Bagaimana Merawat Pedet Sapi Pedaging

PecintaSatwa.com – Setelah dinanti selama 9 bulan lebih akhirnya lahir juga sang pedet, senyum peternak selalu merekah jika pedetnya terlahir normal dan sehat. Pedet jantan biasanya cenderung lebih disukai karena memang lebih mahal harganya, terlebih jika hasil inseminasi buatan (IB) dengan bibit sapi impor, maka akan terlahir pedet cross dengan performa tubuh yang kokoh dan besar, sebagaimana perwujudan induk jantannya yang digunakan, seperti sapi Simenthal, Limosin, dan Brahman.

Pedet betina biasanya dihargai 1-2 juta dibawah harga pedet jantan, ini pun tidak masalah bagi peternak karena pedet betina ini masih bisa terus dipelihara untuk dijadikan indukan, dan mulai di IB 1,5 tahun kemudian. Pedet-pedet tersebut akan benar-benar menjadi panenan besar bagi peternak apabila tumbuh dengan baik dan sehat terutama di bulan-bulan awal kehidupannya, karena itu para peternak, pengusaha peternakan dan anak kandang harus dapat mengusai teknik pengasuhan pedet sapi pedaging di awal pertumbuhan, agar dapat mencapai hasil maksimal.

Cara Merawat Pedet Sapi Pedaging

Merawat pedet sapi pedaging sebenarnya tidak serumit sapi perah, karena biasanya pedet akan dibiarkan menyusu dengan induknya hingga beberapa bulan. Dibawah pengasuhan sang induk, pedet dapat tumbuh dengan baik, berbeda halnya dengan pedet sapi perah yang langsung dipisahkan dari sang induk ketika baru saja lahir, tentu membutuhkan perawatan ekstra hati-hati. (Baca juga: Persiapan Kelahiran pada Sapi)

Beberapa saat setelah terlahir, pedet akan dirawat induknya dengan baik. Bagi induk dengan maternity (sifat keibuan) yang baik, ia akan menjilati hidung, kepala dan seluruh tubuh anaknya begitu terlahir, hingga bersih dan kering. Jilatan ini berfungsi untuk merangsang pedet bernafas sekaligus sebagai stimulasi sel-sel syaraf diseluruh tubuh pedet. Induk cenderung bersifat protektif terhadap anaknya, peternak harus berhati-hati jika mendekati sang pedet, karena induk yang protektif biasanya akan menyerang siapa pun di dekat anaknya.

Apabila induk tidak terlalu galak, atau maternity induk tidak terlalu bagus, peternak dapat mengelap tubuh pedet dengan handuk kering, terutama bagian moncongnya. Pastikan hidung pedet bersih dari air ketuban, jika diperlukan dapat digunakan syringe tanpa jarum untuk menghisap cairan dalam hidung pedet, sehingga pedet dapat langsung bernafas dengan lancar. Setelah itu, pastikan pedet dapat berdiri sendiri dan menyusu pada induknya, sepuasnya menghisap kolostrum.

Kolustrum sangat penting bagi pertumbuhan pedet, karena kandungan immunoglobulin dan antibody maternal dari sang induk. Zat-zat tersebut berfungsi sebagai imunitas pertama bagi pedet agar tidak rentan terhadap penyakit. Usus pedet hanya dapat menyerap nutrisi penting dalam kolostrum secara maksimal selama 24 jam pertama pasca dilahirkan. Karena itu pemberian kolostrum pada hari pertama wajib dilakukan oleh peternak.

Aktifitas Pedet Sapi Pedaging

Satu minggu pertama kelahiran pedet, aktifitasnya akan mulai meningkat. Setiap pagi, siang, sore dan malam hari pedet akan menyusu pada induknya, setelah kekenyangan ia akan tidur dekat sang induk atau di tempat yang nyaman, ia juga akan berlarian kesana kemari layaknya anak-anak sedang bermain riang gembira, apalagi jika dalam satu kandang terdapat lebih dari satu pedet, segera akan terbentuk “geng” anak-anak sapi yang hobi bermain dan saling menyusu antar induk.

Memasuki minggu kedua, pedet akan mulai mencoba memakan hijauan. Pertama kali ia akan mengunyah daunnya saja dan meninggalkan bagian batang yang keras. Pakan hijauan pada masa ini masih bersifat sebagai “cemilan”, sedangkan pakan utamanya masih susu dari induknya. Apabila pedet dipisahkan dari induknya, pastikan tidak memberikan hijauan terlalu banyak pada usia ini, cukup sedikit saja sebagai perkenalan. Usus pedet 2 minggu belum siap menerima pakan tinggi serat, sehingga rawan terjadi kembung apabila pedet terlalu banyak mengkonsumsi hijauan.

Minggu ketiga dan keempat, pedet mulai menjilat konsentrat, sebagai perkenalan. Pedet bersama induknya akan makan bersama dalam satu palungan. Pedet juga sudah mulai meminum air minum dalam kandang selain makanan dan minuman pokoknya, dari ambing sang induk. Pada usia ini, pakan non susu masih bersifat coba-coba atau cemilan pedet, susu induk tetap menjadi pakan yang utama. ( Simak: Sapi Madura – Ternak Primadona)

Memasuki usia delapan minggu atau 2 bulan, pedet sudah mulai banyak mengkonsumsi konsentrat dan hijauan. Pakan tambahan ini sudah menjadi salah satu pakan utama selain susu induknya. Pada industri peternakan yang telah memproduksi pakan konsentrat khusus pedet, dengan formula yang mencukupi kebutuhan pedet, pedet usia 2 bulan sudah dapat disapih dari induknya dan dipanen. (Rind)

Berlanjut ke part 2 >>

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.