Kura-Kura Darat atau Tortoise

kura-kura yang mengalami pyramiding memiliki bentuk cangkang yang tidak normal

kura-kura yang mengalami pyramiding memiliki bentuk cangkang yang tidak normal

Akhir-akhir ini, kura-kura darat atau tortoise semakin digandrungi oleh para pecinta reptil di tanah air. Terdapat banyak spesies yang sudah umum dijual di Indonesia, seperti sulcata, indian star, dan lain-lain—semuanya memiliki bentuk yang unik dan motif yang menarik. Perilakunya pun lucu dan jinak, berbeda dengan jenis-jenis reptil lain seperti ular dan monitor lizard. Selain itu, perawatan kura-kura darat juga tergolong mudah, apalagi jika dibandingkan dengan kura-kura aquatik alias terrapin. Tapi, benarkah kura-kura ini sangat mudah untuk dipelihara? Kenyataannya ada banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda memelihara kura-kura darat, dan terkadang sedikit lebih rumit dari terrapin. Ya, Anda mungkin tidak perlu memperhatikan kondisi air seperti di akuarium kura-kura akuatik, namun Anda juga harus mengawasi kondisi substrat yang Anda gunakan untuk kura-kura darat. Anda juga harus memperhatikan asupan protein pada pakan dan kelembapan kandang untuk mencegah pyramiding, suatu kondisi yang sangat ditakuti pecinta kura-kura di dunia.

Cara Menyiapkan Terrarium (Kandang Kura-kura)

Salah satu hal yang harus diperhatikan sebelum membeli kura-kura darat adalah menyiapkan kandang atau terrarium yang pas. Terrarium yang digunakan harus sesuai dengan ukuran kura-kura yang akan dipelihara, semakin besar semakin baik. Kura-kura ukuran baby dibawah 10 cm bisa dipelihara di terrarium berukuran standar dari mika, namun hindari penggunaan akuarium kaca karena menyulitkan sirkulasi udara di dalam kandang. Untuk kura-kura berukuran besar, Anda harus menyiapkan kandang yang lebih besar pula. Simak juga: Penetasan Tukik – Penyelamatan Penyu Hijau

contoh terrarium untuk kura-kura darat, dengan kolam untuk minum dan berendam, tempat bersembunyi, serta substrat karpet reptil

contoh terrarium untuk kura-kura darat, dengan kolam untuk minum dan berendam, tempat bersembunyi, serta substrat karpet reptil

Untuk substrat atau dasar terrarium, ada berbagai pilihan yang bisa Anda gunakan. Beberapa orang lebih suka menggunakan karpet tanpa bulu atau karpet khusus reptil yang dijual di petshop, karena lebih praktis dan mudah dibersihkan. Sebenarnya akan lebih baik jika Anda menggunakan substrat alami seperti pasir, sehingga kura-kura Anda bisa menggali dan membuat lubang persembunyian seperti di habitat alaminya. Sayangnya, beberapa pasir justru berbahaya karena kandungan kimia di dalamnya, jadi Anda harus memilih jenis pasir yang tepat untuk substrat. Hindari menggunakan serutan kayu hamster karena mengandung bahan kimia berbahaya dan bisa melukai mata kura-kura.

Hal yang harus diperhatikan memilihTerrarium

terrarium menggunakan substrat pasir memudahkan kura-kura untuk menggali seperti di habitat aslinya

terrarium menggunakan substrat pasir memudahkan kura-kura untuk menggali seperti di habitat aslinya

Kura-kura kecil mungkin mudah stress bila ditempatkan di terrarium tembus pandang, karena mereka mudah merasa terancam oleh orang-orang yang berlalu-lalang. Untuk mengatasinya, Anda bisa menempelkan lakban buram atau gelap di sisi terbawah terrarium sehingga membatasi pandangan kura-kura dunia luar. Selain itu, tempatkan beberapa tempat bersembunyi yang mudah diakses kapanpun mereka merasa terancam, sehingga tingkat stress si kura-kura meningkat. Meskipun kura-kura darat tidak membutuhkan air sebanyak kura-kura akuatik, bukan berarti hewan ini tidak butuh air sama sekali. Seperti makhluk hidup lainnya, kura-kura darat membutuhkan air untuk minum, berendam, dan mencegah dehidrasi. Nah, jika kandang terrarium Anda berukuran cukup besar, Anda bisa menggunakan wadah dangkal yang dibenamkan ke dalam substrat sehingga kura-kura bisa berendam tanpa tenggelam. Hindari teknik ini jika terrarium Anda berukuran kecil, karena air bisa tumpah kemana-mana dan membuat substrat terlalu lembab. Baca Pula: Penyu Hijau – Penjelajah Laut Pasifik Terakhir, Anda juga harus menempatkan lampu penghangat di dalam terrarium kura-kura Anda. Kura-kura adalah hewan berdarah dingin dan tidak bisa menghangatkan dirinya sendiri, jadi keberadaan lampu penghangat sangat krusial bagi kehidupannya. Gunakan lampu khusus reptil atau full-spectrum lamp yang bisa meransang pembentukan vitamin D3 yang penting bagi pertumbuhan si kura-kura. Perhatikan pula lokasi penempatan lampu, jangan terlalu dekat dan jangan terlalu tinggi dari substrat, sehingga bisa memberikan suhu yang optimal bagi kura-kura Anda.

Kandang Outdoor untuk Kura-kura

kandang outdoor untuk kura-kura bisa menggunakan pagar rendah seperti ini

kandang outdoor untuk kura-kura bisa menggunakan pagar rendah seperti ini

Selain terrarium, beberapa orang lebih suka menggunakan kandang luar ruangan (outdoor) atau yang lebih sering disebut enklosur. Kandang seperti ini lebih baik bagi kura-kura berukuran besar yang membutuhkan ruang yang luas, namun kurang baik bagi kura-kura kecil yang mudah kabur dan hilang. Kandang outdoor tidak membutuhkan lampu penghangat seperti pada terrarium indoor, namun juga harus memiliki tempat untuk berteduh dan bersembunyi di hari yang panas. Pastikan juga kandang outdoor ini dilengkapi oleh sistem pengaliran air yang baik agar tidak banjir disaat hujan. Nah begitulah sedikit cerita mengenai terrarium yang tepat bagi kura-kura darat Anda. Semoga kura-kura darat Anda bisa hidup dengan tenang di rumah barunya, dan semoga Anda terhibur dengan kehadiran satwa unik yang satu ini di rumah Anda. Selamat memelihara!

 

Panji Gusti Akbar