Masalah Kerontokan Kucing

Bulu kucing rontok

Bulu kucing rontok

Rambut kucing kesayangan yang menempel pada sofa atau baju mungkin merupakan hal yang sudah biasa bagi pemilik kucing, tetapi apabila jumlah kerontokan semakin banyak pasti ada rasa khawatiran bagi pemilik kucing, apakah hewan kesayangannya sakit ataukah ada sesuatu yang terjadi dalam tubuhnya.

Masalah kerontokan rambut / alopecia kucing merupakan masalah yang umum terjadi, apalagi pada kucing yang memiliki tipe rambut panjang seperti kucing Persia. Untuk menangani kerontokan tentunya harus didasarkan pada penyebab terjadinya hal tersebut.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan alopecia pada kucing kesayangan anda diantaranya adalah sebagai berikut

Kerontokan normal

Rambut kucing juga memiliki fase-fase pergantian rambut dimulai dari fase pertumbuhan rambut awal hingga fase pergantian rambut, normalnya fase ini berlangsung satu kali dalam setahun sampai dengan dua kali dengan jumlah kerontokan yang tidak terlalu banyak. Kerontokan normal terjadi pada kucing mulai dari usia 4-6 bulan. Pada kucing betina, siklus birahi juga dapat memicu terjadinya kerontokan akibat perubahan hormon dalam tubuh secara periodik.

Kekurangan nutrisi

Anak kucing memerlukan makanan dengan kandungan protein minimal 30%, sedangkan kucing dewasa 25-30%. Selain itu, kucing juga membutuhkan nutrisi lain seperti vitamin dan mineral untuk menjaga kondisi kulit dan rambut tetap sehat dan normal. Perhatikan pemberian pakan komersial untuk kucing kesayangan anda, tidak semua makanan komersial yang dijual di petshop memiliki nilai nutrisi yang mencukupi dan seimbang untuk kucing anda, perhatikan nilai gizi yang terkandung dan konsultasikan kepada dokter hewan, jenis pakanan apa yang sesuai dengan kondisi kucing anda agar pertumbuhan kucing optimal dan rambut tampak bersinar. Kucing dengan asupan nutrisi yang tidak seimbang biasanya akan menunjukan warna rambut yang kusam, sebaliknya jika kucing anda sehat dengan diet bernutrisi, akan rambutnya akan terlihat cerah, kuat dan lembut.

Tempat tinggal terlalu panas

kerontokan kucingKulit dan rambut berfungsi untuk melindungi badan dari berbagai pengaruh lingkungan sekaligus sebagai sistem pertahanan pertama dari penyakit. Pada suhu yang dingin maka kulit juga akan merangsang pembentukan rambut yang lebih banyak untuk menjaga hilangnya panas pada tubuh, sebalikanya apabila lingkungan terlalu panas, maka akan terjadi proses adaptasi dengan merontokan rambut yang bertujuan untuk mencegah peningkatan suhu berlebihan dalam tubuh. Tempatkan kucing pada tempat yang sejuk, kering dan bersih dengan sirkulasi udara yang lancar

Shampoo dan Grooming

Shampoo yang tidak sesuai dengan kucing dan memiliki derajat keasaaman (pH) yang tidak sesuai dengan pH normal kulit dapat menyebabkan kerontokan. Beberapa shampoo yang memiliki banyak busa mempunyai kandungan detergen tinggi, dapat membuat lapisan kulit mudah terkikis dan menimbulkan iritasi dan kerontokan pada rambut. Terlalu sering memandikan (grooming) juga dapat mempengaruhi kelembaban normal kulit dan rambut. Apabila kucing dalam keadaan sehat frekuensi mandi seminggu sekali merupakan pilihan yang tepat, kecuali ketika kucing kesayangan kita mengalami penyakit kulit, dokter hewan akan menganjurkan periode pemandian lebih sering (2-3 kali/minggu). Apabila kulit terlalu lembab maka akan menyebabkan timbulnya gangguan kulit seperti jamur dan apabila terlalu kering dapat menyebabkan rambut rapuh dan kulit yang kering.

Alergi kutu

Gigitan pinjal atau kutu dapat menyebabkan reaksi alergi pada kucing, jejas alergi biasanya tampak kemerahan, bengkak, dan radang ringan disekitar daerah gigitan. Reaksi alergi dengan jumlah yang banyak akan meningkatkan reaksi keradangan pada kulit dan meningkatkan resiko terjadinya kerontokan rambut. Selain alergi karena gigitan kutu, alergi lain seperti alergi obat, makanan, dan lain sebagainya juga dapat menginisiasi adanya kerontokan

Gangguan hormonal

Gangguan pada beberapa produksi hormon juga dapat mempengaruhi keadaan kulit dan rambut, hormon yang berpengaruh diantaranya adalah hormon tiroid dan adrenal, biasanya gangguan

hormonal terjadi ketika kucing berusia dewasa dan lanjut. Biasanya gejala kerontokan ini disertai dengan kebotakan (alopesia) pada kedua sisi tubuh (simetris).

Jamur (Dermatophytosis)

Indonesia merupakan daerah yang beriklim tropis yang memiliki kelembaban yang sangat tinggi dan merpakan daerah yang sangat cocok untuk pertumbuhan jamur. Rambut tebal dan panjang pada kucing akan menjadi tempat yang cocok untuk pertumbuhan jamur. Salah satu jenis jamur yang sering ditemukan pada kucing adalah Microsporum canis, sering dikenal dengan istilah ringworm. Gejala yang timbul adalah kulit merah berbentuk titik dan semakin lama akan membesar membentuk seperti ring, daerah yang ditumbuhi jamur akan menyebabkan kerontokan yang disertai dengan timbulnya ketombe pada lapisan kulit, jenis jamur ini bersifat zoonosis (dapat menular dari hewan ke manusia).

kerontokan kucing5

Obat-obatan

Obat-obatan seperti antikanker pada saat kemoterapi juga dapat menyebabkan rambut rontok. Suntikan beberapa jenis obat dapat menyebabkan kerontokan disekitar tempat suntikan, rambut akan tumbuh normal lagi setelah efek obat habis

Physicological Alopesia

Kerotokan ini terjadi akibat kondisi hewan terlalu stress, akibatnya hormon dan metabolisme pada kulit juga terganggu dan menyebabkan kerontokan pada rambut. Cara untuk menghindari terjadinya kerontokan karena stress adalah dengan meminimalisir potensi hewan menjadi stress, dengan pemberian vitamin berkala, terlebih saat akan melakukan perjalanan, pergantian musim atau pergantian pakan.

 

Hizriah Alief Jainudin, drh.
Alumni Dokter hewan UGM (2013), Mahasiswa S2 Medis Klinis FKH UGM, Praktisi Pet and Exotic Animal di Sleman Yogyakarta.