Mitos Seputar Tarantula

Tarantula, siapa yang tidak mengetahui nama laba-laba terbesar didunia ini, sosok laba-laba yang besar dan menakutkan tentunya membuat sebagian orang merasa takut. Menurut mitos yang beredar dalam masyarakat, gigitan tarantula dapat menyebabkan kematian pada manusia, tapi tahu kah anda? Mitos tersebut tidaklah benar, karena laporan kasus medis hingga saat ini, belum ada kematian manusia yang diakibatkan oleh gigitan Tarantula.

Tarantula jenis Lasiodora parahybana

Tarantula jenis Lasiodora parahybana

Di Tanah air, Tarantula kini menjadi salah satu hewan peliharan exotic animal (satwa liar yang diperlihara sebagai hewan peliharaan) yang digemari untuk dipelihara di rumah. Namun pemilik tetap harus memperhatikan aspek keamanan hewan ini. Meski cukup jinak untuk dipelihara, tarantula sebagai satwa liar tidak kehilangan akan insting liarnya, oleh sebab itu bagi pemula harus bisa mengetahui jenis Tarantula dan juga sifat karakteristiknya agar lebih mudah dalam pemeliharaannya.

Ingat Hal Ini Sebelum Memelihara Tarantula

Cara handling Tarantula

Cara handling Tarantula

Sebelum kita memelihara Tarantula ada baiknya kita harus memperhatikan setidaknya tiga hal yang menjadi acuan keamanan memelihara Tarantula ataupun spesies hewan eksotik lainya, yaitu :

  • Pengenalan terhadap spesies hewan yang akan dipelihara,
  • Bagaimana penanganan umum dan khusus hewan tersebut,
  • Metode / cara untuk penanganannya (handling).

Macam-Macam Spesies Tarantula

Tarantula adalah salah satu jenis laba-laba yang dikelompokkan dalam bangsa Theraphosidae. Di Indonesia, terdapat sedikitnya 900 macam spesies tarantula. Tarantula dengan kaki besar dan tubuh berbulu yang banyak dikenal orang adalah American Tarantula (tarantula Amerika). Jenis inilah yang banyak diternakkan dan bahkan diperdagangkan sebagai hewan peliharaan. Secara umum Tarantula dibedakan menjadi dua kelas yaitu New World dan Old World. Old World merupakan jenis Tarantula yang tersebar luas di kawasan Asia Pasifik, dengan ciri Рciri  bulu di badannya tidak terlalu banyak dan sifatnya agresif. Tingkat agresifitas tarantula jenis ini diperlihatkan dengan intensitas menggigit yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas New World, contoh Tarantula dalam kelas ini diantaranya : Pterinochilus murinus, Haplopelma schmidti, Haplopelma lividum.

Tarantula New World merupakan jenis Tarantula yang tersebar luas di wilayah Benua Amerika dan sekitarnya, dengan ciri ciri: bulu yang lebih lebat dan cenderung lebih tenang terhadap manusia, Tarantula jenis ini lebih suka menggali tanah. Di alam liar, pertahanan Tarantula jenis ini lebih cenderung dilakukan dengan cara melepas bulu bulu yang membuat gatal daripada menggunakan taringnya untuk menggigit, contoh Tarantula jenis ini diantaranya : Grammastola rosea, Acanthoscurria geniculata, Avicularia avicularia, Theraphosa blondi, Lasiodora parahybana.

Habitat Tarantula

Berdasarkan habitatnya Tarantula dibedakan menjadi dua tipe yaitu teresial dan aboreal. Tipe terestial merupakan Tarantula yang hidup di bawah Tanah, dan memiliki karakteristik gerakan yang lebih lamban dan juga warna yang tidak terlalu mencolok. Sedangkan Tarantula tipe aboreal, merupakan jenis tarantula yang tinggal di tebing ataupun pepohonan, Tarantula jenis ini memiliki gerakan yang cepat dan warna yang lebih mencolok. Bagi pemula lebih disarankan memilih Tarantula New World dengan sifat yang tidak agresif dan tidak terlalu cepat bergerak, agar lebih mudah handling nya. Tarantula tidak memiliki racun yang mematikan ke manusia tetapi bulu yang tumbuh ditarantula terkadang menimbulkan alergi bagi para pemelihara.

Jadi cermatlah ketika akan memelihara hewan eksotik, pemahaman yang mendalam tentang sifat dan karakteristik serta mengetahui cara handling dan pemeliharaan yang baik tentunya akan membuat kita aman dan nyaman ketika memelihara.

 

Hizriah Alief Jainudin, drh.
Alumni Dokter hewan UGM (2013), Mahasiswa S2 Medis Klinis FKH UGM, Praktisi Pet and Exotic Animal di Sleman Yogyakarta.