Memelihara Musang

Musang sebagai peliharaan Akhir-akhir ini Musang mulai banyak dipelihara oleh para pecinta satwa. Bentuk musang yang unik, lincah dan memiliki aroma yang khas menjadikan hewan ini salah satu primadona untuk dijadikan hewan peliharaan. Dalam perawatannya, pemilik musang sering kali menghadapi masalah kesahatan salah satunya adalah diare. Diare pada musang dapat terjadi pada semua umur, baik yang dipelihara sebagai pet animal ataupun di alam liar, tetapi tingkat kejadian diare lebih sering dialami oleh musang  berusia muda, karena pada usia tersebut anak musang memiliki kekebalan tubuh yang masih belum sempurna sehingga mengakibatkan musang sangat mudah sakit.

Penyebab diare pada musang

Diare  merupakan gejala dari timbulnya suatu penyakit, dapat didefinisikan sebagai kondisi saluran pencernaan yang tidak normal, karena gerakan usus / peristaltik yang berlebih. Diare pada musang dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, diantaranya adalah adanya mesoparasit (parasit didalam saluran pencernaan) seperti cacingan, salah memberikan makan, kondisi hewan sedang stress, keradangan pada usus yang disebabkan oleh bakteri/ virus/ protozoa, dan kondisi perut yang kembung. Kondisi tersebut apabila tidak ditangani ataupun salah menanganinya akan menyebabkan gangguan yang lebih parah terhadap kondisi kesehatan musang. Kematian pada musang karena diare dapat  terjadi terutama pada musang usia muda, musang akan kehilangan banyak cairan dan elektrolit dari dalam tubuh karena diare (dehidrasi) yang berakibat fatal bagi hewan.

Pengobatan Diare pada Musang

Penanganan diare pada musang dapat dilakukan dengan terus memberikan air minum agar musang tidak kekurangan cairan dari dalam tubuh. Larutan oralit dapat diberikan kepada musang untuk menggantikan elektrolit yang hilang, cara yang lebih tradisional adalah dengan memberikan air kelapa kepada musang. Penggunaan obat-obatan lain seperti obat diare ataupun antibiotik tidak dianjurkan tanpa pengawasan dan rekomendasi dari dokter hewan. Pemberian dosis antibiotik yang tidak tepat akan menyebabkan masalah selanjutnya yang berdampak buruk. Simak pula: 4 Jenis Macaca Asli Indonesia

Perlukah membawa musang ke dokter hewan ?

Memeriksakan musang kepada dokter hewan bukan merupakan hal yang asing pada saat ini. Dokter hewan akan memeriksa lengkap kondisi musang dengan melakukan beberapa pemeriksaan, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan laboratorium bila dibutuhkan. Dokter hewan akan menyarankan terapi dan rekomendasi obat sesuai dengan kondisi musang yang mengalami diare. Ceritakan permasalahan diare kepada dokter hewan secara menyeluruh mulai dari kapan terjadinya diare, frekuensi diare selama satu hari, treatment apa yang sudah pernah diberikan, konsistensi feses pada waktu diare, dan ada tidaknya darah pada memelihara musang waktu diare. Dengan memberikan penjelasan yang mendetail tentang kondisi musang tentunya akan mempermudah pemeriksaan oleh dokter hewan. Pemeriksaan fisik musang (chek-up) dapat dilakukan rutin selama 6 bulan sekali untuk memastikan musang peliharaan anda dalam kondisi yang baik, ditunjang dengan manajemen pemeliharaan dan kesehatan  yang baik dan benar tentunya akan memperpanjang waktu hidup musang.

Pencegahan agar musang terhindar dari diare

Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang. Kandang yang lembab dan tidak bersih akan memicu timbulnya diare. Buah dan sayur yang diberikan harus dicuci bersih terlebih dahulu, selain itu untuk ikan, ayam ataupun daging yang diberikan kepada musang harus diberikan dalam kondisi yang masak. Pemberian obat cacing dapat dilakukan setiap empat bulan sekali untuk mengurangi resiko terjadinya cacingan pada hewan.   Baca: Ayam Ketawa – Yang Berharga Mahal

 

Hizriah Alief Jainudin, drh.
Alumni Dokter hewan UGM (2013), Mahasiswa S2 Medis Klinis FKH UGM, Praktisi Pet and Exotic Animal di Sleman Yogyakarta.