Spesies Burung Kacamata

Beberapa tahun belakangan, masyarakat Indonesia mulai melirik burung kacamata alias ‘pleci’. Hal ini membuat harga burung ini melonjak berkali-kali lipat di pasaran, selain itu juga menjadikan sebagian besar orang memburu burung kecil bermata putih ini secara besar-besaran, mengurangi populasinya secara drastis meskipun belum terancam punah. Nah, tahukah Anda bahwa sebenanrya ada lebih dari satu jenis burung pleci di Indonesia? Ya, semua burung kacamata termasuk dalam keluarga zosteropidae, yang tersebar di benua Afrika, Asia dan Australia. Nama ‘burung kacamata’ merujuk pada lingkar keperakan di dekat matanya, yang memang terlihar seperti kacamata. Burung ini terkenal suka hidup dalam kelompok yang besar, dengan suara mencicit yang ribut namun juga merdu. Nah, Berikut ini sedikit ulasan tentang 6 jenis terumum dari 34 spesies burung kacamata yang ada di Indonesia. Yuk kita kenali mereka lebih dekat!

Kacamata Biasa (Zosterops palpebrosus)

kacamata biasa ras melanurus yang jumlahnya semakin menurun akibat perburuan

kacamata biasa ras melanurus yang jumlahnya semakin menurun akibat perburuan

Merupakan jenis burung kacamata yang paling mudah ditemukan di Indonesia bagian barat, khususnya Sumatra, Kalimantan dan Jawa. Persebaran global burung ini sangatlah luas, membentang dari India utara sampai Cina selatan dan Asia Tenggara. Burung ini juga cukup umum dijual di pasar burung, dan dikenal dengan nama pleci. Perburuan yang berlebihan menyebabkan keberadaan burung ini mulai menghilang di beberapa tempat, namun secara umum populasinya masih cukup banyak dan belum terancam punah. Baca pula: Jenis-jenis Burung Madu Pada umumnya burung kacamata biasa memiliki warna zaitun di tubuh bagian atas, dengan tubuh bagian bawah yang berbeda di beberapa ras yang ada di dunia. Di Indonesia sendiri terdapat 2 ras, yaitu ras buxtoni di Sumatra, Kalimantan dan Jawa bagian barat, serta ras melanurus di bagian Pulau Jawa yang lain. Pada ras buxtoni, tubuh bagian bawahnya berwarna kuning dengan sisi tubuh berwarna abu-abu, sementara ras melanurus memiliki warna kuning polos di tubuh bagian bawah.  Kedua ras ini sama-sama memiliki piringan putih seperti kacamata dan warna hitam di bagian muka yang merupakan ciri khas dari burung kacamata.

Kacamata Gunung (Zosterops montanus)

kacamata gunung tidak memiliki pita kuning di tengah dada danperutnya, serta arna kuning di depan mata

kacamata gunung tidak memiliki pita kuning di tengah dada danperutnya, serta arna kuning di depan mata

Seperti namanya, burung ini menyukai daerah pegunungan sebagai habitat utamanya, khususnya yang berada di ketinggian antara 1500-3000 meter dari permukaan laut. Burung ini cukup umum ditemukan di beberapa hutan pegunungan di Filipina, Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, namun sangat jarang ditemukan di bawah ketinggian 1800 mdpl. Secara kasar, bentuknya sangat mirip dengan burung kacamata biasa ras buxtoni, namun seluruh tubuh bagian bawah berwarna abu-abu tanpa garis kuning yang bisa ditemukan pada jenis kacamata lain.

Kacamata Laut (Zosterops chloris)

kacamata laut dengan warna kuning yang cerah, dan hanya bisa ditemukan di pesisir  pulau kecil

kacamata laut dengan warna kuning yang cerah, dan hanya bisa ditemukan di pesisir pulau kecil

Lagi-lagi nama burung ini menunjukan habitatnya, yang memang selalu berdekatan dengan lautan. Kacamata laut tersebar di beberapa pulau-pulau kecil di laut Jawa, seperti Kepulauan Seriu, Karimun Jawa, Nusa Tenggara, hingga Belitung, Karimata dan Papua Barat. Burung ini menyukai semak-semak di dekat pantai, tempat mereka berkumpul dalam gerombolan besar dan mencari serangga bersama-sama. Bentuknya sangat mirip dengan kacamata biasa ras melanurus, namun sedikit lebih besar dengan bagian dahi yang lebih gelap dan tubuh bagian bawah kuning lemon. Simak: Fakta Unik tentang Burung Merak

Kacamata Jawa (Zosterops flavus)

Meskipun disebut sebagai kacamata jawa, burung ini juga bisa ditemukan di Kalimantan dan Madura. Habitatnya terbatas di daerah pesisir dan hutan bakau, yang beberapa tahun belakangan semakin berkurang akibat pembangunan. Secara kasar, burung ini juga sangat mirip dengan kacamata laut dan kacamata biasa, dengan perbedaan utama terletak pada bagian depan mata yang tidak dihiasi warna hitam seperti pada burung kacamata yang lain.

Opior Jawa (Lophozosterops javanicus)

opior jawa dengan lingkar mata yang tidak terlalu jelas

opior jawa dengan lingkar mata yang tidak terlalu jelas

Burung ini cukup berbeda bila dibandingkan dengan 4 jenis sebelumnya. Seperti namanya, opior jawa merupakan burung endemik di Pulau Jawa dan Bali, tersebar di beberapa gunung-gunung tinggi di atas ketinggian 1500 meter dari permukaan laut. Burung ini memiliki ukuran yang lebih besar dari burung kacamata lain (sekitar 13 cm) dengan warna yang lebih buram. Terdapat beberapa ras di Indonesia, dengan variasi warna putih di mata yang berbeda satu sama lain. Ras di Jawa Barat tidak memiliki warna putih di mata sama sekali, membuatnya tampak sangat berbeda dari burung kacamata yang lain.

Opior Mata Hitam (Chlorocgarus emilieae)

opior kalimantan dengan lingkar mata hitam yang unik

opior kalimantan dengan lingkar mata hitam yang unik

Dalam bahasa inggris burung disebut sebagai ‘mountian black-eye’, merujuk pada lingkar matanya yang hitam, berbeda dari burung kacamata lain yang berwarna putih. Burung ini merupakan jenis endemik Kalimantan dan hanya bisa ditemukan di beberapa gunung tertinggi di pulau tersebut, seperti G. Kinabalu, G. Trus Madi, dan lain-lain. Burung ini cukup jarang ditemukan, dan memiliki suara siulan merdu seperti burunga anis yang sangat berbeda dengan jenis burung kacamata lain di Indonesia. Cara: Menikmati Kicauan Burung tanpa Mengurung Nah begitulah sedikit ulasan mengenai burung bermata putih yang cantik ini. Semoga burung ini bisa bertahan dari ancaman perburuan yang terus terjadi di Indonesia.