Protein kasar (PK) 14-16%. Lain halnya denga pemeliharaan indukan domba yang akan dikawinkan, lebih baik diberi konsentrat dengan PK 18-20%, sedangkan pada ternak bunting dan laktasi dibutuhkan konsentrat dengan 14-16 dan tambahan kalsium, bisa melalui mineral blok. Konsentrat harian kambing dan domba dapat diberikan sebanyak ± 1-3% dari berat badan, tergantung fase produksinya. Pemberian konsentrat berlebihan sangat tidak disarankan pada jenis hewan ruminansia, karena dapat memicu tarjadinya acidosis metabolic. (Rind)

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.