Memberi Makan Ular Kesayangan

ular yang sedang memangsa

ular yang sedang memangsa

Salah satu unsur penting dalam pemeliharaan ular adalah memberikan mangsa yang tepat. Mangsa yang diberikan juga tidak sembarangan, ada kriteria jenis dan ukuran yang harus Anda pertimbangkan agar sang ular tidak kesulitan menangkap dan memakan makanannya tersebut. Salah satu pertimbangan yang cukup sulit adalah tentang kondisi mangsa tersebut: lebih baik mangsa hidup yang masih segar, atau mangsa mati yang telah dibekukan? Pecinta Reptil, kebanyakan orang menggunakan mangsa hidup untuk memberi makan ular kesayangan mereka, mulai dari mencit, tikus, kadal kecil, burung kecil, hingga kelinci dan marmut. Mangsa hidup dianggap lebih ‘segar’ dan lebih alami, sehingga bisa memberikan nutrisi yang lebih baik bagi si ular. Mangsa seperti cicak, burung kecil, pinkies, serta mencit ukuran kecil cenderung mudah untuk ditangkap si ular, sehingga Anda hanya perlu memasukannya ke dalam kandang dan membiarkan si ular menggunakan insting berburunya. Meskipun terdengar simpel, ada beberapa kelemahan dari mangsa hidup yang perlu kita perhatikan. Mangsa hidup cenderung sulit untuk disimpan dalam waktu yang lama, serta memerlukan perawatan ekstra jika Anda ingin membuat stok makanan ular selama beberapa minggu ke depan. Selain itu, terkadang mangsa hidup berukuran besar (misal, tikus besar atau rat) juga berani melawan pemangsanya dan dapat menimbulkan luka yang serius di tubuh ular kesayangan—dalam beberapa kasus ekstrim, justru si ularlah yang dimakan oleh tikus yang menjadi mangsa mereka!

Mangsa Hidup VS Mangsa Beku

korban mangsa hidup

korban mangsa hidup

  Dua kelemahan ini membuat banyak pecinta reptil di luar negeri mulai menggunakan mangsa beku alias mangsa yang telah dimatikan terlebih dahulu sebelum diberikan ke ular. Mangsa beku dinilai lebih aman, khususnya bagi ular-ular kelas kontes yang tidak boleh memiliki luka sedikitpun di tubuhnya. Mangsa beku juga mudah disimpan dalam waktu yang lebih lama, dapat disimpan di freezer dalam jumlah besar, sehingga memudahkan para kolektor reptil dengan jumlah koleksi yang banyak. Cukup praktis ya? Baca: Tips Mengatasi Kutu pada Ular Namun, ada beberapa kelemahan yang perlu Anda pertimbangkan jika ingin menggunakan mangsa beku untuk ular Anda. Seperti yang diketahui, ular mendeteksi mangsanya menggunakan aroma yang diterima melalui lidahnya atau dengan merasakan panas tubuh dengan indra khusus di bawah mulutnya (seperti pada python dan rattlesnake). Insting berburu si ular juga baru aktif jika mereka mendeteksi keberadaan mangsa melalui bau, panas dan gerakan. Nah, pada mangsa beku, ada kemungkinan si ular tidak mau menerkam mangsanya tersebut karena tidak ada ransangan yang mengaktifkan insting berburunya. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa memanaskan tubuh mangsa tersebut dengan mencelupkannya di air panas terlebih dahulu. Untuk mensimulasikan gerakan mangsa hidup, Anda bisa menggoyang-goyangkan tubuh mangsa di depan ular dengan menggunakan tali atau tongkat. Bila si ular masih tidak mau makan, cobalah menggosok-gosokan tubuh mangsa yang mati ke tubuh mangsa yang masih hidup sebelum disajikan ke ular kesayangan, sehingga si ular dapat mencium aroma makanannya yang lezat.

Memberi Mangsa yang dilemahkan untuk Ular

Nah, diantara 2 pilihan di atas, masih ada satu pilihan alternatif yang bisa Anda pilih: mangsa setengah mati alias pre-killed prey. Seperti namanya, mangsa yang satu ini ‘dilemahkan’ terlebih dahulu agar tidak membahayakan ular kesayangan, tapi tetap masih bisa bergerak sehingga dapat memancing insting berburu si ular. Sayangnya, mangsa yang satu ini tidak bisa disimpan di freezer, sehingga Anda tetap harus memiliki stok mangsa hidup yang harus diberi makan dan minum secara teratur. Akan tetapi tindakan menyakiti mangsa sebelum diberikan ke ular cenderung kejam dan tidak berperikehewanan (animal welfare), karena itu lebih baik tidak dilakukan. Baca: Tips Memberi makan Ular yang baru menetas Nah, lantas jenis mangsa mana yang lebih baik diberikan pada si ular? Sekali lagi, jawabannya kembali kepada Anda. Jika Anda memelihara ular yang membutuhkan makanan berukuran kecil, mangsa hidup akan sangat cocok bagi ular Anda. Di sisi lain, jika Anda memiliki reptil kelas kontes yang harus diberikan makanan yang agak ‘berbahaya’, mangsa beku akan jauh lebih baik bagi si ular kesayangan. Apapun jenis mangsanya, usahakan untuk selalu memberi makan ular kesayangan Anda secara teratur agar mereka bisa tumbuh dengan sempurna. Selamat memberi makan!

Simak pula: Stomatitis / sariawan pada Reptil

 

Panji Gusti Akbar