Memelihara Kucing Sphynx

Cara Memelihara Kucing sphynx

Sahabat pecintasatwa, khususnya para pet lover, kali ini kita akan membahas tentang kucing eksotik yang telah mendunia, dialah si unik Spynx. Pernahkan terlintas di benak anda bahwa Sphynx adalah jenis kucing kuno dari mesir? Mengingat namanya sama dengan nama patung singa berkepala manusia, peninggalan mesir kuno. Jika anda pernah beranggapan demikian, patutlah anda kecewa, karena ternyata wujud kuno kucing Sphynx merupakan hasil dari seleksi  perkawinan, dengan kombinasi genetik yang unik.

Menurut French breed standard, Sphynx digolongkan sebagai jenis kucing dengan sifat separuh anjing, separuh kera, separuh kucing, separuh manusia. Hal tersebut didasarkan dari kemiripan beberapa tingkah laku khusus sphinx dengan beberapa hewan lainnya. Lepas dari kesan wajahnya yang sangar dan garang, kucing tak berbulu ini lebih bersifat terbuka dengan tempramen yang menyenangkan.

Karakter fisik standar ras kucing sphinx

  • Kulit tak berambut terlihat berkerut, terlebih dalam posisi duduk atau tidur bergelung
  • Bentuk telinga besar, tanpa rambut didalamnya, dengan pangkal yang lembut
  • Mata lebar berbentuk lemon
  • Berotot, leher kuat dengan panjang sedang
  • Telapak kaki lebih kecil, sehingga menghasilkan jejak yang relative lebih kecil dari kebanyakan kucing
kitten sphynx

kitten sphynx

Bentuk sphinx yang eksotik, sebenarnya bukan berasal dari ras kucing yang benar-benar tak berambut / hairless. Keunikan perwujudan sphinx awalnya terlahir secara tidak sengaja, selanjutnya dibudidayakan terus oleh para breeder (pembibit), hingga kini telah beranak pinak diseluruh penjuru dunia.

Karakter hairless pada sphinx, dipicu oleh salah satu gen yang bersifat resesesif, bahkan sebagian peneliti menyebutnya sebagai kelainan genetik dengan ciri khas tertentu. Apabila seekor kucing sphinx dikawinkan dengan jenis kucing berambut lainnya, maka 25% dari anaknya akan membawa sifat sphinx yang tak berambut, meski 50% keturunan lainnya juga membawa separuh gen tersebut, penampakan sifat hairless hanya akan diturunkan pada kitten yang memiliki sepasang gen tersebut.

Asal muasal Kucing Sphinx

Berdasarkan catatan sejarah, kucing jenis sphinx bukanlah jenis kucing hairless pertama, sebelumnya di New Mexican juga ditemukan jenis kucing serupa pada tahun 1903, disebut Mexican hairless, kucing tersebut berasal dari indian, di daerah sekitar Alburqueque. Namun sayangnya, tidak terdapat riwayat perkembangbiakannya setelah itu.

Breed sphinx yang dikenal saat ini mulai dikembangkan pada tahun 1978. Sepasang kucing local yang biasa ada di pertanian milik Ethelyn Pearson melahirkan seekor kucing hairless yang diberi nama Epidermis, kemudian dijodohkan dengan kucing serupa bernama dermis. Kemudian, sepasang kucing hairless tersebut dibeli oleh seorang breeder kucing dari Oregon, Kim  Mueske. Breeder inilah yang kemudian mengawali pembibitan kucing hairless yang terkenal dengan jenis sphinx

Satu hal lagi yang unik dari kucing Sphinx, si eksotik memiki behavior yang menyenangkan, energik, cerdas, terbuka, dan loyal pada pemilik, bahkan kucing sphinx biasanya akan menyambut tuannya di depan pintu, dia juga bisa sangat ramah pada orang asing, sifat inilah yang menjadikan sphinx juga disebut separuh anjing.

Meskipun banyak yang menyebut sphinx hasil mutasi genetic, hairless cat satu ini tidak kekurangan penggemar, bahkan meski  harus merawatnya ekstra hati-hati dengan perhatian khusus, para pecinta kucing tetap mengagumi wujudnya yang eksotik.

Perawatan kucing sphinx

sphynx berbaju hangat

sphynx berbaju hangat

Karena tidak memiliki rambut yang membantu kulit menjaga suhu tubuh, kucing sphinx sebaiknya tidak terlalu lama berada dibawah sinar matahari. Jika sering diletakkan di luar rumah, dapat terjadi gangguan penyakit seperti ruam-ruam terbakar matahari, gangguan kulit, hingga kanker kulit. Disamping itu si unik sphinx juga harus dimandikan secara rutin, untuk mengurangi timbunan keringat dan kotoran yang mengendap di permukaan kulit karena tidak ada rambut-rambut yang menyerapnya, jika hal ini tidak diperhatikan oleh pemilik maka iritasi kulit rawan terjadi.Disaat musim dingin pun, sphinx sebaiknya diberi baju hangat untuk stabilisasi suhu normal tubuhnya.

Kondisi tubuhnya yang hairless alias gundul, juga membawa dampak kurang baik bagi sikucing itu sendiri dan juga sipemilik, karena itulah owner harus memberikan perhatian khusus terhadap hal-hal berikut:

  • Anak kucing sphinx rawan terkena infeksi saluran pernafasan karena tidak memiliki bulu, maka sebaiknya jika anda ingin mengadopsi kucing sphinx pastikan berusia lebih dari 12 minggu, untuk mengurangi stress dan resiko infeksi agen penyakit.
  • Alergi rambut kucing pada manusia, akan lebih parah jika menyentuh kucing sphinx. Sebenarnya penyebab alergi tersebut bukanlah rambut kucing itu sendiri. Allergen / penyebab alergi  sesungguhnya adalah protein bernama Feld1 ,berasal dari kelenjar ludah dan keringat. Karena sphinx jeniskucing hairless, ketika ia menjilati tubuhnya protein tersebut akan mengendap di kulitnya yang gundul dengan jumlah yang banyak, berbeda dengan kucing berambut, allergen tersebut akan menyebar pada rambut kucing yang tebal.

Jika anda menyayangi kucing sphinx di rumah dengan perhatian yang cukup, dan wawasan yang luas, resiko-resiko tersebut dapat di atasi dengan mudah, terbukti para fans kucing sphinx terus bertambah setiap tahunnya.

 

Herinda Pertiwi, drh., M.Si.
Editor in Chief at Pecinta Satwa [dot]com
Alumni Dokter Hewan UNAIR (2013), Master of Science UNAIR (2016) specific on Veterinary Reproduction, Large Animal Clinician, Pet Lover, dan Researcher Focus on Reproduction Nutrition.