Parvo Virus Pada Anjing

Sobat, mungkin telah banyak yang membahas mengenai parvo virus mulai dari gejala klinis dan penyebabnya tetapi, pada artikel edisi spesial kali ini kami akan memberi peringatan bagi sobat pesat semua yang memiliki hewan anjing untuk berwaspada terhadap parvo virus. Secara pribadi di rumah sakit hewan ditempat saya bekerja sudah mulai menemui beberapa pasien yang terindikasi atau suspect parvo virus.

Salah satu diantaranya datang dalam kondisi lemas sehingga perlu dilakukan tindak penanganan emergency, namun sayang baru diletakan diatas meja perawatan nyawa pasien tidak dapat tertolong karena kondisinya yang sudah gawat disertai diare berdarah. Berdasarkan keterangan pemilik, sang anjing kehilangan nafsu makan sejak dua hari sebelum dibawa ke rumah sakit tetapi pemilik kurang begitu memperhatikan pup dan gejala lainya. Lalu apa yang harus dilakukan oleh para pemilik anjing di rumah untuk mencegah anjing anda terinfeksi parvovirus dan apa yang harus anda lakukan jika anjing anda diduga terinfeksi? Mari kita bahas bersama.

Penyebab Parvo Virus

Adeno-Associated virus

Pergantian musim dengan karakter cuaca yang tidak menentu seperti hujan lebat dengan tiba-tiba, lalu keesokan harinya cuaca berubah cerah cenderung panas, kemudian hujan lagi seperti saat ini, merupakan kondisi yang tepat untuk berbagai macam penyakit masuk ke dalam tubuh. Pergantian cuaca tersebut membuat tubuh lebih cepat letih dan lemah karena harus menyesuaikan dengan suhu lingkungan, sehingga metabolisme tidak berjalan dengan baik. Kesigapan pemilik memiliki peran penting terhadap tingkat kesembuhan anjing disamping ketahan tubuh individu. Virus akan cepat bereplikasi atau memperbanyak diri disaat tubuh tidak bisa memproduksi antibody dengan baik. Waspadalah ketika melihat anjing anda mulai terlihat tidak mau makan atau exercise intolerance, cobalah untuk mengganti pakan dengan aroma yang lebih menggoda, apabila anjing anda tetap tidak mau makan segera bawa ke dokter hewan untuk mendapatkan diagnosa yang lebih tepat.

Setiap jenis virus mempunyai masa inkubasi atau waktu yang dibutuhkan untuk virus berkembang dalam tubuh hingga menimbulkan kerusakan atau gejala klinis. Parvovirus mulai berkembang pada hari ke-2 pasca infeksi di oropharynx kemudian menyebar melalui pembuluh darah lalu menyebar ke sistim lymphoid, sumsum tulang dan usus. Di hari ke-3 biasanya timbul gejala viremia yang ditandai dengan , kondisi badan lesu exercise intolerance dan tidak mau makan tetapi belum menimbulkan gejala klinis yang akan muncul pada hari ke-4 pasca infeksi. Pada hari ke-3 juga virus sudah bisa ditemukan di kotoran anjing dan bisa bertahan hingga 3-4 hari diluar tubuh. Jika anda menemukan anjing anda lesu dan tidak mau makan kemungkinan besar sudah 3 hari anjing anda terinfeksi.

Penanganan Parvo Virus pada Anjing

Dokter hewan anda akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh menggunakan rappid test atau tes cepat untuk mengetahui apakah anjing anda terinfeksi parvo atau tidak dan tes darah untuk mengetahui produksi leukosit (sel darah Putih) yang menunjukan tingkat keparahan infeksi. Namun jangan terkejut apabila dibeberapa praktek dokter hewan tes tersebut tidak dilaksanakan karena keterbatasan fasilitas. Konsep sederhana dalam penanganan kasus infeksi virus seperti parvo adalah dengan cara meningkatkan kualitas pertahanan tubuh melalui asupan nutrisi dan vitamin dari makanan, namun kendala utama dalam penanganan kasus parvo adalah rusaknya permukaan usus sehingga tubuh tidak bisa menyerap nutrisi dan menyebabkan menurunnya metabolisme tubuh.

Lalu apa bisa dilakukan rawat jalan? Jawabannya tidak, parvovirus sangat contagious, artinya penyakit ini dapat menular dengan cara kontak langsung atau tempat makanan, lantai, dan kandang yang tercemar kotoran anjing yang terinfeksi. Selain itu anjing yang terinfeksi akan kehilangan cairan dengan jumlah yang sangat banyak ditambah lagi tidak boleh diberi asupan makanan karena akan memperberat kerja usus yang akan memperparah keadaan, perlu dilakukan pemberian terapi cairan berupa infus untuk menggantikan sebagian besar cairan yang hilang dan support nutrisi pengganti makanan serta beberapa antibiotic spesifik untuk menghindari infeksi sekunder diikuti dengan pemberian vitamin.

Cara Pencegahan Parvo Virus

Jika anda mendapati anjing anda suspect parvo lakukanlah beberapa hal ini dirumah untuk mencegah terjadinya penularan :

  1. Pisahkan anjing yang menunjukan gejala exercise intolerance dan tidak mau makan, segera panggil dokter hewan ke rumah anda atau bawa ke klinik/rumah sakit hewan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  2. Mintalah resep multivitamin untuk anjing anda yang belum terinfeksi agar daya tahan tubuhnya terjaga.
  3. Bersihkan kandang, ruangan, lantai dan dinding rumah terutama area yang paling sering digunakan anjing anda berkumpul satu sama lain dengan cara mencuci dengan air lalu semprot menggunakan disinfectan, bisa menggunakan sodium hypochlorite yang terkandung pada pemutih pakaian ataupun hydrogen peroxide lalu bilas kembali dengan air dan keringkan
  4. Selalu cuci tangan anda dengan sabun sebelum memegang anjing anda yang lain.

Simak Juga : Waspadai GDV pada Anjing

Parvo virus memang sangat mematikan pada anjing terutama puppies tetapi, bukan berarti penyakit tersebut tidak bisa dicegah. Sebenarnya anak anjing sendiri sudah mendapat antibody dari induk yang memiliki antibody parvo melalui colostrum susu induk pada hari 1 pasca kelahiran yang disebut antibody maternal, tetapi antibody maternal hanya bertahan selama 10 minggu atau kurang lebih 3 bulan kemudian menurun dan hilang.  Ikutilah program vaksinasi yang disarankan oleh dokter hewan anda secara rutin, Vaksinasi sendiri berguna untuk meningkatkan antibody tubuh terhadap parvo virus dan beberapa virus lainnya sehingga bisa terhindar dari infeksi saat antibody maternal turun. Selain vaksinasi jaga pola makan anjing dengan baik, cukup nutrisi (protein, karbohidrat, vitamin, dll) serta tidak overexercise terutama bagi anjing ras dari Negara 4 musim (golden, AGJ, dll) sehingga bisa membuat anjing cepat lelah. Selain itu jaga selalu kebersihan kandang atau kamar anjing dan lakukan disinfeksi sekurang-kurangnya 1 minggu sekali secara rutin dan cuci tangan anda sebelum dan setelah memegang anjing anda. Yang paling penting perhatian dan kasih sayang pemilik merupakan kunci sukses dalam melawan penyakit apapun itu.

A healthy dogs a healthy live. (Bhaw)

Tri Bhawono Dadi, drh., M.Vet.