Produk Pangan yang Terkontaminasi

listeria

listeria

Beberapa waktu yang lalu  kita dikejutkan dengan berita tentang foodborn diseaselisteriosis yang ditemukan pada apel impor asal amerika. Listeriosis merupakan penyakit yang dapat menular melalui makanan yang terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes. Bakteri ini bersifat patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Bakteri ini merupakan kontaminan dan dapat ditemukan di berbagai belahan dunia dan tersebar luas di lingkungan.  Menurut The Center for Food Security and Public Health (2005),  Listeria dapat menginfeksi manusia melalui daging dan ikan mentah, susu sapi perah yang tidak terpasteurisasi, dan sayuran yang belum termasak dengan baik. Menurut OIE dalam chapter 2.9.7 gejala klinis Listeriosis pada hewan menunjukkan gejala enchepalitis, septicaemia dan aborsi. Sedangkan pada manusia menunjukkan gejala yang sama yaitu meningitis, septicaemia, serta menunjukkan gejala flu seperti demam dan manifestasi gastrointestinal. Meskipun begitu listeriosis termasuk dalam penyakit yang angka morbiditasnya cukup rendah sedangkan mortalitasnya cukup tinggi yang angkanya mencapai 20-30 %.

Hewan yang dapat Terinfeksi

hewan yang dapat terinfeksi Listeria monocytogenes

hewan yang dapat terinfeksi Listeria monocytogenes

Beberapa hewan yang dapat terinfeksi Listeria monocytogenes adalah golongan mamalia, burung, ikan dan krustaceae. Gejala klinis Listeriosis sering tampak pada ruminansia, pada babi jarang memperlihatkan sedangkan burung merupakan hewan karier (pembawa). Infeksi yang terbanyak pada hewan bersifat subklinis namun dapat bersifat sporadis yang dapat meniimbukan outbreak. Ruminansia merupakan golongan hewan yang memiliki peran penting sebagai sumber infeksi kepada manusia melalui kontaminasi produk pangan asal hewan. Transmisi langsung pada hewan terjadi pada waktu melahirkan tetapi hal ini jarang terjadi. Listeriosis termasuk dalam golongan penyakit yang menular melalui makanan (food-borne disesase). Berdasarkan data Center of Diease Control (CDC)beberapa individu yang memiliki resiko ternfeksi Listeria secara serius diantaranya adalah wanita hamil, anak yang baru lahir, indvidu dengan sisterm imun yang lemah, individu dengan penyakit kanker, diabeter, atau penyakit ginjal, serta individu yang sedang dalam terapi glukokortisoid. Metode deteksi Listeriosis melalui identifikasi penyebab diare dengan menumbuhkan sampel feses ke dalam medium pertumbuhan Listeria. Selain itu pemeriksaan rutin dengan melakukan isolasi Listeria dari cairan spinal, darah dan persendian merupakan metode yang cukup efektif. Penggunaan Magnetic-resonance Imaging (MRI) digunakan untuk konfirmasi perubahan batang otak.

Pengobatan dan Perawatan

Pengobatan Listeriosis dapat dilakukan menggunakan antibiotik. Individu dengan kategori resiko tinggi (wanita hamil, orang dewasa dan individu dengan sistem imun yang lemah) dengan gejala klinis demam serta kepala pusing setelah makan makanan yang terkontaminasi Listeria harus mendapatkan perawatan secara intensif. Jika individu yang memakan makanan kontaminasi Listeria tetapi tidak menunjukkan gejala klinis tetap membutuhkan pengobatan meskipun dia bukan bagian dari kategori resiko tinggi yang tertular. Menurut The Center for Food Security and Public Health (2005), pencegahan Listeriosis dapat dilakukan dengan menerapkan keamanan pangan (food safety). Beberapa upaya yang dapat dilakukan diantaranya adalah mencuci sayuran dengan bersih, memasak dengan baik produk pangan asal hewan serta menghindari minum susu yang tidak terpasturisasi. Listeria monocytogenes sangat peka terhadap bahan kimia seperti 1% sodium hypochlorite, 70% ethanol atau glutaraldehyde. Selain itu, bakteri tersebut dapat mati dengan teknik termal yaitu pada suhu 121°C selama minimum 15 menit. Bakteri ini akan mati dalam proses pemasakan dan pasteurisasi. Mengingat pentingnya Listeriosis dalam aspek kesehatan masyarakat veteriner, maka perlu adanya surveilans bakteri kontaminan tersebut pada beberapa produk pangan asal hewan seperti daging, susu, dan telur agar tidak terjadi lagi kejadian listeriosis pada masyarakat Indonesia serta mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dan kuat dengan produk pangan asal hewan. Baca: Tips Memilih Sapi akalan yang Menguntungkan

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.