Macaca Monyet Asli Indonesia

Indonesia terkenal akan keindahan alamnya, dan pasti berbagai jenis flora dan fauna yang ada di bumi pertiwi ini. Termasuk macaca, terdapat 12 macam spesies macaca di Indonesia. Beberapa spesies bahkan terancam punah maka dari itu sudah tugas kita untuk menjaga spesies tersebut tetap ada di muka bumi ini. Berikut 4 spesies diantara 12 spesies macaca yang ada di Indonesia,

Macaca fascicularis

keluarga macaca di alam liar

Keluarga macaca di alam liar

Macaca fascicularis atau yang kita kenal dengan monyet ekor panjang. Monyet ini banyak dipelihara oleh masyarakat Indonesia, bahkan beberapa orang menggantungkan hidup dengan memanfaatkan monyet ini sebagai topeng monyet. Monyet ekor panjang tersebar hampir diseluruh daerah di Indonesia dan Asia Tenggara.

Ciri fisik monyet ini dapat dilihat dari ekornya yang panjang sehingga monyet ini dinamai pula monyet ekor panjang, seluruh tubuhnya ditutupi bulu berwarna keabuan hingga coklat kehitaman. Monyet ini aktif pada siang hari dan menghabiskan waktunya diatas pohon. mereka hidup secara berkelompok, betina bunting selama + 6 bulan,dan biasanya mereka melahirkan hanya satu ekor anak dalam sekali kebuntingan.

Habitat primate berekor panjang ini adalah hutan hujan tropis, dan seringkali ditemukan di dekat hutan sekunder yang berbatasan dengan penduduk karena kemudahan dalam mendapat makanan. M. fasicularis biasanya mengkonsumsi buah-buahan, dan serangga. Kesehariannya banyak dihabiskan untuk menjelajah, bersosialisasi dan mencari makan. Macaca fasicularis dapat hidup selama 31 tahun. Adapun status konservasi monyet ini adalah tidak dilindungi.

Macaca nigra

Macaca nigra atau yang kita kenal dengan nama “Yaki” merupakan satwa endemik Sulawesi. Sekujur tubuh yaki dipenuhi oleh bulu hitam, kecuali pada daerah punggung dan selangkangan yang berwarna agak terang serta daerah sekitar pantat yang berwarna kemerahan. Yaki memiliki ekor yang sangat pendek dan jambul dikepala. Yaki adalah satwa yang aktif di siang hari dan dominan berada di atas pohon. 60% makanannyaadalah buah-buahan tetapi ia juga makan serangga, daun, biji, dan vertebrata kecil.

Habitat yaki adalah hutan primer. Ia hidup berkelompok. Masa kebuntingannormanya adalah + 6 bulan, yaki betina biasanya melahirkan anakkembali dengan selang waktu 18 bulan. Yaki tidak mengenal musim kawin, ia dapat kawin sepanjang tahun.

Banyaknya perburuhan liar terhadap satwa ini menyebabkan populasinya terus turun daru tahun ke tahun makadari itu primataasli Sulawesi ini termasuk dalam satwa dengan status hampir punah (endangered) menurut IUCN. Selainitujugatermasuk dalam CITES Apendix II.

Yaki berperan dalam pelestarian ekosistem hutan, ia menyebarkan biji buah buahan di hutan yang sangat penting untuk menjaga regenerasi hutan.Ancaman populasi yaki adalah hilangnya habitat, perburuhan untuk diambil dagingnya dan perdagangan satwa ilegal. Yaki termasuk satwa paling terancam di Sulawesi.

Macaca nemestrina

Macaca nemestrina atau yang akrab kita sapa dengan sebutan “beruk”. Di Indonesia beruk dapat di jumpai di Kalimantan dan Sumatra.Karena ekornya yang pendek maka hewan ini disebut juga pig tailed macaque. Beruk termasuk satwa terestrial meskipun sesekali ia beraktivitas di kanopi pohon. Beruk beraktivitas di siang hari. Makanan beruk kebanyakan buah dan serangga. Beruk mampu hidup selama 26 tahun. Beruk betina lebih kecil dari beruk jantan, Berwarna coklat keemasan dengan bagian punggung berwarna kehitaman. Ekor monyet ini lebih pendek dari panjang badannya.

Jumlah beruk di alam dipercaya mengalami penurunan sebanyak 30% dalam 30-36 tahun belakangan, akibat perburuhan dan hilangnya habitat. Beruk masuk dalam IUCN red List dan Cites Apendix II. Di Sumatra hewan ini diburu untuk dilatih memanjat kelapa. Status konservasi monyet ini adalah terancam.

Macaca pagensis

Macaca pagensis atau “beruk mentawai: menurut IUCN Redlist berstatus Critically Endangered tingkatan terakhir sebelum punah. Dari namanya beruk ini merupakan satwa endemik Pulau Mentawai. Beruk mentawai oleh masyarakat lokal disebut pula bokoi. Ciri fisik M. pagensis sama seperti beruk lain perbedaanya pada rambut bagian pipi yang berwarna lebih gelap. Kulit wajah beruk mentawai berwarna hitam dengan mata coklat. Seperti monyet lain monyet ini memiliki kantong pipi yang berguna untuk menyimpan makanan.Berukmenawai merupakan satwa diurnal, beraktivitas di siang hari dengan memakan berbagai jenis daun, buah, bunga dan biji-bijian.

Habitat bokoi hanya tersebar di 3 pulau di kepulauan mentawai ( Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan). Bokoi memilih hidup di berbagai habitat seperti hutan bakau, hutan primer, hutan pesisir, hutan sekunder, hingga hutan dekat pemukiman. Habitat bokoi terancam akibat deforestasi, perburuhan serta pertambahan penduduk. Populasi yang menurun drastis membuat beruk satu ini terancam punah.

*Sumber:

www.iwf.or.id

IUCN Redlist

pin.primate.wisc.edu

 

(Kontributor: drh. Mardini Kusumojati)

 

Pecinta Satwa
Freelance Contributor at Pecinta Satwa [dot]com
Beberapa kontributor lepas yang menulis artikel untuk Pecinta Satwa [dot]com. Masih ada yang aktif menulis dan ada yang sudah tidak aktif.