Keindahan Kucing dari Corak Warna Bulunya

warna tabby red and grey

tabby red and grey

Si kecil kucing yang lucu dan menggemaskan sering kali menjadi teman baik anak-anak dirumah untuk bermain, berlarian dan bersenang-senang. Tidak hanya anak kecil saja yang gemas akan keberadaan kucing, orang dewasa pun banyak yang suka kucing dan menjadikannya sebagai sahabat baiknya yang amat sangat disayangi, bahkan sesama penghobi peliharaan kucing tidak jarang membuat sebuah kontes untuk kucing, bukan adu cepat seperti kuda, kontes kucing lebih mirip kontes kecantikan, yang mempertunjukkan keindahan bentuk kucing, kemurnian ras, dan behaviournya. Biasanya kucing diklasifikasikan berdasarkan breed atau ras, namun taukah anda, bahwa di dunia biologi dan dunia pecinta kucing, disamping ras kucing juga dibedakan jenisnya dari berbagai macam corak warna rambutnya. Perbedaan corak warna, ini memang dipengaruhi oleh genetic kucing itu sendiri, namun macam pola dan warna rambut kucing tidak tergantung pada ras, meski ada beberapa breed yang memiliki corak khas tersendiri.

Berikut ragam corak dan warna rambut kucing yang lazim kita temui disekitar lingkungan tempat tinggal kita:

  • Solid. Kucing hanya memiliki satu jenis warna saja, polos tanpa corak. Biasanya yang mudah dijumpai ada kucing solid warna putih, hitam, abu-abu atau coklat.
  • Pointed. Kucing yang memiliki warna rambut solid, seperti dominan putih, krem cerah, atau abu-abu, dan memiliki warna yang berbeda dari warna dasarnya di bagian khusus, seperti wajah dan ekor. Corak warna ini sangat khas di miliki oleh ras kucing Siammese, Himalaya, dan kadang Persia.
  • Bicolor. Kucing ini memiliki dua warna rambut yang terbagi rata keseluruh tubuh, dan salah satu warnanya adalah warna putih.
  • Van-Van Bicolor. Berbeda dengan kucing bicolor, van van bicolor lebih menunjukkan warna dominan putih dan sedikit warna berbeda di daerah diatara 2 daun telinga dan ekor.
  • Tabby / Tigger Color. Warna corak loreng seperti harimau pada seluruh tubuh kucing. Belang-belang tidak beraturan. Warna tabby yang sering dijumpai adalah red tabby dan grey tabby.
  • Maltese. Kucing ini memiliki warna dilusi atau bayangan, sepeti dilusi warna merah mengarah ke krem atau abu-abu, dan dilusi warna hitam mengarah kebiru-biruan.
  • Tortoiseshell/Tortie/Brindled/Calico. Kucing jenis ini memiliki tiga warna berbeda dengan demarkasi yang bias, dan merupakan campuran dari warna merah solid, hitam dan krem. Kebanyakan orang meng-identik-kan kucing jenistortie dengan istilah kucing belang telon / kucing belang tiga. Sebenarnya istilah ini kurang tepat. Karena pada kucing belang telon, dominan warnanya adalah putih dengan sedikit daerah rambut yang memiliki warna merah-kuning dan hitam. Sedangkan pada kucing tortie, tidak terdapat warna dasar yang jelas, karena tiga warna berbeda tersebut merata tanpa batas yang jelas.

Mitos Warna Bulu Kucing

Terdapat satu mitos unik yang berhubungan dengan warna kucing, yakni tentang eksistensi kucing calico jantan. Kucing calico jantan sangat jarang ditemui hidup hingga dewasa, meski terkadang terlahir dan kemudian dimakan oleh induknya sendiri atau pejantannya, sehingga beredar mitos sebagai berikut: “kucing belang 3 jantan adalah Raja Kucing, dan akan memiliki tanduk emas. Barang siapa yang dapat menyelamatkan kucing jenis ini sebelum dimakan induknya, akan menjadi sakti dan dihormati orang-orang disekitarnya” Dan Fakta sebenarnya:

  • Gen warna campuran warna hitam dan merah orange, terikat pada kromosom X (untaian gen yang membawa sifat khas kelamin betina), sehingga secara normal atau alami kucing yang memiliki gen warna tersebut akan berjenis kelamin betina. Jika terlahir jantan berwarna demikian, itu berarti terjadi kelainan genetik, yang semula sepasang kromosom dimiliki tiap individu (diploid), menjadi kromosom rangkap 3 (triploid). Kucing tersebut tidak dapat dikatakan murni berjenis kelamin jantan, karena juga miliki kromosom betina yang merangkapnya. Akibatnya akan terjadi suatu kelainan yang berhubungan dengan sintesa protein dan hormonal yang menyebabkan abnormalitas metabolism tubuh individu tersebut baik sebelum maupun sesudah dilahirkan. Dengan kata lain kucing calico jantan memiliki kelamin ganda atau Klinefelter syndrome
  • Kucing calico jantan biasanya terlahir lemah atau abnormal. Sang induk memiliki insting /natural behavior untuk memakan anaknya yang terlahir tidak normal dan lemah, sebagai sifat alaminya untuk menjaga kelangsungan hidup spesiesnya dengan genetik yang normal.

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.