Cara Ternak Ayam Broiler

PecintaSatwa.com – Hari-hari pertama kehidupan ayam broiler merupakan fase yang sangat kritis. Periode ini tidak hanya mempengaruhi kemampuan hidup ayam tersebut, namun juga kualitas produksi yang dapat dicapainya sebagai penghasil daging ayam konsumsi. Oleh karena itu para peternak dan pengusaha peternakan ayam broiler harus memahami manajemen brooding yang baik dalam Cara Ternak Ayam Broiler, sebagai awal untuk menghasilkan produk berkualitas.

brooding open house

brooding open house

48 jam awal hidupnya, tubuh day old chick (DOC) akan memaksimalkan fungsi imunitasnya, kinerja kelenjar tiroid dan saluran pencernaannya. Imunitas sebagai tameng yang penting untuk melawan agen infeksi, sedangkan kelenjar tiroid berperan penting menghasilkan hormon pertumbuhan yang tidak hanya berguna untuk meningkatkan massa otot, tapi juga untuk perkembangan tulang dan sel syaraf, sintesa protein, dan mentoleransi stres. Saluran pencernaan merupakan organ vital absrobsi nutrisi dalam tubuh untuk hidup dan berproduksi. Persiapan ini sebenarnya telah dimulai saat perkembangan janin dalam telur dan disempurnakan setelah menetas dengan memanfaatkan energi dari kuning telur, dan pakan/ransum periode starter.

Simak pula: 7 Hal Penting Keberhasilan Biosecurity Area Peternakan

Manajemen “Brooding” Ayam Broiler

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam Cara Ternak Ayam Broiler yaitu manajemen “Brooding” pada 48 jam pertama adalah sebagai berikut:

  1. Suhu. Suhu kandang yang disarankan:
Umur Ayam Close House Open house
Minggu ke-1 29,4 – 31,0oC 32,2 oC
Minggu ke-2 26,7 – 28,3 oC 29,4 oC
Minggu ke-3 23,9 – 25,5 oC 26,7 oC
Minggu ke-4 23,9 oC 26,7 oC
Minggu ke-5 21,1 oC 23,9 oC
Minggu ke-6 21,1 oC 21,1 oC

Suhu kandang yang terlalu panas dapat menyebabkan dehidrasi pada anak ayam, suhu tubuhnya meningkat, dan tingkat konsumsinya menurun. Sedangkan suhu yang terlalu dingin dalam kandang dapat mengganggu perkembangan saluran pencernaan dan kelenjar tiroid.

  1. Kualitas Udara. Ventilasi dan aliran udara harus dipastikan berfungsi dengan baik, dapat digunakan exhoused fan atau blower apabila diperlukan untuk mengalirkan udara, sebagaimana pada kandang close house. Hal tersebut penting karena kotoran, sisa pakan, dan litter yang basah akan mengalami proses pembusukan yang manghasilkan gas amonia. Jika gas tersebut terperangkap dalam kandang, sulit mengalir keluar, akan menimbulkan masalah pernafasan bagi ayam-ayam yang dipelihara, akibatnya keseragaman bobot ayam akan sangat bervariasi, terjadi penurunan produksi, dan bahkan peningkatan angka mortalitas. Selain itu, ventilasi juga berfungs untuk menyeimbangkan kadar oksigen dalam kandang dan mengalirkan karbodioksida.
  1. Kelembaban. Usahakan kelembaban stabil dikisaran 60 – 70% untuk 3 minggu pertama, kemudian berlanjut 40 – 60% untuk 4 minggu berikutnya.
  1. Satu feeder tray sebaiknya digunakan tidak lebih untuk 80 ayam, tidak diletakkan di bawah pemanas. Setelah 5-6 hari baru gunakan alas hanging feeder. Tinggi tempat pakan disesuaikan dengan tinggi tembolok ayam. Kandungan ransum ayam periode starter sebaikanya mengandung energi sebesar EM 3000 – 3200 Kkal/kg, Protein 22-23%, Serat Kasar <7%, Lemak <8%, Ca 1% dan P 0,45%.

Baca: Trik Meningkatkan Bobot Ayam Pedaging dengan Minyak Kelapa

  1. Air. Suhu air sebaiknya sekitar 18 – 24oC, dan tersedia kapanpun, serta sebanyak apapun (adlibitum). Pada 4-6 jam awal kedatangan DOC ke kandang, campurkan air dengan susu skim 3% untuk menstimulasi pertumbuhan vili-vili pada mukosa usus.
  1. Pencahayaan. Salah satu contoh program pencahayaan yang telah menghasilkan kualitas hidup yang baik bagi ayam broiler:
Umur Waktu Gelap Waktu Terang Intensitas Cahaya (Lux)
1-3 hari 0 – 1 jam 23 – 24  jam 30 – 40
4-5 hari 12 jam 12 jam 5 – 10
16-22 hari 8 jam 16 jam 5 – 10
23 hari – panen 1 – 6 jam 18 – 23 jam 5 – 10

(Rind)

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.